
"Siapa ya yang udah sampe?" tanya Aldo ke Fitha yang sedang memberi Cilla botol sufor.
"iya koq cepet banget, kita turun dulu deh Do!" ucap Fitha, Aldo lalu memarkirkan mobilnya.
Mereka bertiga turun dari mobil, Bastian Dennis dan Hafis pun tiba setelah mereka. Sasha matanya berkaca kaca melihat rumah itu kembali, terlintas kenangan kenangan lalu difikirannya, tanpa sadar ia hampir sampai didepan pintu. Sasha tak berani maju ia berdiri dibelakang semuanya ditemani hafis yang selalu melihat keadaannya dan menguatkannya. Pandangannya terus kearah tembok yang jika dari pintu yang terbuka akan terlihat apa saja yang dipajang disana, lalu ia mengernyitkan dahi.
"kenapa??? berasa ada sesuatu yang hilang? hm?" ucap aldo sambil menaik turunkan alisnya menggoda sasha, Aldo faham Sasha merasa heran karena foto pertunangan Faisal dan Vivi sudah tinggal sisa pakunya saja. Sasha hanya menggelengkan kepala dan berusaha sekuat tenaga tak menunjukkan ekspresinya, agar Aldo dan Fitha tak berekspektasi
"assalamualaikum!" Ucap Aldo ia masuk kerumah sang kakak yang ternyata meja dan kursi tamu sudah dikeluarkan namun masih terlihat kotor. Aldo menelusuri rumah lalu melihat kekanan kekiri siapakah gerangan yang sudah sampai terlebih dahulu.
Kriiiiiieeeeet. Seseorang keluar dari kamar mandi.
"lho kakak dah sampe?? koq mobil ga ada didepan?" ucap Aldo yang melihat sang kakak keluar dari kamar mandi.
"Mobil dibawa ayah sama bunda, mereka tadi nurunin kakak trus lanjut ke rumah Pak RT sambil ngambil makanan. Kalian dah ngumpul semua?" ucap Faisal yang matanya mulai bermain mencari sosok yang ingin ia lihat. Aldo sangat faham gelagat sang kakak ia pun tersenyum simpul, ternyata sang kakak tak kan pernah berhasil menyimpan perasaan didepannya atau memang Aldo yang amat sensitif.
"Udah dooooonk, mereka masih diluar tuh, rencana mau beres beres dulu. yok kak kita bersihin ruang tamu trus karpetnya dikeluarin." Ucap Aldo kepada faishal yang diangguki Faishal.
"Ayaaaaahhhhh, Cilla kangen lho sama ayah." tiba tiba Fitha masuk dan menyapa Faishal membuat Faishal sumringah melihat Cilla yang tambah berisi dan sedang menggigiti jarinya. Faisal tak kuasa lalu meminta Cilla ke gendongannya. Dipeluknya erat erat sang bayi montok tersebut. Cillapun masih kenal dengan ayahnya, dilihatnya sang ayah sambil terus mengoceh dengan jempol yang masih digigitnya.
Dari jauh Sasha melihat faisal menggendong Cilla. Sasha semakin berkaca kaca melihatnya, ia tak munafik, masih kental rasa yang ia miliki, iapun merasa egois memonopoli Cilla agar tak terlalu sering bertemu Faishal padahal Faisalpun sangat menyayangi Cilla, bahkan memberikan banyak hal untuk mengurus Cilla.
__ADS_1
"Cilla cerita apa sih sayang, Ayah kangeeeeen banget" Faisal tak mau melepas gendongannya. Akhirnya Aldo membiarkan sang kakak melepas rindu dengan bayinya, Aldo faham yang dirindukan tak hanya Cilla, namun paling tidak telah sedikit mengalihkan sang kakak dari masalahnya yang datang lagi dan lagi.
"Kasian kakak gue." keluh Aldo yang masih memandangi sang kakak.
"Iya, kak faishal kasian Sasha juga kasian, sayangnya kita ga bisa berbuat lebih untuk mereka." ucap Fitha mereka berdua sedang mengambil karpet yang digulung diruang makan.
Sasha menyapu dengan fokus, agar teralihkan dari pandangannya ke faishal. Faisalpun sama, ia mencoba untuk tak melihat kearah Sasha, ia menyibukkan dirinya bermain dengan Cilla. Semua yang ada dirumah itu faham dengan keadaannya dan mereka tak mau mengganggu privasi keduanya sehingga merekapun menyibukkan diri dan sesekali bercanda memecah suasana canggung.
Hal ini justru membuat hafis tersenyum dalam hatinya karena melihat faisal dan Sasha tak saling mendekat dan memberi tembok yang tinggi diantara keduanya. Namun iapun tersadar kembali meskipun faishal tak bersama Sasha, dirinyapun tak bisa merubah hubungannya lebih dari sekedar teman. Lalu ia luruskan kembali ke niatan awalnya jika ia akan selalu menjaga Sasha apapun yang terjadi, namun ia tak akan menolak jika keajaiban terjadi.
Rumah telah selesai ditata hanya beralaskan karpet sehingga lebih luas. Ayah dan bunda sampai, bunda membawa banyak belanjaan berisi makanan bahkan makan malam. Bunda tau Aldo dan teman temannya belum sempat makan siang karena mereka sedang dalam keadaan tak biasa.
Bunda masuk kerumah lalu dipeluknya Fitha yang amat manja menyambut kedatangan bunda, semuanya menyambut, mencium punggung tangan ayah dan bunda. Setelah semuanya menyambut barulah sasha maju paling terakhir menyalami Bunda dan Ayah. Bunda amat sedih karena sudah tahu semua cerita bahkan kabar tentang ibu Sasha yang sedang sakit. Sasha langsung dirangkulnya erat, memberi kekuatan dan beberapa kata penenang untuk Sasha membuat Sasha terharu.
"kayaknya dibawa keluar tadi bun." ucap Sasha yang berusaha tak menyebut nama faisal sedikitpun.
"oh ya sudah, kayaknya dah ada yang parkir itu bunda lihat dulu ya."
"iya bun"
Para tamu satu pesatu datang disambut Faishal, Bastian, bunda dan ayah, sedangkan fitha, Sasha dan teman temannya menyiapkan minuman dan makanan.
__ADS_1
Pak RT dan bu Wiwid yang sudah mengenal mereka datang sebagaimana tamu dan tak terlihat penuh pertanyan melihat Cilla yang ada digendongan faishal. Berbeda dengan Pak Kris, Bu Lila serta Direktur rumah sakit yang terlihat tak biasa, dalam hati mereka penuh dengan berbagai pertanyaan. Terutama bu Lila, ia mencoba untuk menepis kemungkinan kemungkinan yang menunjukkan jika berita viral itu benat, ia mencoba mempercayai mahasiswanya yang ia yakini anak yang baik.
Semua tamupun telah duduk diruang tamu, satu persatu mahasiswa alias Sasha dan rekan rekannya yang tadi belum menyambut, menyalami mereka satu persatu. Ayahpun meminta Sasha mengantarkan minum layaknya seorang ayah yang meminta putrinya mejamu tamu, tujuan ayah agar mereka melihat jika Sasha adalah anak yang santun.
Direktur selalu menatap Sasha menelisik kebenaran foto yang terpampang diberita viral tersebut, ia akhirnya yakin jika gadis yang sedang memberikan segelas teh dengan sangan sopan tersebut adalah mahasiswi dalam berita tersebut. Faishal menghela nafasnya dalam dalam melihat Ditekturnya mulai menilai Sasha dengan tatapannya, ia berharap Sasha akan terlepas dari masalah ini.
"assalamualaikum bapak ibu, sebelumnya saya dan keluarga mewakili anak anak yang ada disini memohon maaf atas ketidaknyamanan ini sehingga bapak dan ibu harus datang kerumah dan terimakasih sekali bapak ibu sudah bersedia meluangkan waktu istirahatnya untuk bertemu pada sore hari ini." ayah memulai pembicaraan setelah hidangan selesai dikeluarkan, dan semuanya ikut duduk berkumpul diruangan yang sama.
"Sasha! sini nak, duduk sebelah bunda, Faishal! duduk sebelah ayah." Ayah memanggil Sasha dan Faishal untuk duduk didekat mereka agar lebih dekat dengan dosen dan direktur.
Sasha mendekati bunda, ia duduk dikiri bunda sedang ayah ada dikanan bunda dan Faisal ada dikanan ayah.
"kita mulai saja ya pak bu. Kami sekeluarga sangat terkejut dengan pemberitaan tersebut pak bu, foto tersebut benar putra sulung kami Faishal yang bekerja di GMC sebagai dokter muda di bagian pediatri, dan yang perempuan benar juga bu pak adalah Sasha mahasiswi Agro indrustri UGM. nah bayi mungil yang dipangku putra kami ini juga benar ada difoto tersebut kami akui semua yang difoto adalah putra putri dan cucu kami. Namun bapak ibu, pemberitaannya yang tidak benar." Jelas ayah membuat Dorektur, pak kris dan bu Lila semakin serius ingin mendengar penjelasan.
"oh begitu njih pak, tapi ngapunten saya jadi semakin penasaran pak bu.... apa kedua anak ini sudah menikah? kalo saya lihat lihat saat masuk tadi rumah ini pun seperti yang difoto njih?" tanya bu Lila yang sudah sedari tadi ingin bertanya membuat ayah dan bunda tersenyum.
************************************************
Waduh semoga lancar ya klarifikasinya Sasha.......
Alhamdullah karya ini masuk rekomendas terimakasih para readers tercinga yang udah setia membaca, doakan author ya biar semangat lagi mengkhayalnya.
__ADS_1
lanjut nextt---------->