
Gorden di buka terlihat alva dengan kondisi yang mengenaskan mata yang di selotip dan selang di mulut dan berbagai alat ekg menempel di dada dan jarum di lengannya dan juga pulse oximeter di jarinya abra menitikan air matanya tidak tega melihat anaknya dalam kondisi seperti itu.
"Anak ayah yang kuat ayah disini nak"ucap abra dengan suara bergetar.pak udin yang berdiri di belakang pun menitikan air matanya.anak bocilnya yang sering meledeknya kini tengah terbaring.dia di tugaskan Abi untuk menemani ayahnya.
Salsa datang dia duduk di kursi roda di dorong oleh shawn dan kevin berjalan di sampingnya dengan menggendong kail,dia ingin melihat suaminya di ruang icu.
"Pagi pak abra"sapa salsa dengan suara seraknya matanya sembab.
"Pagi salsa bagaimana kabarmu?sudah lebih baik?jaga kandungan mu"ucap abra.Salsa tersenyum.
dia melihat gorden yang di buka pun meminta Shawn untuk memutar kursinya.
Airmatanya luruh melihat keadaan Alva "bangunlah demi anak² kita Al"ucap salsa dengan suara serak matanya masih sembab.
"Daddy akan sembuh kan uncle"tanya kail hidungnya kembang kempis bibirnya sesekali melengkung ke bawah matanya berkaca² hidungnya memerah,Kevin mengangguk.
"Daddy orang yang kuat"ucap Kevin.dia pun tidak yakin dengan yang di ucapkan dia hanya berusaha menguatkan hatinya juga salsa dan kail.
"Daddy,kail menyayangimu"ucapnya tangannya meraba kaca seolah meraba wajah daddynya.
"jangan menangis Daddy tidak akan suka"ucap kevin.kail mengangguk.
"tugas kail menjaga mommy dan adik² kail sampai Daddy bangun"kail mengangguk lagi.
"kail akan menjaga mommy Daddy,bangunlah"ucapnya.kail pun minta di turunkan dia mendekat ke salsa.
"mommy jangan menangis"ucap kail menghapus airmata salsa dengan tangan kecilnya.
salsa mengangguk walaupun airmatanya kembali mengalir.
"kail...panggil Abra.
kail melihat ke arah Abra.
"opa bang Juna belum bangun"ucap kail dia memberitahu Abra bahwa Juna masih tidur di kamar VIP.
Abra mengangguk "tak apa biar bang Juna istirahat"ucap Abra.
"kamu baik² saja"tanya Abra mengusap bekas airmata dan keringat di kening kail.
kail mengangguk.
Selang beberapa saat dominic datang dengan beberapa orang.
"How are you sa"sapa dominic mengecup pucuk kepala menantunya.
"baik"jawab salsa.
"grandpa"kail turun dari pangkuan Abra.
"boy"Dominic menggendong kail dia mencium pipi gembul kail.kail menyandarkan kepalanya di ceruk leher Dominic.
"Do you agree if I take him to Germany?(apa kamu setuju aku membawanya ke jerman)"tanya dominic salsa menggeleng.
"leave him here please(biarkan dia disini aku mohon)"jawabnya lirih.
"he will stay here.I will take care of my son(dia akan tetap disini aku akan menjaga putraku)"ucap abra tidak terima anaknya di bawa.
Dominic mengerutkan keningnya,tapi bagaimanapun dia ayahnya
Dian datang bersama Abi untuk melihat putranya di kamar VIP, setelah pulang dari rumah sakit tadi Abi langsung menceritakan tentang arjuna.setelah menyiapkan semuanya disini dia berada.
juna sudah di ijinkan pulang karena tidak ada luka.
sebelum membawa Juna pulang Dian dan Abi mampir ke ICU membawakan baju ganti untuk ayahnya juga makan siang.
"biarkan putraku disini aku akan mengurusnya"ucap Abra pada Dominic.
"Dad biarkan Alvarez disini"ucap salsa.
"disana kita bisa merawatnya dengan baik salsa ada dokter disana yang bisa menjaganya dua puluh empat jam"salsa menggeleng.
"baiklah jika itu maumu"ucap Dominic.
"terima kasih dad"ucap salsa.
"lebih baik kamu dan kail pulang salsa"ucap Dominic namun salsa menggelengkan kepalanya lagi.
"aku akan disini menemani Alva"ucap salsa.
__ADS_1
"kamu sedang hamil,tidak baik untuk kandunganmu dan kesehatan mu,apa kamu mau saat Alva bangun kandungan mu bermasalah?jangan membuatnya kecewa dan sia² pengorbanan nya,istirahatlah di rumah bersama kail,Kevin dan yang lain akan mengabari mu"ucap Dominic.
"jangan keras kepala salsa kamu juga harus memikirkan kandungan mu dan kail"salsa mengangguk.
"tapi jangan bawa Alvarez pergi dad"ucap salsa.dominic mengangguk.
"Shawn bawa mereka pulang"ucap Dominic.
"grandpa apa Daddy akan bangun"tanya kail.
"dia akan bangun jadi kita tunggu dia, besok datang lagi kesini oke istirahatlah di rumah,ingat pesan Daddy untuk jaga mommy"ucap dominic.kail mengangguk.
Shawn dan Susi dan bibi sarah membawa salsa dan kail pulang kerumah.
Hari terus berjalan kini Alva sudah di pindahkan ke kamar inap VIP setelah melewati masa kritisnya. sebagai pemilik rumah sakit dia mendapat pelayanan extra dari para dokter yang merawatnya.
Daffa,andri dan tim yang ikut ke ruang operasi akan memantau Alva setiap tiga jam sekali.
Seno dan Rey sudah sembuh dari Lukanya.
hari ini adalah hari libur Abra sedang di rumah sakit membersihkan tubuh putranya yang masih betah memejamkan matanya.kevin membuka laptopnya dia mengerjakan pekerjaan Alva yang tertunda.
'ceklek..
Abi dan Dian masuk untuk menjenguk adiknya masih sama tak ada perubahan.
"apa ada perkembangan yah"tanya Abi mengelus rambut Alva.
"masih sama"ucap Abra.
'ceklek...
papa satria dan Sinta Zian dan alea datang untuk melihat Alva.
"gimana keadaannya yah"tanya alea.
"gimana ab"tanya satria Abra menggelengkan kepalanya.kevin nampak acuh mengabaikan keberadaan keluarga Abraham dia sibuk dengan laptop dan hpnya.
Setelah setengah jam kail dan salsa datang Shawn mendorong kursi roda untuk salsa kehamilan kembar membuat mereka overprotektif.
'ceklek..
"kail,kamu datang sayang"sapa Dian.
"hai aunty how are you?"sapa kail.
"Salim dulu sama opa sama aunty sayang"titah salsa.
"oke mommy"kail mendekat Dian mengecup pipi kail,Zian mengusap kepala kail begitupun papa satria.dia mencium pipi gembul kail.abra memeluk cucunya.
Salsa sendiri di samping brangkar tanganya menggenggam tangan Alva.
"sapa Daddy,Daddy pasti mendengar kita"ucap salsa.
"Daddy...bibir kail sudah melengkung ke bawah matanya berkaca-kaca.hidungnya merah.
"Daddy how are you? i Miss you so much Daddy..
salsa mengusap kepala kail.
"Daddy ayo bangun,dulu kalo Daddy sakit dokter akan mengikat kaki dan tangan Daddy..
tapi sekarang kaki Daddy tidak di ikat kenapa Daddy tidak mau bangun?Daddy bukankah laki² harus kuat,yang lemah hanya mommy ivana dan Oma cantik Nilam mereka lemah makanya mereka pergi memilih menjadi peri yang tidak merasakan sakit iya kan mommy"salsa mengangguk.
Abra pun meneteskan airmatanya mendengar ucapan kail begitupun Abi dan alea.
"Daddy mereka tidak akan mengganggu Daddy dan menyakiti Daddy lagi.
kail sudah menembak nya di kepala orang jelek itu"..ucapnya.
'degh.
Tentu saja Abi,Abra dan satria juga Zian terkejut.
"apa yang kamu katakan boy"ucap Abi.
"orang jelek yang menembak Daddy sudah kail tembak disini dan disini"ucap kail menunjuk dada dan keningnya.
Abi menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"orang itu sudah menyakiti Daddy ku uncle"ucap kail.
Zian dan Abi menelan ludah kasar.
'apa ini bibit psikopat'gumam Zian dalam hati.
"kamu tidak boleh melakukan itu kail"ucap Dian.
"aunty mereka sudah membuat Daddy ku terluka dan sakit kail akan membalasnya"ucap kail.
"bagaimana bisa kamu melakukan itu kail"ucap Abi.
bibir mungilnya menceritakan kejadian saat mereka di sekap.
"terus kail,mommy dan bang Juna di mobil daddy.di jok mobil Daddy biasa tersimpan pistol kail mengambilnya deh dan kail keluar,tapi mommy manggil² kail terus tapi kail terus masuk seperti yang di game yang di mainkan bang Juna kail menembak orang² jahat itu dan kail lihat orang jelek itu dan menembaknya disini"ucap kail menunjuk ke dadanya.salsa memberikan minum untuk kail agar kail menghentikan cerita yang mengerikan itu.
Kail mengusap bibirnya yang basah"apa kamu tidak takut"tanya Zian.
"laki² tidak boleh takut"Kevin menarik sudut bibirnya.begitupun Shawn.
"kail sudah menembaknya disini jadi dia tidak akan bangun,jadi kail mendatanginya dan kail mengatainya laki² jelek dasar tua "ucapnya mulut kecilnya menggemaskan saat menceritakan hal yang mengerikan.
"lalu kail menarik pelatuk dan disini dor, sudah"ucap kail.menunjuk keningnya.
satria,Abi dan Zian harus tertawa atau takut mendengar cerita kail.
"anak Daddy sangat pintar"ucap Shawn.kail mengangguk.
"aku akan menjaga mommy"ucap kail menyandarkan tubuhnya pada salsa.
"sudah kail berdoa saja agar Daddy cepat bangun"ucap Kevin matanya masih fokus ke laptop.kail mengangguk.
Dia menegakan tubuhnya dia mendekat ke daddynya tangan kecilnya mencoba menggapai wajah daddynya.shawn mengangkat tubuh kail.
kail mencium kening dan pipi Alva.
"sudah?"tanya Shawn kail mengangguk.kail berdiri dekat sejajar dengan kepala Alva.jari² kecilnya bertaut dia memejamkan matanya.
pemandangan itu tak luput dari Abra sekeluarga sungguh mereka syok melihat cara kail berdoa.tangan kecilnya bergerak sesuai yang di ajarkan Rey dan Axel.
"ab"suara Sinta mengalihkan perhatian Abra dari kail.
seolah paham Abra mengangguk.
"astaghfirullah"..
"jauh sekali kamu nak, kekecewaan pada keluargamu membuatmu pergi meninggalkan kepercayaan mu"gumam Sinta.
"sudah"tanya Shawn.
"apa kail boleh memakaikan ini sama daddy mommy "ucap kail memegang kalungnya ada salib disana.
"itu kan untuk kail hadiah saat baptis dari Daddy,lagian ga akan muat sama Daddy cukup doakan Daddy"ucap salsa.kail mengangguk.
**
Setiap pagi Abra akan datang untuk membersihkan wajah dan tangan anaknya dengan lap dia begitu telaten mengurusnya.anak delta alexa dan raka,Sean dan yang lain setiap pulang kerja dia akan mampir ke rumah sakit sedangkan kim dan jack sudah kembali ke negaranya setelah tiga hari menengok alva.
Perusahaan harus tetap berjalan walaupun alva sedang dalam keadaan koma.
"Apa kamu belum juga ingin bangun nak,betah sekali tidurnya hem,ayah merindukan mu cepatlah bangun"ucap abra yang selalu mengajaknya berbicara.
sedangkan Kevin sendiri selalu duduk di sofa dia dua puluh empat jam di kamar alva.
"kapan kamu bangun?apa kamu ga mau lihat anak mu?"tanya salsa,
Nathan dan Kevin melarang nya untuk berlama-lama di rumah sakit.
setiap hari dia akan pulang dengan kecewa karena Alva belum juga bangun.namun dia tidak putus asa dia yakin Alva akan bangun.
Setiap hari kail akan menemani salsa agar tidak kesepian,dia ingat pesan daddynya untuk menjaga mommynya.
Gabriel memintanya untuk sementara tinggal di Jerman namun kail menolaknya,dia ingin disini menemani salsa.
hampir dua bulan alva masih tertidur.dia seolah enggan bangun.di alam bawah sadarnya dia melihat bundanya yang menyuruh nya untuk pulang.
Jari alva dan kelopak matanya bergerak² abra melihat itu.
"Anak ayah"panggilnya dengan airmata menetes.kevin mendekat ke brangkar karena dia melihat Alva menggerakkan jarinya,abra tidak nyaman dengan keberadaan Kevin dalam kamar itu dia sudah dua kali memergoki Kevin mencium bibir alva.namun dia tidak bisa berbuat apa².
__ADS_1