
Sore hari, Aldo setia mengabtar dua perempuan sahabatnya ini kerumah.
"Assalamualaikum bunda....!" ucap Fitha riang akan bertemu ibu barunya ditanah rantau ini, walau jauh dari orang tua dikampung namun ia merasakan memiliki orang tua lagi.
"Waalaikumussalam wahh siapa ini yang dateng. Lho ada acara apa ini? koq bunda ga dikabari?" ucap bunda menyambut mereka ayahpun menyusul dibelakangnya.
"Aldo koq ga ngabari ayah nak? kita belum siapin apa apa ini baru aja pulang kantor. Bunda juga baru aja pulang. Ayo ayo duduk semua." ucap ayah mepersilahkan mereka duduk
Sasha dan Fitha duduk diruang tamu, berbincang bincang dengan ayah dan bunda.
"Ayah bunda ini ada sedikit oleh oleh buat ayah bunda dan mas Faishal dari kami." ucap Sasha lembut
"Koq repot repot toh sayang, ga usah bawa apa kalo kesini." balas bunda sambil menerima bingkisan dari Sasha
"Makasih ya, yang kakak nanti nunggu kakak aja bentar lagi juga pulang." ucap bunda
Deg!
Sasha menjadi gelisah, ia benar benar tak ingin berjumpa Faisal. Setelah apa yang terjadi dengan mereka. Ia tak tahu harus bersikap apa terhadap faishal. Sasha hingga saat ini masih saja gelisah saat sendirian dikamarnya, teringat selalu kejadian saat divilla, bahkan kata katanya saja selalu terngiang ngiang ditelinganya. Seharusnya sebuah ciuman pertama adalah hal yang paling di idam idamkan seseorang karena dilakukan oleh orang yang diinginkan, tapi bagi Sasha justru sebuah ingatan yang melukai hatinya, jika boleh memilih ia akan memilih tak mengalami kejadian tersebut. Ditambah status baru Faishal saat ini adalah tunangan dari seseorang. Jadi Sasha serba salah menentukan sikap. Ia lebih ingin mengjindarinya.
"Gini bunda ayah, kami kesini mau pamitan, sama ngucapin terimakasih selama 3 bulan ini sudah diizinkan menggunakan rumah itu dan sudah dianggap keluarga. Banyak sekali yang kami terima dari keluarga ini tapi kami malah belum memberikan apapun. Jadi kami minta maaf ya ayah bunda. Sudah banyak merepotkan" Ucap Sasha dengan sopannya
"Sasha Fitha, ayah sama bunda senang sekali ada kalian disini, kalian itu anak anak yang baik kami jadi serasa punya anak perempuan. Kami jadi bahagia ternyata punya anak perempuan dan baik pula perangainya itu rasanya sesenang ini. Ayah sama bunda justru sedih ini, kalian apa ga bisa lebih lama nak dirumah itu?" ucap ayah bijak dan bunda ikut mengangguk
" maafin kami yah bun, kami sudah dapat tempat tinggal dan besok pindahannya." Balas Fitha
"Besok??? katanya masih 2 hari lagi nak?" Bunda terkejut mendengar kepindahan mereka yag begitu tiba tiba.
__ADS_1
"iya bun besok kami sudah pindahan karena minggu depannya harus kemagelang mengurusi pencarian orang tua Cilla, dan sebentar lagi kami juga akan KKN bun, jadi biar lega."
Mereka mengobrol dengan asyik diruang tamu, ternyata Faishal sudah sampai rumah namun melihat Aldo yang parkir ditempat tak biasa membuat Faishal megurungkan niatnya untuk melajukan mobilnya masuk kehalaman rumah. Ia cemas jika Aldo ternyata membawa Sasha. Ia belum siap bertemu Sasha lagi setelah mencuri ciuman pertamanya lalu pergi meninggalkan Sasha dalam keadaan terkejut dengan keberanian yang ia lakukan. Iapun sama dengan Sasha, gelisah setiap kali sendirian, ia justru menjadi lebih dingin dari sebelum mengenal Sasha. Ia benar benar tak bisa melupakan Sasha. Jika ia bertemu lagi dengan Sasha ia takut perasaannya semakin dalam dan makin tersiksa. Ia bingung harus bersikap bagaimana.
Faisal memarkirkan mobilnya ditepian jalan depan gerbang rumahnya. Aldo yang menyadari kedatangan sang kakak langsung menelfonnya, bertanya kenapa sang kakak tidak masuk. Lalu faishal beralasan bahwa dirinya hanya ingin pamit kepada ayah bundanya karena buru buru akan ke Solo. Namun Aldo mencegahnya, meminta sang kakak menunggu sebentar ada yang ingin dia sampaikan.
"Punya kakak mana tadi?" bisik Aldo ke Fitha lalu Fitha menunjuk bingkisan yang ada didekat bunda
"Aku wa nanti." bisiknya lagi ke Fita dan diangguki Fitha
"Yah bun ini bingkisannya aldo bawa kedalem ya, punya bunda ditaruh dimeja dapur yang kakak biar dibawa ke kamar." ucap Aldo beralasan agar bunda ayah dan sasha tidak begitu curiga karena bingkisan untuk sang kakak akan ia serahkan saat ini juga melalui pintu samping.
Aldo berlari kedepan gerbang mebawa bingkisan untuk sang kakak.
"hah hah hah, kakh!" Aldo menjadi ngos ngosan karena berlari dengan cepat. Ia mengetuk kaca mobil sang kakak.
"Masuk deh, kenapa sih dek lari lari, itu apa?" tanya Faishal heran
Faisal penasaran, dibukanya bingkisan tersebut ternyata sebuah bantal, tapi dimana ucapannya? dicari carinya lagi ternyata ada digantungan resleting balmut tersebut. Ia menjadi berdebar.
"Koq deg degkan gini yah, ah dibuka dulu aja ucapannya."
Faisal membuka kartu tersebut dan...... ia tertegun ternyata bingkisan itu dari Sasha, walau ada tiga nama namun berdasarkan perkataan Aldo tadi jelas ini dari Sasha seorang. Mungkin Sasha malu jika memberikan hanya namanya seorang. Dibacanya isi memo tersebut.
...Terimakasih atas kebaikannya selama ini...
...kami tidak bisa membalas yang setimpal...
__ADS_1
...semoga balmut ini bermanfaat...
^^^ttd^^^
^^^Cilla, Fitha dan Sasha^^^
Faishal amat bahagia mendapatkan balmut tersebut, dari orang yang tak bisa ia lupakan. Langsung dipeluknya bantal tersebut. Ia akan membawa balmut ini kemanapun ia pergi bahkan jika pulang ia akan taruh di tempat tidurnya dan akan dia peluk sepanjang waktu.
Tapi ada perihal apa Sasha memberikan bingkisan ini? Faishal benar benar ingin tahu, ia akan menanyakannya ke Aldo nanti.
Faisal memutar balik mobilnya ke arah Rumah Sakit kembali. Sepanjang perjalanan balmut tersebut diletakkannya untuk menyangga punggungbya terasa begitu empuk. Yang jelas ia begitu bahagia mendapatkannya.
Sasha dan Fitha berpamitan, karena waktu sudah hampir magrib. Namun masih saja ditahan oleh bunda, bunda ingin mereka makan malam bersama. Bahkan Ayah tak rela melepaskan pelukannya dari Cilla yang sudah terlanjur ia sayangi.
"Bunda sedih deh, kalian makan malam sekalian ya?" Ucal bunda dengan raut wajah sedihnya
"Besok besok kita main lagi ya bun. Atau bunda boleh lho main ke kontrakan kita yang baru." Ucap Fitha
"Beneran lho kalian bakal main lagi, kalo bunda tiap kangen boleh ya kesana?" pinta bunda
"iya bun boleh banget, yuk Cilla sama bunda." ucap Sasha lalu ayah memberikam Cilla te Sasha kembali.
"besok bunda ikut boleh ya pas pindahan" pinta bunda
"emang bunda ga jaga?" Aldo mengingatkan
"Jaga sih... yah gimana yah?" rengek bunda ke Ayah
__ADS_1
"kita nyusul aja sore sekalian anak anak diajak makan bersama. Cari tempat makan dekat sana aja." Ucap Ayah lalu diangguki bunda yang matanya berubah jadi berbinar binar.
Mereka akhirnya pulang diantarkan Aldo. Sesampainya dirumah mereka langsung beristirahat agar besok pagi bisa mengecek barang barang mereka yang masih tersisa karena hampir seluruh barang mereka ssmudah dibawa Aldo ke kontrakan dalam sekali angkut karena hanya baju dan buku saja, sedang barang yang agak banyak adalah milik Cilla.