
"sini nak peluk ayah,apa kamu ga kangen sama ayah?"tanya Abra Dilla pun mendekat.menyalimi ayah yang pernah mengasuh mereka,bahkan menangis terus saat tinggal bersama sang nenek karena teringat orang tua angkatnya.
Ahmad pun mencium takzim tangan Abra.
"Salim dulu nduk "titah Ahmad ke putrinya.
"cucu opa cantik sekali Hem"Abra mengecup kening putri.
Mereka mengobrol hingga waktu makan siang.
Abra juga memperkenalkan Dian dan Inggrid.
mereka makan siang bersama.
"jangan pulang dulu ya,jam dua nanti ada birthday party nya juna"ucap Abra daffa mengangguk.
"ini alea,dan itu Zian kalian masih ingat mereka Daffa mengangguk.
"mereka sudah menikah belum lama ini"ucap Abra.
"Jadi kamu menikah sama adek alea"tanya daffa ke zian.zian mengangguk.
"Padahal kalian dulu sering berantem"ucap daffa.
"Kamu kerja dimana daf?"tanya abi.
"Kerja di rs delta medika"jawab daffa.
"Itu rumah sakit arya yang baru buka"ucap abra.
Daffa mengangguk.
"Rumah sakit itu sedang banyak di bicarakan mereka benar² membebaskan biaya"ucap abi.
"Ya disana di bebaskan biaya untuk yang tidak mampu benar² gratis seratus persen"ucap daffa.
"Kamu di bagian mana daf?"tanya abi
"Saya spesialis dalam"jawab daffa
"Kamu dokter"tanya abra terkejut.daffa mengangguk.
"lalu Dilla kerja dimana?"tanya abra.
"Dilla dan suami baru pindah yah tadi malam baru sampai di jemput kak daffa,belum ada kerjaan kata kak daffa pak alva mau kasih kerjaan biar kita ga jauhan"jelas dilla.
"Pak alva?oh arya?"gumamnya.
"Tadinya kamu kerja dimana?sekolah kamu lulusan apa"tanya abra.
"SMA yah,kerja Di toko kue"ucap dilla.
"Kamu mau kuliah nak?"tanya abra tapi dilla menggeleng.
"Ahmad?"tanyanya lagi.
"Dulu sempet di hotel tapi kena phk terus di tempat makan yah"jawab dilla abra mengangguk.
"Dilla Kerja di butiknya bunda aja biar bisa bawa anak kamu"ucap abra alea mengangguk.
"iya kak Dilla kerja di butik aja bantuin aku"ucap alea,Dilla mengangguk.
"Ahmad sekolah lulusan apa?"tanya abra.
"D1 pak"jawab ahmad.
__ADS_1
"Ayah,panggil ayah kamu menantu ayah.kamu mau kerja di restoran?atau di kantor?"tanya abra.
"Saya dimana saja yah yang penting kerja"jawab ahmad.
"Kamu bisa kerja di kantor ayah besok kamu ke kantor,arya ga akan marah ayah jamin itu,tinggal dimana sekarang"ucap abra
"Saya tinggal di mes rumah sakit dilla masih menginap di mes kata pak denis nanti senin dilla menempati rumah untuk mereka"ucap daffa.abra mengangguk.
"Maaf sebelumnya yah saya memakai uang bunda yang di kartu ini......"ucap daffa dan menjelaskan dari awal sampai memakai uang itu.
Abra terlihat memperhatikan kartu atm tersebut"Itu hak kamu nak,gak, gak ada utang itu kewajiban kami sebagai orang tua tapi kalian menghilang tanpa kabar"ucap abra.
"simpan kembali kartu itu"ucap Abra.
"aku akan mandi dulu dan bersiap sebelum tamu² datang"ucap Dian.
Dian dan alea pun masuk kamar begitupun Abra dan Abi, Inggrid berjalan mengikuti Abra.
"aku tidak melihat Arya"ucap Daffa mereka saat ini sedang duduk berdua,Dilla dan Ahmad sedang berada di kamar tamu.
"dia ga tinggal disini"ucap Zian Daffa mengangguk.
*
Suara tamu berdatangan Zian menyambut tamu tersebut, Dian dan Abi turun untuk menyambut tamu mereka.tamu makin ramai Abra dan Inggrid turun berdua.
Papa satria dan mama Sinta pun sudah datang terlihat sedang ngobrol dengan Daffa.
Dilla membantu di dapur sedangkan Ahmad sedang menemani putrinya.
Tamu yang datang bukan hanya anak²,tapi orang tuanya pun di undang.
Acara di adakan di taman belakang dekat kolam yang sudah di dekorasi dengan warna biru kue ulang tahun pun sudah di meja yang tersedia.
Abi dan dian menyambut tamu sedangkan abra berbincang² dengan tamu, Inggrid dan mama sinta membantu mengatur makanan dan minuman.
Acara sudah akan di mulai mc pun sudah test mic nya.
Abi dan dian sudah bergabung dengan para tamu.
Tak berapa lama alva masuk dengan salsa dan kail di dampingi denis dan kevin di belakang nya membawa kado.
"Maaf kami terlambat"ucap alva membuat semua orang melihat ke asal suara.
"Arya..gumam yang lain kecuali dian yang tersenyum.
"Oh mari ga papa koq belum di mulai"ucap dian mempersilahkan alva dan kail juga salsa bergabung.
Abra tersenyum melihat anak dan cucunya datang.
"Happy birthday Kaka juna"ucap kail pada juna dan memberikan kado yang dia pilih sendiri.
"Thank you"juna tersenyum mendapat kado dari teman barunya.
salsa dan alva pun mengucapkan selamat dan mendoakan yang terbaik.salsa Mengambil kado di tangan denis dan menyerahkanya ke juna.
Acara tiup lilin sudah selesai kini mereka sedang makan² menikmati hidangan yang di sediakan.
Alva melihat sekeliling ternyata banyak juga tamunya gumamnya.
Denis dan kevin tak pernah jauh sedikitpun sedangkan rey sedang melakukan tugas dari denis.
"pastikan perempuan itu tidak muncul bergabung dengan keluarga bos"ucap denis
"pak Alva"sapanya.
__ADS_1
"doker daffa,apa kabar?"tanya alva.
"baik pak,ah ini suami Dilla"ucap Daffa mengenalkan Ahmad ke Alva yang sedang menggendong putri.anak itu tidak mau bergabung dengan yang lain.
"Alvarez"ucap Alva mengulurkan tangannya.
"Ahmad"..
"kamu mau kerja di kantor?"ucap Alva.
Ahmad melihat ke arah Daffa pasalnya tadi Abra mengatakan akan memasukkan dia ke perusahaan.
"tadi ayah mengatakan untuk kerja di perusahaannya,dan Dilla di butik bunda bersama adek alea agar bisa jaga putri"ucap Daffa.
Alva mengangguk"ga masalah,yang penting kalian tidak berjauhan"ucap alva.
"Selamat siang pak darren Hernandez senang bisa bertemu dengan anda"sapa seseorang yang bekerjasama dengan delta. nama darren Hernandez lebih di kenal di kalangan bisnis.
"Siang pak gibran apa kabar?"tanya alva mereka berbincang,sedangkan salsa sedang bersama ara,dian dan alea dan dilla.
"Thanks ..."
"Alvarez Darren Hernandez "ucap alva memotong sapaan abi.daffa di buat bingung dengan sikap alva.
"Oke terima kasih sudah datang"ucap abi formal.
"putra ku di undang untuk datang ke acara birthday teman barunya saya tidak bisa menolak"ucap alva.abi mengangguk tersenyum kaku.
"Nak"sapa abra.
"Selamat siang pak abra apa kabar"tanya alva mengulurkan tangannya dengan senyum di bibirnya.
"B..baik"jawab abra.
"kalian terlihat dekat"celetuk gibran.
"Ya bukankah sebagai rekan bisnis kita harus dekat? Putraku kenal dengan cucu pak abraham dan mengundangnya kesini saya tidak menyangka itu"ucap alva terkekeh, walaupun sakit tapi abra mencoba untuk tersenyum.
"anda terlihat sangat menyayangi putra anda pak derren apa mereka sekolah di tempat yang sama putra saya juga berteman dengan arjuna"ucap Gibran.
"ya saya sangat menyayangi putra ku,apa pun yang dia minta saya berikan nyawa sekalipun"ucap Alva melihat ke arah Abra sambil tersenyum.'nyawapun ku berikan untuk putra ku bagaimana denganmu hanya meminta untuk berpisah dengannya saja kau tak berikan' alva mengeraskan rahangnya.
Satria datang dia akan menyapa Alva dan Gibran namun Alva lebih dulu mengenalkan diri.
"Alvares darren Hernandez "ucap alva mengulurkan tangannya.sedangkan Daffa dan Zian hanya melihat itu dari jauh.
*
"Arya mengganti namanya?"tanya daffa
"ceritanya panjang,dia sempat hilang tujuh tahun yang lalu beritanya juga tersebar di tv"ucap Zian.
"lalu dia kembali dan menjadi orang asing"ucap Zian.
"tujuh tahun yang lalu aku di Australia kuliah kedokteran,aku ga tau tentang berita itu,apa mungkin dia hilang ingatan?tapi rasanya ga mungkin bahkan dia yang mengingatku lebih dulu saat di rumah sakit"ucap Daffa.
"aku juga ga ngerti kenapa dia jadi seperti itu"ucap Zian.
Juna datang dengan kail dia menenteng sepatu yang alva belikan.sedari tadi kail meminta agar Juna membuka kado dari Daddy nya,padahal pesta belum usai.dia mau menunjukkan sepatu yang ia pakai sama dengan kado buat Juna.
"Uncle terima kasih sepatunya ini bagus"ucap juna.
"Sama² boy kamu suka"alva mengacak rambut juna.
"Sepatu nya sama dengan kail,Kaka Juna itu sepatunya kail yang memilih"ucap kail tangannya mendekap paha Alva.
__ADS_1
"Terima kasih kail"ucap juna.
"sama² kak"ucap kail tersenyum.