
"ummmm yaudah deh ke Aldo aja yang tetangganya cuek cuek. Masalahnya itu besok gimana? kalo Sasha kaget kenapa ga pulang kekos? trus maksa tetep kesana, aku ga bisa bayangin nanti Sasha bakal dapet kata kata apa dari bu kos. Tadi aja ibu kos bilang kayak gitu kan ga enak dengernya." ucap Fitha
"tapi kayaknya Bapak kos kamu deh Fit yang ga bolehin trus ibu kos justru ga enak bilang ke kamu." ucap hafiz yang begitu memperhatikan geelagat ibu kos dan suaminya saat mereka mencoba melobi agar Sasha dan Fitha tetap bisa membawa sang bayi untuk tinggal di kos.
Flash back on *********
Hari pertama saat Sasha dan sang bayi tinggal di paviliun Fitha memutuskan untuk kembali ke kos kosan selain ingin membawa perlengkapan kuliah dan beberapa baju ganti dia dan Sasha, Fitha pun sekalian meminta izin kepada ibukos untuk membawa bayi tersebut tinggal bersama mereka di kos kosnya. Fitha yakin bahwa ibu kos adalah orang yang sangat baik seama ini kepadanya dan Sasha, mestinya izin tersebut mereka dapatkan asal mereka jujur atas apa yang telah mereka lalui sehingga bayi tersebut ada bersama mereka.
Fita sesegera mungkin membereskan apa saja yang mau dia bawa lalu ke ibu kos. Iaenceritakan semua kejadiannya dibantu dennis yang saat itu mengantarnya kesana.
Namun setelah menceritakan semuanya, ibu kos seperti orang yang kebingungan lalu meminta Fitha menunggu karena ia ingin berkonsultasi dulu kepada suaminya.
"yo raiso yo bune, mengko lak dikiro cah kos kene ono sing meteng! kon golek kontrakan liyane wae. Awake dewe ra penak ro wong sak RT." ucap sang suami dengan nada yang agak tinggi menggunakan bahasa jogja ngoko. (artinya:" ya ga bisa bu, nanti dikira orang lain nak kos disini ada yang hamil diluar nikah! suruh cari kontrakan aja. Kita ga enak sama orang satu RT.")
"njuk kepiye pak leh ku ngomong karo bocahe, ra penak pak, wes do mbayar setaun. Iki lagi telung sasi pak." jawab ibu kos ke suaminya. (Artinya: "trus gimana pak saya ngomong sama anaknya, ga enakan pak, merea sudah bayar kos setahun full. sekarang baru jalan tiga bulan").
"omong wae ra iso kon golek kontrakan sik. kui bayine wes rep digowo mulih rene?" tanya sang suami (artinya:" bilang aja ga bisa trus suruh cari kontrakan dulu. bayinya sudah mau dibawa pulang kesini?")
" dereng, jarene isih sesuke meneh pak." Jawab bu kos lesu karena dirinya merasa iba kepada Sasha dan Fitha (artinya:" belum, katanya masuk lusa pak")
" yowes sing alon le ngomongi bocahe trus sesuk kon golek kontrakan, kan sedino mesti lak entuk. dino iki ro sesuk rung pindah rapopo tapi.... pas bayine mulih seko rumah sakit nak iso ojo digowo rene." ucap suami ibu kos
Samar samar suara dari obrolan suami istri tersebut tapi masih bisa terdengar ditelinga Fitha. Hatinya menjadi tidak enak. Ia tahu posisi keluarga bapak kos mestinya akan terganggu dimasyarakat jika mereka membolehkan mahasiswinya membawa bayi. Tak mungkin tetangga tidak akan bertanya tanya lalu tak mungkin pula akan terhindar dari gosip ibu ibu disana yang mungkin dibumbuhi agar semakin menarik.
__ADS_1
Fitha berfikir keras sebelim ibu kos kembali dari ruangan sebelah.
" nduk."
"iya bu?"
"gini nduk..." ibu kos seperti bingung harus mengatakannya bagaimana sehinga Fitha mengambil inisiatif.
" bu saya dan sasha akan pindah dari sini bu, tapi mohon izin sampai besok saya titip barang barang kami dulu. Besok kami akan cari kontrakan bu. Kami janji tidak akan membawa bayinya kesini. ummm..... dan... maaf ya bu sebelumnya. Boleh ga bu kalo kami ambil sisa uang kos? masih 9 bulan kan ya bu. Kami butuh buat DP kontrakan." ucap Fitha dengan menguat nguatkan hatinya agar mampu mengatakannya, sebenarnya dia juga dalam posisi yang tidak enakan kepada bu kos yang sudah baik terhadapnya. Namun ia pun tak ingin ibu kosnya mendapat masalah di lingkungan sosial tempat tinggalnya dan harus mennetang keinginan sang suami.
" iya nduk tapi besok sore ya ibuk mau ke atm dulu"
"iya bu makasih ya besok sore saya kesini lagi tapi barang barang kami bertahap ya bu ngambilnya sampai dapet kontrakan yang bisa ditempati."
" gapapa bu saya faham koq situasinya, kami yang maaf. Pamit ya bu mau nemenin Sasha di Rumah sakit."
Fitha dan Dennis kembali ke rumah sakit setelah mereka mengobrol di grup Wa yang tanpa menyertakan Sasha didalamnya, mereka Khawatir jika Sasha menjadu gelisah. Mereka membicarakan rencana mereka esok hari untuk mencari kontrakan bersama sama sepulang dari kampus. Itulah sebabbya Fitha tidak bisa menginap dan meminta dennis yang membantu menemani Sasha.
Sore berikutnya Fitha kembali ke kos, lalu menemui ibu kos untuk mengambil sisa uang kos mereka berdua untuk mencari kontrakan baru.
"makasih ya bu, bener gapapa kan ya barang barang kita titip dulu bu sampai dapat kontrakan. kita bingung bu taruhnya dimana." ucao Fitha karena ia tak mungkin membawa barang berupa lemari plastik dan buku serta baju baju walau sebenarnya Aldo Bastian sudah menawari dia namun Fitha tak ingin merepotkan.
" Iya nduk gapapa, maafin ibu ya sama bapak. Terpaksa harus ambil keputusan ini. Kamu tau sendiri kan nduk, ibu ibu depan suka gosip. Ibu ga mau kalian dianggep perempuan ga bener padahal ceritanya tidak seperti itu. Bapak juga ga mau berurusan sama orang orang seperti itu. Ibu bukan ngusir lho nduk tapii.... yah kamu tau sendiri keadaannya."
__ADS_1
"iya gapapa bu kami yang maaf."
Fita akhirnya pamit dan pergi bersama Hafiz, Aldo dan Bastian mencari kontrakan. Namun hingga malam tiba belum juga ketemu.
Flash back of *******
"gimana bas? ketemu?" tanya Fitha, bastian pun hanya bisa menggeleng.
"Dah malem lho ini. jam 11 udah. kita balik rumah gue. Fith lo belum makan malem lho." ucap Aldo
" Kalian juga pada belum makan." Ucap Fitha yang masih memejamkan matanya.
" dah langsung aja ya nih bunda dah wa terus nih. Aku juva dah bilang bunda mau ngajak kalian nginep dan minga bunda masak."
" yah do ga enak ih, ga usah repot repot." ycap Fita yang langsung terduduk dan menoleh ke Aldo.
" tenang emak gue tuh seneng banget masakin orang lihat aja entar. Dah ga usah protes."
Mobil pun melaju ke kediaman Aldo. Ternyata sang bunda sudah menyambut didepan rumah. Bunda memang sangat menyukai jika Aldo membawa teman temannya kerumah agar rumah menjadi ramai, apalagi bisa membawa teman perempuan yang bisa diajak ngobrol dan masak bersama. Beliau sungguh antusias, terlebih tahu Fitha akan mampir walau ini yang pertama kalinya Fitha kesana, namun sang bunda amat mentukainya.
"tuh kan gue bilang apa, lihat.... bunda dah dadah dadah tuh, seneng dia gue bawa anak perempuan. Siap siap Fith bakalan disita lo. hihihi." ucap Aldo sambil tertawa
"hah?!....
__ADS_1