BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
FLASHBACK 2


__ADS_3

Zian membiarkan arya pergi karena percuma menjelaskan kalau Arya sendiri masih dalam keadaan emosi.sebenarnya zian bertemu dengan laras karena akan mengakhiri hubungan nya,menurut zian laras termasuk cewek yang agresif padahal umurnya baru 17thn.


Arya jatuh cinta pada laras adik kelas nya.gadis yang di kenalnya waktu masih kelas sepuluh dan Arya kelas sebelas.Zian lebih dulu mengenal laras karena saat di SMP mereka satu sekolah dengan laras dan danu.


Saat SMP Alva tinggal di Surabaya menemani opanya.saat SMA dia kembali ke ibukota dan bersekolah di yayasan opa nya bersama Zian.


umur mereka hanya beda tiga bulan zian lahir lebih dulu.arya baru mengenal danu dan laras saat di SMA.


Alva adalah pribadi yang cuek dari segi penampilan anak² menyebutnya badboy alva ga ambil pusing,alva adalah orang yang suka bercanda bagi yang sudah mengenalnya.kenakalan anak remaja seperti minum ke club,rokok,bolos sekolah udah dia rasakan dan masih di jalani sih.


pesan ayah abra dan bunda Nilam asal tidak kriminal,s3x bebas,obat terlarang.


bunda Nilam dan ayah abra tidak pernah membatasi anak²nya karena mereka pernah muda.asal ingat belajar nilai bagus harus bertanggung jawab pada diri sendiri.


Ayah Abra membebaskan dua putranya dia tau suatu hari nanti ketika sudah membantu perusahaan waktu mereka untuk bersenang² akan kurang.dia tidak mau saat sudah berkeluarga mereka masih bersenang²,ayah Abra tidak mau mengulangi kesalahannya.


Dulu saat bunda Nilam sedang hamil alea dia datang ke kantor bersama Arya kecil,saat membuka pintu ruangan kerja suaminya dia melihat suaminya sedang berciuman dengan perempuan yang tidak di kenal.


Bunda Nilam berdiri mematung di depan pintu hingga suara Arya kecil memanggilnya.


"Yayah"Abra pun melepaskan ciuman itu dia terkejut melihat Nilam sudah banjir air mata.


Bunda Nilam berbalik membawa Arya kecil dia berlari keluar perusahaan dengan menggendong Arya kecil dengan perut besarnya.ayah Abra sendiri membereskan kancing kemejanya sebelum dia keluar mengejar istrinya.bunda Nilam membawa Arya kecil ke dalam mobil saat itu sang supir sedang ngopi.


Bunda Nilam memasang safety belt untuk Arya di samping kursi kemudi.dia membawa mobil itu keluar perusahaan sang supir yang melihat itu mencoba mengejar.disusul Abra yang berlari,dia takut ya dia takut istrinya akan meninggalkannya.khilaf ini kesalahan Nilam cinta pertamanya,tidak dia tidak boleh pergi aku harus minta maaf' pikirnya.


Abra pun membawa mobil lain untuk mengejar istrinya.sepanjang jalan dia memukul setir mobil dia mengumpat jalanan yang macet.


"ada apa di depan"tanya Abra pada seorang penjual asongan yang menawarkan air dan tissue.


"ada kecelakaan pak"ucapnya.


Abra mengangguk.


"kasian wanita itu sedang hamil besar, ambulance belum datang semoga ibu dan bayinya selamat,anak kecil itu aku rasa pingsan setelah tadi memanggil bunda"ucap penjual asongan yang lain.


"deg...jantung Abra berdetak.

__ADS_1


"kasian sekali kata yang melihat langsung perut ibu itu kena setir mobil,aku ga bisa bayangin ibu hamil di biarin bawa mobil"ucapnya lagi.


"bukan..bukan..Nilam"pikirannya menolak namun jantungnya berdetak.dia pun keluar dari mobil untuk melihat secara langsung.dia melihat kerumunan dan mobil yang rusak parah bagian depan dan belakang.


deg..deg..


mobil sedan BMW warna putih no pol yang dia kenal mata Abra sudah berkaca².ya Nilam di dalam mobil itu,Arya ya tuhan.


Abra menyerobot orang² yang sedang berkerumun.


"Nilam sayang, sayang bangun sayang maafkan mas,sayang bangun mas minta maaf sayang"ucap Abra dia belum bisa mengeluarkan Nilam dari mobil tersebut.


Abra melihat ke kursi sebelahnya terlihat Arya yang memejamkan matanya dengan darah di pelipis dan hidungnya.


"tolong tlp ambulance cepat apa yang kalian lihat cepat tlp ambulan"ucap Abra dengan suara lantang yang bergetar.


"kami sudah menghubungi ambulance pak sebentar lagi datang"ucap warga sekitar.


"sayang maafkan mas"hingga mobil ambulance datang dan membawa Nilam juga Arya ke rumah sakit.


Abra berjanji tidak akan mengulangi lagi dia benar² takut setelah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana keadaan Nilam waktu itu.


Dia berubah menjadi pria yang bertanggung jawab dan menyayangi anak dan istrinya.hanya istrinya yang dia cinta dia tidak akan menyia²kan kesempatan kedua yang di berikan Nilam.


kembali ke Arya..


Setelah meninggalkan cafe arya mengarah ke club dia menghubungi Danu namun Danu sedang ada acara keluarga.


arya masuk ke club langsung duduk di depan bartender dan meminta minuman biasa yang dia minum.


"eh ar sendirian mana yang lain?" tanya sang bartender sambil meletakan gelas minuman beralkohol depan arya,bartender yang sudah lama kenal mereka karena seringnya mereka ke club itu.


"lagi pada sibuk"jawab arya


bartender yang bernama Geri mengangguk sambil membersihkan meja nya


"lagi bang,sekalian botolnya aja"pinta arya

__ADS_1


sang bartender mengerutkan keningnya


"are u sure?"tanya sang bartender


arya mengangguk dia menyelipkan rokok dia bibirnya dan menyalakan pemantiknya.


"oke"sambil meletakan botol di depan arya.


"ada masalah?"tanyanya lagi menatap arya


"ga ada"jawabnya sambil menyesap rokoknya yang memenuhi rongga paru-parunya menikmati zat-zat yang terkandung dalam rokok dan melepaskan asapnya perlahan,melepaskan masalah yang sedang dia hadapi.


Sesekali meminum minuman di depannya.


Geri hanya sesekali memperhatikan arya karena dia sendiri sedang sibuk tamu semakin malam semakin banyak dan tidak bisa menemani arya ataupun memegang hp untuk menghubungi zian dan danu.


Arya sudah menghabiskan tiga botol dan hanya menyisakan 1 gelas karena merasa kepala sudah pusing.arya pun keluar club dengan jalan sempoyongan dia berjalan kaki sampai di trotoar dia berhenti di halte,entah apa yang dia pikirkan arya duduk di bawah, menyenderkan badanya di tiang penyangga kakinya ia tekuk dia meremas rambutnya merasakan beban di kepalanya berat mengingat kejadian tadi siang dan akibat alkohol yang ia minum.sedangkan di halte saat bersamaan ada empat anak jalanan lagi nyanyi² sambil gitaran mereka habis ngamen di cafe².


"brengsek"umpatnya.membuat empat anak² ngamen itu mengalihkan pandangannya ke arya yang sedang mengumpat.melihat ada orang yang sedang duduk di bawah mereka pun saling berbisik.


"Kenapa tu anak kita bantuin pindahin duduk di atas" kata Bagas salah satu dari mereka.


arya pun di bantu duduk di kursi halte.arya yang masih setengah sadar pun memberikan senyum ala orang mabok dan tiba² mengatakan "hmm gue boleh ikut kalian pulang"


anak² saling tatap sambil ngangkat bahu tanda tidak tahu.


"gue mau berteman sama kalian"kata arya lagi


"gue di hianati sama sahabat gue,dia selingkuh dengan cewek gue"katanya lagi omongan dia udah meracau tidak jelas.


"Mabok tu anak"ujar bagas.


"rumah loe di mana bang biar kita anter"kata Baim


"Orang mabok ditanyain alamat,belum sampe tujuan dia udah pingsan"ujar yono


Merasa kasihan pada arya takut di palak preman dalam keadaan mabuk, akhirnya mereka membawanya ke kosan.sampai di kosan arya di tidurkan di kasur lipat di lantai.

__ADS_1


__ADS_2