
Alva saat ini sedang berada di luar kantor Zian dia menunggu salsa di depan lobby.dia duduk di luar gedung dengan batang rokok yang mengeluarkan asap di sela jarinya.
Setelah menunggu lima belas menit salsa pun keluar.
"ar,udah lama"sapanya setelah duduk di pinggir alva.
Alva menggeleng "panggil gue Alva sa"salsa mengangguk.
Salsa mengambil sebatang rokok yang ada di samping alva dan menyalakan koreknya namun korek nya tidak mau menyala sama sekali.
"ini rusak"gumam salsa
Alva mengambil alih korek tersebut dan menyalakan apinya dan mendekatkan ke rokok yang sudah nangkring di bibir salsa.
Salsa menghembuskan asap rokok tersebut perlahan,beberapa saat Mereka saling diam tanpa ada suara menikmati nikotin yang terkandung dalam rokok yang mereka hisap.
Hingga tiba² alva mencium bibir salsa dan ********** salsa membalas ciuman alva.bahkan satpam dan karyawan yang memang waktu jam pulang kerja menganga melihat adegan itu.
Rey melihat ke arah Kevin mereka saat ini berada di mobil lain di parkiran.mereka melihat adegan ciuman tadi.
"jangan di liat bang"ucap Rey.
"loe emang udah bosan hidup Rey gue tau itu"ucap Kevin menatap tajam ke arah Rey.
Rey melipat bibirnya kedalam dia tersenyum melihat Kevin cemburu.
"kalo bosan hidup ngomong biar gue yang narik nyawa loe keluar dari tubuh loe"ucap Kevin.
"bercanda kali bang"ucap Rey. Kevin pun melihat ke arah Alva yang menyudahi ciumanya.
"Balik sekarang?"tanya salsa setelah ciuman itu terlepas alva mengusap bibir salsa yang basah akibat ulahnya dengan ibu jarinya.
Alva mengangguk dia pun membuang puntung rokok dan menginjaknya dengan sepatunya.
Setelah dari kontrakan salsa untuk mengambil barang²nya alva membawa salsa ke apartemennya.
"Apartemen loe luas banget al,kamar gue dimana"tanya salsa.
"Kita tidur sekamar"ucap alva.
"Alva"sungut salsa,alva tersenyum dan menunjukkan kamar untuk salsa.
Salsa membawa kopernya ke kamar yang sudah di siapkan.
Alva pun ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah setengah jam dia keluar dengan membawa laptop dan tidak lupa mengambil kaleng bir di kulkas.
Alva kini duduk di sofa dengan bantal dan laptop di pangkuannya dia menopang kakinya di atas sofa.dengan kacamata anti radiasi menggantung di hidungnya.
Setelah membereskan kamar dan menata pakaiannya di lemari dan mandi salsa keluar dari kamar.
Di lihatnya alva sedang fokus dengan laptopnya.dia pun tidak berani mengganggu dia berjalan mengelilingi apartemen tersebut untuk mengenali tempat barunya hingga kakinya berhenti di dapur,dia membuka kulkas namun tidak ada bahan makanan hanya ada tumpukan bir kaleng yang memenuhi kulkas tersebut.
Tidak ada yang bisa ia buat di dapur dia mengambil satu kaleng bir dan membawanya ke ruang tengah dimana alva berada.
Salsa duduk tidak jauh dari alva dia meletakkan kaleng bir yang sudah dia buka di atas meja dan tanganya meraih remot tv yang ada di meja dia menyalakan tv tersebut dan memilih menonton drakor.
Alva mengalihkan pandangannya ke arah salsa dan melihat satu kaleng bir di atas meja depan mereka.alva menarik sudut bibirnya "apa loe suka minum sa"tanya alva matanya mengarahkan ke minuman di atas meja.
"Ck di dapur ga ada minuman lain,dan ga ada pilihan lain"ucap salsa.
Alva tersenyum kepalanya mengangguk"sorry gue belum belanja"ucap alva.
__ADS_1
"Lagian ini not bad kadar alkohol rendah gue bisa minum ga bikin gue mabuk,gue juga dulu sering ke club dan minum koktail"ucap salsa.
Alva mengangguk.
"Btw kita makan malam apa?ga ada bahan yang bisa gue masak"ucap salsa.
"sebentar"alva menghubungi kail yang katanya akan ke apartemen.
"apa kamu jadi kesini boy"tanya Alva.
"ga Daddy,aku mendapat tugas dari guru,jika tugas² yang di berikan berhasil dan benar aku akan mendapatkan kelas akselerasi"ucap kail penuh semangat.
"Good boy belajar yang rajin, selesaikan tugasmu lebih cepat dan jangan tidur malam"ucap alva.
"oke Daddy see you and i love u good night Daddy"ucap kail.
"see u too son,night too i love u more"ucap Alva senyumnya mengembang.
salsa tersenyum mendengar obrolan anak dan ayah tersebut.
"dia terdengar sangat manis"ucap salsa.setelah Alva menutup tlp nya.
"ya dia hanya begitu denganku"ucap Alva tersenyum.
"btw Kita keluar cari makan atau mau delivery?"tanya alva.
"Delivery aja deh males keluar"ucap salsa
Alva menyerahkan hp nya untuk salsa memesan makanan online.
"Pilih sendiri deh mau makan apa"ucap alva.
Salsa menerima hp tersebut.
Setelah makan malam, Alva melanjutkan pekerjaannya dia sangat sibuk kerjaan di Perusahaan Dominic menumpuk,banyak email yang masuk di laptopnya.
Dan anggota delta pun sedang aktif di grup.
"Loe sibuk al"tanya salsa sedari tadi melihat alva sibuk dengan laptopnya.
"Ga juga ini temen² pada ngajakin ngobrol jam segini kan di luar masih siang"ucap alva berbohong
"Sorry sa gue bukan nyuekin loe"ucap alva lagi.salsa mengangguk dia melanjutkan menonton drama Korea yang tiba² membuatnya tertawa dan tiba² senyap hingga Alva menutup laptopnya.
Matahari melihatkan sinarnya menyapa semua manusia.salsa beranjak dari tempat tidurnya setelah membersihkan diri dia ke dapur untuk membuat teh atau kopi mungkin menurutnya.
Tapi dia lupa bahwa semalam apartemen itu kosong makanan.
Alva keluar dari kamar dengan bertelanjang dada memperlihatkan tatto dan tubuh kekarnya dengan celana kolor berwarna merah setengah paha.rambut panjangnya yang acak² khas bangun tidur,salsa terpaku melihat alva yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Morning babe"ucap alva mengecup pipi salsa.Yang Membuatnya merona dan hal itu membuatnya malu.
"Nyari apa sa ga ada makanan di dapur,nanti kita sarapan di luar aja"ucap alva mengambil kaleng di kulkas.
"Teh,kopi juga ga ada?"alva tersenyum.
"aku akan sarapan di kantor"ucap salsa dia pun masuk kamar untuk bersiap ke kantor.
*
"nanti pulang dari kantor kita belanja"ucap Alva salsa mengangguk.salsa turun dari mobil Alva dia sudah telat karena tadi Alva mengajaknya untuk sarapan di luar.
__ADS_1
Setelah mengantar salsa Alva kini ke kantor karena nanti siang dia akan menjemput kail di sekolah namun bukan untuk kerja dia malah merebahkan tubuhnya di sofa.
"lihat kalo bukan bos gue,udah gue lempar ke kandang buaya"ucap denis pada Kevin yang melihat Arya tertidur di sofa.
"loe berani bang?"tanya Rey.
"kalo bukan bos gue, nyatanya dia bos gue jadi mana berani"ucap Denis melanjutkan pekerjaannya.
Sekitar satu jam lebih Alva terbangun,dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.alva memijit pangkal hidungnya kepalanya terasa pusing.
"kenapa"tanya Kevin dia yang selalu perhatian dan mengkhawatirkan keadaan Alva.
Alva menggelengkan kepalanya.
"sedikit pusing"ucap Alva.
"biar Axel yang menjemput kail"ucap Kevin.
"gue udah janji akan menjemputnya"ucap Alva dia tidak mau mengecewakan putranya.
Alva bangkit dari duduknya menuju kamar mandi yang tersedia di ruangannya,dia keluar dengan rambut basah.lalu dia duduk di kursi kerjanya dia mengambil batang rokok dan menyalakan koreknya lalu dia mengambil berkas² sambil menunggu laptopnya menyala.
**
"apa kamu yakin tidak mau ikut dengan daddy"tanya alva saat ini mereka berada dalam mobil setelah menjemput kail pulang sekolah.
"kail ada tugas sekolah Daddy,nanti malam kail ke apartemen Daddy sama uncle shawn karena kail mau tidur dengan Daddy"ucap kail.
*
Setelah mengantarkan kail Alva memilih untuk pulang ke apartemen, Saat alva berjalan menuju unitnya dia melihat seorang pria berdiri depan pintu sedang menekan bel di depan unitnya.alva berdehem membuat laki² itu mengalihkan pandangannya.
"Arya"panggilnya langsung memeluk erat adiknya dia begitu takut setelah kejadian malam itu.
Alva diam tak membalas pelukan abangnya.dia mengerutkan keningnya.
Abi melepaskan pelukanya tangan dia masih di pundak alva, abi memandangi adiknya mukanya datar tanpa senyum abi kembali memeluk adiknya air matanya menetes mengingat janji untuk menjaga adik²nya pada bundanya, namun dia lalai.setelah beberapa saat Abi melepaskan dia menghapus airmata di pipinya.
Alva membuka pintu unitnya dan melangkahkan kakinya masuk di ikuti abi dan kevin juga rey di belakangnya.
Abi duduk di sofa sedangkan Alva menuju dapur dan mengambil satu minuman kaleng yang alkoholnya rendah.
Abi melihat sekeliling apartemen adiknya namun tidak ada tanda² di tempati anak kecil seperti mainan atau sepatu anak atau yang lain.
Rey membawa 4 gelas berisi es batu dia meletakan empat gelas di meja depan mereka alva datang dengan botol vodka di tanganya
"Sorry ga ada minuman lain disini"ucap alva ia menuangkan minuman itu ke empat gelas di meja tersebut abi hanya diam tak menjawab.setelah menuangkan minuman alva meletakan botol tersebut dan beralih mengambil gelas dan menggoyangkannya agar minuman itu cepat dingin.
"Ada apa"tanya alva memecah keheningan.
"Apa kabar?apa semua baik² saja aku takut kamu di tangkap"tanpa menjawab pertanyaan alva abi malah menanyakan kabar alva.
"Seperti yang loe liat,gue baik² aja"jawab alva lalu meminum minumanya.abi tak mengalihkan pandangannya dari alva.
"jangan melakukan tindakan kriminal dan menentang hukum,kamu bisa memasukkan mereka ke penjara bukan membunuhnya"ucap Abi.alva berdecak.
”pulanglah kerumah dan bekerja di kantor ayah.bagaimana kamu bisa hidup kalo kamu tidak bekerja lagian Apa kamu tidak merindukan keluargamu?"tanya abi.
"Ck Keluarga yang mana?"tanya alva
Denis masuk ke apartemen tanpa membunyikan bel 'ceklek..."um sorry ada tamu rupanya"abi mengalihkan pandangan ke arah denis wajah² asing dimatanya tidak ada satupun di antara mereka yang dia kenal.
__ADS_1
Denis masuk ke pantry dan keluar dengan membawa gelas kosong berisi es batu dia duduk di samping alva dan menuangkan minuman ke gelasnya.