Bayi Kita

Bayi Kita
96


__ADS_3

Mereka masih melanjutkan acara makan bersama sambil bercanda, namun Cilla tetap bersama tante Santi. Beliau sangat senang bisa menggendong Cilla karena ketiga anaknya adalah pria, jadi beliau amat senang ketika bisa menggendong Cilla. Ditambah Cilla yang amat lucu dan tidak rewel saat bersama Tante Santi.


Sasha dan Tante Santi berada di ruang tamu sambil bermain dengan Cilla.


"ini dah bisa makan belum?" tanya tante santi ke Sasha.


"Minggu depan tan baru enam bulannya, jadi belum dicobain apa apa." balas Sasha


"wah Cilla dah mau makan ya, Sasha, kalian jangan pulang dulu, nginep gimana? Tante masih pingin gendong. Ih gemesnya." ucap Tante Santi sambil memciumi Cilla.


"Besok kita mau beres beres kontrakan tan, seninnya kami ujian akhir semester dan persiapan KKN tante." jawab Sasha


"Lho, emang kalian mau ngontrak?" Tante Santi heran mengapa baru beberapa hari menikah sudah pindah.


"oh engga koq tan, itu kontrakan saya dulu, jadi mau ngambil barang barang disana."


"oalah gitu toh, tante kirain dah mau ngontrak aja. KKNnya dimana?" lanjut tante Santi


"Di Windusari magelang tante." jawab Sasha


"bareng ma Aldo dan Fitha?"


"engga tan kita pisah semua, he." Jawab Saaha sambil tersenyum.


Lalu Rangga datang membawakan camilan.


"Eh le, lihaten Cilla, mirip sopo ngono yo? Kelingan ora le?" ucap tante Santi


"ummm koyoooooo.... Sopo yo buk?" Rangga mencoba mengingat ingat, ia memang merasa pernah melihat seseorang yang mirip sekali dengan Cilla.


"kui lho le, si imut, cilikane sok dolanan ro kowe toh? Kui lho duh lali ibuk le jenenge sopo yo." Tante Santi ingat saat kecil rangga punya teman bermain perempuan yang wajahnya persis seperti Cilla.


"ohhh hooh buk, Wulan, hooh bener Wulan, anake bude Resti." Rangga akhirnya ingat teman kecilnya yang sering bermain bersamanya.

__ADS_1


"iya kah tante?? Mirip banget?" Sasha ikut berbicara, entah mengapa hatinya agak sedikit tercubit mendengar ada seseorang yang mirip dengan Cilla, jangan jangan, ah Sasha menepis pikirannya, belum tentu orang yamg dimaksud adalah orang yang sama, terlebih lagi jika itu temannya Rangga pastinya seumuran dengan Rangga atau bisa jadi dibawahnya. Sedangkan Rangga saat ini masih dikelas XI SMA.


"iya, dulu rumahnya depan rumah eyang dijogja yang sekarang ditempati sama om Regan, besok pasti kamu diajak kesana sama bunda mu." jelas tante Santi


"eh le, nduwe nomore ora? cubo sesuk nak resepsi gone bude diundang wae si Wulan, ben delengke kembarane." ucap Tante Santi agar Wulan yag dimaksud juga diundang saat resepsi nanti.


"wes ra nduwe buk, tapi... Iso digoleki nang sosmed koq buk." ucap Rangga lalu melihat HPnya dan mencari anak perempuan yang dimaksud.


"pasti tambah uayu buanget bicahe, putih resik banget. Mba Sasha besok buar diundang sama eyang, karena tetangganya eyang dulu, persis plek sama Cilla, sekarang anaknya mungkin baru kelas XI juga sama kayak Rangga sak umuran koq. Biar besok ketemu kembarannya ini, besok pas dijogja ada koq fotone dirumah eyang, besok tante tunjukim ya." ucap Tante Santi antusias


"wah boleh boleh tante, pasti cantik sekali." balas Sasha, ia merasa agak lega teryata masih anak sekolah.


"buk si Wulan iki bulno sekolahe nang Jakarta koq buk, opo iso mulih yo buk, iki ono nang sosmed sekolahe, tapi rano foto bocahe buk." ucap Rangga yang sudah menemukan peetemanannya dengan gadus tersebut di sosmed, ternyata mereka saling mengikuti namun jarang berkomunikasi.


"sesuk ben diundang eyang, duh sing bakal ketemu ayang cilik." Goda tante Santi kepada Rangga, pasalnya saat mereka kecil, Rangga selalu menempel pada Wulan dan mengatakan kepafa siapapun bahwa Wulan adalah kekasihnya,saat itu mereka masih berumur 5 tahun, namun karena kelucuannya sehingga tante Santi sulit untuk melupakannya, bahkan masih dijadikan bahan untuk menggoda sang putra.


"opo toh buk, kan isih bocil buk, sesuk nak Wulan dijak ampun dipacokke buk. (apa toh ibuk ini, kan masih anak kecil, besok kalo Wulan di ajak jangan di jodoh jodohin ya buk.)" Rangga memohon kepada sang ibu membuat Sasha geli melihatnya, ternyata keluarga besar mereka sangat hangat dan lucu.


Sasha menjadi penasaran akan sosok Wulan yang dimaksud, ia mulai menepis fikiran tentang tidak memungkinkan jika Wulan adalah ibu dari Cilla, karena keberadaannya yang dijakarta dan masih berstatus pelajar, kecil kemungkinan hal tersebut terjadi karena gadis yang dimaksud masih sangat belia.


Merekapun mulai melaju membelah jalanan malam yang penuh keramaian di sepanjang jalan dari wonosari kejogja dimana kota tersebut telah menjadi tempat wisata yang sangat indah, sepanjang jalan dipenuhi lampu lampu yang indah. Kali ini Aldo lah yang menyetir dan didampingi ayah disebelahnya, sesangkan bunda dan Fitha dibangku tengan bersama Cilla, dan kedua pengantin baru duduk berduaan dibangku paling belakang.


Sepanjang jalan Faishal selalu tersenyum senyum sendiri sambil sesekali melihat ke arah Sasha membuat Sasha merasa aneh.


"mas kenapa senyum senyum terus?" Tanya Sasha penasaran


"hmm?? Ada deh!" jawab Faishal sambil mengulum senyumnya, Sasha menggeleng gelengkan kepalanya.


"bobok sini!" ucap Faishal meminta Sasha tidur dipangkuannya


"ga ngantuk." jawab Sasha polos


"Yaudah aku aja!" Faisal tiba tiba meletakkan kepalanya dipangguan Sasha dan memejamkan matanya membuat Saaha terkejut dengan perlakuan tiba tiba Faisal, walau bagaimanapun ia belum terbiasa memangku seorang laki laki dipangkuannya. Ia menjadi berdebar hangat suhu Faishal terasa diperutnya, benar benar dekat dengan area sen***sitifnya membuatnya menjadi kikuk, ditambah Fitha yang sudah sedari tadi curi curi pandang kearah mereka sambil tersenyum senyum dan penasaran dengan apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


"Fith! Ngapain sih! Kepo banget!" ucap Sasha lirih, memberi kode kepada Fitha agar jangan melihat kearahnya.


"hihi" Fitha tertawa lirih melihat sang teman yang masih malu malu.


Hanya dalam waktu satu jam mobil merekapun sudah memasuki halaman rumah. Dan menuju ke ruangan masing masing.


"lho bun Cilla koq dibawa kekamar bunda lagi?" tanga Sasha saat melihat bunda keliar kamar tanpa membawa Cilla.


"udah biar gapapa tidur sama bunda, kalian kan baru menikah, gunakan kesempatan ini untuk saling mengenal ya kan? Udah sana masuk kamar, ga usah mikirin Cilla biar bunda yang ngurus." ucap bunda lalu bunda kembali kekamarnya untuk beristirhat. Sedangkan Fitha dan Aldo sudah berganti pakaian dan membawa camilan keruang Tivi untuk menikmati Film layar lebar yabg baru saja mereka dapatnya.


"Hei ga boleh berdua duaan belum nikah." ucap Sasha menggoda kedua sahabatnya


"bentar lagi ayah gabung koq." jawab Aldo tanpa melihat Sasha ia masih menikmati camilannya.


"ta udah ikut nonton yah." jawab Sasha dan berjalan menuju sofa


"NO!!!" Fitha dan Aldo kompak menjawab


"ga baik lho dah punya suami ikut nonton ma anak muda." jawab Fitha sambil menaik turubkan alisnya membuat Sasha mengerucutkan bibirnya lalu berbalik arah menuju kamar Faishal, dimana disana Faishal sudah menunggu sang istri masuk.


"Jangan keras keras ya suaranya, kamarnya ga kedap lho! Hik hik " seru Aldo sambil terkekeh masih menggoda Sasha yang sedang menutup pintunya.


"Hahahha, seru deh gangguin Sasha." Aldo terkekeh sambil terus memakan camilannya.


"Auw!! Sakit Fitha!" lengan Aldo dicubit oleh Fitha


"itu bales dendam buat yang tadi kamu jitak aku didepan tante Santi." ucap Fitha puas.


"kejem banget deh lo Fitha. Ssshh parah nih." Aldo merintih kesakitan sambil mengelus elus bagian lengannya yang terkena cubitan Fitha


**********


😁 Fitha ma Aldo mah tetep berantem berantem mesra.

__ADS_1


nantikan kelanjutannya ya guys


Makasih dah mengikuti 🙏🏻


__ADS_2