
"Omo apakah sewaktu muda pak abra juga ganteng seperti dia"ujar salah satu resepsionis dia mengetikan sesuatu di hp nya dan mengambil poto Alva dengan candid sebelum Alva pergi tadi.
"Kalo dia sering kesini segar mata kita"percakapan di grup mulai ramai
"hei apa kalian dengar dia begitu galak"ucap salah satu dari mereka.
"tak usah di dengarkan nikmati saja wajah gantengnya.kita cuma bisa menatapnya saat di panggil ke ruangannya"ucapnya.
"apa dia sudah menikah?"
"kenapa kita tidak pernah melihatnya,aku rasa dia baru datang kesini"
"selama ini kita cuma tau pak Abi dan putrinya pak Abra"
"di kantor bertambah lagi cowok² ganteng"
"salah satu dari mereka bolehlah"
begitulah percakapan di grup karyawan sn.
Alva pun masuk ke mobil dia ingin segera sampai di rumah dan bermain dengan twins.
Sesampai di rumah dia membersihkan diri dan menghampiri anak²nya yang sedang di ruang tengah bersama kail.
...****************...
Sudah dua bulan Alva kembali ke perusahaan.dia setiap harinya akan bekerja dari pagi hingga malam,bahkan tak jarang pekerjaan dia bawa pulang.Abra sendiri sudah jarang ke kantor apalagi
Alea juga sudah melahirkan.
dia memberikan alva kekuasaan untuk mengelola perusahaan pada putranya.
di bawah pimpinan alva yang tegas dan rapih dia merubah sistem kerja karyawan sesuai dengan role kerjanya.
alva saat ini sedang bersama kail dan twins di ruang tengah.
"kail jaga twins hem Daddy mau ke kamar dulu"kail mengangguk dia sendiri sedang membaca buku.bibi Sarah dan suster menemani kail dan juga twins
Alva pun ke kamar dia mengunci pintu dan masuk menyusul salsa ke kamar mandi.
"Al aku baru selesai mandi"ucap salsa karena Alva langsung menyerangnya.
"tidak apa kita mandi lagi nanti"Alva ******* bibir salsa dan terus turun ke lehernya,alva menarik tali handuk yang di pakai salsa dia meraup buah dada salsa seperti bayi kehausan hingga keluar air susu untuk twins.
suara indah salsa terdengar merdu di dalam kamar mandi.
wastafel, bathub mereka meng Explor kamar mandi banyak gaya Alva mainkan di sana,dia juga membawa salsa ke ranjang.
"Alva"lirihnya.
"panggil namaku sayang "Alva terus bergerak.
"ee mh a aaalvaarez...
"kita keluarkan bersama sayang"Alva bergerak cepat hingga dia mengeram mencapai puncak bersamaan salsa di bawah kungkunganya.
"terima kasih sayang"Alva merebahkan tubuhnya di samping salsa,salsa turun dari ranjang dan kembali ke kamar mandi dia buru² takut twins menangis namun suaminya sedang berhasrat.salsa meninggalkan Alva yang sedang tertidur pulas dia ingin melihat twins.
**
Hari ini Alva ada meeting dengan Lutfi dia datang bersama Kevin dia sudah sembuh dari lukanya dan juga Dennis.
"maaf pak Lutfi kami terlambat"ucap Denis
"ah tidak apa saya juga baru datang,silahkan"ucap Lutfi.
"apa kabar pak Alva"sapa Lutfi semua rekan bisnis memanggilnya alva walaupun Lutfi tau nama Alvarez mereka berteman saat SMA dulu bahkan satu club basket.
"baik pak Lutfi"jawab Alva.
__ADS_1
ceklek..
suara pintu terbuka seorang wanita masuk ke ruang VIP.
"maaf saya habis dari toilet"ucapnya wanita itu duduk di samping Lutfi.
"dia sekertaris saya pak"ucap Lutfi.
Alva mengangguk.mata wanita itu terbelalak melihat laki² yang di kenalnya.
"Arya"lirihnya Lutfi melihat ke arahnya.
"hai Dea apa kabar?"tanya Alva tersenyum.
"ya ampun loe apa kabar Ar?gue ga nyangka kita ketemu disini"ucap Dea melupakan bahwa dia sedang bersama bosnya.
Lutfi dan Kevin dan Denis pun saling pandang.
"baik"jawabnya.
"dia pak alva Dea"ucap Lutfi.
"tapi dia Arya kan"ucap Dea.
"iya tapi nama dia alvarez"Dea mengangguk.
"kalian saling kenal"tanya Lutfi.alva mengangguk.
"dulu saat kuliah di Amerika pak lutfi"jawab dea,Alva mengangguk.
"aah tu..tuan Miller...
Kevin menatap Dea datar.
"anda masih ingat saya"tanya Dea.
'sejak kapan Kevin kenal dengan cewek"pikir Alva.
"maaf saya lupa"ucap Kevin datar.
"anda tertusuk karena menolong saya kenapa anda tidak mau di rawat di rumah sakit"ucapnya.
'jadi luka tusuk itu ada hubungannya dengan Dea'gumam Alva menyunggingkan senyumnya.
"Dea kita sedang meeting"ucap Lutfi.
"ah maaf pak"ucap Dea menutup mulutnya dengan tangannya.
"maafkan sekertaris saya"ucapnya pada alva Denis dan kevin.
Dea tersenyum kikuk dia lupa kalo saat ini dia sedang meeting.
Alva memperhatikan tatapan Dea pada Kevin dia tau Dea tertarik pada Kevin.
Alva akan mengambil kerjasama dengan Lutfi agar Kevin sering bertemu dengan Dea mungkin dengan begitu bisa mengobati masalah seksual dan kelainan Kevin.
setelah selesai meeting Alva menandatangani berkas,lalu mereka berbincang sejenak sedari tadi Dea selalu mencuri pandang dengan kevin, senyum tersungging di bibirnya.alva juga akan meminta bantuan Lutfi.
setelah meeting selesai mereka kembali ke perusahaan.
"kayaknya sekertaris pak Lutfi suka sama loe bang"ucap Denis namun tidak di tanggapi oleh kevin.alva mengangguk.
"ada cewek suka sama loe kev loe jangan mikirin kerja kerja kerja aja,duit loe buat siapa? udah kebanyakan duit loe kev,udah ga pernah belanja,mobil punya, apartemen punya tabungan banyak.duit loe mau buat apa"ucapnya lagi
"kalo loe punya cewek punya istri,duit loe kan berguna bisa buat belanja mereka,shoping liburan. buat beliin anak² loe mainan juga,kalo loe ga punya anak istri duit loe berjamur di ATM"ucapnya lagi.
"berisik ...ucap Kevin.
**
__ADS_1
Waktu terus berjalan tiga tahun sudah usia si kembar dan 10 tahun usia kail,dia semakin pintar namun dia tetap tidak mau bersekolah dia hanya mau home schooling.alva setiap harinya akan mendatangkan guru untuk kail.
kail semakin menyayangi adik²nya dan mommy nya,dia juga tetap berlatih dengan dengan Juna.
Elang putra Ardiansyah Danendra adalah nama anak alea dan Zian.
Sedangkan danu mempunyai anak perempuan yang bernama Gladys meliana handika.
Seno memiliki seorang putra yang baru di lahirkan dua bulan lalu denis sendiri baru menikah.
rey akan segera menikah.
Shawn masih menjadi Playboy.
Axel, ken dan nathan belum ada yang menikah, termasuk Kevin.
alva gagal mencomblangi Kevin dengan Dea walaupun Lutfi ikut membantu mendekatkan Dea dan kevin.hati Kevin terlalu kokoh menerima cinta dari perempuan.
perhatian yang di berikan Dea tidak mampu menembus kokohnya dinding dalam hati Kevin hingga satu tahun yang lalu Dea menikah dan sekarang sedang hamil anak pertamanya.Dok daffa dan dok Silvia mereka menikah setahun lalu.
dok silvia sendiri adalah dok kandungan di delta medika dia adalah dokter kandungan salsa saat hamil si kembar.
Seperti biasa setiap Pagi di rumah Alva akan selalu ada drama dari si kembar suara Jihan mendominasi,sedari tadi kail sudah menjadi Abang yang baik yang akan menasehati adik²nya,sky maupun kembarannya yang selalu mencari perhatian kakaknya.
"ada apa ini pagi² udah berantem gini suaranya kedengaran sampai keluar loh"ucap Kevin dia masuk ke dalam rumah mendengar teriakan jihan.
"abang cekai itu appa"suara Jihan benar² manja membuat Kevin menyunggingkan senyumnya.
sky sendiri nampak cuek dia asik dengan mainan di tanganya.
"Kaka adek tuh ga boleh berantem harus saling sayang"ucap kail.
"nah itu bener Kaka adek tuh ga boleh berantem"ucap kevin.
"ayo kita jalan² ketaman"ajak kevin.
"taman yang ada es klimnya kan appa"ucap jihan.
taman yang ada es krimnya adalah taman umum dekat komplek,sedangkan Kevin mengajaknya ke taman di halaman rumah.
"ini masih pagi ya Abang,Ndak boleh makan es klim kan"ucap sky.jihan mengerucutkan bibirnya.
"ya udah ayo kita ke taman yang ada es krimnya"ucap kevin dia tidak bisa menolak permintaan putrinya.ya Kevin mengklaim Jihan dan sky adalah anak²nya.
"cekay ikut appa"ucap sky.dia juga senang bermain dengan anak² lain.
"ayo Abang kail juga ikut ya jagain Jihan"ucap kevin.
kail mengangguk.
suster dan bibi Sarah memakaikan sepatu untuk twins, kail memakai sepatu sendiri.kevin juga meminta untuk di pakaikan topi untuk twins dan kail.
"ayo"ajak Kevin.
"mau kemana pake sepatu"suara Alva yang baru keluar dari lift.
"mau te taman yang ada es klimnya"ujar Jihan dengan suara yang riang.
"ke taman dekat komplek daddy"jawab kail.
"Daddy ikut ajak Archie,ziggy dan Zippo"ucap Alva.
"sayaaaang"panggilnya dia memanggil salsa yang sedang di dapur.alva melihat salsa sedang memotong sayur.
"sayang mau ikut ke taman depan?"tanya Alva.
"taman umum kan"alva mengangguk.
"ikut"dia pun menyerahkan pisau ke art nya.dan bangkit pergi ke kamar mengganti bajunya.
__ADS_1