Bayi Kita

Bayi Kita
91


__ADS_3

Ayah dan Bundapun berangkat, Sasha terlihat sibuk memandikan Cilla yang sudah tambah aktiv, hampir satu minggu ia tak pernah memandikan Cilla dan mendapati tingkahnya yang semakin lucu.


"Sayang... udah ga bisa anteng yah dibak mandi, bunda gemeeeeshhh." Sasha menciumi telapak tangan Cilla


"akkhhh! duh basah deh bunda sayang." Cilla memukul mukulkan tangannya di air hingga mengenai wajah Sasha, membuat Sasha semakin gemas kepada bayi mungilnya.


"Gimana ya besok kalo Cilla ketemu sama ibunya." Tiba tiba wajah Sasha sendu, ini adalah hal yang harus selalu ia ingat, jika suatu saat Cilla akan bertemu dengan orang tuanya. Ia tak mau egois tapi ia pasti akan kehilangan.


"Lhoo bunda basah nih bajunya." Faishal bergabunh lalu ikut mencelupkan tangannya ke air dan membasuh Cilla.


"he iya nih mas, yang lain pada kemana?"


"itu diruang tengah, Bastian dah sampe sama Dennis. Emm tunggu disini ya." Faisal tiba tiba beridiri lalu kekamarnya, dan keluar lagi membawa handuk tambahan


"ekhm! Sha...." ucap Faishal yang wajahnya sudah bersemu merah lalu matanyapun ia arahkan kelain tempat.


"kenapa mas?" tanya Sasha yang sama sekali tak menyadari jika kaosnya yang berwarna putih basah dan pa"""kaian dalamnya semu.


"Nih kamu pakek ini trus langsung salin kekamar, Cilla biar aku yang nyelesaikan." Faishal menyelimuti sasha dengan handuk yang ia bawa, namun bagian yang ingin ia tutupi masih terlihat.


"tinggal bilas air koq mas biar aku aja."


"Sha, nanti kalo Aldo apa bastian kesini... emang kamu ga malu?"


"emang kenapa?"


"ituh.....da dalemannya ngecap" Tunjuk Faishal ke bagian yang terlihat lalu ia mengalihkan padangannya dengan wajah memerah.


"oh..!" Sasha menunduk melihat yang ditunjuk , lalu ia cepat cepat menutupnya dan bergegas kekamar meninggalkan Faishal begitu saja membuat Faishal mengulum senyumnya. Padahal mereka sudah saling tahu satu sama lainnya namun ternyata masih sama sama malu. Niat hati untuk melindungi sang istri agar tak terlihat pria lainnya, namun justru Sasha yang malu terlihat olehnya. Faishal langsung menyelesaikan mengurus Cilla dan membawanya ke ruang tengah berkumpul dengan yang lain.


Sedangkan Sasha, ia sedang mengerutuki dirinya uang sudah sering sekali kepergok Faishal dalam keadaan tak siap, namun bedanya saat ini Faisal lebih berani menyampaikannya dan status mereka yang sudah halal.


"harusnya aku biasa aja kan?? kan kita dah halal gini, tapi koq masih malu rasanya, Ya Tuhan" ucap Sasha dalam hati sambil menghigit bibit bawahnya, lalu ia menutup wajah dengan kedua tangannya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


"Hai Bas, Den!" Sasha datang bergabung lalu dengan serius ia menatap layar laptop dan melihat berita klarifikasi dari direktur rumah sakit, ketua jurusan, ibu Lila dan beberapa orang terkait yang telah diedit sebaik mungkin oleh Dennis dan Hafis.


"sini! Nih lihat komentnya banyak banget!" ucap Fitha yang sudah menyaksikan postingan klarifikasi dari kapus serta rumah sakit yang di post pada malam sebelumnya oleh bastian, ternyata mendapatka komentar yang sangat banyak dan beragam, ada yang mencaci ada yang merasa bersalah bahkan ada yang menjodohkan. Sasha ketar ketir saat membaca komentar komentar miring yang ada, namun Fitha mengayakan bahwa apapun yang akam kita lakukan bagi orang orang yang tak suka akan tetap berkata kata buruk.


"Yang penting kita dah klarifikasi kan Sha? apa mau ngepost foto nikah sekalian?" Bastian tiba tiba megatakan hal tak terduga.


"jangan lah bas, nanti kita makin dikenal nih, yang ga enak makin terkenal karena tercemar, ga mau aku, klarifikasi aja dah cukup." Ucap Sasha ia tak mau menambahi gosip.


"kan seru tuh terkenal, nanti kalo kita bikin konten viewernya banyak kan, dijamin langsung viral, gimana gimana?" Dennis tiba tiba sangat semangat jika membahas tentang bisnis.


"yeyy, nih anak duit mulu pikirannya" Aldo langsung menjitak kepala Dennis


"iya nih dennis, kan yang viral aku sama mas faishal, trus mau kamu jadiin konten gitu?? yang ada aku bisa jadi bulan bulanan orang tauuk, dasar nih anak." Sashapun tak kalah dari Aldo ia berucap dengan tegas, viralnya berta mereka saja dah berdampak macam macam walau akhirnya ia dapat menikah dengan pria idamannya namun dimasa yang akan datang entah apa yang akan mereka hadapi lagi.


"boleh juga, kita kan ga tau bakal keterima kerja dimana, gimana?? aku sih yess." Bastian tertatik dengan ide Dennis


"aku yess juga!" Fitha setuju


"Gue yess!" Aldo menimpali


"aku.... Mas! boleh ga?" Sasha meminta izin kepada Faishal yang duduk disampingnya sambil memangku Cilla yang tertidur setelah mandi.


"boleh." ucap faishal membuat Sasha sumringah, Faisalpun bersyukur Sasha yang baru beberapa hari menjadi istrinya meminta izin kepadanya untuk melakukan sesuatu.


"Aku ikut juga gaes!" jawab Sasha gembira


"wajib lah! laki lo kan harus tanem saham disini, ntar ayah sama bunda saham terbesar, hehhehe cerdas kan gue!" ucap Aldo

__ADS_1


"dasar seenaknya, izin dulu donk" Ucap Faishal kepada sang adik dengan nada bercanda, membuat yang lain geleng geleng kepala.


"kakakku sayang, paling ganteng, pualing gue cintai, boleh yah yah yah." Rayu Aldo ke Fasihal sambil menggoyang goyangkan lengan Faishal.


"lihat besok deh, kan baru rencana." jawab Faishal lalu menyingkirkan tangan sang adik yang membuatnya risih.


"horeee!!! dapet tabungan kita!" ucap Aldo bahagia


"heyy! baru rencana! kayak mau jualan besok aja sih." Ucap Fitha yang terheran heran dengan tingkah aldo.


"ehh tunggu kita bawa hadiah lho buat Sasha, Bas ambil gih, ditaruh dimana tadi?" Tamya Dennis


"eh iya diruang tamu, bentar yak." Bastian beranjak dari duduknya lalu mengambil sebuah bingkisan


"ya ampun! apa nih?" Ucap Saaha saat menerima kado dari bastian


"itu cuma kado biasa Sha buat pernikahan kamu, dari aku Dennis ma Hafis."


"makasih ya bas, sayang nih....Hafis ga ikut. nanti aku wa deh sama anaknya." ucap Sasha, tak biasanya jika ada event penting seperti hari ini mereka kurang lengkap


"he, iya, dia lagi ada urusan katanya." ucap bastian


"cewek??"


"ummm mungkin"


"waw , kemajuan nih"


"kurang tau sha, kita tungguin aja pengakuannya"


"jadi penasaran pingin tanya langsung"


" Nanti nanti aja sha nunggu anaknya biar ga labil dulu"


"oke oke oke."

__ADS_1


Sasha tersenyum bahagia mendengar kabar dari bastian jika salah satu sahabatnya yang kemungkinan sudah menemukan tambatan hati.


Namun seketika ia ingat, jika hari ini ada hal yang harus ia dengar dari Faisal tentang sang kakek. Sasha beralih bertanya kepada Faishal. Namun justru membuat air muka suaminya terlihat ragu ragu. Karena sedari tadi ternyata Faishal sedang mengumpulkan keberaniannya menceritakannya, ia sedang memilih kata kata yang tepat, agar Sasha dapat bijaksana menanggapinya.


__ADS_2