
Malam itu pun berlalu, Sasha bisa tidur dengan tenang. Faishal yang terlihat segar bugar selalu menggendong sang bayi hingga subuh tiba. Sasha terbangun lalu bergantian mengurus sang bayi karena Faishal akan berangkat ke masjid. Fitha pun akhirnya bangun dan membantu sebisanya.
Pagipun datang, pk.07.30 tepatnya Sasha sedang diluar paviliun menjemur sang bayi yang kala itu matahari mulai menjatuhkan sinar hangatnya didepan paviliun lalu dihampiri oleh Faishal yang sudah rapi dengan setelan jas putihnya akan berangkat briefing pagi bersama dokter lainnya sebelum Sasha berangkat kekampus. Dengan senyum cerahnya ia membelai belai pipi sang bayi dengan punggung telunjukknya dan meminta Sasha untuk menyerahkan cilla ke gendongannya.
"cilla Ayah absen dulu ya, baik baik sama bunda. cup" Faisal mengecup pucuk kepala cilla yang matanya sayu sayu melihat kearah Faishal membuat Faisal ingin cepat cepat kembali setelahnya. Ia serahkan lagi cilla ke gendongan Sasha.
"nih sama bunda dulu, cup" Faishal kembali menjatuhkan kecupannya kepada Cilla.
Deg,
Jantung Sasha serasa akan copot, karena saat Faishal melayangkan kecupannya ke cilla posisinya sangat dekat, hingga rambut faishal menyapu lengannya membuatnya menahan nafas yang amat berat lalu perlahan lahan mengeluarkannya agar tak menarik perhatian sang dokter. Ia akan malu jika ketahuan sedang sangat gugup.
Namun, dari kejauhan ada sepasang mata yang melihat intens aktivitas Sasha. Ia terlihat sangat terkejut melihat Sasha menggendong bayi serta ada laki laki yang ia tebak seorang dokter namun interaksinya seperti suami dan istri yang baru memiliki bayi. Mana ada dokter yang mencium barkali kali pasiennya.
"itu kan Sasha anaknya uwak Jamhari. Udah punya bayi??? lho lho ga bener ini.... harus segera ngabari keluarga yang lain, kasian kamu Insan...." ucap seseorang yang umurnya hanya beberapa tahun lebih tua dari Sasha.
Siapa ya dia....? yang jelas ia adalah salah satu penunggu pasien yang juga dirawat disalah satu paviliun Rumah sakit tersebut, dan terlihat sangat mengenal Sasha.
******
Jam briefing berakhir dan Faishal segera kembali untuk menggantikan Sasha karena Sasha dan Fitha harus kembali kekampus untuk memenuhi matakuliah praktikumnya. Sashapun berpamitan dan segera berangkat karena jam pretestnya aka segera dimulai. Untungnya Rumah sakit dan kampus tidak terlalu jauh, mereka berduapun telah dijemput oleh Aldo yang menunggu diarea parkir rumah sakit.
Selama kepergian Sasha Faisal mulai aktivitasya dibantu suster Tika yang menjadi asisten pribadi Faishal agar bisa ikut menjaga sang bayi. Suster Tika sudah diceritakan tentang sang bayi oleh faishal agar tidak menimbulkan prasangka yang kurang baik, namun suster Tika layaknya Aldo dan Fitha berharap dengan adanya momongan ini Faishal dan Sasha bisa lebih dekat. Tika sangat menyukai Sasha yang sangat imut menurut pandanganbya dan cocok sekali dengan dokter Faisal.
Faishal mengambil hasil rongent dan dikonsulkan kepada dokter Alman. Dokter Almanpun penasaran akan sang bayi sehingga ia sempatkan untuk menjenguknya dipaviliun.
"eh dokter Alman. Masuk dok." ucap Tika ramah
__ADS_1
"hei, gimana kabarnya Tika dah mau nikah belum? Temenku mau daftar." ucap Alman yang memang suka bercanda.
"haduh dokter masa saya disuruh nikah lagi. Ada ada aja sih dok. eh dokter lihat deh lucu kan dedeknya."
" ia cantik juga. Sal dah lo adopsi aja deh nih anak. Pansti bunda seneng"
" mana bisa kayak gitu Man. Aldo sama temen temenya lagi mengusahakan mencari ortunya dulu. Sini sini anak ayah. Rewel ga tadi mba Tika? biasanya susah digendong siapa siapa." ucao Faisal sambil megambil Cilla untuk digendongnya.
"tadi nangis dok tapi ga taunya pipis trus laper setelah itu anteng, tapi ga mau ditaruh dibox dok."
"makasih ya mba Tika, sayangnya ayah, pinternya..... Bentar lagi bunda pulang." ucap Faisal yang benar benar terlihat seperti sang ayah.
"ck ck ck. Bunda chie..... sapa tuh yang udah mesra banget panggilnya bunda." goda Alman yang tidak sama sekali direspon Faishal, ia sibuk menimang nimang bayi yang terlelap digendongannya.
"doain ya dok... jodoh." ucap Tika sambil senyum senyum dan menutup bibirnya.
" ssst jangan sembarang doain tunangan orang." ucap Faisal memberi tahukan keduanya tentang kenyataan bahwa Sasha sudah bertunangan, ciba saja belum bertunangan mungkin Faishal juga ikut mengaminkan dalam hati.
"hah? maksudnya dok!" tanya Tika bingung
"Sasha dah tunangan, jadi tolong jangan jodoh jodohin kayak tadi. Saya sama Sasha memang sepakat demi bayi ini.... untuk sementara kami akan jadi orang tua penggantinya dulu sebelum orang tuanya ditemukan, jadi dikala ia sudah bisa menanyakan ayah dan bundanya ia tidak akan kecewa." Faishal mencoba memberi pengertian.
lalu ia melanjutkan " Dan... Saya sama Sasha tidak ada hubungan apapun."
"beneran dokter Faishal ga tertarik ma mba Sasha? soalnya gini lho dok maaf yah, kalo saya lihatnya baru ini nih cewek yang diperhatikan sama dokter, coba deh cewek cewek yang dulu dicuekin abis ma dokter bahkan ga dikasih kesempatan buat ketemu lagi." ucap Tika ceplas ceplos
"nah jangan jangan........chieeeee" goda Alman yang dibalas gelengan kepala dan raut muka yang malas menanggapi celotehan dua orang tersebut.
__ADS_1
"lihat aja nanti dokter Alman, kalo orangnya dateng." bisik tika kepada dokter Alman dan diangguki oleh Alman, ia jadi penasaran sosok wanita yang sudah membuat sohibnya ini bela belain tidak tidur beberapa malam dan yang buat sohibnya datang dini hari ke Rumah sakit dijam istirahatnya (bebas praktek), padahal jika ada pasien gawat jika memang bukan jadwal piketnya, Faishal tidak akan datang dan menggunakan waktu istirahatnya dengan optimal.
"Asslamualaikum,...." ucap Sasha yang dimbaut dengan balasan salam dari ketiganya.
"Halo mba Sasha."
"eh mba Tika ketemu lagi, gimana kabarnya?" ucap Sasha ramah
" baik mba, koq sendiri? temennya ga kesini?"
" engga mba tadi katanya ada yang mau diurus dulu."
" hai." sapa Alman yang sedari tadi sudah memperhatikan Sasha, iapun masih mengingat Sasha ketika pertamakali mereka bertemu di parkiran.
"ini........?" Sasha mencoba mengingan ingat wajah yang sudah tidak Asing baginya namun ia lupa apa sudah pernah berkenalan atau belum.
"masa lupa sih sama gue yang wajah unlimited gini. kita kan ketemu diparkiran." Alman dengan gaya sombong sambil menaik turunkan kerah kemejanya.
"narsis banget sih dokter Alman. Ini dokter Alman mba Sasha sahabat deketnya dokter Faishal."
"ohh maaf maaf dokter Saya Sasha." ucap sasha tak enak hati sambil tertawa kecil lalu menyambut uluran tangan Alman yang megajaknya bersalaman.
" I see, bundanya Cilla kan?" alman sudah tahu jika bayi tersebut diberi nama Cilla.
" dokter maaf bisa lepasin tangannya?" pinta Sasha dengan sopan karena tangannya digenggam terlalu lama saat bersalaman, Almanpun terkejut atas kekhilafannya menjabat tangan wanita cantik nan imut menurutnya lalu ia melepaskan tangannya. Hal itupun mendapat tatapan tajam dari Faishal. Almanpun hanya bisa menyengir dilihat sedemikian oleh rekannya. Wah wah wah makin penasaran Alman dengan gelagat sohibnya tersebut. Biasanya Faishal tidak peduli Alman akan berbuat apapun kepada wanita yang ia temui namun kali ini berbeda.
"Mas......
__ADS_1