Bayi Kita

Bayi Kita
102


__ADS_3

"begini pak bu, selama kami bekerja, kami tidak pernah merasa aneh, karena kami tidak ingin ikut campur urusan pribadi beliau. Namun pak bu kami pernah diminta membersihkan lahan, saya lupa tanggalnya namun kami diminta membersihkan lahan sebelum subuh, jadi kita ya nurut saja, jam 3 sudah disana. Tapi kami sangat terkejut sampai ditempat lokasi, kenapa banyak sekali darah berceceran, lalu pak Harun bilang kalo darah tersebut adalah darah dari anjingnya yang mati kejerat katanya. Kami juga ga banyak bertanya pak bu, yang penting kerja saja. Nah setelah Pak Kades ngabari, saya pribadi jadi kepikiran, seharusnya saya merasa curiga kenapa sebelum subuh harus sudah selesai. Mungkinkah ada yang bisa membantu adik adik mahasiswa dari cerita saya ini?" ucap Pak Sukro.


"betul pak, sepertinya nyambung pak, karena kami setelah subuh kelokasi, mau ngecek sekali lagi siapa tau ada petunjuknya, ternyata sampai disana sudah bersih." Bastian menjelaskan perkara yang ternyata nyambung.


"apa mungkin yang melahirkan putrane pak Harun? Pripun Pak.Sukro mboten curiga? Putrane Pak.Harun itu masih sekolah di Jakarta njih?" Tanya Pak.Kades


"mboten pak wong kita jarang ketemu, memang beberapa bulan lalu, mba Sari itu pulang, tapi wes lemu banget pak, cuma saya ndak curiga kalo hamil, soalnya perute itu ga seperti orang hamil pak, ya terlihat seperti orang gemuk saja. Lalu sempet dirawat dirumah katanya sakit, setelah itu mba Sari balik lagi kejakarta. Mekaten Pak bu ceritanipun." ucap Pak.sukro


"Pak Bu, saya yakin itu hari yang sama, sekarang posisi putrinya pak Harun dimana ya pak kalo boleh tahu." Bastian meminta keterangan.


"Mba Sari itu sekolah dijakarta mas, masih SMA." jawab Pak sukro


"masih SMA?" tanya Aldo


"apa mungkin bisa kejadian seperti ini?" lanjut Aldo


" ya bisa saja mas Aldo, kan sudah aqil baligh, kalo dolannya deket sama anak laki laki bisa saja to, nah sekarang kita kehilangan jejak beliau, mungkin pihak sana wes keroso mas mba, makane pindah." Ucap bu kades.


"telfonnya masih aktiv kan pak?" Sasha akhirnya buka suara juga.

__ADS_1


"masih mba, tapi.... Kalo kita telfon sekarang takutnya kita seperti menangkap basah beliau. Jadi saran saya, bagaimana kalo kita tunggu beberapa hari baru menekfin yang bersangkutan? Pripun pak Sukro, kira kira pak.harun bakal pulang kesini lagi mboten?" Tanya Pak Kades


"njih pak, namung mbiten ngertos kulo kapan. Beginu mawon pak, saya tetep akan menghubungi beliau, agar tetap terjaga komunikasinya." ucap Pak Sukro ingin membantu


"njih njih ngeten niku mawon, semoga kedepannya kita dapat titik terangnya njih. Bukan menuduh, tapi ada baiknya kita menyelidiki sampai tuntas. Jadi mba Sasha, mas Faisal serta adik adik mahasiswa yang lain, kita masih ngerepoti panjenengan sedanten buat momong dulu. InsyaAllah jika misteri inj terungkap dek Cilla bisa kembali ke orang tua kandungnya. Akan tetapi, jika sekiranya mas mba disini sangat kerepitan, biar saya saja yang menjaga, disini bisa dirawat sama istri saya." ucap Pak Kades


"Biar sama kami dulu pak, karena takutnya malah sakit anaknya kalo tiba tiba diurus oleh orang yang belum dikenal pak, dan.... Saya mohon agar bisa menyiapkan diri juga buat melepas Cilla, karena kamj dah sayang banget pak. Bukan ga mau bekerja sama ya pak, tapi bapak ibu pasti faham, kalo kami jjga butuh waktu buat melepaskan." ucap Sasha sambil bergetar menahan agar air matanya tak jatuh kembali. Faisalpun menenangkan sang istri.


"alhamdulillah mba mas ternyata sudah sangat sayanf sama bayinya, tadi awal melihatnya kamipun lega karena sangat terawat bahkan sangat sehat." ucap Pak kades lalu diiyanan semua yang hadir disana.


" terimakasih pak, kami janji akan erawat sebaik mungkin, jikapun orang tuanya fidak juga ditemukan atau Cilla benar benar tidak diinginkan, kamj ada niatan untuk mengadopsi pak, mengingat kami juga sudah menikah saat ini, memang tidam mudah prosedurnya karena saya sudah mencoba bertanya kesana kemari, tapi kamk sudah memantaokan hal tersebut." Faishal akhirnya mengeluarkan suaranya membuat semuanya kagum atas kharismanya.


" istri saya ini yang kepikiran, karena mesakne sama mas mba yang mestine sibuk kuliah tapi masih mengurus bayi, tapi kamj tidak menyangka kalo mba Sasha sudah berumah tangga dan didukung sama keluarga. Kami selaku perwakilan warga disini mengucapkan terimakasih njih, semoga dimudahkan selalu, aamiin, monggo monggo disambi, cuma seadanya ini." Ucap pak Kades dan akhirnga semuanya mulai menikmati hidangan yang tersedia.


"pak Kades maaf pak, ini saya dah hampjr ngabisin toplesnya juga." ucap Dennis yang sedari awal masuk dan saat sedang berbincang bincang sudah tak berhenti menikmati ceriping khas ubi kayu yang renyah, membuat cair suasana. Semua yang hadir disana pun tertawa atas tingkah Dennis yang sudah tudak malu malu.


" Maafkan teman saya ya pak, ini memang ga bisa direm kalo soal makanan." Ucap Aldo sangat sopan lalu mencubit lengan Dennis, ia malu atas kelakuan sahabatnya tersebut.


Haripun menjelang sore, akhirnya merekapun berpamitan. Bu kades berharap Sasha dan teman teman tetap mengunjungi mereka sambil membawa Cilla. Bu Kadespun menjanjikan akan memasakkan masakan yang lebih enak lagi jika mereka sering sering kesana, Dennispun kegirangan, ditambah saat ini ditangannya telah tersemat dua kantong plastik camilan pemberian Bu Kades.

__ADS_1


Semua tamupun kembali ketempatnya masing masing.


"Pak, kulo yakin pak, nak bayi itu miliknya keluarga Pak Harun, bisa saja cah SMA itu kalo hamil ga kelihatan, apalagi jarang pulang to pak." ucap bu kades


"iya bu, saya juga kepikiran, tapi kita ndak bisa langsung menuduh to bu,semoga kita bisa terus berhubungan lewat pak Sukro, biar ndak curiga, pelan pelan kita menghubungi dan sampai dapat alamatnya yang dijogja." ucap Pak Kades


"iya pak, duh mesakke to, nanti kalo ketemu orang tuane, mau ala tidak nerima bayi itu, pasti mba Saaha yo wes abote ngelepas pas, ketoke wes sayang banget." ucal Bu Kades mengingat bagaimana perlakuan Sasha kepada sang bayi, seperti sudah tak terpisahkan.


"kita berdoa yang terbaik mawon bu kedepannya semoga semua orang mendapatkan yang terbaik, aamiin, wes yo bune, Bapak tak niliki kandang." ucap Pak Kades memohin izin sang istri untuk pergi ke kandang kambingnya, karena sedari pagi belum diberi makan. Karena Pak Kades sangat sibuk mengurusi warganya.


"njih pak, ibu tak beres beres." ucap ibu


" assalamualaikum." Pamit Pak Kades


" waalaikumussalam pak, ngati ati." balas bu Kades


****


Ditunggu next epsnya yahhhh love my reader

__ADS_1


__ADS_2