
Iring iringan pengantin pria telah sampai didepan rumah Sasha, tepatnya didepan tenda sederhana tersebut. Mereka tak terlalu jauh berjalan karena rumah paman dari Sasha yang ditempati Faishal dan keluarga tidaklah jauh, hanya beberapa rumah.
Barisan tersebut tak terlihat ramai atau sepanjang iring iringan pengantin pada umumnya didesa tersebut. Barisan terdepan adalah juru bicara adat dan perwatin mempelai pria yang akan berkomunikasi dengan perwatin mempelai wanita. Dibelakangnya adalah Faishal didampingi ayah bundanya, barisan belakangnya adalah aldo dan Alman membawa box mas kawin dan frame berisi emas antam, sedangkan Bastian sementara menjadi fotografer atas permintaan bunda, karena bunda sempat membawa kamera digital milik Aldo.
Barisan dibelakangnya lagi adalah om dan tante, adik dari ayah Faishal berseta pasangannya, membawa serah serahan yang sudah ditentukan adat yaitu dodol, urai cambai (sirih pinang), juadah balak (lapis legit), kue kering dan uang adat. Dan dibarisan selanjutnya adalah beberapa keluarga Sasha yang membantu membawa serah serahan dari keluarga faishal yang jumlahnya hampir 10 box hantaran, membuat para keluarga serta tetangga yang hadir merasa terkesima, pasalnya mereka baru pertama kali melihat serah serahan yang disusun begitu cantik. Sedangkan Faishal dan keluarga sudah sangat familier karena sudah merupakan merupakan hal biasa dipulau jawa.
Sasha berdebar debar, menyambut iring iringan Faishal yanh sebentar lagi akan menjadi suaminya, yang sah secara agama dan negara. Fitha berbisik kepadanya.
"ga sabar deh lihat Kakak, hihihi bentar lagi Appengnya dibuka, duhh deg deg deh ya kan?." ucap Fitha sambil berbisik, lalu Sasha meyenggolkan sikunya kebadan Fitha sambil tersipu.
Iring iringan calon mempelai laki laki diterima oleh iringan calon mempelai perempuan dengan barisan paling depan adalah pembarep pihak calon pengantin perempuan. Iring iringan pengantin laki laki dan calon pengantin perempuan disekat oleh Appeng (rintangan kain sabage atau cindai yang harus dilalui)
Setelah tercapai kesepakatan, maka juru bicara pihak laki laki memotong Appeng sehingga tampakla kedua pengantin dari barisan masing masing.
Terlihatlah wajah masing masing mempelai, Faishal dan Sasha sama sama saling terkesima saat pandangan mereka bertemu. Begitu pula dengan keluarga. Pihak keluarga merasa begitu beruntung menikahkan Sasha ketika melihat Faishal yang begitu gagah dibalut pakaian pengantin, sopan dan seorang dokter yang sudah mapan. Para keluarga yang belum mengenal Faishal pun merasa bahagia melihatnya
Pihak keluarga Faishal yang baru melihat Sasha hari itupun amat bersuka cita, mendapat anak perempuan pertama kali. Pasalnya keluarga mereka semua belum ada yang dikaruniai anak perempuan. Mereka menganggap Sasha sangat imut ditambah tubuhnya yang mungil serta terlihat ramah, mudah tersenyum.
Bastian menjalankan perannya dengan sigap, memotret dengan camdig dan HP Aldo yang paling bagus dibandingkan HP mereka semua.
Ternyata bukan hanya pengantin yang sedang terkesima, Aldopun mendapati Fitha yang amat manis dimatanya. Karena baru sekali ini Fitha berdandan, walau minimalis justru membuat wajahnya berbeda seperti sebelumnya. Manis.... itulah yang digumamkan Aldo sangat lirih dari bibirnya. Membuat wajah ya bersemu merah .Ternyata dibarisan paling belakang ada juga sepasang mata yang melihat Fitha sangat intens, siapa lagi jika bukan Riyan yang baru saja Fitha kenali.
Iring iringan calon pengantin laki laki dipersilahkan masuk, lalu Faishal diminta duduk didepan penghulu dan Ayah Sasha beserta para saksi. Sedangkan Sasha diminta duduk disebelah Faishal.
Acara sebelum ijab pun dimulai, Faishal sudah berusaha menenangkan dirinya agar tak gugup namun setelah ia duduk dan acara segera mulai rasa gugupnya semakin bertambah besar. Ayahnya yang mendampingi disamping Faishal menggenggap tangannya memberi ketenangan. Akhirnya Faishal dapat mengatur nafasnya dengan baik. Ingin sekali ia langsung menatap Sasha yang sekarang sedang duduk dengan tegang disampingnya. Namun ia urungkan.
__ADS_1
"hufffh, sabar sabar, tenang tenang." Faishal meyemangati dirinya sendiri dan berusaha fokus dengan jalannya acara.
Lantunan ayat ayat Al Quranpun terdengar merdu, serta doa pembuka yang mengiringi membuat khidmad seluruh hadirin yang ada disana. Sepatah dua latah kata dari para pemangku adat pun disampaikan sesuai urutan acara yang telah disusun sedemikian rupa. Sampailah pada tahapan yang paling ditunggu tunggu...
Ijab Kabul.....
Penghulu mulai memerankan tugasnya, dilatihnya sekali lagi agar Faishal tak lupa. Tangan ayah Sasha dan Faishalpun berjabat. Saat jempol sang ayah sudah memberi penekanan dijempol Faishal lalu
"Saya terima nikah dan kawinnya, Sasha Candrakirana binti Jamhari Said dengan Maskawin yang tersebut dibayar tunai." Dalam sekali tarikan nafas akhirnya SAH.
"Sah?!" ucap penghulu kepada kedua Saksi dan dibalas dengan kata yang sama
Sehingga bergemalah ucapan tersebut, seluruh hadirin yang disana ikut mengucapkan kata sah, setelah penghulu menanyakannya.
Faishal tiba tiba berkaca kaca lalu memeluk sang ayah. Ayah menepuk pundak. Faishal lega telah memperistri seseorang yang paling ia inginkan. Sasha gak kalah terharunya, tiba tiba air mata bahagianya menetes, sang ibu meneteskan airmatanya, memeluknya lalu Fitha dengan sigap menghapusnya dengan tisu agar makeup Sasha tak rusak. Bundapun terharu hingga menangis lalu dipeluk adik iparnya.
Sasha dan Faishal diminta menandatangani buku nikah lalu meminta Bastian mengabadikannya. Lalu Sasha mencium tangan Faishal, Faishal sebenarnya ingin sekali mencium puncak kepala Sasha namun setelah ia diberitahukan oleh para tetua disana hal tersebut belumlah lazim didesa ini. Akhirnga ia memilih menjunjung adat kebiasaan yang ada disini.
Dipegangnya singer Sasha yang harusnya ubun ubunnyalah yang ia sentuh. Lalu ia membacakan doa suami untuk istri yang baru dinikahinya. Mereka lalu saling memasang kan cincin. Saat menyerahkan Frame dan perlengkapan sholat yang tertata indah Sasha menjadi amat terharu. Begitu indah terlihat indah. Senyum tak pernah pudar dibibir keduanya.
Laliu kedua mempelai diminta sungkem kepada kedia orang tua dengan sangat haru. Mereka saling memberi nasihat kepada para menantunya lalu memeluk dengan rasa haru.
Kedua mempelai diminta menyalami setiap keluarga dan tetangga yang hadir disana. Mereka berdua berjalan beriringan, menyambut uluran tangan dari hadirin yang berdiri mengelilingi mereka ditenda tersebut, hingga orang orang yang memasak didapurpun disalami.
Bunda sibuk meminta Fitha dan adik adiknya agar mendokumentasi sebaik baiknya. Padahal sudah ada Faishal dan Alman yang juga memotret dengan camdig dan ponsel. Namun menurut bunda itu akan berbeda jika sudut pandangnya berbeda. Yah mereka amat bersuka cita.
__ADS_1
Setelah prosesi pernikahan usal, semua tetangga dan keluarga yang hadir diminta berkumpul , duduk berjejeran lalu datanglah hidangan dari dapur, keluarga Faishal tersentuh, ternyata adat disini begitu kental, berbeda dengan dipulau jawa yang mana makanan sudah secara prasmanan. Sedagkan disini menu dan lauk pauk dibentangkan didepan orang orang yang duduk , lalu dihidangkan dengan piring piring yang tersusun. Barulah setelah hidangan selesai ditata mereka mulai makan bersama dengan bersuka cita, semua berkumpul disana.
Acara pernikahan hampir usai, tak semua prosesi adat dijalankan karena keadaan. Selesai makan mereka beramah tamah, saling mengonbrol, sama sekali tak ada hiburan organ tunggal ataupun kesenian daerah karena sedikitnya waktu yang harus mereka usahakan.
Fitha , Aldo , Alman, bastian dan adik adik Saaha yang ditugasi menggendong Cilla berkumpul menemani pengantin. Memotret berkali kali sepasang pengantin yang belum usai senyuman diwajahnya.
Saat semuanya beramah tamah, tinggallah Sasha dan Faishal berdua saja dipelaminan khas lampung tersebut. Keduanya canggung harus memulai pembicaraan yang bagaimana distatusnya yanh sudah menikah ini.
"Berat ga ituh" Faisal mencoba membuka obrolan sambil menunjuk singer khas lampunh yang dipakai Sasha
"enggak koq." ucap sasha singkat, sambil tersenyum, iapun masij berdebar dihatinya.
"Panas ga?haus? capek?" ucap Faishal mulai memberanikan diri lebih banyak bicara namjn Sasha hanya menggelengkan kepalanya.
"Makasih ya." ucap Faishal
"buat?" tanya Sasha bingung
"makasih kamu dah mau jadi istri aku " ucao Faishal lembut, Sasha lalu tersipu, ingin sekali rasanya ia melebarkan senyumnya namun ia malu membuat Faishal mengulum senyumnya, ia suka melihat ketika Sasha tersipu.
"apa aku sudah bisa minta jawabannya?" tanya Faishal penuh harap agar Sasha membalas kata kata cintanya, hal itu membuat Saaha tak sanggup tak tersenyum lalu tertawa kecil, entah apa yanh akan direncanakannya, yang jelas ia akan menjalankan rencananya setelah cerita semuanya ke Fitha dan mendapat masukan yang membuat Sasha semangat untuk menjalankan rencananya.
Apakah yang direncanakan Fitha????
************
__ADS_1
Akhirnya bisa up juga maafin yang udah nungguin yaaah my belove readers. Nanti kita up lagi
boleh nih yang mau ikut menghayal siapa tahu khayalannya sama persis ma skenario author buat bab selanjutnya 😍😍😍😍