
"Saya rasa belum soalnya bang abi cuma ngabarin adek sama mba Dian"ucap bowo.
"Harusnya di kasih tau dia masih istrinya,biarpun sekarang abra dingin gara² berantem malam itu"ucap sinta.
"mereka udah pisah kamar mah"ucap Zian.
Di kantor alva.
Alva mengerjakan kerjaan nya yang menumpuk setelah dia tinggal lama sampai melupakan hp nya.
"Denis ambilkan botol itu aku ingin minum,ah ga jadi minta Saep buatkan kopi"ucap alva.denis tersenyum bosnya tadi minta minuman alkohol sekarang malah milih minum kopi.
"duck saya lusa bermasalah pergi ke taiwan problem kelar tidak pusing saya,tugas beri ke taiwan orang kerja ganti"ucap alexa membuat denis dan alva buffering.
"Tidak bukan raka tapi sean yang urus disana bersama agus"ucap alva.
"Oke kelar saya kembali sebelum mereka datang"ucap alexa
"Denis ambilkan botol itu tenggorokan saya kering gara² Alexa ngomong bikin kepala ini pusing nungguin saep lama"ucap alva.
"Ceklek..
"Pak bos ini kopinya"ucap saiful meletakan gelas kopi yang masih mengepul.membuat Denis tersenyum.
"Ini masih mengepul saep aku hausnya sekarang"ucap alva melihat kopinya masih mengeluarkn asap.
Ipul mengambil kertas dan mengipasinya
"Apa jam segini ada rujak buah saep"tanyanya.
"Ipul pak bos,ga tau deh udah jam tujuh mah siapa yang mau makan rujak pak bos ngidam nanti saya cariin?"ucap saiful.
"Ga jadi deh pengen sate padang"ucap alva.matanya masih melihat berkas².
"Pak bos ini gimana"ucap saep sambil mengipasi kopi alva
Tlp berbunyi dari sang sekertaris disya memberitahukan kalo ada tamu,tuan abimana terdengar oleh alva.
"Suruh dia masuk"titahnya.
Setelah beberapa saat suara ketok pintu terdengar disya masuk di ikuti abi di belakangnya.
Alva menatap datar saat abi sudah di hadapanya.
"Kemana saja"tanya abi menatap Alva dengan sendu rasa bersalah menggerogoti hatinya.
Alva mengerutkan keningnya.
"Ayah kecelakaan"ucap abi membuat denis terkejut.separah apa hingga Abi berani mendatangi delta.
'degh kecelakaan..
"Datanglah jenguk ayah,dia mencarimu"ucap abi.
__ADS_1
"Ayah di rs xx temuilah walau pun cuma sebentar"ucapnya lagi dan keluar dari ruangan alva dia tidak sanggup menatap wajah adiknya.
Alva tidak bersuara sama sekali dari datang sampai abi keluar ruangan.
"Ayo bos kesana saya antar"ajak denis alva bergeming.
"Bagaimana kalo parah anda akan menyesal seumur hidup anda bos"ucap denis.
"Pergilah duck sudah mikir banyak nanti terlambat"ucap alexa yang masih fokus dengan berkas².
"Aku akan mandi dulu"ucap alva dia masuk ke kamar pribadi nya untuk mandi.setengah jam alva keluar dari kamar dengan wajah yang lebih segar.
"Aku pergi alexa"ucap alva mencium pipi alexa.
Alexa mengangguk.
"Ayo denis"mereka bertiga pergi ke rumah sakit di jalan dia mengabari salsa kalo dia mungkin tidak pulang malam ini karena mau kerumah sakit.
*
"Kalian pulang aja istirahat di rumah denis"ucap alva
"Ga bos aku akan menunggu disini"ucap denis.
"Pulanglah aku akan baik² saja,atau ganti orang agar kalian bisa istirahat"ucap alva.namun denis dan rey bergeming.
"Pulanglah denis ini perintah"ucap alva mau tak mau denis harus pergi karena ini perintah bos nya.
"Saya akan mengganti orang bos"ucap denis.
Baru lima langkah denis berjalan meninggalkan alva suara pintu terbuka.
'ceklek..
Denis pun membalikan tubuhnya agar melihat siapa yang keluar.
Ternyata Abi keluar dari ruangan dimana Abra di rawat dia terkejut melihat alva duduk di kursi tunggu dengan rokok yang menyala di tanganya.lantai yang di tempati abra adalah lantai VIP tidak ada orang berlalu lalang abi melihat ke denis yang berdiri tidak jauh dari alva.
"Pulanglah denis ini perintah, istirahat lah,kembalilah besok atau kamu mau membangkang"ucap alva tegas.
"Saya akan menunggu disini sampai nathan datang"ucap denis.
Alva kembali menghisap rokoknya dan memilih diam.
Abi duduk di samping alva.alva menatap lurus ke taman depan yang di lantai atas itu,dia mengabaikan keberadaan abi di sampingnya mereka berdua saling diam.
Hingga suara nathan dan shawn terdengar di telinga alva yang sedang duduk di bangku lain di sebelahnya.
"Maaf"suara abi mengalihkan pandangan lurus alva ke arah abangnya dan mengerutkan keningnya.
"Aku minta maaf atas semua yang terjadi"ucap abi, alva kembali melihat ke depan sesekali dia menghisap rokoknya dan menghembuskan nya.
"untuk?" Kata itu yang lolos dari bibir alva.
__ADS_1
"Karena aku mengijinkan ayah menikah lagi"ucap abi.
"Aku pikir kamu akan menerima pernikahan ayah, apalagi kalian dekat"ucap abi menghela nafas berat.
"Ayah sudah pisah kamar selama tiga bulan ini mereka juga beberapa kali berantem,malam itu juga saat terjadi kebakaran mereka berantem lagi,dia selalu meninggikan suaranya dan mengatakan dia bersyukur bunda meninggal,yang terakhir dia mengatakan bunda wanita sialan"terang abi,alva terlihat mengepalkan tangannya.
"Sejak malam itu ayah ga sekamar lagi,ayah tidur di ruang kerja kadang di kamar tamu"ucap abi.
"Ayah nyariin kamu tapi kamu hilang,sampe tadi siang ayah dengar kabar kalo kamu kembali ke kantor,ayah buru² agar bisa bertemu denganmu sampe ga pake supir dan terjadi kecelakaan"ucap abi.
"Maafin ayah dia orang tua kita satu²nya"ucap abi.
"aku tidak perduli dengan masalah keluarga kalian pak Abi,aku disini karena aku berhutang jasa pada ayah anda"ucap Alva.
"aku sudah beberapa kali memberinya kesempatan bahkan anda sendiri memukul saya,tapi kalian mengabaikan kesempatan itu,saya sudah mengatakan bahwa tidak ada kesempatan lain,dan aku berlepas diri dari keluarga kalian"ucap Alva menjeda ucapannya dia menghisap kembali rokoknya.
"penyesalan kalian tidak ada gunanya,karena aku juga sudah membayar kompensasi untuk biaya hidupku selama dua puluh dua tahun,jadi kita hanya orang asing disini"ucap Alva,dia mengabaikan wajah bersalah dan kecewa juga sedih di wajah Abi.
"Kalau mau jenguk ayah,masuk aja
Di dalam cuma ada alea sama zian"ujarnya mencoba menekan rasa di hatinya.
"Aku ga ngasih tau dia kalo ayah kecelakaan dian juga aku larang buat ngasih tau jadi dia ga bakal kesini"ucap abi.dia tidak mau mendengar ucapan Alva yang membuatnya sakit hati.
Alva hanya menyimak tanpa menjawab atau menanyakan.
"Aku mau pulang dulu juna lagi sakit,aku titip ayah"ucap abi.
Abi bangkit dari duduknya dan meninggalkan alva,nathan dan shawn.
"Aku masuk"ucapnya Nathan mengangguk.
'ceklek..
Terlihat zian sedang menatap laptop nya.
"Pulang aja gue yang jaga"ucap Alva datar
"Alea ga mau pulang"ucap zian
"biar aja dia disini"ucap alva.
Zian pun mendekati alea yang sedang tidur dan mencium keningnya.
"Gue titip mereka besok pagi gue balik kesini"ucap zian mengumpulkan barang² di tas kerjanya.
Alva berdiri di samping brangkar menatap abra yang sepertinya sudah sadar karena bola matanya bergerak² dan juga bulu matanya.
"cepet sembuh putra dan putrimu ga punya siapa² lagi.jangan pernah berharap kita seperti dulu aku rasa itu ga bisa,sudah terlambat aku sudah memintamu menceraikanya, meninggalkannya kan aku sudah memberimu kesempatan tapi anda memilihnya,aku tak apa itu adalah pilihan anda, kesempatan sudah tidak ada lagi.btw aku udah maafin,tapi aku tetap ga bisa terima pernikahan kalian,selama kalian masih bersama seandainya kalian tidak menikah kita akan bahagia walaupun tanpa bunda bukan?.
bunda meninggal karena dia
membuat bundaku tertekan atas permintaan gila ****** itu,seandainya dia tidak pernah mengatakan apapun mungkin bunda masih sehat tanpa memikirkan permintaan ****** yang dia anggap sahabatnya,bunda sakit,bukankah orang sakit harus bahagia, dan ga punya beban pikiran?agar bisa lebih baik tapi nyatanya ga berlaku sama bunda. ****** itu terus menyerang mental bunda hingga bunda semakin down.dia tau bunda sakit kanker otak tapi dia terus menyerang pikiran bunda,apalagi permintaan dia agar mendekatkan kalian,dan kalian sering jalan berdua bukan?itu yang buat bunda makin sakit apa anda ga merasa aneh saat itu?mungkin anda menikmati apalagi bunda sakit kan?mungkin anda boring sama bunda.
__ADS_1
Dia wanita gila yang mengatakan umur mu sudah tidak lama lagi nilam dokter mengatakan hanya sebentar lagi jadi biarkan suamimu mengenalku lebih dalam sebelum kamu pergi." ucap alva dengan suara di buat seperti perempuan.alva tertawa lalu dia mengatakan.