
Para tamu sudah kembali kerumahnya masing masing, semua yang masih tinggal sibuk membereskan rumah. Aldo, bastian dennis dan Faisal membereskan ruang tamu lalu mengusung kursi kembali ketempat semula. Ayah bunda mengantar pak RT kerumahnya, Fitha menjaga Cilla tidur dikamar, sedangkan Hafis memilih membantu Sasha mencuci piring. Awalnya hafis bergabung dengan para laki laki namun melihat Sasha sendirian hafis akhirnya membantu Sasha didapur. Faishal sesekali melirik kedapur, melihat interaksi Sasha dan hafis yang mulus, ceria, dan bebas bercanda apa saja dengan nyaman, padahal ia tahu persis bahwa Hafis memiliki perasaan tak biasa ke Sasha dan hafispun tahu jika sasha telah bertunangan. Namun sepertinya Hafis pantang menyerah mendekati Sasha, sedang dirinya memilih untuk membuat jarak, itulah yang ada dibenak faishal saat ini. Masih nyeri hatinya melihat Sasha.
"sudah lah sal, keep your heart!" batinnya berbicara.
Tak hanya Faishal, Sashapun merasa tak sanggup berlama lama dirumah ini. Ia ingin sesegera mungkin kembali kekontrakan. Bohong jika hatinya tidak gundah setelah apa yang pernah terjadi, ditambah harus bertemu lagi dengan keadaan yang canggung saling menjauhi dan mendiamkan, benar benar tak bertegur sapa. Mirisnya semua orang yang ada disana seakan membiarkan hal itu, seakan mereka tahu semua kisah mereka dibalik rasa canggung. Sasha sungguh menyadari, tanpa ia harus ceritapun semua orang yang ada didekatnya saat ini mencoba membuat dirinya merasa baik.
"Sasha! sini! bunda mau bicara sebentar, kamu duduk deket bunda sini." Bunda memanggil Sasha yang sedang mengeringkan tangannya setelah membereskan cucian piring. Sasha menurut lalu duduk diruang tamu bersama ayah dan bunda. Faishal penasaran apa yang akan dikatakan kedua orang tuanya kepada Sasha. Iapun memasang pendengarannya, cukup terdengar dari posisi duduknya yaitu diteras depan rumah.
"iya bun, bunda udah pulang dati nganter pa RT toh, ga lihat tadi Sasha bun." ucap Sasha sambil memposisikan diri disebelah bunda.
"udah baru aja. Bunda sama ayah mau bicara. Besok Sasha jadi berangkat? emang udah dpt bis?" tanya bunda
"jadi bun, belum dapet bun besok kalo ada bis yang kosong Sasha langsung beli tiket, biasanya banyak kosong bis bun karena bukan liburan." ucap Sasha.
"Sasha, tadi bunda sama ayah sudah bicara, besok Sasha naik pesawat saja, bunda pesenjn malem ini biar cepet sampe sananya, kalo bis kan lama. Bunda khawatir sayang, kamu dalam kondisi hati yang tidak baik. atau Aldo bunda suruh nemenin deh sama Fitha." ucap bunda
"jangan bunda, Sasha ga mau ngrepotin, Sasha bisa pulang sendiri dah biasa koq bun." ucap Sasha tak enak hati
"Sha gini aja, besok kamu biar dianter aldo ke terminal, kalo sampe jam 11 ga dapet bis juga biar Aldo ma Fitha nemenin kamu pulang pakek mobil, kalo ini harus mau, ya nak ya?, tolong jangan buat kami khawatir." ucap Ayah
" Tapi om, Sasha jadi ga enak kalo harus ngrepotin. Apa Aldo sama Fitha bersedia? mereka nanti bolos kuliah lagi." ucap Sasha semakin sungkan.
"Aldo sama Fitha malah yang punya ide ini, bunda sama ayah malah pingin kamu naik pesawat." ucap bunda, lalu Aldo dan Fithapun ikut bergabung.
"Sha, biarkan kami ikut kesana yah, Fitha sekalian mau mampir pulang ke Lamping juga." Ucap Aldo
"beneran Fitha mau sekalian pulang?" tanya Sasha
__ADS_1
"iya Sha, kan cuma sejam dari tempatmu, sekalian aku nebeng pulang nih hehehe. Ntar kan kita bisa bawa Cilla ya kan? pas kamu ke runahmu Cilla biar sama aku ma Aldo kerumahku nanti kita tinggal jemput kamu, gimana?" ucao Fitha antusias, sebenarnya Fitha bukan ingin sekalian pulang, namun ia dan Aldo khawatir terjadi sesuatu dengan Sasha.
"Umm..... kalo gitu oke aku mau " ucap Sasha dengan berat hati
"yeay ke Lampung kitahhh!" ucap Aldo dan Fitha bersamaan lalu saling mengguncangkan tangan mereka kegirangan.
"heeeh ni anak kayak mau piknik aja, kalian kesana bunda tugasin buat nemenin Sasha lho ya ga maen ditinggal aja." ucap bunda yang geleng geleng kepala melihat keseruan keduanya.
"yaudah kita pulang dulu kekontrakan bun besok mau beres beres dah jam 9 nih." ucap Fitha
"oke jangan malem malem biar ga capek." iya bun
Mereka pulang kekontrakan diantar oleh Aldo, hafis dan bastian serta dennispun ikut mengantar. Sesampainya dikontrakan Hafis tiba tiba mengajak Sasha berbicara.
"Sha, aku...." ucap Hafis ragu
"akuu..... boleh kah aku ikut menemani kamu ke Lampung?" ucap Hafis lesu
"Fis, bukannya ga boleh, tapi aku ga bisa melibatkan banyak orang lagi, aku sendiri ingin pulang sendirian aja Fis. Kalo bukan karena bunda yang meminta mungkin sudah aku tolak. Kamu disini yah, aku kan pasti balik kesini lagi Fis, kayak mau ditinggal pergi selamanya aja sih Fis hehhehe." ucap Sasha
"Tapi kamu baik baik yah disana, jangan lupa selalu mengabari aku."
"Bro! tenang! kita punya kerjaan disini guys" Bastian tiba tiba datang menepuk pundak hafis
"emang apa?" Tanya hafis heran karena setahu mereka satu minggu kedepan dikampus sedang minggu tenang persiapan ujian semeter sebelum mereka berangkat KKN.
"bantuin aku ma Dennis bikin postingan klarifikasi." ucap bastian
__ADS_1
"ok" jawab hafis yang memang langsung to the point jika berbicara, ia sangat irit kata kata kecuali dengan Sasha.
"jangan lupa hubungin aku yah, dah sana istirahat, aku pulang." Hafis berpamitan sambil mengacak puncak kepala Sasha, tersungging senyum tipis yang dipaksakan, sungguh berat hatinya karena Sasha akan pulang, tapi ia bersyukur karena ada Fitha dan Aldo yang ikut bersama, setidaknya jika terjadi sesuatu dikampung halamannya ada mereka yang bisa menjaganya, setidaknya ia tahu bahwa Sasha akan kembali lagi.
"bro, jangan berharap terlalu dalam, kalo bisa move on." bastian menguatkan Hafis saat mereka sama sama mengambil motor diparkiran.
Hafis hanya tersenyum tipis menanggapinya. Bastian menepuk nepuk pundak Hafis menenangkannya. Dennis yang ada didekat merekapun ikut memberi semangat Hafis. Sedangkan Aldo setelah mengantar Fitha dan Sasha langsung kembali kerumahnya untuk beristirahat lebih awal agar esok hari lebih vit untuk berkendara hingga ke Lampung.
Keesokan pagi harinya tepatnya sehabis subuh Aldo sudah menjemput dikontrakan. Mereka sudah menentukan akan berangkat lebih pagi agar tak terlalu malam sampai kekota tujuan.
Aldo membawa barang barang keperluan mereka ke bagasi mobil, lebih banyak barang cilla. Fitha ikut membantu menempatkan barang bawaan mereka,
" lho do koq koper ada 2? trus ini apa??" Fitha menunjuk beberapa buah kardus yang bisa dipastikan adalah oleh oleh khas jogja.
"itu oleh oleh dari bunda, tadi mlm bunda lsg cari buat ortunya Sasha sama ortu lo." jawab Aldo.
"bundaku emang yang terbaeeeek!!" ucap Fitha senang
"maaf, bunda gue bukan bunda lo" Aldo mengerucutkan bibirnya
"cembokur!" ucap Fitha tersenyum
"lho itu siapa? kamu ga nyetir sendiri?" ucap Fitha penasaran melihat ada orang dibelakang stir mobil ia tak bisa melihat wajahnya dari belakang mobil karena menggunakan topi.
"masa gue nyetir sendiri harus da back up donk, emang lo mau gantiin?"
"trus itu siapa?" ucap Fitha berbisik tak enak didengar oleh orang yang dibelakang stir
__ADS_1
"ada deh......