Bayi Kita

Bayi Kita
49


__ADS_3

"Fitha, gimana Sasha?Masih ga enakan badannya?" ucap Aldo


"iya biar istirahat dianya. Ga usah masuk lho. Besok kita pagi pagi ya pulangnya. Tapi.... langsung ke rumah aja ga usah kerumahmu ya Do. Ga enak ma keluarga kamu pasti besok pada ngumpul kan?" ucap Fita sambil menimang Cilla yang sudah mulai mengantuk.


"iya, besok kita langsung kerumah sana aja. Fith koq gue ngerasa ada yang aneh ya sama mereka berdua, tadi kita pisah sih ya pas di taman. Apa mereka berantem? tapi kan kakak ma Sasha ga sedeket itu sampe berantem. Trus tadi kakak pas pergi mukanya suram banget." Ucap Aldo yang sensitif dengan keanehan sang kakak


"Do, saranku, kita sementara ini ga usah acara bareng kakak dulu. Yang pertama, kayaknya Sasha dan Kakak ada something jadi mereka berdua lagi sensitif, yang kedua Vivi, aku ga mau Sasha jadi target Vivi. Tadi aja Vivi sengaja banget kan bilang kenceng kenceng gitu sama kita biar Sasha denger kalo dia bakal tunangan. Trus kamu tau ga? Habis itu Sasha buru buru kekamar mandi dan ga balik balik lagi sampe makan malam. Dia pasti nangis. waktu nyerahin Cilla dibalkon matanya berkaca kaca dah mau nangis, trus malem keluar matanya masih bengkak walau dia coba senyum seperti biasanya." Jelas Fitha ke Aldo


"iya ya, jelas mereka ada something makanya aneh. Yaudah lo back up Sasha aja yah, gue back up kakak. Semoga mereka berdua bahagia sama jalannya masing masing."


" Do, Fit! mau ada yang aku omongin nih. Tadi pak kades telfon, katanya ada berita mencurigakan. Kita dah janji kan, Cilla umur 3 bulan mau bawa kesana. Minggu depan dah 3 bulan lho. Kita pindahan dulu kekontrakan baru, aku dah nemu harganya miring, masih rumah tanteku, beliaunya keluar negri jadi TKW jadi rumah kosong. Beliau kebetulan nyari yang mau sewa, kita kesana aja, tapi kita berdua bantu anter jemput mereka, jauh dari kampus, daerah Jakal. Tapi disana banyak mahasiswa UII ngontrak juga jadi enak ngurus izin RTnya, kita ceritain aja sejujurnya sama masyarakat sekitar jadi ga ada kejadian warga tiba tiba grebek."


" oke gue setuju, kapan kita pindahan?" Tanya Aldo


"nunggu tanteku berangkat 6 hari lagi kayaknya, selama itu kita siap siap dulu aja, ga banyak barang kan?"

__ADS_1


" Engga koq cuma barang Cilla aja yang agak banyak, aku ma Sasha cuma buku ma baju aja, tapi kasur??."


"oke 6 hari lagi yah. Tanteku dah keisi runahnya jadi kalian bisa pakek asal dirawat aja. Yaudah pada istirahat deh dah malem, besok jadi pagi kan pulang?" ucap bastian


"iya, makasih ya bas." jawab Fitha


Setelah sholat isya mereka masuk kekamar masing masing. Fita melihat Sasha sudah tertidur pulas dengan bekas airmata yang masih basah, ia tahu sobatnya ini pasti menangis hingga kelelahan daa tidur. Ia ingin sekali menanyakannya, namun ia tak ingin membuat Sasha tak nyaman sehingga hanya bisa menyemangatinya saja.


Keesokan harinya, mereka pulang kerumah masing masing diantar oleh Aldo sambil.melihat calon rumah kontrakan baru Sasha. Bastian mengajak mereka mampir sebentar lalu berkenalan dengan tantenya.


Tak lupa Aldo menyempatkan mengambil barang barang milik Sasha, Fitha dan Cilla yang masih ada dirumahnya sebelum mengantar mereka pulang. Teryata rumah Aldo masih kosong. Bunda yang masih dirumah sakit biasanya pulang jam 8 pagi, ayah sudah kekantor dan kakaknya juga masih dirumah sakit. Sehingga Sasha tak masalah jika kesana terlebih dahulu.


Sasha mulai ceria lagi dan siap melupakan Faisal asal tak bertemu lagi saja mungkin bisa mengurangi kegundahannya.


Tiba tiba mereka kedatangan ibu ibu yag kemarin menggrebek rumahnya. Sasha terkejut, ia khawatir kejadian serupa terulang kembali. Ia mencoba tenang dan mencoba berbicara sesopan mungkin kepada para ibu ibu. Rupanya dugaan Sasha salah. Ibu ibu datang untuk meminta maaf, bahkan mereka membawa bingkisan buah serta kado untuk bayi. Sasha jadi sungkan menerimanya, ia hanya bisa berterimaksih kepada ibu ibu sekalian mngucapkan pamit akan pindah minggu depan. Ibu ibu jadi sedih belum sempat akrab dengan Sasha sudah harus berpisah, mereka ingin membayar bayak kesalahan dari prasangka mereka. Namun Sasha berjanji tetap akan menjaga silaturahmi kesana, dan karena ibu ibu yang putra putrinya sudah terbiasa les dengan Sasha tak mau jika Sasha berhenti akhirnya Sasha menyanggupi tetap mengajari putra putri mereka namun waktunya disesuaikan laginkarena lokasi kontrakan mereka yang baru sangat jauh.

__ADS_1


Sementara itu dirumah sakit.....


Semua anggota keluarga yang dikabari telah hadir dipaviliun tempat eyang dirawat, mereka datang untuk menyaksikan pertunangan Faishal dan Vivi.


Faishal hadir dengan wajah datarnya, tak berganti pakaian tetap menggunakan setelah dokternya dengan alasan mash jam praktik. Sehingha eyang tak begitu mengomelinya. Padahal ia sama sekali tak bersemangat dengan pertunangan ini. Bundapun tak ingin ikut campur, bunda tak ingin menambahi beban Faishal. Aldopun sama, hanya menggunakan pakaian santai saja.


Sebalikya, Vivi dandan habis habisnya di make up artis, pakaiannya sangat elegan membuat orang orang yang ada dirumah sakit melihatnya kagum karena sangat menawan. Melihat banyak mata yang kagum kepadanya, Vivi makin percaya diri bhwa Faishalpun akan mengaguminya. Namun hal itu hanya ditanggapi datar oleh Faishal. Mama Vivi menjadi sangat kesal, terlihat Faishal tak menghargai putrinya yang berusaha sangat keras.


Acara yang dipimpin oleh, om edi berjalan lancar. Terlihat Vivi sangat bahagia, namun berbeda dengan Faisal yang tetap hanya membisu. Keluarga lainpun tak menyalahkannya karena mereka tahu bahwa ini hanya kehendak sepihak saja. Mereka tidak berkomentar tak baik kepada keluarga regan atas pemaksaan pertunangan kepada Faishal yang merupakan keponakan kesayangan mereka. Mereka menahannya hanya untuk menghargai sang eyang agar tidak stres kembali dan jantungnya kembali bermasalah. Mereka hanya bisa berkomentar dibelakang. Bahkan Aldo menggebu gebu ikut membicarakannya saat saudaranya berkomentar buruk soal Vivi diluar ruangan sang eyang.


Faishal akhirnya berpamitan setelah Ponselnya berdering beberapa kali. Ternyata Aldo mengirimi Alman pesan agar menelfon sang kakak dan pura pura memanggilnya karena ada pasien gawat. Lalu Almanpun kerja sama dengan Tika asisten Faishal agar ikut menelfonnya sehingga Faisal terlihat sibuk dan harus segera kembali kekliniknya.


Eyang sangat mengerti kesibukan Faishal, ia mengizinkannya. Saat ini eyang amat bahagia melihat cucu kesayangannya amat bahagia, sehingga ia merasa sehat kembali.


"kak koq dah pergi aja? masa Vivi ditinggalin?" ucap Vivi sambil bergelayut dilengan Faishal, dengan lembut faishal melepaskan genggaman tangan Vivi dutengannya.

__ADS_1


"kalo kamu mau jadi istri ku harus siap kapanpun ditinggal demi pasien. Kalo kamu ga sanggup, mundur saja masih banyak laki laki yang bisa sesuai keinginan kamu. Permisi" ucap Faishal dingin tanpa menatapnga, membuat Vivi jadi berkaca kaca.


Aldo menyeringai melihatnya, aldo berharap lama kelamaan Vivi menyerah. Jikapun nanti Faishal dan Vivi memutuskan pertunangan dan Sasha tak bisa digapai, ia berharap sang kakak mendapatkan wanita yang lebih baik.


__ADS_2