
Setelah sadar dari komanya Alva tinggal di mansion megah itu dia di hormati layaknya tuan muda.dia juga berlatih menembak,melatih insting dan kepekaan berlatih militer bersama Kevin dan orang² Gabriel,alva melatih beladiri nya agar lebih matang.begitupun dengan teman² Alva yang lain.
Alva juga menerima nama barunya dari gabriel.
”jika mereka membuang mu dan dunia menolakmu,datanglah pada grandpa, lahirlah sebagai jiwa yang baru balaskan dendammu pada orang yang menyakitimu,bangunlah dan buktikan bahwa kamu mampu bundamu akan bangga padamu gapailah cita²mu dan wujudkan mimpimu”ucap Gabriel waktu itu memberi semangat pada Alva agar bangkit.
Mereka yang awalnya tidak mau berlatih akhirnya mau berlatih Gabriel mengatakan ”dunia bisnis itu keras jika kamu hanya pasrah dan mengalah kamu akan jauh tertinggal dan menjadi debu” Awalnya mereka takut melihat mansion yang di jaga ketat oleh banyaknya bodyguard yang memakai pakaian warna hitam dan senjata di punggung mereka.mansion ini terlihat menyeramkan walaupun mewah.mereka takut bergabung dan berlatih dengan mereka akan membahayakan mereka,dari pandangan mereka Gabriel bukan orang sembarangan.
Gabriel mengatakan kalo dia adalah pensiunan mafia (pensiunan mafia yang benar saja) gumam Alexa.
Mereka pun akhirnya ikut berlatih untuk menjaga diri.
**
Di negara Alva sendiri saat ini ayah dan putranya Abi sedang mencari keberadaan arya.bahkan Abra dan asistennya Bowo terbang ke Jerman untuk mencari Arya,dia mendatangi KBRI dan polisi Jerman.
Tiga Minggu belum membuahkan hasil apartemen yang di sewakan untuk putranya kosong petugas mengatakan Arya menyewakan apartemen ke orang lain,bahkan hanya menempati apartemen selama lima bulan saja.
Abra dan Bowo pulang dengan tangan kosong pencarian Arya mereka serahkan ke polisi.hingga polisi Jerman mengatakan kemungkinan meninggal karena tidak ada jejak kepergian Arya.
Bahkan orang KBRI pun ikut mencari informasi dan meminta polisi untuk mengusut hilangnya anak konglomerat di negaranya.
**hingga**
Tujuh tahun alva di nyatakan hilang pihak polisi jerman tidak menemukan jejaknya.gabriel lah pelakunya dia menghapus jejak Alva agar tidak di temukan.
Alva kini sibuk mengembangkan perusahaan yang ia namai delta yang di bangun bersama teman²nya dulu, mereka mengembangkan bisnis itu ke setiap negara.perusahaan yang di mulai dari nol,modal dari tabungan yang di kirim bundanya dan juga uang jajan.
Jackson sudah menempati cabang di Singapore dan taiwan.
Akihiro/sam menempati cabang di jepang.
Pasar jerman di pegang oleh beberapa orang kepercayaan.semua sudah sesuai dengan tugasnya.
Kim Baekhyun sendiri menjadi direktur namun orang² mengetahuinya sebagai bos besar karena bertanggung jawab penuh pada delta.
Alexa menjadi orang yang bertanggungjawab.
__ADS_1
Anastasia dan raka pun sudah sesuai tempatnya.
Di negara kelahiran alva sendiri sudah ada cabangnya dan ada dua perusahaan yang di akui sisi olehnya yang di pegang oleh orang kepercayaan dari Gabriel untuk mengawasi.
flashback off.
'ceklek' suara pintu terbuka..
Kevin masuk kamar alva ia melihat alva masih bersandar di kursi yang semalam.
"loe ga tidur"tanya Kevin.
"gue ga ngantuk"jawab Alva.
"setengah jam lagi Sean dan denis akan menjemput kita"ucap Kevin,Alva mengangguk dia menurunkan kakinya dan bangun dari sofa tersebut dan berjalan menuju kamar mandi.
Di kamar Kevin sedang menyiapkan pakaian yang akan di kenakan alva.dia juga memasukan beberapa pakaian ganti.
"apa kita akan menginap"tanya Alva yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di lehernya.
Alva mengenakan baju yang sudah di siapkan kevin.setelah selesai dia dan Kevin pun turun untuk sarapan di meja makan sudah ada Gabriel dan kail.
"morning grandpa morning boy"sapa alva duduk di sebrang kail (Mikhail Aiden filbert Hernandez) cicit dari Gabriel putra dari Albert yang lebih dekat dengan Alva bahkan Alva menganggap kail putranya begitupun kail yang sangat menyayangi alva.
Kevin,shawn dan rey sarapan di meja lain.
"morning Daddy"sapa kail juga.
"morning boy apa kamu sudah siap dengan tournament di Luxembourg?"tanya Alva dengan bahasa jermanya.kail mengangguk sambil menyuapkan makanan ke mulutnya,
"maafkan Daddy tidak bisa menemanimu nanti kita bertemu di Belgia ya"ucap Alva,kail akan mengikuti lomba di Luxembourg dimana Alva juga mengadakan perjalanan bisnis.
"setelah itu kamu bisa kembali ke negara mu"ucap Gabriel.
"tapi grand pa"Alva keberatan jika harus pulang ke negaranya.
"grand pa sudah membicarakan ini dengan Daddy mu"ucap Gabriel,Alva hanya diam.
__ADS_1
setelah selesai sarapan Kevin shawn dan rey mendatangi meja makan mereka berdiri di belakang kail.
"apa kamu akan membiarkan perempuan itu bahagia menikmati hasil dari kejahatannya,apa kamu membiarkan keluargamu terus hidup dengan pembunuh ibumu kamu tidak ingin memberikan hukuman untuk perempuan itu?"tanya Gabriel menatap alva.
Alva mengeraskan rahangnya dia mengeratkan genggaman sendok di tangannya.
"sudah saatnya kamu kembali jangan biarkan dia bahagia,ibumu menangis di kuburan melihat anaknya yang mengetahui kejahatan ibu tirinya namun kamu hanya diam"ucap Gabriel.
"kev urus orangmu setelah dari Belgia kalian akan kembali ke negara Alva,aku minta jaga Alva sebagaimana kalian menjagaku.nathan dan ken juga yang lain akan kesana lusa untuk mengurus tempat baru kalian.aku titipkan cucu dan cicit ku bersama kalian"ucap Gabriel.
"kami akan menjalankan tugas dengan segenap jiwa raga kami tuan besar"ucap mereka serentak.gabriel bangkit dari duduknya dan berjalan memasuki ruang kerjanya.
"boy Daddy berangkat dulu sampai jumpa di Belgia ya maaf Daddy tidak bisa menemanimu di Luxembourg, walaupun kita di negara yang sama"ucap Alva mengelus kepala kail.
"its oke Daddy,kail akan membawakan piagam kemenangan untukmu"jawab kail.
Alva tersenyum dia mengecup kepala kail dalam,sungguh dia sangat menyayangi kail seperti anaknya sendiri.
**
beberapa hari berlalu setelah kerjaan di Luxembourg dan Belgia selesai Alva saat ini sedang berada di bandar udara Brussel.alva dan yang lain akan melakukan perjalanan ke negara asal kelahiran alva.
setelah 17jam perjalanan..
Di bandara indonesia terlihat empat orang laki² tinggi tegap tubuhnya kekar berjambang dan berkumis tipis dengan rambut gondrong yang di ikat man bun yang sedikit acak badan kekar dengan kaos warna hitam press body dan celana jeans dengan sepatu kets menggunakan kacamata hitam, rahang nan tegas kulit yang tidak terlalu putih hidung mancung khas keturunan bule dari sang nenek menggendong anak berusia lima tahun,dan laki² kekar memakai jaket bomber dengan rambut rapih pendek dan kacamata hitam menggendong ransel.dan laki² dengan rambut belah tengahnya berjalan keluar membawa dua koper yang di tarik oleh orang di sebelahnya.
banyak orang yang melihat ke arah mereka yang sedang berjalan ke pintu keluar.wajah tampan mereka menjadi pusat perhatian.
"Kita mau kemana daddy"tanya nya dengan bahasa jerman
"Hotel"jawabnya.anak kecil tersebut mengangguk.dia menyandarkan kepalanya di pundak daddy nya matanya sudah lelah setelah melakukan perjalanan panjang.
Mereka berjalan mencari taksi yang akan mengantarkan ke sebuah hotel.tidak ada penjemputan Alva tidak mau menjadi pusat perhatian.setelah memesan kamar hotel yang lebih besar ia pun masuk dan merebahkan putranya yang sudah terpejam sedari tadi dalam taksi jam menunjukan pukul 2siang.
"Istirahatlah kev,Rey kalian pasti lelah"ucap nya dalam bahasa Indonesia.
Ya Alva saat ini sudah kembali ke negaranya bersama putranya kail juga kevin,setelah mengetahui kevin satu negara alva terbiasa menggunakan bahasa Indonesia jika berbicara dengan kevin.
__ADS_1