Bayi Kita

Bayi Kita
06


__ADS_3

Setelah lukanya membaik, akhirnya Sasha memutuskan untuk tetap ikut acara Hima. Namun teman temannya semakin over protektif kepadanya karena Sasha tetap ingin mengikuti acara malam.


Kegiatan demi kegiatan diikuti Sasha tanpa hambatan. Tibalah acara terakhir yaitu api unggun dan pentas seni. Para panitia termasuk Sasha dan sobat sobatnya mengikuti acara dengan gembira sambil mengawasi area sekitar.


"Sha kebelet nih. Temenin kekamar mandi yuk." ucap Fita yang sudah tidak bisa menahan akan BAK.


"yaudah yuk. Bas! aku ma Fitha ke kamar kecil yah." seru Sahsa ke Bastian.


" iyah, langsung balik ga kemana mana!"


" beres!" ucap sasha sambil melambaikan tangannya.


Lokasi kamar mandi dari tempat berkumpul lumayan jauh karena harus menumpang dirumah warga, mereka harus melewati kebun pak kades. Tiba tiba aldo dan Denis menyusul karena juga ingin kekamar mandi.


Fitha dan yang lainnya telah menyelesaikan hajatnya lalu mereka kembali ke lokasi api unggun dilapangan.


"oek ! oek! oek!" samar samar Sasha mendengar suara bayi menangis.


"ssttt! kalian denger suara bayi ga?". ucap Sasha.


" engga tuh" Fita menggeleng setelah memastikan tidak mendengar suara bayi.


"beneran say itu suara bayi!" kekeh Sasha.


"hiiy !!! jangan jangan hantu lagi. Cuma kamu lho sha yang denger."


" bentar2 guys kayaknya gue juga denger nih tapi ga begitu jelas." ucap aldo yang ternyata juga mendengar samar samar suara bayi.


"ihhh do! takut! hantu kali yuk kelapangan aja yuk. ngeri gue" ucap dennis ketakutan.

__ADS_1


"jangan dulu donk, aku koq jadi khawatir ya. cari yuk, takutnya ada warga yang kenapa kenapa." ucap Sasha sambil menarik lengan Aldo. Aldopun menyetujuinya lalu bergegas mendekati arah suara. Dua rekannya dibelakang selalu merengek ketakutan walau tetap mengikuti kemana Aldo dan Sasha pergi.


"hey hey jangan cepet cepet sih jalannya, shaaaa!!! tunggu sih." ucap Fitha yang sekarang tertinggal jauh oleh Sasha dan Aldo sehingga mereka berdua semakin merinding.


"cepetan!" ucap Aldo


Akhirnya mereka berdua bisa mengimbangi kecepatan jalan Aldo dan Sasha.


"Sha kalo ini jebakan kayak difilm horor gitu, kita gimana nih nyelametin diri." rengek denis ketakutan.


"itukan film ini kan asli, tuh sekarang kamu juga dah dengerkan suara bayi." ucap Sasha meyakinkan Dennis.


" eh iyah, makin jelas nih kayaknya sebelah sana deh Sha." ucap dennis


"iya bener ayok cepetan kesana, tangisannya kayak kesakitan gitu." ucap Sasha tak sabar ingin segera menemukan sang bayi.


Merekapun bergegas kesumber suara da akbirnya mereka sampailah ditempat yang banyak sekali semak belukarnya dan sangat gelap namun suara sang bayi sangat nyaring dan jelas.


"ehh ituh coba lihat." seru Aldo


"mana do!" sasha ikut melihat ke arah telunjuk aldo


" darah!! ya ampun ada apa yah" karena terkejutnya melihat darah diarea yang hampir tertutup ranting dengan rimbunan daun yang seperrtinya sengaja dipakai untuk menutupi. Sasha langsung berlari tanpa pertimbangan apapun karena ia sangat yakin suara bayi ada dibawah dedaunan tersebut.


Dengan tergesa gesa Sasha membersihkan daun daun dan ranting dibantu oleh rekan lainnya dan.........


" Ya Allah!!!!! tega banget!!!" Sasha berteriak sambil menangis melihat sesuatu yang ia cari suara tangisanya tadi.


Ternyata dibawah tumpukan daun tersebut ada seorang bayi mungil yang bisa ditebak benar benar baru keluar dari rahim ibunya. Bayi yang masih berlumuran darah tanpa sehelai benangpun yang membalutnya, bahkan tali pusarnya masih terlihat panjang dan seperti dipotong sembarangan oleh sang ibu. Kulitnya merah dan terlihat keriput, rambutnya pun masih terlihat basah. Tubuhnya bergetar dan tangisnya sangat kencang seolah memberi tahu bahwa ia kedinginan, matanya belum tebuka dengan sempurnya masih banyak lendir yang menyelimuti kulitnya.

__ADS_1


Sasha langsung melepas jaketnya untuk menyelimuti bayi tersebut. Fita pun ikut melepas jaketnya untuk diberikan ke sang bayi. Sementara Aldo dan deniis sedang mencari cari petunjuk siapa tau ada jejak yang ditinggalkan oleh sang ibu atau ada sesuatu yang ditinggalkan sang ibu seperti dicerita film film namun hasilnya nihil.


Aldo melihat sepertinya ada jejak tetesan darah menuju ke arah yang lain, ia langsung menarik tangan dennis untuk mengikutinya. Ditelusuri oleh Aldo tetes tetesan darah yang menempel di semak semak namun tak begitu jelas ditambah penerangan lampu HP yang kurang maksimal. Namun, tetesan darah berakhir dan jejak sang ibu benar benar hilang, pasalnya Aldo dan dennis sudah bingung kearah mana sang ibu pergi. karena mereka yakin pastinya sang bayi belumlah lama ditinggal sang ibu. Lalu mereka kembali ke arah Sasha dan Fita yang sudah tak berjaket karena untuk menyelimuti sang bayi.


"gimana nih kita. laporan sama pak kades dulu yuk. tapiii beliau kan sedang ada hajatan dirumah mertuanya masa kita ganggu malem malem." ucap Aldo


"do mending kita cari petugas kesehatan deh, bayinya harus segera dapet perawatan takut kenapa kenapa." ucap sasha sambil memeluk sang bayi yang suara tangisnya tak sekeras tadi.


"tapi inget kan waktu sasha kena paku. ga ada nakes kalo malem, do! ayok kita lsg ke klinik kak faishal aja." ucap Fitha


" nah iya bener yuk cus kemobil." ucap Aldo


Mereka bergegas kearah mobil yang lumayan jauh dari tempat mereka berada, mereka segera masuk kedalam mobil.


"Den lo ga usah ikut tolong kasih tau anak hafiz ma bastian kita cus kejogja, trus jangan sampe yang lain tau cukup kita aja." ucap Aldo diangguki oleh yang lainnya.


"oke ati ati ya, kabar kabar kita kalo ada apa apa." ucap dennis


"beres! lo berani kan kelapangan sendiri!" ledek Aldo


"berani lah deket gini." sambil bersungut sungut dennis menjawab ledekan Aldo, pasalnya saat mau kekamar mandi tadi Dennis benar benar memaksa Aldo untuk menemani, ternyata Dennis pun mampu menyesuaikan sikap dikala dipelukan.


Aldo segera menghidupkan mesin mobilnya dan langsung menuju ke klinik sang kakak, untungnya malam ini adalah jadwa sang kakak shift malam.Jika akan ke klinik lain merekapun bingung karena hari sudah menunjukkan pk 23.00 WIB belum lagi mereka pastinya akan mendapatkan banyak pertanyaan dari orang orang. Sehingga klinik Faishal adalah temoat yang tepat dan sangat aman saat ini.


Sementara itu di lapangan......


" mereka lama banget sih Bas!" Hafiz yg sesari tadi mondar mandie menunggu kedatangan sobat lainnya yang kekamar mandi.


" dah tenang aja mereka kan berempat." ucap bastian menenangkan sambil tetap mengawasi jalannya acara.

__ADS_1


Tiba tiba.......


"Dennis......!!!"


__ADS_2