
Setelah meeting mendadak di kamar jack,dan mendengarkan cerita Jack bahwa ayahnya menggali informasi padanya, Alva kini kembali ke kamar dia membangunkan salsa yang masih tertidur, tersedia beberapa makanan yang ia pesan di atas meja.
"sayang ayo bangun kita harus bersiap"Alva mengusap kening salsa dan menciumi bibirnya.
"sayang"...
"eeuh...salsa mengerjapkan matanya,wajah tampan Alva menjadi pemandangan yang indah saat dia membuka mata.
"ayo bangun kita bersiap ke pesta"ucap Alva salsa menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"sayang..Alva terus menggelitiki salsa suara gelak tawa mereka memenuhi kamar hotel.
Selesai mandi salsa memakan makanan yang di pesan alva dia sangat kelaparan,satu tanganya lagi memegang hairdryer.
Alva meletakan handphone nya dan menghampiri salsa dan membantu mengeringkan rambutnya.
"sini aku bantu keringin,bikin basah juga bisa "ucap alva menggoda salsa.
"Alvarez.."pekik salsa membuat alva terkekeh.
"Kamu ga mau di panggilkan mua gitu untuk merias kamu"tanya alva
"Ga usahlah sendiri juga bisa"ucap salsa.
Alva mengangguk keahlian wanita adalah merias wajah jadi jangan ragukan.
Setelah selesai membantu mengeringkan rambut salsa dia bergegas untuk mandi.
Kini salsa sudah siap dengan gaun malam yang panjang warna abu silver model kemben dengan lipatan di pinggangnya gaun itu menjuntai hingga bawah dan belahan kaki setengah paha yang memperlihatkan kaki mulusnya.
"Apa ini bagus?tidak terlalu seksi?dan terlalu wah"tanya salsa dia tidak pernah berpakaian se glamor ini pikirnya.
"you look gorgeous"jawab alva.
"Aku suka jika kamu seksi seperti ini"ucap alva memeluk salsa dari belakang.
"tapi kurasa ini terlalu wah"ucap salsa.
"Kamu tau tamu yang hadir juga dari kalangan atas pakaian seperti ini banyak di pakai oleh mereka di pesta"ucap Alva.
Salsa tersenyum,dia menyanggul rambutnya dan menyisakan anak rambut yang dibiarkan menjuntai.
"Sebentar ada yang kurang"ucap alva pergi ke koper kecil yang berada di atas ranjang.alva datang menghampiri salsa dan memakaikan kalung di leher wanita itu.
"Perfect kamu bintangnya malam ini"ucap alva.
Salsa diam terpaku memegang kalung yang indah melingkar di lehernya.
Alva pun meletakan kotak perhiasan berisi anting berlian dan gelang juga cincin sedangkan kalungnya sudah alva pakaikan modelnya simple tapi terlihat sangat elegan.
"Pakai ini babe"ucap alva
"Apa pantas aku pakai ini"tanya salsa karena menurut salsa perhiasan itu sangat mahal.
"Kenapa tanya seperti itu"tanya alva
"Ini pasti mahal"ucap salsa
"Nyonya alvarez harus terlihat menonjol aku suka kamu jadi perhatian, aku akan memberikan yang terbaik selama kamu masih disisiku"ucap alva menyelipkan anak rambut di telinga salsa.
Alva menyerahkan atm ke salsa"ah mmh gunakan ini belilah pakaian² di butik, sepatu, tas,di tempat yang branded jangan gunakan gajimu,kamu bisa pergi ke salon untuk perawatan simpan gajimu tapi pakai ini pin nya sama seperti kode apartemen"ucap alva.
"Tapi untuk apa,semua sudah di belikan olehmu"ucap salsa.
"Belilah sesuai dengan keinginan mu"ucap alva.
**
Alva dan salsa berjalan bergandengan menuju ballroom,terlihat sudah banyaknya tamu² yang datang.
__ADS_1
Alva dengan tuxedo hitam terlihat gagah rambut panjangnya dia sisir rapih dan di ikat man bun dia dan salsa menghampiri jack.
"Hi salsa how are you?"sapa jack.
salsa sudah mengenal Jack karena sering ke apartemen.
Mereka mengobrol tentang teman²nya.hingga seseorang menyapa jack.
"Halo mr jack"sapanya seorang pengusaha yang sedang bekerja sama dengan geo dan direktur karya gemilang.
Mereka berdua mengobrol dan datang pengusaha lain menghampiri mereka.
Merasa tidak ingin mengganggu dan obrolan mereka tidak nyambung dengan salsa,alva mengajak salsa untuk bergabung dengan danu dan amel.
"Kamu mau makan apa sayang atau minum?"tanya alva.
"Minum saja"jawab salsa.
"Tunggu disini aku akan mengambilkannya"ucap alva salsa mengangguk.alva pergi mengambil minuman dan sedikit makanan untuk salsa
"Apa kalian jadian sa"tanya danu saat Alva pergi.
Namun salsa menggelengkan kepalanya.
"Tapi kalian seperti pacaran"ucap danu lagi.
"Ya mungkin orang mengira begitu"jawab salsa.
"Kalian terlihat intim"ucap danu belum puas dengan jawaban salsa.
"Kenyataan nya seperti itu kami tidak pacaran"ucap salsa.
"Tapi kalian tinggal bersama aku dengar dari zian"ucap danu dengan suara lirih.karena Zian menceritakan bahwa Alva tinggal bersama dengan salsa.
"Kami simbiosis mutualisme"jawab salsa.
"Aku tidak yakin,karena aku melihat cinta di mata kalian"salsa tersenyum mendengar ucapan danu.
Alva datang membawa minuman dan sepiring makanan ringan untuk salsa dan duduk bergabung dengan danu.
setelah selesai makan.
salsa melihat zoy dan ayu juga teman divisi, salsa pun meminta ijin untuk menemui mereka.
"kapan kalian menikah"tanya Danu.
"ck...Alva berdecak.
"a Arya "panggilnya.
Alva pun melihat ke seorang wanita paruh baya.
"Arya nak ya Allah"mama Sinta menangis melihatnya.arya pun berdiri tersenyum mama Sinta memeluk erat putra sahabatnya itu.
"Kamu masih hidup nak,mama senang kamu sudah kembali kamu apa kabar kenapa tidak menemui mama"ucapnya beruntun.
"aku baik ma,maaf belum ada waktu"ucap Alva.
"ya gapapa,lain waktu main kerumah ya"alva mengangguk.
"sudah ketemu alea?"tanya mama Sinta.
"nanti"jawab Alva.
"ya kita bisa foto bersama nanti"ucapnya dia begitu bahagia saat ini,alva mengangguk.
"mama mau nemenin papa dulu,masih banyak tamu ya ampun bedak nya luntur ga yah habis nangis"ucap mama Sinta.
"apa balik lagi ke tukang make up ya"gumamnya.
__ADS_1
"makan yang banyak nak mama kesana dulu"ucapnya lagi Alva mengangguk.
Alva kembali duduk "sudah satu bulan loe disini tapi mama Sinta baru tau?"Alva mengedikan bahunya.
Setelah ngobrol dengan Danu dan Amel,Alva mengajak salsa untuk mengucapkan selamat pada alea karena dia melihat Abra dan Inggrid turun.
"sa.. panggilnya teman² salsa semua melihat Alva matanya melotot 'hot,tampan,gagah'pikir mereka.mereka saling senggol saat melihat Alva.
"ya...
"ayo kita mengucapkan selamat untuk mereka "salsa mengangguk.
"guys aku duluan ya"ucap salsa mereka tersenyum mengangguk.
salsa dan alva bergandengan mereka berjalan menuju pelaminan dimana alea dan Zian menjadi ratu dan raja sehari.
"Abang"lirih alea saat melihat abangnya berjalan mendekat.
"selamat,semoga kalian bahagia sampai kakek nenek,jaga alea zi"ucap alva dia memeluk Zian menepuk punggung zian
"thanks,pasti.****** emang di tlp ga di angkat²"ujarnya
"kaya ga tau aja kalo di hotel ngapain"ucap alva.
"anj1ng emang"umpat zian.dia beralih ke alea yang sedang menatapnya sendu.dia terharu dan bahagia adiknya kini sudah dewasa dan kini sudah menjadi seorang istri.
Alea memeluk Alva erat"Abang tadi siang ga dateng"ucap alea dia menangis
"dateng,duduk di belakang sama tamu lain jangan menangis nanti make upa nya luntur kaya mama sinta"ucap Alva, alea pun melerai pelukannya dia mengambil tisu dan mengelap air matanya.dia mengipas² matanya yang ingin mengeluarkan airmata lagi.
"selamat semoga bahagia selalu"ucap Alva.
"selamat menempuh hidup baru pak zi"salsa mengucapkan selamat ke bos nya.
"thanks sa"ucap zian
Abra melihat anak²nya dari bawah, dia saat ini sedang makan dengan inge.
Abi menghampiri adik²nya untuk foto keluarga.
"bang ar"panggilnya.
"hai kak apa kabar"tanya Alva,Dian mendekat memeluk Alva.
"baik kakak baik,kamu apa kabar?"tanya Dian mengelus punggung Alva.
"baik kak,apa kabar ara"tanya Alva menanyakan keponakannya.yang ia tau hanya Ara saat itu Juna belum lahir.
"Ara baik"jawab Dian,Alva tersenyum
"bentar bang kita foto bersama"ucap Abi,alea masih memeluk lengan Alva.(Abang atau bang Ar adalah panggilan untuk alva mau art mau abi dan Dian mau Abra mereka manggil Arya Abang/bang ar)
Dian memanggil Ara dan Juna yang saat ini sedang bersama nenek dan susternya.
Ara dan Juna pun mendekat ke pelaminan,Ara terlihat cantik dengan gaunya,sedangkan Juna sendiri terlihat keren dengan kemeja dengan rompi vest dan dasi kupu² melingkar di lehernya.
"mam ada apa?"tanya Ara.
"kita foto bersama sayang,lihat ini siapa"ucap Dian.
Ara yang saat itu masih kecil tidak mengingat apapun.
"ini uncle Arya adik papa"ucap Dian ke ara dan juna.
"yang ada di photo sama Oma?yang ada di gudang itu mam?"ucapan Ara 'degh....Alva mengeraskan rahangnya.poto dirinya dan ibunya ada di gudang?! mereka berharap aku mati di Jerman?pikirnya.tahan ini pesta adiknya jangan sampai membuat keributan.
Dian mengangguk,dia melirik ke arah Alva dia takut Alva marah gara² anaknya ngomong seperti itu.
"ini Arjuna adik Ara bang"ucap Dian mengenalkan putranya berharap Alva lupa ucapan Ara.
__ADS_1
"Juna ayo beri salam sama uncle"ucap Dian.
"hai,kamu udah sekolah"tanya Alva mencoba meredam emosinya.