Bayi Kita

Bayi Kita
99


__ADS_3

Menjelang kedatangan dosen, Sasha mengecek phonselnya, ternyata ada notifikasi dari sang pujaan. Di bacalah olehnya, dan ia menjadi amat malu.


"Ngapain sih aku tadi? Harusnya kan salim, haduh, mana dia minta tiap hari gitu, ya ampun ketauan kan kalo aku mulai agresif, memalukan, hais!" gumamnya sambil menepuk keningnya, wajahnya bersemu merah. Ia menyesal kenapa tak berfikir normal. Apakah ia mulai agresif, oh tidak tidak ia menyangkalnya karena itu bukanlah gayanya.


"Kenapa Sha?" Tanya Hafis yang melihat keanehan Sasha


"oh eng enggak koq hehe" ucap Sasha sambil tersenyum canggung, ia berusaha agar jangan sampai keceplosan karena jika Aldo yang dengar habislah ia dikerjain didepan teman temannya.


"Dari kak Faishal." ucap Hafis namun nada bicaranya seperti tak senang.


"iyah" jawab Sasha seperlunya lalu pura pura mencari sesuatu ditas untuk menutupi gelagatnya yang ia sendiri merasa tak biasa karena kebodohan menurutnya yang ia lakukan tadi pagi kepada sang suami.


Hafis menjadi semakin teriris iris hatinya, ia bisa melihat Sasha amat mencintai sang suami, dalam hatinya masih belum bisa mengikhlaskan.


"Andai saat itu akulah yang mengantarnya ke Lampung, apakah aku yang akan bersanding dengannya? Apa aku bisa langsung mengambil keputusan besar seperti itu? Ya Tuhan, teryata aku pengecut!" batinnya menghakimi. Ia yakin dirinya tak seberani Faishal mengambil tanggung jawab besar, sampai ia bertanya lagi pada hatinya apakah rasa cintanya kepada Sasha belum sebesar Faishal? Karena orang yang mencintai tak akan ragu ragu mengambil sebuah keputusan demi sang pujaan hati.


.


.


.


Kelas mereka terlihat sangat ramai, teman temannya mendekati Sasha dan mengucapkan selamat atas pernikahannya. Sasha sudah mengira bahwa teman temannya akan tahu hal ini karena kehebohan Fitha dan Aldo yang memposting kabar pernikahan mereka, tidak mungkin jika teman teman sekelasnya tak mengetahui, namun Sasha yang mendengarnya merasa kurang enak hatinya, ada sedikit ketidak tulusan yang Sasha rasakan dari ucapan teman teman satu kelasnya. Karena saat Sasha masuk kekelas tadi, suasana kelas tiba tiba hening. Teman temannya tiba tiba beranjak dari duduk mereka yang berkumpul entah apa yang dibicarakan. Sasha hanya bisa berfikiran buruk saat itu, pastilah dirinya yang dibicarakan.

__ADS_1


"Selamat ya Sha atas pernikahannya? Beneran sama mas yang itu? Trus bukannya ga ada ikatan apapun yah pas klarifikasi" tanya salah seorang temannya sangat sangat penasaran.


"KAKAK KANDUNG gue! Gue yang jodohin!" Ucap Aldo spontan tak suka temannya seolah menelisik kehidupan Sasha yang mana telah menjadi kakak iparnya saat ini.


"Dooo! Udah ah." ucap Sasha lembut sambil menggelengkan kepalanya memberi isyarat kepada Aldo agar tidak meneruskan emosinya.


"ohh... biasa aja kali do, kan cuma nanya. Sashanya aja ga marah" jawab sang teman tak senang lalu kembali ke bangkunya.


Sasha hanya menghela nafas, Sasha mencoba memaklumi semua ini, pastinya orang orang yang mengikuti kisah mereka hanya dari sosial media akan dibuat bingung, dari mulai pemberitaan yang kurang baik, tiba tiba foto pernikahan mereka muncul, lalu vidio klarifikasi keluar mengatakan mereka tak ada hubungan apapun dengan penguatan dari berbagai pihak, urutan postingan yang membuat bingung para netizen. Wajar jika mereka berspekulasi sesuai asumsi mereka. Tidak mungkin kan menjelaskan satu persatu, toh Sasha bertekad akan mengabaikannya dan mencoba hidup lebih baik. Justru ada hal lain yang lebih mengganggu pikirannya hari ini, apa sebenarnya yang akan disampaikan pak Kades perihal Cilla.


"Sha! Kenapa lo diem aja? Lo mau mereka berfikir jelek terus?" Ucap Aldo masih dengan emosinya.


"dah lah Do, diemin aja, lama lama mereka lupa koq." balas Sasha sambil tersenyum ringan berusaha meredamkan emosi Aldo


"Kamu yang ga sadar Do! aslinya yang memperparah keadaan kan kamu sama Fitha, coba kalo kalian ga mosting foto pernikahan mereka, ga bakal ruwet gini beritanya, coba kalian sabar sedikit, ga bakal Sasha terjebak disituasi ini!" Hafis tiba tiba berbicara dengan ketus kepada Aldo padahal selama ini ia jarang sekali berbicara banyak dan menanggapi.


"Tumben lo banyak omong! Hah! Lo aslinya berteman ga sih sama kita kita atau lo cuma mau modus doang sama Sasha! Lo pikir gue ga tauk!!" balas Aldo tak bisa menahan emosinya hingga dilihat teman teman sekelas mereka. Namun Aldo memberi peringatan dengan sorot matanya kepada semua orang dikelas dan mereka akhirnya kembali sibuk dengan sesamanya.


"Do do udah do! Please!" Bastian yang duduk disebelah Aldo langsung merangkul Aldo menahannya, Sashapun memohon agar Aldo tenang namun...


Brakk!!!!


Hafis menghentakkan tangannya kemeja lalu berdiri dan keluar dengan keadaan emosi.

__ADS_1


"Sha aku nyusul Hafis yah kamu tenangin Aldo" ucap Bastian.


"oke."balas Sasha


Bastian ikut keluar mencari keberadaan Hafis. Sedang Aldo lalu meletakkan kepalanya dimeja, ia juga menyesali perkataannya kepada Hafis, iapun sadar kecerobahannya memposting foto pernikahan terlalu cepat ternyata membuat Sasha dan sang kakak terjebak dalam situasi tidak menguntungkan. Bisa saja kan orang orang berfikir bahwa skandal itu benar adanya sehingga Faishal terpaksa bertanggung jawab kepada Sasha dan berita klarifikasi itu tidak benar. Padahal banyak orang penting yang mereka libatkan. Dan pernikahan kakaknya adalah sesuatu yang mereka berdua idamkan.


"Sha! Maafin gue Sha, gue ga mikir dulu langsung langsung aja posting foto saking senengnya. Gue dah nempatin kalian disituasi yang sulit, bener kata Hafis, gue yang salah." Ucapnya, suaranya bergetar, wajahnya jadi tak seceria biasanya.


"Do, makasih kamu selalu mbelain aku, aku ga masalah koq biar mengalir aja, aku dah bertekad nguatin hati, jangan kayak gini lagi yah? katanya kalian suport sistem aku, masa kalian ribut gini, dan..... Kata katamu tadi ke Hafis memang nyakitin banget. Nanti kamu baikan yah sama dia. Aku ga ngerasa Hafis ada tendesi ke aku koq Do, jadi kamu jangan overthingking soal itu. Pure sahabat koq." ucap Sasha namun sebenarnya hanya untuk menenangkan Aldo saja, sedang dalam hatinya ia mulai overthingking, apa betul selama ini Hafis memiliki perasaan khusus untuknya? Jika benar berati dia sudah menyakiti Hafis.


Sasha jadi bingung nanti jika bertemu Hafis harus bagaimana. Bersikap biasanya atau ia harus menjaga jarak? Kalo seperti biasa ia takut semakin besar rasa suka hafis dan dia takut akan menyakiti Hafis lebih dalam lagi. Kalo ia mulai menjaga jarak, ia juga khawatir jika ternyata Hafis tidak ada perasaan khusus kepadanya dan menyakiti Hafis juga. Ahh kenapa bertambah lagi yang harus difikirkannya.


"Sha pokoknya lo fokus aja sama kakak gue, dan kita juga harus fokus sama Cilla, maafin yah." Aldo meminta maaf kepada Sasha. Lalu Sasha mengangguk.


"gue keluar dulu, mau cari Hafis, ga enak gue." Ucap Aldo


"Yaudah sana!" balas Sasha.


......................


**Hai hai readers tercinta, menurut kalian Sasha ma Hafis bakalan seperti biasa atau canggung yah kalo ketemu?


Lanjut eps selanjutnya yah

__ADS_1


Love love**


__ADS_2