Bayi Kita

Bayi Kita
62


__ADS_3

Fitha penasaran dengan rekan yang dibawa Aldo. Ia memberanikan diri menyapa, agar lebih nyaman sepanjang perjalanan jika ia sudah mengenalnya, namun semakin ia lihat terasa tak asing.


"ekhem! misi masnya?" ucap Fitha menyapa saat ia masuk kebangku penumpang yang disapapun menoleh membuat Fitha terkejut namun ia merasa senang.


" hai!" Sapa laki laki tersebut


"kakak!!! koq??? bukannya skorsnya udah dicabut?" ternyata Faishal yang mengemudi.


" Sama Direktur diminta menenangkan diri sebulan, karena jadwal praktek sudah terlanjur diganti sama dokter lain." ucap Faisal sambil tersenyum.


"tumben banget sih pakek topi sama kaos item, kayak artis korea tau kak, ihh oppa oppa hehehe." goda Fitha yang melihat tampilan berbeda Faishal yang terkesan seperti pemain film korea.


"trus??" tanya Fitha penasaran mengapa faishal akhirnya ikut, apakah gerakan hati? atauuu dipaksa bunda? fitha bertanya tanya dalam hati.


"kakak disuruh bunda koq daripada dirumah nganggur." ucap Faishal datar lalu ia kembali menghadap depan, menundukkan wajahnya dan melihat lihat HPnya, ternyata...... Sasha telah keluar dari rumah dan menuju ke mobil sambil membawa Cilla. Itu sebabnya Faishal buru buru membalikkan badan agar tak terlihat Sasha.


"Do! kamu berdua ma siapa?" Tanya Sasha yang melihat seorang laki laki didepan kemudi dan memakai topi serta kaus hitam sehingga tak terlihat wajahnya.


"Dah yok masuk dulu, kesiangan nanti masuk tol, belum ngisi e-tol." Ajak Aldo mengalihkan pertanyaan Sasha.


Sasha masuk ke mobil, ia tak begitu penasaran dengan siapa Aldo akan mengendarai mobil. Sasha sibuk menata tempat duduknya agar Cilla nyaman selama perjalanan. Faisal melirik Sasha yang terlihat dari kaca mobil ia tersenyum, ternyata kalung pemberiannya selalu dipakai Sasha sesuai janji Sasha kepadanya saat itu. Faishal merasa berbunga bunga kembali hatinya.


"ayok kak jalan, ngisi etol dulu kita." ucap Aldo


Deg!


Mendengar Aldo memanggil *kak, Sasha tertegun, dilihatnya dengan seksama laki laki bertopi tersebut, ia ingin memastikan betul betul apakah Faishal yang dimaksud atau sudara Aldo yang lain, ataukah Alman? Jika alman, posturnya terlalu tinggi dan lebih tegap, kulitnyapun lebih bersih. Ternyata saat mobil berhenti didepan minimarket dan Aldo meminta Etol card barulah Sasha melihat dengan jelas bahwa laki laki tersebut adalah Faishal, Sasha jadi terdiam, ia cepat cepat memasukkan kalung yang ia pakai kedalam bajunya agar tak terlihat Faishal. Ia merutuki dirinya, mengapa sampai tak mengenali, karena Faishal berpenampilan berbeda dari biasanya. Jika tahu dari awal mungkin ia tidak akan mengeluarkan kalung yang ia pakai.Sasha hanya berharap semoga faishal tak melihatnya. Sasha tak tahu lagi apa yang akan difikirkan Faisal jika tahu ia masih menggunakan kalungnya. Sasha khawatir ia dicap wanita yang plinplan.


Mereka akhirnya mulai memasuki tol, ketika bertemu rest area, Faishal memarkirkan mobilnya karena mereka akan sarapan. Faishal langsung keluar dari mobil tanpa bicara sepatah katapun. Aldo dan Fitha menjadi heran dan saling bertatapan lalu Aldo mengedikkan bahunya tanda tak faham dengan sikap sang kakak. Berbeda dengan Sasha ia mencoba untuk tidak peduli serta memejamkan matanya sambil memeluk Cilla yang tertidur.


Drrrrt drtttt....


Ponsel Aldo bergetar, terlihat dari layarnya nama sang kakak.


"ya kak?........ok ok kita kesana." jawab Aldo saat ditelfon lalu langsung mematikannya.


"yok Fith, Sha kita sarapan dulu dah dipesenin kakak disebelah sana." ajak Aldo


"Do, biar aku aja yang bayarin makannya sama bensin." ucap Sasha tak enak hati


"gampang lah, yuk keluar dulu." Aldo keluar mobil dan membantu Sasha membukakak pintu mobil karena masih menggendong Cilla yang tidur.


"Fith Cilla ma kamu dulu yah, aku mau ambil dotnya, biar sekalian ngisi termos" Sasha sengaja memberikan Cilla ke Fitha dengan alasan mengambil botol sufor, ia tahu pasti Faishal juga ingin menggendongnya, lebih baik Fitha yang menyerahkannya. Lalu Fitha menuju ke kantin yang ada disana.


Sasha membuka bagasi, ia kebingungan mencari termos yang sudah ia siapkan dari kontrakan namun belum sempat diisi.


"Do! lihat termos ga? disini?" tanya Sasha sambil mencari lagi


"ohh tadi gue pindahin kedepan, takut susah ambilnya." jawab Aldo santai


"yaudah ambilin sekalian do, aku nyusul Fitha kesana." Ucap Sasha lalu berlalu meninggalkan Aldo menuju kantin.

__ADS_1


"Lho koq ilang kemana termosnya??" Aldo heran kenapa termos tak berada diposisinya semula karena ialah yang menaruhnya disana. Aldopun bergegas bergabung ia berfikir akan membeli termos jika ada yang menjual disana sebagai ganti.


Sasha sampai dikantin, lalu mendekati meja yang sudah disiapkan, Faishal dan Fitha sedang asik mengobrol sambil bermain dengan Cilla. Tiba tiba pandangan mereka bertemu, faishal lalu segera mengalihkan pandangannya ke Cilla. Sasha menghela nafas panjang lalu mendudukkan dirinya dikursi. Sasha merasa sangat canggung untuk disana, jika boleh memilih, ia akan memilih untuk sarapan dimobil saja. Dilihatnya di piring Faishal sudah tak bersisa makanan lagi pertanda ia sudah sarapan terlebih dahulu. Dan ternyata termos sudah ada dimeja makan, ia bisa menebak jika Faishal sudah mengisinya, memang orang yag teliti.


"beruntungnya istrimu nanti." gumam Sasha sedih dalam hatinya


"Cilla biar sama aku Fith, kamu makan aja, oiya botol dotnya mana? sini sekalian aku buatin sufornya." ucap Faishal sambil meraih Cilla, Sasha yang mendengar Faishal menanyakan dotnya menyerahkan tas berisi botol ke Fitha.


Fitha mengambul dot dan diseragkan ke Faisal, lalu ia mulai melahap sarapannya. Faishal membuatkan sufor sambil memangku Cilla dengan sangat mahir.


"wah pokoknya kak harus segera menikah lho, bapakable banget." ucap Fitha menggoda Faishal


"kamu aja duluan sana sama Aldo. Nanti kakak bantuin ngerawat anaknya." Faishal membalas Fitha dengan candaannya


"ihhhh ogahhhh!" ucap Fitha kesal, kebetulan Aldo sudah sampai didekatnya Fitha pun reflek mencubit lengan Aldo. Aldo yang tak tahu apa apa menjadi kesal, Sashapun ikut tertawa. Faishal bahagia dapat melihat Sasha tertawa lagi didepannya, ia menundukkan pandangannya ke Cilla sambil menyembunyikan senyumnya.


"lebih baik kamu bisa tertawa seperti itu kedepannya, semoga kamu bahagia." gumam Faishal dalam hati.


"apaan sih Fith main cubit aja." Ucap Aldo kesal sambil mengelus elus lengannya, Fitha hanya menjulurkan lidahnya dan mengajak Sasha makan.


Merekapun selesai makan lalu melanjutkan perjalanan. Suasana didalam mobil menjadi sangat tenang, Cillapun tertidur kembali serasa diayun ayun didalam mobil membuatnya kembali mengantuk.


"Setel lagu do! yang kita bisa nyanyi bareng!" ucap Fitha


"ntar!" Aldo menyambungkan bluetoothnya ke Speaker mobil dipilihnya lagu yang sedang disukai Fitha saat ini.


"ini yaa? Kifnu" Tanya Aldo saat mencoba lagunya


"okeyyy siiip!" jawab Fitha membuat Sasha geleng geleng kepala


...Kau datang padaku...


...dengan pesonamu......


...Kau datang padaku...


...mencuri hatiku......


...Sering kaliku...


...kau buat kaku.......


...Tuhan tolonglah...


...kuatkan aku........


...Hati ini......


...tak sanggup menahan rasa...


...izinkanlah aku ada......

__ADS_1


...dihidupmu...oooohhh...


...🎶Katakan saja bila kau inginkan aku...


...aku juga ingin tau perasaanmu.........


...🎶Katakan saja bila memang tak bisa...


...aku juga ingin tau jawabanmu.......


...Saat sendiri...


...terbayang wajahmu......


...Tuhan tolonglah...


...kuatkan aku.......


...Hati ini......


...tak sanggup menahan rasa...


...izinkanlah aku ada......


...dihidupmu...oooohhh...


...Andaikau tau...


...kuharap jawab darimu...


...agar aku tak meragu...


...tentangmu.......


...Tolong katakan...


...jika rasa tak untuku.......


...agar aku...


...huuuuuuuuuuu.......


...🎶Katakan saja bila kau inginkan aku...


...aku juga ingin tau perasaanmu.........


...🎶Katakan saja bila memang tak bisa...


...aku juga ingin tau jawabanmu.......


Faishal terdiam mendengar liriknya, ia merasa miris, mengapa pas sekali dihatinya, ia juga ingin tau perasaan Sasha yang sebenarnya, ingin mendengar satu kali lagi saja. Setelah itu jika memang tak ada lagi harapan ia akan benar benar mengubur semuanya. Faishal jadi kesal dengan adiknya yang ia anggap sangat sengaja memilihkan lagu ini, ditambah lagi saat melirik ke kiri didapatinya sang adik sedang menggodanya dengan menaikturunkan alisnya serta tersenyum jahil, Aldo tahu lagu ini akan menyenggol hati sang kakak.

__ADS_1


Sashapun merasa tersentil hatinya, lirik lagunya membuat dadanya terasa sesak, andai meninggalkan Insan bukanlah hal yang akan melukai keluarganya ia pasti sudah menyambut perasaan faishal yang tlah diutarakan kepadanya hingga kedua kalinya.


"tolong lah Tuhan, akhiri perjalanan ini, lalu tolong jauhkan dia dariku." pinta Sasha dalam hati, ia tak yakin bisa bertahan seperti sebelumnya jika terus berdekatan dengan Faishal. Ia takut akan melakukan kesalahan yang menyakiti banyak orang karena egonya.


__ADS_2