BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
ALEA TAKUT


__ADS_3

"Well anda tau? Dia menambahkan dosis obat pada bunda dan menyuntikan obat di cairan infus agar bunda cepat mati,anda tau dia tidak kerja sendiri dia membayar suster rini untuk melakukan itu dengan imbalan yang besar,anda memelihara pembunuh pak abraham,anda menikahi pembunuh istrimu sendiri haha"alva tertawa lagi.


"Aku menyimpan ini semua aku pikir kalian akan menikah satu tahun lagi hingga aku lulus kuliah dan aku fokus untuk menjebloskan nya ke penjara,tapi aku malah dapat surprise aku melihat poto pernikahan mu,aku terlambat atau anda yang terlalu cepat?bukankah kuburan bunda masih basah?atau pernikahan ini keinginan mu juga? Kalo iya,kasian sekali bunda di harapkan cepat meninggal oleh orang terdekatnya"ucap alva lagi abra menitikan air mata dari sudut matanya.


Alea menangis dalam diam,dia menangis dengan menggigit bibir bawahnya agar suara isak tangisnya tidak terdengar.


"Bukan hanya aku saja yang tau tapi dito beberapa x menyelamatkan bunda tapi setelah anda menugaskan suster rini menjaga di kamar bunda dia ga bisa berbuat apa²,tapi tenang saja suster sialan itu udah mati,udah mati di tanganku sendiri,bahkan dia memohon merangkak memegang kakiku,karena kaki nya sudah aku potong agar aku melepaskan nya.ya sudah jadi aku lepaskan saja dia untuk selamanya sekalian untuk bertemu bunda"ucap alva terkekeh membuat alea bergetar.


"ada satu yang harus anda tau tentang istri anda yang sekarang pak abraham selain suka jajan dan arisan brondong, istri anda seorang MASOKIS (kelainan seksual dimana seseorang yang merasa nyaman dan puas secara seksual ketika dirinya disakiti atau dilecehkan oleh pasangannya. Penyimpangan seksual ini tergolong perilaku berisiko tinggi, baik bagi diri sendiri maupun pasangannya)aku tidak Sudi mempunyai ibu seperti dia.anda tau pak abraham saya membenci kalian semua, ibu Sinta pak satria Azalea,Dian,Zian,Abimana aku membenci kalian semua, hanya saja aku harus pura² baik di depan kalian bukan? sesungguhnya aku ingin mencekik kalian semua karena kalian tertawa dia atas sakit ku dan di atas kematian bunda"ucap alva panjang lebar Alva menekan kata²nya giginya bergemelutuk.


"Dia sudah menghancurkan hidupku dia akan mendapatkan balasanya,anda tau aku tidak suka di usik,setetes darah yang keluar dari tubuhku akan mendapatkan balasannya,seperti yang terjadi beberapa hari lalu kebakaran itu gudang si ****** itu(haha) anda tau itu mainan ku"ucap alva berbisik di telinga abra.


"Anggaplah orang gila ini sedang mendongeng anda pak Abra"ucap alva terkekeh dia berjalan ke brangkar alea tidur merapikan selimutnya dan mengelus puncak kepala alea dan mencium keningnya dia tau alea terbangun tubuhnya bergetar takut pada padanya sungguh alea sangat takut dengan abangnya.


Alva melangkahkan kaki keluar tapi terdengar suara nyanyi di bibirnya hingga suara itu hilang dengan menghilangnya tubuh alva di balik pintu


So let me just give up


Jadi biarkan aku menyerah saja


So let me just let go


Jadi biar saya lepaskan saja


If this isn't good for me


Jika ini tidak baik untukku


Well, I don't wanna know


Yah, aku tidak ingin tahu


Let me just stop trying


Biarkan aku berhenti mencoba


Let me just stop fighting


Biarkan aku berhenti berjuang


I don't want your good advice


Saya tidak ingin nasihat baik Anda


Abra membuka matanya mendengar semua yang di ucapkan alva,sungguh dia sudah tidak mengenal alva lagi anaknya seperti penjahat psikopat gara² sakit hati dendam amarah kepada keluarganya.


"Ini salahku semua salahku aku ga menyangka kamu melakukan ini inggrid,suster rini,suster rini ya tuhan"gumamnya airmatanya mengalir dari sudut mata tua itu.


Setelah alva keluar Alea pun menangis suaranya terdengar oleh abra betapa hancurnya dia,dia begitu menyayangi Inggrid namun nyatanya wanita itu membunuh ibunya mendengar kenyataan bunda di bunuh secara perlahan boleh seorang wanita yang tinggal bersamanya.


Mendengar anaknya menangis abra memanggilnya.

__ADS_1


"Adek sayang nak sini nak"panggil abra.alea bangun matanya terlihat sembab "ayah" panggilnya dengan suara lirih abra memberi kode untuk mendekat karena tangannya di infus dan tangan satunya masih di perban.


Alea pun mendekat dengan air mata yang terus mengalir.


"Maafkan ayah nak ayah terburu² untuk menikahinya ayah hanya berpikir agar kalian mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dan ayah menjalankan amanah bundamu,kalo bundamu tidak meminta ayah menikahinya ayah ga berpikir buat menikah lagi"ucap abra dengan air mata yang mengalir.


**


"kamu ga beli makanan shawn"tanya alva.


"laper?"tanya nathan,Alva menggeleng.


"Loe ga bawa wine dari Daddy?"tanya alva.


"kita ini di rumah sakit bos,masa kita mau minum wine"ucap shawn.nathan menggelengkan kepalanya


"Untuk menghangatkan tubuh Shawn"ucap alva.


"Belikan minuman kaleng dong shawn"titah alva shawn pun bangkit.


"Dan juga belikan beberapa cemilan buat kita dan adik gue di dalam"ucapnya lagi.


Alva membuka laptopnya dan kembali bekerja.banyak kerjaan yang membuatnya harus sering begadang. begitupun nathan memantau pergerakan musuh di laptopnya.


"apa yang loe tau tentang kebakaran itu nath?"tanya alva dia tadi di dalam mengatakan kebakaran adalah mainanya hanya omong semata.


"Anda tau lah bos,daddy anda itu suka main²?"ucap nathan nampak acuh


"Jerry"ucap nathan terkekeh.


"Maksud loe?"tanya alva.


"Seekor jerry"jawab nathan yang membuat alva tertawa terbahak²,suaranya sampai terdengar ke dalam kamar abra.


"Amazing,apa bisa di jadikan tersangka"tanya alva.


"Sayangnya tidak,karena jerry memilih untuk bunuh diri"jawab nathan yang membuat alva tertawa terus.


"Loe belajar ngejoke dimana nath,ya tuhan muka datar kaya loe bisa ngejoke"ucap alva.


Braakkkk...


Terdengar suara benda jatuh dari dalam,alva dan nathan pun bangkit dan masuk ke kamar terlihat alea sedang membantu ayahnya untuk turun dari kasur.


"Kenapa?"tanya alva tatapannya datar melihat adik dan ayahnya.


"Mmh a..ayah m..mau kekamar mandi"ucap alea gugup.


Alva pun mendekat,nathan yang di belakang alva memegang kursi rodanya sedangkan alea memegang infus.


"Kenapa ga pake pispot"tanya alva sambil mendudukan abra di kursi,abra sendiri memeluk alva dan meletakan kepalanya di pundak alva.ini yang dia mau dekat dengan alva.anaknya ada di dekapan nya sekarang.

__ADS_1


"A..ayah ingin ke kamar mandi"ucap abra.


Alva mendorong kursi roda hingga ke kamar mandi dan membantu abra sedangkan alea berdiri di luar pintu kamar mandi.


Setelah lima belas menit alva dan abra keluar dan membantu abra kembali ke brangkar.


"Maaf merepotkan mu"ucap abra.


Alva hanya diam tanganya menyelimuti abra.


Alea memberikan minum ke ayahnya,alva melangkahkan kakinya untuk keluar tapi langkahnya terhenti saat mendengar kata.


"Maaf..maafkan ayah..maafkan ayah.. "ucapnya lirih menahan sesak di dada.


"Hem"alva hanya berdehem tanpa membalas ucapan maaf abra dia melanjutkan langkah kakinya.


Saat membuka pintu terlihat shawn dengan 3 kantong plastik cemilan berdiri depan pintu.


"Ngagetin loe kirain hantu"ucap alva.


"Hantunya suster rini"ucap shawn.


"Asal bukan suster ngesot"ucap alva.


"Ah memang anda sudah membuat dia ngesod kan"ucap Shawn


"cih mau dia mencium kakiku pun aku akan tetap mengantarkan nya bertemu bunda ku"ucap alva


"and now Suster itu lagi minta maaf sama nyonya nilam"alva dan shawn tertawa sedangkan nathan hanya geleng-geleng kepala.


"pak Alvarez tolong maafkan saya,tolong ampuni saya,Nyonya nilam maafkan saya,saya hanya di suruh"Shawn menirukan suara rini saat akan di eksekusi oleh alva.


Alva tergelak mendengar shawn dengan suara mendayu².


Alva meletakan kantong plastik di meja berisi air putih dan cemilan dan buah²an


"Makanlah,Panggil aku kalo butuh bantuan"ucap alva Lalu dia kembali keluar.


Dia kembali mengerjakan tugas² sambil minum bir kaleng yang di belikan shawn,sampai suara nafas halus terdengar di telinga nathan.


"Dia tidur shawn"ucap nathan.


Shawn pun minta bantal dan selimut ke petugas.


Nathan mengambil laptop di pangkuan alva dan menutupnya.shawn datang dengan bantal dan selimut,dan merebahkan tubuh alva di kursi.nathan dan shawn berpindah kursi lain.


"Dia pasti kecapean mudah banget tiba² tidur begitu"ucap shawn.


"Gimana ga cape kerjaan dia menggunung otaknya di paksa untuk terus bekerja"ucap nathan.


"Dia bekerja buat orang gue ga ngerti apa yang dia pikirkan,lihat gimana dia membelikan kita mobil yang sama membelikan barang² yang sama.kita bahkan sudah di bayar oleh mr Dominic tapi dia juga menggaji kita.rumah sakit yang di bangun tanpa investor tanpa minta bantuan siapapun.baru berapa hari buka sudah membludak pasien yang ingin berobat"ucap kevin.

__ADS_1


"Tugas kita yang utama menjaga keselamatan dia dan sisanya kita bantu ringankan"ucap nathan.


__ADS_2