Bayi Kita

Bayi Kita
21


__ADS_3

Waktunya Sasha ke kampus setelah Aldo mengantar Fitha pulang kerumah. Sasha mengatakan bahwa dirinya akan mampir ke ibukos untuk mengambil sisa barang barang mereka berdua. Tak lupa sasha menitipkan Cilla dengan berbagai pesan karena selama ini Fitha jarang sekali ikut andil mengurus Cilla bahkan menggendongnya pun jarang karena ia takut Cilla akan menangis jika digendongannya. Namun hari ini ia bertekad akan mengasuh Cilla sebaik baiknya.


" Sendiran bisakan Fith? jangan lupa kalo basah segera ganti ya, itu botol minumnya sudah aku siapkan untuk 2 jam kedepan setelahnya lihat petunjuk yang aku tempel dikulkas. kalo nangis gendong aja trus timang timang ya. trus....."


"stop! jangan banyak banyak pesennya nanti kalo aku bingung kan tinggal telpon kamu." Fitha merasa kepalanya beputar putar karena terlalu banyak pesan yang disampaikan Sasha.


Maklum hari ini hari pertama Sasha meninggalkan Cilla dengan Fitha karena sebelumnya Faishal yang mengurusnya. Sasha agak khawatir karena Fitha belum begitu mengerti mengurus bayi.


Sasha berangkat dengan berat hati, dikecupnya berkali kali sang bayi. Sampai Fitha harus memaksanya pergi. Aldo setia mengantar jemput mereka berdua yang saat ini tempat tinggalnya termasuk jauh dari kampus ditambah lagi Fitha dan Sasha tak memiliki kendaraan.


Selama ditinggal Sasha Fitha amat frustasi, berkali kali sang bayi menangis tak henti, hingga akhirnya kelelahan dan tidur dengan sendirinya. Fitha pun akhirnya ikut tidur siang merasa tenaga dan fikiran terkuras padahal baru pertamakalinya ia mengurus bayi sendirian.


"bobok yang tenang ya sayang, onty mau ikutan bobok. oahhhh!" Fitha menguap, rasa kantuknya tak bisa dihindari lalu tidur pulas bersama Cilla di kasurnya. Cilla sejak tinggal diRumah ini tidur dikasur yang dibelikan Aldo, kasur kecil yang bisa ditaruh diatas springbed sehingga Sasha bisa tidur disebelahnya.


Sepulang dari kampus, diantar Aldo, Hafiz dan bastian, Sasha mengunjungi ibu kosnya. Ibu kos sungguh tak enak hati kepada Sasha karena tiba tiba meminta mereka mencari kontrakan yang lain. Sasha diizinkan memasukkan sobat sobatnya untuk membantu membereskan barang barangnya yang tidak seberapa hanya tinggal almari plastik yang bisa dibongkar pasang dan beberapa buku saja, sedang pakaian dan peralatan cucinya sudah dibawa Fitha.


" bu, terimakasih ya sudah menerima kami ngekos disini selama ini. Mohon maaf jika kami berdua sudah membuat ibu tidak nyaman."


" mboten nduk, ibu yang maaf ga bisa bantu banyak, ibu harap Sasha bisa memaklumi ya nduk?"


" iya bu gapapa, Sasha pamit ya semoga ibu sekeluarga selalu sehat." Sasha keluar diantar oleh ibu kos sedang rekan rekannya sedang merapikan barang barang Sasha dimobil Aldo.


"oiya bu boleh tidak Sasha meminta sesuatu?"


"iya gimana?" ibu kos bingung kira kira apa yang akan diminta Sasha


"bu... jika orang tua bayi sudah ketemu, boleh tidak kami kembali ngekos disini?" ucap Sasha ucap Sasha lembut penuh harap.


"ibu ga bisa janji ya nduk, kalo kamar kalian sudah ada yang ngisi ibu ga bisa berbuat apa apa." dengan menyesal ibu kos harus mengatakannya karena tidak mungkin ia membiarkan kamar kos kosong, karena hidupnya bergantung dari uang sewa kos kosan tersebut.

__ADS_1


"iya bu gapapa, pamit ya bu terimakasih." Sasha menyalami ibu kos lalu masuk kemobil Aldo dan menuju rumah barunya.


Tok..tok...tooook!


"Fiiiit?!!! Assalamualaikum!" seru Sasha dari luar pintu ketika sampai namun sama sekali tak ada suara. Pintu rumah terkunci namun Sasha yakin bahwa Fita tak pergi kemanapun karena Sandalnya masih utuh didepan pintu.


"do! koq Fita ga nyaut yah?" Sasha mulai khawatir


"Coba panggil lagi deh. Fith!!! didalem ga sih." Aldo mencoba memanggil Fitha lagi dan lagi.


Sudah setengah jam berlalu namun sama sekali tak ada tanda tanda Fitha akan membuka pintu. HPnya pun sudah dihubungi namun tak juga diangkat. Mereka bertahan disana karena mendengar nada dering HP Fitha yang terlihat diruang tamu setelah Aldo melihat isi rumah dari kaca jendela.


" Oek oek oek!"


"tuh denger ga! cilla nangis lho. trus Fitha kemana sih!" Sasha tak sabar ingin masuk kerumah.


"iya iya tunggu berisik banget deh. Sabar kenapa sih." Fitha akhirnya muncul juga dan membuka pintu


"Sabar gimana udah setengah jam lebih tauk kita manggil manggil elo!" Ucap Aldo mulai emosi


"Maaf maaf aku ketiduran."


" Bikin khawatir aja sih Fit." Sasha yang sudah tak kuasa menahan rindu dengan bayinya langsung masuk mencuci tangan dan berganti baju kemudian mendekati sang bayi yang sudah menangis.


"Dah besok kayaknya harus berdua deh kalo Fitha yang jaga. Dennis aja suruh kesini. Kalo kayak gini jadi khawatir gue." ucap Bastian.


"iya iya betul dah suruh dennis aja.!" Aldo menambahkan.


" iya iya maaf. Tadi cilla nangis terus, trus lama lama ketiduran deh trus aku capek banget rasanya jadi ikut tidur." ucal Fita yang memanyunkan bibirnya terlihat menyesal.

__ADS_1


"iya gapapa koq sayangkuh aku yang makasih ya dah bantuin jagain." Ucap Sasha lembut sambil membelai rambut Fitha.


" Kan Cilla bayi kita Sha, aku akan belajar ngurusin dia juga aku kan ontynya."


" yang bener kalo belajar! besok biar ga dimarahin mertua kalo jaga bayi." ucap Aldo sewot


"kayaknya kalo mertuanya bunda, Fitha seneng deh hehehe, lihat aja kemaren pas kerumah lo Do, bunda seneng banget ma Fitha. Berati lo kudu nikah sama Aldo." Ucap bastian menggoda Fitha dan Aldo yang tak pernah akur.


"ih ogah sapa mau punya istri galak kayak dia."


" emang kamu pikir aku mau?? kalo bisa bunda jadi bunda aku tapi ga perlu nikah sama kamu, mau banget aku. Pasti bunda lebih sayang sama aku daripada kamu."


"mana mau bunda ngangkat anak lagi, yang ada lo dinikahin sama kaka gue."


"ihh ogah bukan tipe gue tuh."


"yaudah ngapain juga mau jadi anak bunda. Pede.!"


"huh!" seru Aldo dan Fitha berbarengan sambil saling memalingkan muka.


yah begitulah mereka selalu aja ada yang diributkan, namun tingkah mereka ini menjadi hiburan sobat sobatnya serasa ada yang kurang jika mereka belum beradu mulut. Tapi mereka berdua juga bisa kompak walau lebih banyak berantemnya.


"jadi penasaran deh kayak gimana sih bundamu do? Fitha sampe kesengsem" Tanya Sasha yang belum pernah bertemu


"baiiiiiiik banget, cantik lagi. yang jelas kak Faisal itu nurun bunda deh cakepnya. kalo yang ini ga tau anak siapa!" ucap Fitha sambil melirik Aldo sinis.


"ohhh gue bilangin ayah baru tau lho, titisannya pak Tama yang super ganteng yaa, gini gini bibit unggul tauk." Aldo menyombong diri, mendengar iti Fitha mencebikkan bibirnya tanda tak senang


yah begitulah mereka bagai tom en jerry.

__ADS_1


__ADS_2