
Hari pernikahan alea dan zian pun tiba.
Ijab qobul akan di mulai pukul 1 siang kini mereka sedang berada kamar di hotel mewah.
Alea terlihat cantik dengan kebaya putih panjang dengan riasan paes ageng jawanya.Dengan bunga mawar merah yang terselip di belakang telinganya dan jaring bunga melati membungkus sanggulnya.tidak banyak bunga namun terlihat cantik dan elegan.
Zian pun sudah gagah dengan beskap putih dan blankon juga keris yang terselip di pinggangnya dengan ronce melatinya dia juga dia juga mengenakan kalung bunga melati dan Bros emas,pilihan kain batik Sido Mulyo ia kenakan banyak makna harapan dalam kain batik Sido Mulyo tersebut sesuai dengan doa dan harapan sang pengantin.
Zian sudah duduk di depan abra di samping penghulu dengan saksi rekan bisnis dan handika ayah danu.
Danu,Abi,Gilang,Bowo,Ardi,lutfi dan Aksa sahabat SMA Zian juga Alva menggunakan beskap warna ungu dengan kain batik dan keris di punggungnya serta blankon.sedangkan papa satria dan Abra memakai beskap warna coklat muda.
Dian,renata juga intan sahabat alea menggunakan kebaya Bridesmaid warna ungu lebih muda.
Alva datang sebagai tamu seperti yang telah di ucapkannya.
Beberapa sahabat SMA nya yang melihat Alva terkejut melihat Alva ada pernikahan Zian,dan yang membuat mereka lebih terkejut adalah pakaian Alva yang menggunakan batik selaras dengan kain batik yang di gunakan salsa.
Namun Alva tidak peduli dengan pandangan mereka dia hanya menjawab jika ada yang lebih dulu menyapanya.dia menempatkan diri sebagai orang asing disana bahkan tanganya sedari tadi tidak lepas dari hp nya.
Alva memasukan hp nya ke sakunya tangannya tremor dia memejamkan matanya nafasnya sesak,jantungnya juga berdebar salsa yang duduk di sampingnya pun merasa Alva tidak baik² saja.
Salsa memegang tangan Alva "inhale exhale tarik nafas dan hembuskan take it slow, take a breath, and recharge your energy."ucap salsa.
"aku mau keluar salsa aku ga nyaman disini"ucap Alva.
"tapi sebentar lagi ijabnya akan di mulai,lihat alea sudah datang"ucap salsa.
Alva mencoba menekan perasaannya,dia memejamkan matanya.duduk di belakang ternyata adalah pilihan yang tepat dengan keadaan seperti ini tidak ada yang melihatnya.
alva benar² memposisikan diri sebagai tamu.
Ayah abra yang melihat alva sedang menunduk begitupun salsa yang sebenarnya sedang membisikan kata² semangat dan menenangkan. Abra hanya menatap sendu.
"bang ar"panggil bowo.alva mengangkat wajahnya.
"eh iya om Bowo apa kabar"sapanya sopan berusaha terlihat baik² saja.
"baik bang"Bowo tersenyum.
"bang Ar,kursi bang Ar di depan di samping nak Abi mari bang"ucap Bowo
"saya disini saja om"ucap Alva.
"tapi kursi itu di siapkan untuk bang Ar"ucap Bowo.
"saya disini saja om"jawabnya lagi.
Bowo pun tidak bisa berbuat banyak untuk membujuk Alva,dia begitu hati² setelah mengetahui dari obat yang di konsumsi alva dia takut terjadi sesuatu.
Bowo pun mengundurkan diri,Abra terlihat kecewa melihat Bowo gagal membujuk Alva.
satria mengedarkan pandangannya melihat kursi Alva masih kosong,sejenak matanya menangkap adanya Alva di antara para tamu di belakang paling ujung bahkan dia pun bangkit menghampiri Alva.
"nak"panggil satria.
"pah apa kabar"salsa yang berada di sebelahnya hanya diam karena bos besarnya ada di depannya.
"papa baik,kamu bisa pindah ke kursi depan?"tanya satria.
__ADS_1
"saya duduk disini saja pa"jawab Alva.
"tapi kursi itu..."Alva sudah tau apa yang akan di ucapkan papa satria akan sama seperti om Bowo.
"saya hadir sebagai tamu"ucapan Alva membuat papa satria bingung namun dia tidak lagi memaksa.
"baiklah,papa kembali ke depan"alva mengangguk.satria pun pergi dari hadapannya.
acara akan segera di mulai.ayah abra menatap zian yang duduk di depanya.
Abra sudah menggenggam tangan zian terlihat di kursi depan ada papa satria mama sinta dan abi serta mertua juga Danu.inggrid pun nampak duduk dengan kebaya senada dengan mama sinta.
Di belakang ada gilang dan anak² markas.alva belum menyapa mereka karena sedari pagi alva di kamar hotel tidak keluar karena mengurus perusahaan yang sebentar lagi di akuisisi delta.kevin dan rey hanya menjaga dari jauh.
"saya terima nikah dan kawinya azalea Shaqeela Pratama binti Abraham pratama dengan mas kawin tersebut tunai"terdengar satu tarikan nafas dengan lantang,meyakinkan kalo sang pengantin pria sudah menghafalkan semenjak semalam,terlihat abra menangis abi pun berlinang airmata bahagia,berbeda dengan alva air mata yang belum jatuh dengan cepat ia menghapusnya begitu juga mama sinta bahagia anaknya sudah menikah sekarang.
"Sah..
"Sah..
Alea pun keluar dengan di dampingi dian dan juga renata.berjalan pelan menuju meja akad,melihat laki² yang baru beberapa menit lalu sah menjadi suaminya berdiri menyambut nya.
Senyum tak luntur dari bibir manisnya.
Alea pun di sambut zian dan membantu duduk sang mempelai wanita.
Matanya tak lepas memandang gadis cantik yang kini duduk di sebelahnya ia menitikan air yang sedari tadi dia tahan.
Zian pun memakaikan cincin kawin di jari manis alea, pun alea melakukan hal yang sama,dan mencium takzim tangan zian. Zian pun mencium kening alea dalam.setelah menandatangani buku nikah dan foto. Alea mengedarkan pandangannya mencari alva namun kursi itu kosong tak terlihat alva disana di kursi yang telah di sediakan.
Mama Sinta pun tak tau kursi itu untuk siapa,tidak ada yang memberi tahu jika Alva telah kembali,dia hanya tau alea mau menikah.mungkin alea lelah menunggu abangnya atau berubah pikiran pikirnya.
Dian tau kursi itu untuk Alva namun untuk bersitatap dengan Alva setelah kembali dia belum pernah bertemu selain di mall dari jarak jauh bersama kail
mereka ngobrol bersama dan hanya dengan tamu yang dia kenal saja sedangkan salsa sedang berkumpul dengan teman² nya karena yang menikah bos nya banyak teman kantornya yang datang.
Alva bertemu dengan salah satu rekan bisnis yang mengenalnya mereka saling sapa.setelah lelah alva mengajak salsa kembali ke kamar hotel. Dan akan datang di pesta malam hari.
Alva dan salsa keluar tanpa pamit dia benar² tidak ingin terlibat lagi.
Di pelaminan ada prosesi sungkeman namun alva tidak ingin melihat adiknya sungkem ke wanita yang di bencinya pun memilih pergi.setelah beberapa prosesi adat jawa,ada tradisi melangkahi namun acara itu harus batal karena alva sudah tidak ada.alea kecewa. namun mengingat kejadian malam itu ia tau pasti abangnya terluka betapa sakitnya hingga bibir alva berdarah karena tamparan ayah abra membuat alea memaklumi walaupun hatinya bersedih.
Abi,satria bahkan gilang juga bowo mencari alva di antara tamu namun tidak ada.
"maafkan ayah"bisik abra pada alea dia tau anaknya kecewa.
Alea menggeleng dia memeluk abra.
"Ada apa"tanya satria.
Abra tersenyum paksa moment yang harusnya bahagia menjadi sendu karenanya.
**
Alva dan salsa saat ini sudah di kamar hotel setelah membersihkan diri alva menyandarkan kepalanya di ceruk leher salsa yang saat ini berdiri dekat jendela kamar hotel
"iish Alvarez geli" ucapnya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan sa"tanya alva.
__ADS_1
"Ga ada"jawab salsa.
"Apa kamu ingin seperti alea?"tanya alva.
Namun salsa hanya diam
"Bukankah kamu udah pernah nikah?tapi ceraikan akhirnya,lebih baik seperti ini aku janji ga akan nyakitin kamu"ucap alva
"Apakah kamu dengan suami mu tidak seperti ini kenapa masih geli"ucap alva.salsa hanya diam.
Alva terus melanjutkan aksinya.
"alva"terdengar suara salsa yang lirih.
"May i sa"ucap alva
"I want you"suara alva serak terdengar berat.
Alva pun membalikan tubuh salsa dan membelai pipinya.salsa pun hanyut oleh belaiannya. Alva pun mencium bibir salsa pelan awalnya tidak ada balasan.
(lanjutannya tau sendiri lah ya..)
mereka melakukanya berkali² hingga salsa tertidur karena kelelahan.
**
Bowo saat ini sedang bersama Jack beberapa hari lalu dia menyarankan bosnya agar bertemu dengan Jack untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Alva.mereka lalu membuat janji,sebagai sahabat dan satu tempat tinggal mungkin Jack tau apa yang terjadi dengan Alva pikirnya.
Saat selesai acara abra bergegas menemui bowo yang sudah berada di restoran hotel di ruangan private bersama Jack yang sengaja di undang ke pernikahan alea oleh abra.
"Halo mr jack"sapa abra.bowo dan jack pun berdiri.
"Halo mr Abraham how are you?"sapa jack
"i'm good"jawab Abra menjabat tangan Jack.
"to the poin Mr Jack sorry"ucap Abra,Jack tersenyum mengangguk.
"maaf sebelumnya,saya ingin tau tentang alva waktu di jerman"ucap abra to the poin dengan bahasa inggrisnya,padahal Jack bisa bahasa Indonesia karena dia juga orang Singapura.
Jack pun mengerutkan keningnya.
"saya menemukan obat penenang dan obat depresan atas namanya.saya minta tolong ceritakan pada saya agar saya bisa membantu atau mengantisipasi sesuatu untuk alva"ucapnya lagi
Jack pun mengerti dia juga berharap dengan bercerita dengan abra masalah utama ibu tirinya teratasi.
Jack hanya menceritakan inti nya dari alva kembali ke jerman sewaktu ibunya meninggal.dan juga perselingkuhan pacarnya dan kata² hinaan,serta pernikahan abra dan ibu tirinya yang mendadak dan setelah hari itu alva langsung mengamuk dan merusak semua benda,setiap hari hampir tiga minggu di isolasi agar tidak menyakiti orang lain dan dirinya sendiri,karena berkali² alva ketauan berusaha melukai tubuhnya dengan sajam dan mencoba bunuh diri.tatto yang di pergelangan tangan kirinya adalah bekas goresan pisau.
Depresi diagnosis dokter saat itu.
"kata orang yang menolongnya dia mencoba bunuh diri di temukan terluka baru sadar setelah lima hari di RS bekas lukanya di tutup tatto entah dia bunuh diri pakai apa"ucap jack.
"setelah itu saya tidak tau karena sudah lulus saya pulang dan alva bilang dia akan pulang setelah dia bisa mengendalikan emosinya"ucapnya lagi
"Apa dia ga setuju dengan pernikahan ku wo?apa karena mantan pacarnya?"tanya abra namun jack yang menjawab.
"Saya rasa seperti itu,dia tidak setuju dengan pernikahan anda"jawab jack.
"Karena setelah anda menikah keadaan alva berubah"jawab jack.
__ADS_1
"Tapi kenapa?dia mengenal ibu sambung nya dengan baik bahkan seperti anak dan ibu"ucap abra.jack mengangguk dengan senyum miring.
"semua orang bisa berubah pak Abra "ucap jack