BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
BROKEN.


__ADS_3

"aku suamimu Inggrid dan kamu wajib mengatakan kamu akan pergi kemana,kamu wajib ijin jika akan keluar rumah"ucap Abra.


"kamu kenapa sih mas berlebihan banget deh"ucap Inggrid.


"berlebihan kamu bilang,itu kewajiban Inggrid kamu paham posisi mu adalah seorang istri,aku memberikan kebebasan untuk kamu tapi bukan seperti ini ada batasan mu"ucap Abra.


"aku telat karena macet mas,kamu tau jam segini tuh masih macet kan"ucap Inggrid dia terus membela diri.


"aku di rumah dari jam 3 sore Inggrid,bahkan kamu pergi dari jam sepuluh pagi apa yang kamu lakukan di luar sana"ucap abra.dia membiarkan anak² nya melihat pertengkarannya biar anak²nya tau kenapa Alva bisa marah padanya.


agar anak menantunya tidak lagi membenci Alva dan menyalakan Alva.


Wajah Inggrid terlihat gugup


"a aku sudah bilang aku ke pabrik mas,kamu ini kenapa sih"ucap Inggrid.


"udahlah aku mau mandi dulu aku capek"ucap inggrid.dia melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tengah.


"kamu memang berbeda tidak seperti Nilam Inge,yang selalu menurut dan patuh pada suami"ucap Abra


"karena aku memang bukan Nilam,aku bukan Nilam,aku bersyukur akhirnya dia ma...


"mati maksudmu Inge,kamu bersyukur Nilam mati?"ucap Abra menggelengkan kepalanya tak percaya.


"aku tidak mengatakan itu"sanggahnya.


"tapi itu yang akan kamu katakan,aku ga menyangka kamu seperti ini,Nilam sahabat mu"ucap Abra matanya berkaca².


"sudahlah mas aku tidak mengatakan apapun aku mau mandi aku capek mau istirahat"ucapnya


"capek?capek karena menemui berondong mu?"ucap Abra membuat alea Abi dan Zian terkejut.


Inggrid pun terkejut dia takut apa ketauan pikirnya.namun pikiran dia mencoba menolak,menurutnya dia Aman saja selama ini.


"apa maksudmu mas?"tanya Inggrid.


Abra tersenyum sinis.


"bukankah kamu habis menemui berondong mu"ucapnya lagi


"apa maksudmu berondong mas?aku dari pabrik seharian aku di pabrik"ucap Inggrid


Abra memutar video yang ia dapat dari Denis di laptopnya.


terlihat Inggrid menggandeng mesra pria muda yang memakai celana jeans dan sweater.dia menyandarkan kepalanya di lengan pria itu.alea menutup mulutnya saat Inggrid mengecup bibir pria itu di lorong hotel.


Inggrid membelalakkan matanya.


"i itu bukan aku"ucapnya tergagap.


"bukan kamu?"Abra tersenyum sinis.


"kamu tau hotel itu punya arya,dan pria yang kamu bawa itu gigolo dia adalah adik dari teman Arya yang bekerja di hotelnya"ucap Abra membuat Inggrid tidak berkutik.


"kamu keterlaluan Inggrid"ucap Abra meninggalkan ruang tengah menuju ruang kerjanya.


Abi dan Zian hanya diam entah apa yang dia pikirkan tentang ibu sambungnya tersebut


'berondong,gigolo?Abi bangun dari duduknya dan meninggalkan alea dan Zian dia memilih masuk ke kamar.dia masih tidak menyangka Inggrid melakukan hal itu.


Zian memeluk alea"ayo sayang kita ke kamar"alea dan Zian pun beranjak menuju kamarnya.sedangkan Inggrid masih terdiam di tempat.'hotel Arya?'kenapa aku bisa ceroboh seperti ini"gumamnya.dia pun pergi ke kamar utama untuk membersihkan diri,dia sedang menyusun kata² yang masuk akal dan meminta maaf 'khilaf'kata yang terlintas di kepalanya.


'ya bilang saja aku khilaf dan di jebak teman² ku,aku akan memakai baju seksi dan memberikan servis terbaik untuk mas Abra'gumamnya dia pun memakai parfum dan baju seksi dia akan memulai dramanya.


Sedangkan Abra di ruang kerjanya saat ini sedang memikirkan Alva.


dia mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya yang masih baru.sudah lama dia tidak merokok,sebelum Nilam sakit dia sudah berhenti merokok.dan sekarang dia menyelipkan batang rokok itu di kedua bibirnya dan dia menyalakan pemantiknya.


Matanya menatap kosong bahkan airmatanya mengalir dari mata tuanya.


"Arya maafkan ayah nak"ucapnya mengingat kembali bagaimana dia menampar putranya hingga berdarah.air matanya mengalir di pipi tuanya.

__ADS_1


"maaf kamu harus melewati ini sendiri"gumamnya lagi.


Setelah menghabiskan beberapa batang rokok Abra merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya.walaupun matanya terpejam namun pikirannya masih tertuju pada Alva.


**


Pagi hari di rumah Alva.


kail sedang sarapan di temani bibi Sarah.


dia tidak nafsu makan,dia pagi ini belum melihat daddynya.dia pun turun dari kursi dan berlari ke lift.


"kail mau kemana"tanya bibi Sarah mengejar kail.


"aku mau liat Daddy"ucap kail.


**


"cekleek...


Kail melihat Alva masih duduk di tempat yang sama semalam dia meninggalkannya masih bersandar di kaki ranjang.bajunya pun masih sama.


tatapan matanya kosong lingkaran matanya terlihat.


"Daddy ...panggilnya Alva tak bergeming.


kail berjalan mendekati Daddy nya.


"Daddy ini kail,you not Miss me daddy"ucapnya matanya berkaca² bibirnya bergetar ingin melengkung ke bawah.


Dia ingin menangis karena kasihan melihat Daddy nya.


kail duduk di pangkuan Alva dia mengecup pipi daddynya


"Daddy jangan sakit kail takut,jangan tinggalin kail untuk bertemu mommy ivana"ucapnya airmatanya sudah mengalir.


"Daddy kail mau berangkat sekolah"ucapnya terus mengajak Alva berbicara tangan mungilnya mengelus wajah sang Daddy.


"dia pergi..dia pergi.."ucapnya.


"no mommy akan kembali"ucap kail.


"dia pergi..mereka pergi.."ucapnya.


"kail ayo kita berangkat ke sekolah"ucap bibi Sarah yang pipinya sudah basah.


"Daddy kail mau berangkat sekolah,dan akan belajar dengan rajin kail akan cepat pulang untuk menemani Daddy"ucap kail dia memeluk leher Alva dan mengecup pipi dan kening alva.kail pergi sebelum dia menutup pintu dia berharap daddynya akan melihatnya namun nihil daddynya kembali menatap kosong.


Seorang psikiater kepercayaan datang setelah kail pergi.kevin sudah menceritakan apa yang terjadi beberapa hari ini.psikiater tersebut mengajak Alva berbicara namun Alva hanya mengucapkan "dia pergi..mereka pergi"ucapnya hari pertama dokter hanya memberikan obat untuk alva dia akan datang di sore hari.


Kevin datang membawa sarapan untuk alva.dia ingin membangunkan Alva agar tidak duduk di bawah namun Alva enggan beranjak,Kevin pun menyuapi Alva perlahan.


"makanlah,bagaimana kamu bisa mencari mereka jika kamu saja seperti ini"ucap Kevin.


"mereka pergi"lagi² kata itu yang dia ucapkan.


hingga Alva membuang wajahnya agar Kevin berhenti menyuapinya.


**


Di rumah Abra.


Inggrid sejak semalam kesal karena Abra tidak kembali ke kamar.tapi dia tidak boleh marah,pagi² sekali dia menyiapkan sarapan untuk Abra dan yang lain.


Namun lagi² Abra tak kunjung datang hanya ada alea,Zian,Abi Dian dan kedua anaknya.


mereka semua saling diam,hanya suara kedua anak Abi yang terdengar hingga suara langkah sepatu mengalihkan perhatiannya.abra sudah siap dengan pakaian kantornya.


Dia pun pergi tanpa pamit ke Inggrid hanya mengecup pucuk kepala alea.dan mengusap kepala cucu²nya.


Abi melihat jam ini terlalu pagi jika untuk ke kantor bagi seorang bos pikirnya.

__ADS_1


Abra meminta supir membawanya ke kantor Alva,kantor tersebut masih sepi hanya beberapa orang saja yang sudah datang.


Dia menunggu di dalam mobil dengan rokok di sela jarinya.namun sampai jam sepuluh Alva tak kunjung datang hanya terlihat Raka dan Denis Mereka berjalan berdua.


karena ada janji di kantornya Abra pun pergi ke SN group.


"pak bos"sapa Bowo.


"Bowo,tolong Carikan sarapan"pinta nya.


Bowo terkejut bos nya belum sarapan padahal sudah jam mau makan siang.bahkan bosnya baru saja datang tapi Bowo menjalan kan perintah Abra.


Setelah beberapa saat Bowo kembali membawa sarapan terlihat asap di asbak di meja kerja abra.bowo tentu terkejut setelah sekian lama berhenti merokok kenapa bosnya merokok lagi.


"thanks Bowo"Abra menarik piring yang di bawa oleh Bowo.


"apa ada masalah pak bos"tanya Bowo.


"tolong bikinkan janji buat ketemu sama arya"ucap abra.bowo mengangguk.


'mungkinkah terjadi sesuatu setelah kejadian kemaren 'pikirnya.


Bowo menghubungi Denis untuk membuat janji dengan Alvarez.


"maaf pak bos,bang Ar sedang sakit untuk beberapa hari dia tidak ke kantor"ucap Bowo.


Abra menghentikan makanya.


"sakit apa Bowo"tanya Abra khawatir.


"asistenya tidak memberi tau"ucap Bowo.


**


Kail meminta ijin pada gurunya untuk pulang.setelah beberapa saat Shawn datang karena gurunya meminta bibi Sarah untuk menghubungi walinya.


setelah mendapatkan ijin kail pulang sampai di rumah dia langsung berlari ke kamar daddynya.


"cekleek....


masih di tempat yang sama dan baju yang sama.


"Daddy... panggilnya lirih.


dia kembali duduk di pangkuan Alva.


"ceklek....


Kevin masuk membawa minum untuk Alva.


"kail kamu sudah pulang"tanya Kevin padahal dia tau Shawn tadi menjemputnya.


"uncle kail ga mau sekolah,kail mau menemani Daddy,kail mau home schooling aja"ucap kail.


"nanti kita bicarakan,ayo bantu uncle menggantikan baju Daddy"ucap Kevin.


kail membuka kancing kemeja alva sedangkan Kevin sedang menyiapkan air.


"ayo kita mandi"ajak Kevin membangunkan alva


"ayo Daddy kita main air"ajak kail


Kevin melepas celana Alva menyisakan ****** ***** saja.dia menyiram tubuh Alva,kail membantu menyabuninya.baju seragamnya


basah Kevin menyiram baju kail mereka bercanda agar kail tidak sedih melihat daddynya seperti ini.


"sudah² ayo Daddy sudah kedinginan.kail kamu lepas bajumu itu basah dan mandi, pakai handuk itu lalu pakai baju".


Kail mengerjakan perintah Kevin setelah mandi dia keluar kamar daddynya menuju kamarnya untuk pakai baju bibi Sarah sudah menunggunya di depan pintu.


Kevin membantu memakaikan baju dan membawa alva ke ranjang.setelah beberapa saat kail kembali dia duduk di samping Alva yang duduk bersandar di headboard ranjangnya.dia tidak mau jauh dari daddynya.

__ADS_1


__ADS_2