
"tidak masalah, pendidikan mu lebih penting bagaimana kabarmu?"tanya Alva.
"baik,bagaimana kabar ayah bang Abi dan adek alea"tanya Daffa tersenyum
"kalo kamu ingin tau kabar mereka datangi mereka,dan lihat sendiri bagaimana keadaannya"jawab alva.
"jadi kemana saja selama ini"tanya Alva mengalihkan pembicaraan tentang keluarganya.
"ada di kota xx Saat kami di jemput nenek dan paman, saya di beri sebuah kartu oleh bunda tapi aku ga bisa menggunakannya,dan kami juga tinggal di desa jadi aku simpan saja. saat nenek meninggal aku dan dila hanya tinggal berdua om meninggalkan kami,dia tinggal dengan istrinya di jawa.saat SMA saya mendapatkan bea siswa karena saya ingin kuliah tapi dila hanya sampai SMA karena menurutnya seorang wanita akan kembali ke dapur.saya membawa dila ke kota dimana saya kuliah saat itu saya sudah mengumpulkan uang untuk ke kota,saya tidak tega meninggalkan dila di kampung sendirian.dila bekerja di warung makan dan saya bekerja sambil kuliah.saat saya di kota saya melihat bank yang sama dengan kartu yang di berikan bunda saya sebutnya kartu.karena saya sudah kuliah saya sedikit faham caranya.
Saya tidak memikirkan apa di dalamnya mungkin sebuah pesan"ucap daffa terkekeh.dan melanjutkan ceritanya.
"Di layar mesin atm tertera tarik saldo dan cek saldo dan seperti itu,aku ga mungkin narik karena aku ga tau ada isinya atau ga.aku coba cek saldo aku melihat angka yang banyak sekitar 600jt aku tidak tau apa itu mimpi,buat memastikan aku coba tarik seratus ribu dan keluar saya cek lagi saldo berkurang 100 ribu berarti ini bener.aku pulang dan menceritakannya ke dila aku tawarkan dia kuliah pakai uang dari bunda tapi dila tetep ga mau lebih baik duitnya di simpan menurut nya.lalu uang yang ada di atm aku beli rumah di perumnas biar ga ngontrak lagi dan membeli sepeda motor untuk pulang pergi kuliah dan kerja.lalu dila menikah kami tinggal bertiga di rumah itu sampai sekarang dila tinggal dirumah itu dan uang yang dari bunda aku gunakan untuk s2 ku walaupun mendapatkan beasiswa tapi tetap ada biaya lain.dan untuk membantu kalo ada keperluan mendadak dila atau apapun"ucap daffa.
"apa kamu tidak ingin bertemu dengan ayahmu"tanya Alva.
"apa ayah akan ingat,dan apa di terima ini sudah terlalu lama"tanya Daffa tidak enak.
"kalo tidak di terima ya pulang lagi"jawab Alva.
"lagian Kamu anaknya bukan"alva
balik tanya.
"aku tidak enak dengan ayah Ar"ucap daffa
"panggil saya Alvarez"ucap alva.Daffa mengerutkan keningnya namun daffa mengangguk.
"Bawa dila kesini sama suaminya aku akan memberinya pekerjaan untuk mereka"ucap alva.
setelah lama berbincang Alva akan kembali ke kantor.
"bekerjalah dengan baik"ucap Alva.
"pasti saya akan melakukannya sebaik mungkin pak alva"ucap Daffa tersenyum.
*Di sekolah kail dan bibi Sarah sedang menunggu Axel namun belum juga datang.
"kail"panggil Dian dia datang ke sekolah yang berada di sebrang jalan sekolah kail.dian datang menggandeng Juna.
"hai aunty"sapa kail tersenyum.
"kamu sekolah disini?"tanya Dian kail mengangguk.
kail melihat ke arah Juna dia memakai seragam sekolah di seberangnya.
"kenalkan ini Juna anak aunty sekolah disana"ucap Dian.
Juna mengulurkan tangannya,kail menyambut tangan Juna.
"kalian bisa berteman,hai bibi,apa kalian belum di jemput?"tanya Dian.
"belum Bu"jawab bibi Sarah.
"belum aunty,uncle sedang dalam perjalanan"ucap kail.
"biar aunty mengantar kalian"kail menggeleng.
dia selalu mengingat pesan Daddy nya agar tidak pergi dengan siapapun.dan menunjukan alamat rumah karena itu sangat berbahaya.
__ADS_1
"uncle Axel sedang kesini "jawab kail.
"baiklah kalo begitu,kail Juna hari Sabtu besok ulang tahun kamu datang ya"ucap Dian memberikan kartu undangan pada kail
"kail akan datang aunty"ucapnya.
"aku tunggu kail,senang berkenalan dengan mu.kita bisa berteman"ucap Juna.
kail mengangguk senang selama sekolah dia tidak mempunyai teman,karena mereka menganggap kail adalah anak kecil walaupun tubuhnya lebih tinggi dari anak sebayanya.
dan kali ini ada yang mau berteman dengannya,tentu saja kail terima dengan senang hati apalagi dia sudah mengenal Dian.
Dian dan Juna pun pulang.setelah sepuluh menit Axel datang.
"sorry kail uncle telat ban mobil nya bocor"ucap Axel.
"oke uncle kali ini kail maafkan,jika terulang lagi kita harus bertarung"ucap kail dengan wajah yang menggemaskan.
bibi Sarah tertawa melihat wajah Axel.
bagi Axel lebih baik melawan orang dewasa daripada anak kecil apalagi ini anak bosnya.
"bagaimana"tanya kail.
"mukamu lucu kali Axel"ucap bibi Sarah.
Axel mendengus kesal,muka datar yang orang bilang menyeramkan di bilang lucu oleh bibi sarah.
Dengan pasrah Axel mengangguk,kail pun berlalu meninggalkan dua orang itu menuju mobil,bibi Sarah menyusul kail namun dia membisikan kata² "tidak boleh memukul anak kecil ax,apalagi dia anak bosmu jika dia terluka habis lah riwayat mu"ucap bibi Sarah terkekeh geli melihat wajah axel.lalu dengan cepat meninggalkan Axel dan menyusul kail.
**
"Itu lebih baik bos"ucap denis.
"Gara² kerjaan ini aku melupakan tempat itu"ucap Alva dengan mata menatap laptop nya.
"Anda harus tetap waras bos agar bisa mengerjakan ini banyak yang menggantung kan hidup pada perusahaanmu"ucap denis.
"Ya loe bener nis gue harus tetap waras dan menghabiskan berkas² ini"Alva menghela nafas"boleh minta tolong"tanya alva .
"Sure"jawab denis.
"Mintakan es batu di gelas sama saep"pintanya.
"Untuk apa bos?"tanya denis pura² tidak tau,jika sudah berkaitan dengan es batu itu pasti akan minum
"Sedikit aku mau minum itu"ucap alva dengan muka memelas.menunjuk lemari berisi minuman berbagai merk.
"Anda tadi menyetujui untuk tetap waras tapi sekarang anda memintanya"ucap Denis Kevin menggelengkan kepalanya. kevin selalu memperhatikannya semenjak ada salsa Alva bahkan lupa untuk ke club',terakhir ke club' saat bertengkar dengan salsa.bahkan selama tidur dengan salsa Alva tidak mengalami mimpi buruk.
"Hanya sedikit, tenggorokan gue kering nis ayolah"ucapnya merengek seperti anak kecil.
Denis pun menghubungi Saiful untuk membawakan es batu.
Syaiful dateng dengan nampan dan dua kopi serta segelas es batu.
"Es batu datang untuk mendinginkan pikiran yang sedang galau di tinggal yang tersayang"ucapnya saat membuka pintu.
Syaiful meletakan gelas kopi di meja sofa tempat kevin dan denis duduk.
__ADS_1
"Lah pak bos makanin es batu ya"tanya ipul.
"Ambilkan itu saep"ucap alva menunjuk minuman yang ada di lemari.
"Ipul pak bos"ucap ipul membenarkan panggilan nya.dia pun berjalan ke arah lemari yang berisi minuman dengan botol² yang cantik dan bagus menurut nya tidak seperti botol sirupnya yang di kulkas emaknya yang di isi air putih.
"Pak bos ini sirup ya?botolnya bagus ini tulisanya bahasa enggres nanti kalo sudah habis buat saya ya pak bos"pintanya.
"Buat apa emang?"tanya alva yang masih menatap laptopnya.
"Ya buat isi air putih di kulkas emak,kan kalo ada tamu botolnya di keluarin kan keren,bukan botol sirop abc terus"ucapnya.
"Ini sirop pasti mahal ya pak bos botolnya aja begini"ucap ipul.
" tolong Bukain ep tuangin di gelas"titah alva.
Ipul membuka botol nya dan sedikit menghirup aroma dari minuman itu.
"Koq ya ga ada bau wangi²nya pak bos"ucapnya menuangkan di gelas.
"Kamu mau cobain?"tanya alva
"Mau pak bos.Boleh emangnya"tanya nya
"Boleh ambil gelas sana"ucap alva.
Syaiful pun keluar membawa nampan nya,dia mau ambil gelas yang besar untuk di minum dengan teman² nya di pantry pikirnya.
"Bos,nanti ipul mabok"ucap denis.
"Shhuuuth"alva meletakan jarinya di bibirnya.
Denis dan kevin hanya geleng-geleng kepala.
Alva menyecap minumanya sambil melihat kertas² yang berserakan di meja.
"Pak bos"panggilnya
"Pakai es juga?"tanya alva saat melihat gelas yang di isi es batu.
"Pake dong pak bos kan mau minum sirop"ucap ipul
"Gede amat tuh gelas mau beli dawet"cibir denis.
"om Denis ini ga tau mumpung pak bos nawarin di lihat dari botolnya minuman mahal.sekali² minum yang mahal ya pak bos,emak kalo beli paling mahal itu marjan"ucapnya polos.bapaknya yang bekerja sebagai tukang Becak dan ibunya yang bekerja serabutan membuat hidupnya serba kekurangan di tambah adiknya yang autis membuat ibunya bekerja dengan waktu yang terbatas
"Tuang sendiri"kata alva.ipul menuangkan minuman ke gelas.
"Pak bos isinya sedikit"ucapnya.
"Awas kalo ga di habisin sayang² mahal nanti di buang lagi"ucap alva.
"Ya gak lah pak bos,mubazir ya om denis kalo di buang"ucapnya menatap ke Denis.denis pun mendelik di panggil om.
syaiful remaja usia masih 20tahun dia bekerja jadi ob bermodal kan nekat dia menggunakan ijasah SMP saat ia bersaing dengan orang yang melamar menggunakan ijasah SMA dia juga hanya mencantumkan alamat rumahnya di kampung tanpa meninggalkan no hp.hal itu yang membuat Sean meminta HRD untuk mengirimkan surat panggilan kerja.
Dia mendengar ada perusahaan yang membuka lowongan menjadi ob dan membutuhkan banyak orang,dia tidak berharap banyak dia sadar ijasah dia hanya SMP,namun dia nekat ikut mobil temannya yang mengantarkan sayur ke kota.diapun di antarkan temanya di sebrang perusahaan dan di tinggalkannya.
dan akan pulang besok pagi saat temanya akan mengantar sayur lagi.
__ADS_1
"Minum dulu nanti rasanya berubah"ucap alva mengalihkan pandangannya menatap ke arah ipul.kevin dan Denis pun melihat kearah ipul minum dia ikut penasaran dengan ekspresi bodoh dari ipul.