BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
TEMPAT APA INI


__ADS_3

"sayang"panggilnya.


salsa pun mengalihkan perhatiannya ke suaminya.salsa merentangkan satu tanganya ,dia membawa kepala Alva ke pangkuannya.


hal yang selalu ia lakukan pada suaminya itu.matanya kembali menatap layar tv yang menayangkan Drakor kesukaannya.


Alva memejamkan matanya merasakan sensasi tenang di kepalanya.


"sayang aku tadi di cium Kevin"ucap Alva membuat elusan di rambutnya berhenti.


"apanya"tanya salsa.


"bibirku"ucap Alva.


"apa maksudnya"tanya salsa.dia mengusap bibir alva dengan telapak tanganya.


"sayang dengarkan aku,Kevin akan menikah Minggu depan...."Alva menceritakan semuanya pada salsa tanpa ada yang di tutup²i.


"ya Tuhan lalu....


"iya dia mau menikah tapi dia ingin menciumku setelah itu dia akan berusaha melupakan perasaannya padaku"ucap Alva lagi.


"tapi kasian perempuan nya hamil loh"ucap salsa.


"yang penting Kevin akan menikahinya dan bertanggung jawab pada anaknya"ucap Alva.


"kasihan bang kev,nikah karena jebakan yang kamu buat"ucap salsa


"ga ada cara lain sayang,selain menjebaknya aku sudah berkali² mengajaknya berobat dan konsultasi tapi dia ga mau,gapapa nikah karena terpaksa bukankah aku dulu juga belum ada rasa sama kamu,tapi dengan seiringnya waktu aku jatuh cinta sama kamu apalagi rumah tangga kita di karuniai anak yang lucu²"ucap Alva


"jadi sudah jatuh cinta"tanya salsa.


"mmmmm"Alva nampak berpikir membuat salsa kesal.


"kamu tidak ingin menghapus bekas Kevin di bibirku sayang"ucap Alva.


salsa mencebikan bibirnya.


Alva membuka kancing piyama salsa lalu tangan kanannya meremas gundukan itu dia juga melahap yang sebelahnya.


salsa mendesis Alva memejamkan matanya tangannya terus bermain hingga salsa melenguh, Alva bangkit dan membuka kaos dan celananya dan sudah siap tempur.dia menghempaskan tubuhnya di sandaran sofa dengan posisi punggung setengah bersandar dan kaki turun ke bawah.


"ayo naik sayang"ucap alva dia membuka kancing baju tidur salsa.


salsa pun meloloskan ****** ******** dan dia bersiap untuk naik.


kegiatan mereka berlanjut ke ranjang hingga mereka kelelahan dan tertidur.


**sebelumnya.


Kevin bangkit dari duduknya dia berjalan menuju rumahnya meninggalkan gazebo,lampu ruang tamu masih terang dia membuka knob.


Dia berjalan menuju kamarnya di lantai dua dia akan membersihkan diri jam menunjukan pukul setengah satu.


setelah selesai mandi Kevin turun dengan hanya menggunakan celana pendek untuk mengambil minum.namun di dapur dia melihat Dea sedang membuat susu untuk Fabian.


Dea terkejut melihat Kevin tiba² di belakangnya.


"apa yang kamu butuhkan"tanya Kevin.


"ga ada"jawab Dea gugup melihat tubuh kekar Kevin ada tatto di punggungnya dan di dadanya juga di lenganya.


"apa yang sedang kamu lakukan disini"tanya Kevin.


"aku membuat susu buat Fabian"ucap Dea.


"kalo membutuhkan sesuatu katakan padaku"ucap Kevin dia mengambil gelas dan mengisi gelas itu dengan air dari galon.


Dea mengangguk tiga langkah sudah dia berjalan tiba² Kevin mengatakan


"kita akan menikah Minggu depan"ucap Kevin.


Dea membalikan badannya, melihat ke arah Kevin yang sedang meminum air putih yang dia ambil tadi.


"untuk apa menikah"tanya Dea dia tau Kevin tidak memiliki perasaan padanya.


"untuk anakku"ucap Kevin.

__ADS_1


"tidak perlu menikahiku jika untuk bayi dalam kandungan ini,dia juga tidak tau siapa ayahnya dan tidak perlu bertanggung jawab padanya"ucap Dea.


"aku tetap akan menikahimu agar anak ku lahir dengan status yang jelas"ucap Kevin dia meletakan gelas di atas meja dan meninggalkan Dea yang masih berdiri mematung.


**


Jam lima pagi terdengar suara tangis fabian,Kevin yang sedang tertidur pun terbangun karena mendengar suara anak itu menangis.dia menyandarkan punggungnya di headboard,dia melihat jam menunjukan pukul lima pagi di pun turun ke kamar tamu, untuk melihat apa yang terjadi.


Kevin membuka pintu kamar dia melihat Fabian menangis di lantai dekat pintu kamar mandi,dan dia juga mendengar Dea sedang muntah² di kamar mandi.


"kenapa menangis"tanya Kevin.


"mama"ucap Fabian tangannya menunjuk ke kamar mandi.


"sudah jangan menangis mama baik² saja"ucap Kevin dia menggendong tubuh kecil Fabian, anak itu menunjuk ke kamar mandi agar Kevin mengantarkannya ke kamar mandi.


pintu kamar mandi itu sedikit terbuka dia melihat Dea duduk di lantai dengan wajah ia dekatkan ke kloset.


Kevin membawa kepala Fabian untuk bersandar di pundaknya agar anak itu tidak melihat ibunya yang sedang muntah².


Kevin membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam dia berlutut dan tanganya mengulur ke tengkuk dea membuat Dea terkejut.


kevin memijit tengkuk dea dan itu membuatnya nyaman.setelah beberapa saat


"aku baik² saja"ucap Dea mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.


"sudah lebih baik?"tanya Kevin


Dea mengangguk,Kevin pun keluar dari kamar mandi.


dia membaringkan tubuh Fabian di kasurnya.


"diam disini ya,mama akan segera keluar dari kamar mandi"ucapnya dia mengelus rambut Fabian.


Fabian menunjuk botol susunya yang masih sisa.


"mau susu?"tanya Kevin


Fabian mengangguk.


"papa buat yang baru"ucap Kevin,dia akan membiasakan Fabian untuk memanggilnya papa,karena sebentar lagi dia akan menikah dengan ibunya.


Bahkan dia juga tau takaran membuat susu dari kail masih kecil,twins dan adik²nya.


kedekatannya dengan anak² tidak perlu di ragukan lagi bahkan dia bisa menenangkan anak yang sedang menangis,dia juga mulai menyukai anak kecil saat twins pertama kali melihat twins.


kevin juga juga membuatkan teh untuk dea.setelah selesai dia membawa minuman itu ke kamar Dea,dia juga melihat Dea sedang menepuk² bokong putranya.


"minumlah"ucap Kevin memberikan teh padanya.


Dea pun bangkit duduk bersandar di headboard dan menerima gelas teh hangat "terima kasih"ucapnya.kevin juga memberikan botol susu pada Fabian yang terus menatapnya.


"ini susumu"ucap Kevin.


Fabian Menerima botol susu dan langsung memasukan ujung botol dot itu ke mulutnya.


baru dua kali sesap Fabian sudah terlelap Kevin menyunggingkan senyumnya.


"nanti siang kita ke dokter"ucap Kevin.


"tidak perlu,aku udah ke dokter kemaren"ucap Dea.


Kevin mengangguk karena memang orang suruhannya memberitahu Dea di rumah sakit.


"rasa apa susu hamil yang kamu sukai"tanya Kevin.


"vanila"Kevin mengangguk.


"tidurlah ini masih terlalu pagi"ucap Kevin dia pun meninggalkan Dea.


"jangan melakukan apapun di rumah ini ada art yang akan mengerjakan semuanya"ucap Kevin saat di ambang pintu.


kevin melangkahkan kakinya menuju kamarnya dia bersiap untuk olah raga pagi.


setelah siap Kevin menuruni tangga dengan sepatu yang membungkus kakinya.dia melakukan stretching di depan rumahnya terlihat tiga orang menyapanya.


Dea melihat dari jendela kamarnya dan memperhatikan Kevin dari dalam.

__ADS_1


Kevin berlari kecil meninggalkan halaman rumah itu dan pergi ke tempat gym.


**


jam menunjukkan pukul tujuh pagi Kevin sudah rapih dia akan meminum jus buah dan sayur yang di bawakan oleh art ,dia duduk di meja makan dan memakan sarapan sereal yang dia buat.hari ini dia tidak sarapan di rumah utama.


setelah selesai sarapan dia keluar rumah untuk ke kantor.


beberapa saat Kevin pergi seorang asisten datang ke rumah Kevin membawa makanan untuk Dea.


Dea keluar dari kamar dia ingin menanyakan banyak hal pada artnya.


"selamat pagi nona"sapa art itu ramah.


"pagi"jawabnya tersenyum.


"anda mau sarapan sekarang?"tanyanya


Dea duduk di meja makan art itu membuka tudung saji ada beberapa makanan dan potongan buah.


"jika anda menginginkan sesuatu katakan pada saya,chef akan membuatnya untuk anda"ucap art itu.


"chef?"ucapnya.


art itu mengangguk.


"ini semua masakan chef nona"ucap art itu.


'pantas makanan kemaren itu rasanya enak'gumamnya.


"mba ini komplek namanya apa"tanya Dea.


karena GPS-nya tidak membaca keberadaannya.art itu mengernyitkan keningnya.


"ini bukan komplek nona juga bukan perumahan"jawabnya.


"lalu apa itu"tanya Dea.


"aku juga bingung menjawabnya"art itu terkekeh.


"bingung?kenapa"tanya Dea.


"tanah ini sangat luas nona dan di dalam tanah ini ada beberapa bangunan pintu utamanya di gerbang depan yang banyak penjagaan itu"Dea mengangguk tau tentang penjagaan.


"anda pasti membuka titik lokasi kan?"tanya nya lagi.dea mengangguk.


"jika kita melewati gerbang depan itu artinya hp kita dalam pengawasan nona"ucap nya lagi.


"rumah ini terpisah dari komplek di luar nona,ada pagar tinggi yang mengelilingi itu, sebagai pembatas dengan dunia luar mm maksudnya dengan tetangga luar"ucapnya.


"lingkungan ini tertutup hanya orang² bos besar yang berada di lingkungan ini"ucap art itu lagi


"aku tidak mengerti"ucap Dea.


"anda belum berkeliling?"tanya art itu Dea menggelengkan kepalanya.


"di depan itu rumah utama rumah bos besar.disini ada enam rumah seperti ini di huni oleh orang² bos besar dan di ujung sana ada tempat latihan gym khusus untuk mereka.dan di sana ada gudang makanan jika anda membutuhkan bahan untuk memasak anda bisa mengambilnya disana jadi tidak perlu ke supermarket dan tepat di belakang rumah bos besar itu untuk para art dan juga koki"jelasnya.


Dea mengangguk paham


"jadi disini bukan tetangga?"


"bukan nona orang yang menempati rumah² ini adalah orang yang bekerja pada bos besar"ucap nya.


"lalu kenapa hp ku tidak bisa membaca lokasi"tanya Dea.


"ah di dalam lingkungan ini memang hp kita susah sinyal nona kalo orang baru.nanti kalo sudah disini hp kita sudah otomatis di sadap nona jadi kita bisa membaca lokasi.bahkan pesan pun bisa di baca oleh mereka.tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam lingkungan ini mereka di depan akan memeriksa dengan ketat"Dea menelan ludahnya kasar.


"saya akan membersihkan rumah ini dulu nona sebentar lagi teman saya datang"ucap art itu.


"kamu tinggal dimana?"tanya dea.


"kami tinggal di paviliun atau mes bersama art lain,kami akan datang setiap hari untuk membersihkan rumah²,dan mengantarkan makan untuk bos Kevin jika bos Kevin tidak makan di rumah utama"ucap art itu.


"ini no untuk disini jika membutuhkan sesuatu kabari kami"ucap art itu menyerahkan kertas berisi no yang hanya empat angka.


"terima kasih"jawab Dea.

__ADS_1


"sama² nona saya permisi"art itu berlalu meninggalkan Dea di meja makan.


"tempat apa sebenarnya ini? itu artinya aku tidak bisa keluar dari rumah ini”ucap Dea.


__ADS_2