Bayi Kita

Bayi Kita
73


__ADS_3

Malam itu semua keluarga sangat sibuk , baik keluarga Sasha yang diLampung maupun keluarga Faishal di Jogja dan di Bekasi, mereka memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tak ada bawaan yang ketinggalan.


Ayah Faishal mulai menghubungi perangkat perangkat desa hingga kenalannya yang ada di KUA untuk mengurus kelengkapan pernikahan. Bunda sudah mulai membuat list barang yang akan dibeli untuk serah serahan, dibantu adik adik iparnya dibekasi melalui jaringan vicall grup, disana Fitha dan bastian ikut berdiskusi.


Fitha memang langsung mengabari sahabat sahabatnya atas berita penting ini, Bastian dan Dennis sangat bahagia lalu berusaha membantu bunda untuk persiapannya. Berbeda dengan Hafiz, ia justru murung dan tak ingin berbicara dengan siapapun. Hafis begitu terpukul saat mendapat dua berita sekaligus, yaitu tentang pembatalan pertunangan Sasha dan pinangan Faishal. Bastian dan Dennis sudah tahu akan menhadapi Hafis yang seperti ini, sehingga mereka tak memaksa Hafis untuk membantu.


Bunda menanyakan segala hal kepada Fitha, dari kosmetik yang biasa dipakai Sasha atau yang paling ia inginkan, ukuran baju dan **********, perlengkapan mandinya, nomor sepatunya, sampai urusan warna kesukaan. Bunda jadi tahu selama ini Sasha sangat berhemat, hanya membeli pencuci muka dan pelembab yang ekonomis. Bunda menanyakan ke Fitha apa kosmetik yang paling ingin dibeli Sasha serta semua barang pribadi yang didinginkannya, Fitha dengan senang hati menjawabnya, karena selama ini Fitha lah yang tahu betapa sulitnya Sasha menyisihkan uang untuk perawatan tubuhnya. Bahkan sabun dan sampoo pun hanya beli seadanya. Sesekali Sasha dan Fitha melihat lihat iklan kosmetik dan kebutuhan wanita lainnya hanya untuk cuci mata saja. Sehingga hal inilah yag dijadikan bekal Fitha untuk membantu bunda mencari perlengkapan hantaran.


Malam itu bunda, Fitha, bastian serta adik adik iparnya menuntaskan list belanjaan hantaran agar besoknya bunda tinggal berbelanja. Awalnya bunda bingung bagaimana mengemas hantaran serta mas kawinnya, namun adik adik iparnya menawarkan diri mencari box hantaran yang tinggal pakai saja, dengan membeli dipasar suvenir bekasi. Nanti merekalah yang akan membawa paketan box tersebut lalu menyusunnya ketika bunda sampai dilampung, bunda tak mungkin bisa membawa semuanya karena menaiki pesawat.


Om Edi telah dihubungi oleh bunda, benar apa kata bunda, om Edi dan istri amat terkejut namun sekaligus berbahagia, merekapun berjanji akan meyusul kejogja esok hari setelah selesai mengajar. Om Edi mengatakan jika nanti saja memberi tahu eyang setelah urusan pernikahan selesai sekaligus kumpul keluarga dirumah bunda. Bunda menjadi sedikit lebih tenang.


Malam akhirnya berlalu, pagi pagi sekali tepatnya pk. 06.00 WIB, bastian sudah sampai dirumah Aldo, ia menyerahkan pasfoto, fotocopy KTP dan KK Sasha yang memang ditinggal di kontrakan. Ayah menerimanya lalu langsung berlalu kerumah pak RT untuk mengurus keperluan administrasi pranikah, rencananya ayah akan absen lalu izin ke kantornya sambil menunggu kantor kantor yang terkait buka.


Bunda meminta Bastian menemani bunda untuk berbelanja ke pusat perbelanjaan, hanya dengan menaiki motor karena Bastian belum memiliki SIM.


"gapapa kan le nemenin bunda, banyak ini yang dicari." ucap Bunda dari boncengan belakang


"Santai aja bun." Jawab Bastian


" Nanti Alman dah bunda suruh menyusul biar barang barang dibawa dia, oh iya, anter bunda dulu ke klinik, bunda mau cari pengganti praktek sekalian izin beberapa hari." Ucap bunda yang baru ingat jika dirinya belum izin ketempat kerjanya karena pikirannya sudah ada di pusat perbelanjaan, duh bunda bunda saking senangnya


Bastian memutar arah motornya, ia mengantar bunda kemana saja. Setelah dari klinik bunda langsung berbelanja dijalan solo dimana banyak pertokoan yang akan memenuhi semua list bunda.


Ayah mulai mengurus surat surat persyaratan nikah Faishal karena menikahnya diluar daerah sehingga harus juga mengurus administrasi numpang nikah, Ayah berharap agar selesai hari ini juga mengingat ia sudah amat dibantu oleh rekan rekannya hingga kekecamatan karena hari pernikahan putranya kurang dari 10 hari. Akhirnya urusan ke KUA selesai juga berkat bantuan rekan rekannya, beruntungnya tak banyak antrian karena saat ini bukan musimnya orang menikah. Faisalpun sudah sering sekali menelfon menanyakan perihal administrasinya, karena dibutuhkan untuk melengkapi data pengajuan nikah di KUA tempat Sasha tinggal.


Untungnya hari itu berjalan dengan lancar, bunda sudah membeli semua keperluan hantaran, lalu barang barang diambil oleh Alman.


"Bun, jangan lupa pesen tiket keberangkatan pertama bun, sama habis ini bunda istirahat deh, biar Almam sama bastian yang masukin ke kardus."


"Ya ampun sampe lupa, gimana inih." bunda panik sampe melupakan hal yang penting


"online aja bun. Kan gampang." jawab Alman


"Yaudah man tolongin bunda ya." ucap bunda lega


"oke bun, siapa aja nih yang ikut? Alman juga bareng ya bun tadi dah dapat izin direktur." ucap Alman


"wah beneran?? alhamdulillah bunda cuma sama ayah tok, om edi ga bisa izin.Keluarga yang lain juga belum bisa, besok kita bikin syukuran aja dirumah kalo Sasha dan Kakak dah sampe sini, Ooh iya! Bastian kamu ikut ya?" ucap Bunda


"ah ini bun, em anu, saya ga bisa ikut bun soalnya....." Ucap Bastian tak enak jika harus mengatakan alasannya, ia sebenarnya ingin ikut bersama Dennis, namun ia tak memiliki ongkos, ia malu jika harus meminta kepada orangtuanya karena orang tuanya hanya pedagang biasa.


"Tenang bro! ongkos pesawat biar gue bayarin ucap Alman" ucap Alman sambil menepuk bahi bastian


"duh ga enak sama sama abang." bastuan benar benar sungkan, pekiwuh jika orang jogja mengatakannnya.

__ADS_1


"Masa lo ga mau nemenin Sasha nikah, ayolah, tapi cuma bisa beliin kamu seorang nih, hehe" ucap Alman tak enak karena ia tahu Bastuan masih memiliki Hafis dan Dennis.


"ayok lah bas temenin bunda, bunda repot lho bawa ini sendirian, kan bisa bantu bantu bikin hantaran nanti disana. yah?" bujik bunda


"duh gimana bun, pekewuh saya bun." ucap bastian sambil menggaruk garuk kepalanya.


"anggap aja bantuin bunda deh, lihat neh barang seabreg masa lo ga kasian kita bertiga cuma yang bawa. Daripada bayar tambahan bagasi mending gue bayarin tiket PP lo. Yah dah ah mau, sini KTP." ucap Alman lalu ia mulai memesan tiket. Bastian akhirnya tak bisa mengelak lagi ia menyerahkan KTPnya untuk mengisi biodata pembelian tiket pesawat.


"Ambil yang penerbangan pertama ya,oh iya dennis sama Hafis gimana? biar bunda yang bayarin kalo mau ikut." ucap bunda


"mereka ga bs ikut bun mau menyelesaikan vidio klarifikasi." hanya alasan Bastian, aslinya Hafiz sedang patah hati sehingga ia tak ingin menawari hafiz dan Dennis sudah berjanji akan menemank hafis dan melihat prosesi pernkahan via vidio call. Bundapun akhirnya memaklumi.


Mereka akhirnya mendapatkan penerbangan pertama yang bisa memenuhi 4 orang tanpa berganti maskapai pesawat. Namun merrka hanya mendapatka kelas ekomoni yang jam penerbangan paginya masih banyak slot, Mereka berangkat jam 07.00 dari bandara YIA jogja dan diperkirakan sampai di bandara Radin Inteng lampung oada pukul 10.00 setelah transit 30 menit di bandara sujarno hatta. Untungnya mereka tak berangkat pada hari libur, sehingga tidak terlalu lama transit untuk maskapai yang sama.


Urusan dijogja akhirnya selesai juga, ayah oulang dengan membawa berkas berkas lengkap. Lalu bastuan dan Alman juga pulang untuk mempersiapkan diri


.


.


.


.


Sasha dan Faishal sempat diajak kesalln foto terdekat untuk membuat pasfoto pernikahan, dan Sasha diantar kembali kerumah karena akan mendapatkan perawatan sebelum pernikahan sesuai tradisi disana.


Setelah mengantongi beberapa persyaratan yang sudah ditandatangan perangkat terkait, sampailah mereka di KUA tanjung bintang setelah menempuh perjalanan 30 menit. Ayah Sasha merasa bersyukur, untunglah calon menantunya memiliki kendaraan sehingga beliau tak perlu repot lagi meminta bantuan keluarga lainnya yang kemungkinan hanya membawa motor. Aldopun senang dapat sekalkan berjalan jalan mengenali daerah tersebut sambil mencari bensin.


"menikah Rabu?" ucap petugas yang melayani pendaftaran nikaj di KUA tersebut, ia terkejut mengapa begitu mendadak


"iya pak, karena anak kami akan segera kembali kuliah, jadi kami nikahkan saja biar ada yang menjaga dan sudah halal." jelas Ayah Sasha


" ooh, bukan karena lain lain kan pak?" tanyanya penuh selidik.


"tidaklah pak, anak kami sangat menjaga, makanya kami nikahkan pak." jelas ayah Sasha, ia sudah menduga pasti akan ditanyai dengan kecurigaan karena mendaftarkan perikahan secara mendadak.


"baik baik pak, silahkan mengisi data dan kami minta persyaratannya dipenuhi." ucap petugas tersebut


Faishal dan Ayah Sasha mempelajari syarat syaratnya, kemudian mereka mulai melengkapi satu persatu sesuai urutan point yang diberikan, namun ada persyaratan yang kurang yaitu keterangan numpang nikah dari pihak Faishal.


"Pak yang persyaratan ini bisa disusulkan besok?" tanya Faishal


"mas ini yang mau nikah?" tanya petugas sambil melihat lihat pasfoto sasha dan Faishal yang dilampirkan.


"iya pak." jawab Faishal

__ADS_1


"boleh lah asal jangan sore sore ya, kami sudah tutup atau bisa kerumah saya saja, ini saya kasih nomor telpon." Petugas tersebut memberikan secarik kertas lalubia tuliskan alamat dan nomkr telfonnya.


"ini kami terima pak, nanti saya kepimpinan buat tanda tangan dan mempersiapkan buku nikah, kebetulan hari rabu kosong pernikahan jadi penghulunya bisa menikahkan kapan saja. Besok kami harap bapak kesini lagi buat pengecekan buku nikah dan anak muda yang bersangkutan mengikuti seminar pra nikah disini hanya 30menit saja. Nah ini pak, kalo akad nikah di kantor KUA maka gratis, tapi kalo dirumah atau digedung maka anda wajib membayar 600ribu rupiah, bagaimana pak?"


Ayah Sasha terdiam seperti berfikir setelah mendengar penuturan petugas KUA. Faishal memperhatikan calon mertuanya dengan intens. Ia melihat seperti ada yang difikirkan oleh pria yang wajahnya sangat kurus didepannya.


"Di KUA saja pak, besok rabu mempelainya kami bawa kesini." akhirnya Ayah Sasha menjawab dengan suara bergetar, Faishal jadi bisa menerka jika ayah mertuanya ini tak mampu membayar administrasi pernikahan, pantas saja hanya diam dan seolah menimbang nimbang.


"Dirumah saja pak, kira kira total biaya admistrasinya berapa saya lunasi hari ini." ucap Faishal dengan sangat meyakinkan


"nak tidak usah, simlan saja uangnya nak buat keperluan kalian nanti." tolak ayah, beliau sangat sungkan apabila Faishal yang membayarnya sedangkan dirinyalah yang meminga Faishal segera menikahi putrinya.


"Pak... saya ada koq pak, bapak ga usah khawatir." ucap Faihsal sambil tersenyum, akhirya Ayah Sasha mau menerimanya.


Selesailah kepentingan mereka saat itu, merekapun pulang, Faihsal dan Aldo mengantarkan Ayahnya sasha terlebih dahulu barulah mereka menuju rumah saudara yang dikhususka untum faishal menginap beserta keluarganya nanti jika sudah sampai.


"kak! nanti sorean aku kerumah Sasha yah."


"mau ngapain sih, kakak sendirian donk. Kangen Fitha ya?" ucap Faishal mengukum senyumnya, sambil merebahkan dirinya diatas tikar yang ada diruang tamu rumah tersebut.


Blush


Telinga Aldo terasa panaa dan memerah, membuat hatinya tak nyaman terutama dideoan sang kakak yang sepertinya mulai salah faham akan sikaonya kepada Fitha.


"apaan sih, orang ma ngasih oleh oleh tuh dimobil! kakak lupa kan? selak basi mengko mase." ucap Aldo yang mulai berbahasa jawa jika sedang salting.


"ehem! ya deh sana! jangan lupa berantem dikit ma Fitha, nanti kamu ga bisa tidur lagi." ledek Faishal sambil terkekeh membuat sang adik bersungug ria.


"ga koq, adek mau lihat calon kakak ipar, katanya hari ini hari mandi apa gitu namanya tangas apa tanggas gitu, tau akh susah nyebutnya!" ucap Aldo yang hanya sekali mendengar penuturan para kerabat Sasha yang kemarin mengatakan jika Sasha sudah tidak diizinkan keluar saat Aldo meminta Sasha mengikutinya ke KUA karena harus melakukan ritual perawatan wanita sebelum menikah sesuai adat disana.


"hah beneran? buat apa yah?" Faishal penasaran


"katanya biar mantennya wangi gitu, trus apa gt lah pokoknya pakek lulur juga kl dah selesai mandinya, makanga pingin lihag deh." sekarang giliran Aldo mengerjai kakaknya yang jelas langsung mendapat tatapan tajam dari Faishal


"Ga aneh aneh!" ucap Faishal lalu memejamkan matanya pura pura tidur


"ternyata bucin parah!" ucap Aldo nyengir sambil meledek lalu mendaratlah kaki sangkakak dipunggungnya membuat Aldo kabur sambil terkekeh


*****


Hai para readers tercinta maafin author kemarin full kerja


pantengin terus prosesi pernikahan Sasha Faishal yahhh.......


love kalian semua 🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2