Bayi Kita

Bayi Kita
101


__ADS_3

"mari mari masuk." Bu Kades dengan ramahnya.


"Assalamualaikum." Bastian menyapa paling pertama.


"Monggo mas Bastian langsung masuk saja, ini.... Mba Sasha ya?" Pak Kades menyaoa Fitha yang masuk setelah Bastian dan ia begitu lekat memperhatikan Cilla yang ada digendongannya.


"bukan Pak, saya Fitha, yang Sasha itu pak yang baru keluar dari mobil. Kalo ini Cilla, bayi yang kami temukan " jelas Fitha kepada Pak Kades


"oh njih njih, alhamdulillah bayinya sehat dan lincah ya mba mari mari langsung masuk saja." Pak Kades mempersilahkan Fitha masuk, sedang bu Kades akhirnya mendampingi Fitha sambil menyapa Cilla, beliau amat senang melihat bayi yang ditemukan yang belum pernah ia temui ternyata sesehat ini.


Aldo pun menyusul menyapa semua yang ada, lalu Sasha mengikuti dibelakangnya, kemudian Faisal paling belakang.


"ini??" ucap Pak kades heran melihat Faishal saat bersalaman karena sepertinya wajahnya belum pernah ia lihat saat para mahasiswa melakukan kegiatan didesanya.


"Saya Faishal Pak, suaminya Sasha dan Kakak sulungnya Aldo. Saya dokter yang menangani Cilla saat pertama kali dibawa, jadi saya dan Sasha untuk sementara akan jadi orang tua pengganti untuk Cilla." Jawab Faishal Ramah.


"oalah, pantes belum pernah lihat, ternyata mba Sasha sudah menikah to sama pak dokter, bapak baru tahu ini." ucap Pak Kades


"iya pak kami menikahnya baru minggu kemarin." ucap Faishal sambil berjalan beriringan dengan Pak Kades kedalam rumahnya.


"Lho mba Sasha rupanya manten anyar lho bune." ucap Pak Kades saat bergabung dengan yang lainnya, beliau duduk mendekati sang istri yang sedang memangku Cilla, karena sangat menyukai Cilla akhirnya bu Kades menggendong Cilla, sedang Cilla menurut saja tanpa ada drama rewel dan sebagainya.


"lho tenane mba? Wah selamat ya, koq ga undang undang kita." ucap Bu Kades.

__ADS_1


"hehe iya bu, kemarin nikahnya di Lampung, sayakan dari Lampung bu. Kalo suami saya asli Jogja." ucap Sasha yang saat ini Faishal telah duduk disampingnya.


"insyaAllah kami akan mengadakan acara juga di Jogja bu pak, insyaAllah undangannya nanti sampai kesini. Tinggal menunggu tanggalnya saja, masih rembug tuo dulu ini bu pak." ucap Faishal ramah


"iya mas ditunggu nanti. Monggo diminum dulu, maaf cuma sekadarnya ini makanan ndeso ya mas mba, nah sembari nyambi wedangan, saya disini mau memperkenalkan sama adik adik mahasiswa ini, siapa saja bapak bapak yang ada disini. Dan juga mengenalkan ke panjenengan sedoyo (anda semua) ini anak anak mahasiswa yang sudah berbaik hati merawat bayi yang ditemukan didesa kita. Tepatnya di lahan milik pak Harun." Ucap Pak Kades bijak.


"ini yang dipangku istri saya adalah bayi yang ditemukan kurang lebih 6 bulan lalu, yang kekeh minta merawat dan jadi orang tua sementara mba Sasha ini beserta pak dokter alias suami dari mba Sasha yang duduk disebelahnya." lanjut pak kades menjelaskan kepada beberapa orang warga yang beliau undang begitu pula ketua RT setempat, dan bapak bapak yang ada disana mendengarkan dengan cermat.


"adik adik mahasiswa, mungkin panjenengan semua bertanya tanya mengapa bapak bapak ini saya hadirkan disini, dan mengapa saya berharap penjenengan semua datang sebelum jam 12, jadi begini....." pak Kades menjelaskan alasanya.


Flash back on


Satu minggu yang lalu, saat pertemuan rutin desa, Pak Kades akhirnya mengungkapkan kepada warga jika ada bayi yang ditemukan beberapa bulan yang lalu, tanggal serta jam ditemukannya diungkapkan oleh Pak Kades, namun hanya lokasinya yang tidak disebutkan Pak Kades karena pemilik lahan tempat ditemukannya sang bayi juga hadir pada pertemuan tersebut. Pak Kades berusaha menjaga agar Pak Harun pemilik dari lahan tersebut tidak langsung diserang warga.


Wargapun menjadi bertanya tanya dimana ditemukannya dan kira kira siapa yang membuangnya serta dimana bayi tersebut saat ini. Pak Kades menyatakan jika yang menemukannya adalah para mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan didesa tersebut saat kejadian tersebut dan berinisiatif untuk merawat sang bayi sementara waktu. Pak Kades terpaksa mengungkapkan ke warganya dengan segala pertimbangan yang sudah difikirkan matang matang dan sudah dibahas oleh beberapa perangkat desa yang dimintai saran bijaknya oleh Pak Kades, karena sudah hampir enam bulan lamanya jejak keberadaan orang tua sang bayi belum ditemukan, sehingga Pak Kades menghimbau kepada warga jika ada yang tahu harap dikomunikasikan agar diselesaikan secara kekeluargaan langsung dikediaman pak Kades. Namun Saat itupun tidak ada satupun warga yang curiga jika ada orang yang hamil diluar nikah atau melahirkan dan membuang anaknya. Karena rata rata warga yang hamil semuanya melahirkan dan dalam ikatan pernikahan, sehingga warga menjadi bertanya tanya siapakah gerangan orang yang tega membuang bayi yang baru saja dilahirkan.


Kemudian, beberapa hari yang lalu Pak Harun sang pemilik lahan berpamitan akan pindah kerumah lamanya yang ada di Jogja, beliau langsung berpamitan kepada RT setempat dan juga kepada Pak Kades dengan alasan agar lebih mudah dalam menjalankan usahanya.


Hal ini membuat Pak Kades semakin curiga. Lalu hal yang paling membuat Pak Kades semakin berfikiran ke arah sana adalah kejadian hari ini. Pak Harun mengatakan kepada para tetangga jika ia akan pindah pada hari ini setelah sholat dzuhur, makanya Sasha dan teman teman diminta datang sebelum pak Harun berangkat untuk mempertemukan Cilla kepada pak Harun, beliau ingin melihat reaksi Pak Harun . Namun saat pak Kades dan beberapa tetangga berkunjung kerumah beliau untuk bersilaturahmi melepas keberangkatan tetangganya namun sampai disana yang ada hanyalah tukang kebersihan yang diupah oleh pak Harun untuk membereskan semua barang barangnya.


"Kulonuwun?" ucap Pak Kades


"njih pak Kades pak RT monggo mlebet mawon (iya pak Kades, pak RT mari masuk saja)" sambut Pak sukro yang ditugaskan membersihkan rumah pak.

__ADS_1


"lho Pak Harunnya?" tanya pak Kades


"sampun budal wau enjing pak (sudah berangkat tadi pagi) kulo dipasrahi resik resik niki pak (saya dipasrahi untuk bersih bersih ini pak)" jawab pak Sukro.


Akhirnya pak kades meminta pak sukro dan beberapa orang pembantu laki laki yang ada disana untuk kerumah Pak Kades setelah acara bersih bersih mereka selesai, kemudian Pak RT pun diminta untuk bergabung.


Setelah mereka datang dijelaskanlah secara mendetil bagaimana dan dimana lokasi bayi itu ditemukan, membuat pak sukro dan para pembantu yang biasa membantu Pak Harun dirumah maupun dilahan pertaniannya seolah ingin menjelaskan sesuatu.


Flash back off


"Begitu mas mba ceritanya, jadi kita kehilangan jejak beliau, mohon maaf ini saya bukan langsung menuduh namun paling tidak kita mendapat petunjuk begitu njih." Jawab Pak Kades.


"ngapunten pak Kades, saya sebagai ketua RT malah ndak tau hal semacam ini, kalo dari cerita panjenengan, satu satunya yang bisa dimintai petunjuk ya Pak Harun. Leres mboten? (benar tidak?)" sambung Pak RT


"Pak! Ngapunten, mungkin saya bisa menjelaskan sesuatu pak, namun saya pun tidak begitu yakin njih." Pak Sukro akhirnya angkat bicara.


Sasha dan teman teman menjadi tegang, kira kira apa yang akan disampaikan Pak Sukro, karena dalam hal ini mereka adalah orang yang bekerja dengan pak Harun.


......................


**Hai hai readers, nungguin yah ternyata


Maafkan author ya, kemarin habis vacation.

__ADS_1


Terimakasih selalu menunggu karya ini


Semoga kalian semua bahagia 🥰**


__ADS_2