
"aku ingin mengatakan sesuatu pada seseorang"ucap kail.
"katakan dia pasti menonton acara ini"ucap presenter itu.
"Daddy sakit pulanglah"ucap kail dia menggigit bibir bawahnya.
"siapa dia"tanya nya.
"seseorang yang sedang pergi jalan² dia tidak tau jalan pulang"ucap kail.
"oke kail semoga dia menonton ini ya.oh ya hadiahnya untuk beli apa"tanya nya lagi.
"kail akan memberikan hadiahnya untuk panti asuhan grandma Nilam yang cantik"ucap kail.
"wah kamu sudah mengerti berbagi,aku yakin Daddymu pasti bangga"ucap nya.
"ya setiap aku menang aku akan memberikan hadiahnya ke panti asuhan grandma Nilam"ucap kail bangga
"kamu tidak ingin membeli mainan"tanyanya.
"aku bukan anak kecil aku tidak suka mainan aku pria dewasa"jawab kail.dia tidak suka dengan mainan.
presenter tersebut terkekeh.
"Daddy ku sudah banyak uang"ucapan khas anak kecil masih terlihat dia hanya berusaha menjadi orang dewasa.
"ya aunty tau,Daddy mu punya rumah sakit"ucapnya kail mengangguk.
"ini pertandingan terakhir ku disini"ucap kail.
"kenapa"tanyanya
"karena Minggu depan aku dan Daddy akan kembali ke Luxembourg kita akan menetap disana"ucap kail.
"aku dengar daddy mu orang Jerman?"kail mengangguk.
"Daddy aku orang Jerman dan mommy orang Rusia"jawabnya.
"tapi kamu bisa bahasa kita dengan baik"ucap presenter itu dia begitu senang ngobrol dengan kail.
"iya karena grandma rumahnya disini dia sedang istirahat di Beverly hills dia sudah bersama mommy di surga"jawab kail.
"jadi kamu campuran ya"ucapnya kail mengangguk dia tidak paham campuran apa.
"campuran itu apa?"tanyanya presenter itu terkekeh kail mengangguk tapi tidak paham ucapannya.
"campuran itu mommy Rusia Daddy Jerman dan grandma indo dan grandpa?..
"grandpa (Dominic) Jerman, granny orang Jerman dan grandpa orang Polan"ucap kail dia mengenalkan asal keluarganya.dia sangat imut saat menjelaskan itu matanya sedikit ke atas seolah dia sedang berpikir.
"ya..ya..ya kamu lucu sekali pasti kamu sangat pintar karena kamu campuran"ucap presenter tersebut dia belum mau menutup wawancaranya.
"ya aku bisa tujuh bahasa,aku juga juara taekwondo,dan karate dan juga menembak"ucapnya dia selalu menceritakan kemenangan nya.
"wow kamu bisa menembak?"presenter tersebut excited.
"aku sniper"ucap kail matanya berbinar.
"kamu sangat hebat"ucapnya.
"oke Mikhail terimakasih ya sudah mau berbincang dengan aunty"kail mengangguk.
kail bergabung dengan yang lain untuk menerima hadiah.
**
"Daddy sakit pulanglah"kata² kail terngiang di telinga salsa dia tau kail mengatakan itu padanya.
"kami akan pindah ke Luxembourg"(mereka akan pergi sayang,kalian temani mommy ya,kita pasti bisa tanpa Daddy)ucap salsa dadanya sesak mendengar Alva sakit dan akan pergi dari negara ini.
dia pun ijin untuk pulang lebih awal.
"halo bang kami menemukannya"ucap salah seorang pria di sambungan telepon.
"ikuti jangan sampai hilang dan lepas kamu tau akibatnya"ucapnya.
__ADS_1
"baik bang"ucap nya
**
"kami akan pergi dan menetap di Luxembourg"
"mereka akan pergi bang cepat cari dimana mereka ayah tidak mau kehilangan mereka lagi"ucap abra.dia takut Alva akan pergi lagi.
"kita masih mencarinya yah,"ucap abi
"kail tidak mengenal kita,kita hanya orang asing baginya"ucap Abra sesak dadanya tidak di akui anak dan cucunya.
"tidak adakah sedikit saja mengingat ayah nak"ucap Abra lagi.abi mengelus pundak ayahnya.
"dia juga masih sakit bang,ayah ga mungkin diam saja seperti ini"ucapnya.
"lalu kita harus bagaimana yah,kita udah mencarinya tapi nihil"ucap Abi mereka selalu terkecoh oleh orang² Nathan yang mengikuti mereka.
**
Denis menatap sendu bosnya yang sedang duduk di lantai di pintu balkon kamarnya.
"sampai kapan bos akan seperti ini"tanya Denis.
"Shawn ikut saya bawa lima orang kita akan ke Jogja malam ini"ucap Kevin.
"apa kamu menemukan nya"Kevin mengangguk.denis bernafas lega.
"kamu urus pernikahannya"Denis mengangguk
"baik bang,kita kesana naik apa"tanya shawn.
"naik apalagi yang cepat"ucap Kevin.
"private jet"ucap Axel
"itu tau masih nanya"ucap Denis.
Kevin memberitahukan pada Dominic dan Gabriel juga Albert mereka sedang berada di rumah Alva tentang di temukanya salsa.
"lihat aku menang"ucap kail dengan bahasa Jerman.
"Daddy sudah tau Daddy melihatnya di tv kamu sangat hebat"ucap Albert.
"Daddy bangga sama aku?"tanya kail.
"tentu kamu anak Daddy"ucap Albert.
"anak Daddy Al dan Daddy Alvarez"ucap kail.
"ya tentu,temui Daddy mu kasih tau dia kalo kamu juara"ucap Albert
kail berlari menuju kamar Alva di lihatnya Alva masih di pintu kamar balkonnya.
sudah tiga bulan alva seperti ini.
"Daddy lihat"kail duduk di pangkuan Alva dia menunjukan pialanya.
"i'm winner Daddy"ucap kail lagi.walaupun Alva tidak menanggapinya kail terus berbicara.
"kail,selamat ya kamu sudah menang"ucap Kevin yang baru saja masuk membawa sup untuk Alva.
"thank you uncle,kail sangat senang"ucap kail.
"pasti,kamu terlihat bahagia"ucap Kevin.
"tapi kail sedih Daddy tidak melihatku di tv"ucap kail lirih.
"kita bisa mengambil videonya dan Daddy akan menonton kail jika sudah sehat"ucap Kevin.
Kail membantu Kevin menyuapi Alva.
"sampai kapan kamu begini Hem?kau tidak lelah?"tanya Kevin.
"kail mau bantu uncle jaga Daddy"tanya Kevin.
__ADS_1
"sure uncle"ucap kail.
"uncle akan pergi sebentar ya kamu jaga Daddy"ucap kevin.kail mengangguk.
"aku akan membawanya pulang malam ini,aku pastikan dia akan pulang malam ini"ucap Kevin.
"uncle mau menjemput siapa"tanya kail.
"mommy"ucap kevin membuat kail tersenyum lebar.
"beneran uncle"tanyanya antusias.
Kevin mengangguk "jaga Daddy sampai uncle kembali"
**
Saat ini salsa sedang tiduran sambil memeluk kemeja Alva di kamarnya dia masih tinggal di rumah eyang dari Tiara,Tiara sendiri sedang bertugas ke luar kota.
dia teringat ucapan kail bahwa mereka akan pindah ke Luxembourg.
Terdengar suara ketuk pintu,dia hanya mengenakan daster perutnya lebih besar dari hamil biasa di usia empat bulan kehamilannya.
Jam menunjukan pukul setengah sembilan malam.
"apa Tiara pulang tumben banget ketuk pintu bukanya dia bawa kunci serep ya"gumamnya namun dia tetap turun siapa tau kuncinya hilang pikirnya.
Salsa turun dari ranjangnya dia mengambil ikat rambut dan berjalan sambil mengikat rambutnya.
"ceklek...
Salsa membuka kunci,lalu setelah beberapa saat dia membuka pintu terlihat punggung seorang pria memakai jaket dia juga memakai topi.
"cari siapa ya?"tanya nya walaupun perasaannya takut siapa tau orang jahat dia berusaha untuk tenang,dia takut kandungan kenapa².
pria itu membalikan badannya.
"b..bang k..kev"salsa mundur beberapa langkah.
Kevin masuk dan menutup pintu di luar shawn sedang berjaga dengan anak buahnya.
"b..bang"...lirihnya.
"kenapa kaget saya ada disini"tanya Kevin datar, tatapan matanya tajam,baru kali ini salsa melihat Kevin seperti ini.
salsa menggelengkan kepalanya matanya berkaca² dia takut Kevin akan membuatnya kehilangan anak²nya,karena Alva tidak menginginkan anaknya.
"kenapa pergi diam²? bukankah alva sudah mengatakan jika ingin pergi dan sudah bosan katakan sejujurnya padanya"ucap Kevin.
salsa hanya menggelengkan kepalanya.
"kamu sudah patahkan hatinya kamu menyakiti mentalnya,kamu sama saja seperti ibu tirinya yang ****** itu hanya memberikan luka padanya"ucap Kevin.
"aku..aku tidak,,itu keinginannya"ucap salsa gugup melihat tatapan Kevin.
"keinginan siapa heh,bukankah kamu sudah bosan padanya dan pergi meninggalkannya?kamu malu anak² mu mempunyai Daddy sepertinya"ucap Kevin dia terus memojokkan salsa walaupun dia tau dari cctv hanya salah paham.
"Bu..bukan bang bukan itu"ucap salsa.
"lalu?kenapa pergi diam²"tanya Kevin.
"dia tidak menginginkan bayi ini bang,aku ga mau membuatnya makin terluka karena melihat bayi ini"ucap salsa dia menangis.
"darimana kamu punya keyakinan seperti itu "tanya Kevin.
"dia mengamuk malam itu di ruang kerjanya karena menolak anakku"ucap salsa.
Kevin menghembuskan nafas kasar.
"kamu tau beberapa hari sebelum dia mengamuk dia sudah mendapatkan banyak masalah,di ulang tahun Juna,di hari pernikahan Danu,dan dia mengatakan kalo kamu akan pergi meninggalkannya demi laki² yang akan menikahimu,kamu tau kan dia tidak mau menikah?sedangkan Danu mengatakan kamu akan pergi meninggalkannya.sampai akhirnya dia memilih pergi ke luar kota demi menenangkan hatinya.lalu tiba² kamu mengatakan bahwa kamu hamil,kamu tau dia takut menikah dan punya anak dia tidak mau anak dan istrinya malu mempunyai ayah mengidap gangguan mental.tapi kami terus membujuknya agar dia mau menerima anak dalam kandungan mu.perlahan dia mau menerimanya,di saat hatinya sudah mantap dia mendengar dari orang² kami yang mengatakan ibu tirinya selingkuh dan main gila dengan gigolo berondong,dia marah ayahnya di khianati.di saat aku sudah mengatakan bahwa perempuan itu adalah jelmaan iblis,tapi ayahnya tidak berbuat apa² dan malah merayakan anniversary pernikahan mereka,siapa yang tidak sakit hati Hem?...
salsa terdiam.
"dia mengamuk memukul semua yang ada di ruang kerja dia kecewa dengan ayahnya dengan keluarganya.bukan karena kehamilan mu.dan di siang hari dia bertemu ayahnya di perusahaan dan mengadakan meeting dan ayahnya mengatakan untuk menerima ibu tirinya dan kembali menjadi keluarga yang utuh.kamu pikir dia mampu menerima nya mentalnya yang setipis tisu terus menekannya namun dia harus tetap waras kami menguatkan dia untuk tetap tenang dan menekan emosinya ada baby yang harus ia jaga yang akan menunggunya pulang,tapi saat pulang kerumah dia melihat kail menangis karena membaca suratmu.kamu pikir kamu siapa salsa.kamu pergi begitu saja hah.kamu siapa?kamu sudah di berikan semuanya,lalu kamu pergi membawa bagian dari hidupnya.kau bilang kamu mencintai nya tapi kamu hanya memberikan luka padanya"ucap Kevin dia sudah tidak tahan ingin menangis selama ini dia menahannya dan akhirnya luruh juga airmatanya tubuh kekarnya dada bidangnya tangan berototnya bergetar karena tangisnya.
"kamu melukainya salsa,kamu melukainya"ucap Kevin menghapus airmatanya dengan punggung tangannya.
__ADS_1