
"Sha!" Seru teman temannya menghampiri Sasha diruang tengah. Disana sudah terlihat Aldo bergabung.
"Ayok mulai aja acaranya bund." pinta Aldo
"yaudah ayok nanti om Regan biar nyusul deh kelamaan datengnya."
"Katanya kerumah eyang dulu bun mau jemput eyang." ucap Faishal yang sekarang sudah mendudukkan dirinya disamping Sasha dan meraih Cilla kembali, ia sudah membawa sufor untuk Cilla.
"Mas biar sama aku aja, kan acaranya mau mulai, dampingi bundanya aja." Sasha meminta kembali Cilla
" gapapa koq Sasha bunda seneng lihatnya." ucap bunda sumringah
"iya tante makasih." ucap Sasha lembut
"jangan tante donk bunda gitu."
"I iya bun..da." Sasha canggung memanggilnya
Perhelatanpun dimulai. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun kepada bunda. Lalu mereka disuruh menikmati hidangan yang sudah diberikan. Faishal yang melihat Sasha belum mengambil satupun makanan karena menggendong cilla tanpa gendongan, berinisiatif mengambilkannya dan mendekati Sasha. Ia menawarkan untuk menyuapi Sasha namun Sasha malu malu, lalu menolaknya, karena ditolak akhirnya Faishal meminta Cilla untuk digendongnya.
Bunda memperhatikannya, lalu tersenyum, ia yakin putra sulungnya saat ini sedang jatuh cinta kepada Sasha. Bunda berbisik kepada Ayah tentang putranya, ternyata ayahpun memperhatikannya.
"bakal dapet mantu kita yah." bisik bunda kepada ayah yang sedang duduk disofa berdua dengan bunda
"Ayah rasa iya bun, bunda setuju ga sama Sasha?"
"langsung bunda ACC yah, kalo kakak ga mau bilang ya kitalah yang maju. Bisa aja kan kakak malu, kalo ga mestinya udah bilang sama kita. Mereka kayaknya masih malu malu." ucap bunda senyam senyum sambil melirik Sasha dan Faishal yang sedari tadi berduaan saja, Faishal menimang Cilla yang sepertinya tertidur nyaman digendongan Faishal dan Sasha yang sudah mulai makan namun tetep memperhatikan Cilla dan Faisal yang disebelahnya.
Yang lain kemana?? Bastian, Dennis dan Hafiz sedang sibuk memanggang yakiniku dihalaman belakang tak jauh dari ruang makan dimana perhelatan berlangsung jadi aktivitas nereka bisa terlihat dan terdengar dari dalam. Mereka asik sendiri walau hafiz terlihat bolak balik memperhatikan Sasha ingin sekali ia memonopoli Sasha agar selalu didekatnya namun ia faham jika Faishal juga punya rasa lebih ke Sasha, ia jadi tak enak hati, sabar.... ucapnya dalam hati.
Fitha dan Aldo? mereka berdua jelas sedang saling mengejek sesekali Fitha mencubit lengan Aldo yang selalu membuatnya jengkel namun harusnya Fitha meninggalkan Aldo saja jika ia merasa kesal, tapi entahlah.... Fitha justru sangat senang menanggapi Aldo, ia selalu cari akal untuk mengejek Balik Aldo. Yah mereka berdua memang selalu yang bisa bikin rame suasana.
"Cilla dah bobok nih aku tidurin dikamar yah." Ucap Faishal
__ADS_1
" Disini aja deh mas ga enak kalo dikamar." ucap Sasha
" Kasian Sha, biarin tidur dikamarku gapapa kamu terusin makannya." Faishal langsung membawa Cilla kekamarnya ia kasihan jika Cilla ditidurkan di sofa takut terkena tumpahan atau ada semut bekas makanan.
"ga nangis mas?" Tanya Sasha saat Faishal menghampirinya kembali dengan membawa dua eskrim ditangannya.
"Engga, pules banget...... nih." Faishal menyodorkan eskrim lalu duduk disebelah Sasha
"oh makasih mas." Sasha menerima eskrimnya sambil tersenyum yang membuat Faishal tak sanggup melihatnya lama lama takut ketahuan Sasha jika iya terpana, ia tak ingin membuat Sasha tak nyaman lagi dengannya. Ia mengalihkan pandangannya ke eskrim.
" Sasha aslinya dari mana sayang?" Bunda tiba tiba ikut bergabung dan duduk disofa samping Sasha.
" Lampung tante."
"tante lagi???" Ucap bunda tak senang disebut tante
"eh iyah bunda hehe maaf belum biasa bun." ucap Sasha tak enak.
" dibiasain donk kayak Fitha gitu lho." ucap bunda ramah
"uhkh." Faishal tersedak mendengar pertayaan sang bunda, ia sudah tahu kemana arah maksud bundanya bertanya demikian.
"kakak! gimana sih pelan pelan donk!" bunda kaget anaknya tersedak.
"iya bun udah pelan koq." Faishal menjawab santai membuat bunda geleng geleng kepala.
"Gimana Sasha? udah punya pacar?" lanjutnya lagi belum puas karena Sasha belum menjawab.
"ummm.... saya udah tunangan bunda"
"apa?? tunangan? diLampung?" bunda terkejut tak percaya, padahal ia berharap banyak Sasha bisa menjadi pendamping anaknya. Namun sayangnya sudah milik pria lain. Ia melirik sang putra yang sepertinya tidak terkejut seperti dirinya.
"koq kakak biasa aja ya, bunda yakin deh kakak pasti kepincut sama Sasha, apa kakak dah tau yaaaa. Duh kaaaaalk kasian.... sekalinya naksir eh punya orang nak." Ibu membatin ia sangat yakin jika sang putra telah terpikat oleh Sasha.
__ADS_1
"ohhh selamat ya Sasha, kapan menikahnya." bunda mencoba menghilangkan rasa kagetnya dengan berbasa basi.
"nunggu selesai kuliah bun." ucap Sasha
"oooh." ucap bunda
"mas coba lihat Cilla, koq kedengerannya nangis." Ucap Sasha yang sayup sanyup mendengar cilla menangis, coba saja itu bukan kamar Faishal mungkin ia sudah meminta izin masuk.
Faishal langsung beranjak dari duduknya menuju kamar. Bunda melihat hal ini menjadi amat menyayangkan sepertinya mereka amat cocok bersanding dan menjadi orang tua, tapi kenyataannya tak bisa bersama.
"Bundaaaaa!!!" ucap seorang perempuan yang amat cantik dan modis berjalan cepat lalu memeluk bunda.
"vivi sayaaang dah sampe ya." ucap bunda membalas pelukan perempuan yang ternyata bernama vivi.
"kakak mana?"
"dikamar."
" aku samperin ya bun kangen."
"iya iya sana! kalo kesini yang dicari cuma kakak." ucap bunda geleng geleng kepala
Vivi berjalan menuju kamar Faishal sedang sang empunya kamar baru saja keluar dan menutup pintu.
"vivi?" ucap faishal yang terkejut vivi sudah ada didepannya
" kakak aku kangen berat." Vivi langsung memeluk Faishal menyalurkan rasa rindunya lalu tiba tiba mencium pipi kanannya, membuat Faishal terpaku dibuatnya, reflek punggung tangannya menyapu pipi bekas ciuman Vivi seperti risih.
Degh!!!
Sasha memperhatikan itu, tiba tiba hatinya mencelos, langsung pandangannya ia alihkan ke gelas eskrim yang isinya sudah habis. Faisal melirik ke arah Sasha. Ia ingin tahu reaksinya namun dipandangan Faishal Sasha sepertinya tak memperhatikannya. Faishal lega karena sasha tak melihat tapi ia juga khawatir, kedatangan vivi yang begitu tiba tiba langsung memeluk dan menciumnya tak biasa. Vivi tak pernah begitu berani mencium pipinya, karena faishal tak suka, jangankan Vivi, bunda yang jelas jelas ibu kandung saja Faishal tak menyukainya jika dicium.
Sasha bangkit dari duduknya, ia tak merasa nyaman lagi berada disana. Dilewatinya Faishal tanpa menoleh sedikitpun membuat Faishal bertanya tanya ada apakah gerangan sikap sasha seprti itu, seperti orang yang tergesa gesa ingin keluar dan satu hal, kenapa saat melewatinya tak sekalipun Sasha menoleh, biasanya ia akan menyapa atau sekedar bilang
__ADS_1
"aku keluar dulu ya mas." itulah kata kata yang biasa didengar Faishal.
"oh mungkin ia ingin bergabung dengan teman temannya."Faishal mencoba berprasangka yang begitu.