BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
BERTEMU INGE


__ADS_3

"Tapi pak"ucapan bram terpotong oleh suara abra.


"Apa ayah ga boleh masuk?"tanya Abra berdiri di pintu dengan bowo di belakangnya.


"Ayah..masuk yah"ucap zian dia menyambut calon mertuanya.


Alva bergeming kebetulan macam apa ini kenapa harus bertemu'.bahkan menoleh pun tidak mendengar panggilan ayah dari mulut zian.


"Gue ada janji,gue pulang dulu"ucap alva bangkit dari duduknya.


"Tunggu loe mau kemana? mumpung ada loe dan ayah tadi katanya mau tau kapan gue nikah"ucap zian.


"Tinggal chat aja ntar"ucap alva.


"Sekarang waktunya udah mepet"ucap zian alva pun mengalah duduk di kursi di meja kerja zian menghadap jendela.


"Nak"panggilnya lirih.namun Alva mengabaikan panggilannya.


"Loe ga terkejut ab?loe udah tau arya pulang tapi ga ngasih tau gue"tanya satria melotot,abra tersenyum miris putranya mengabaikannya.


Pandangan abra terus tertuju pada alva yang duduk membelakangi mereka yang duduk di sofa.


"Ayah ada apa"tanya zian.


"Ayah cuma mampir ayah ada meeting di hotel xx"ucap abra.


"Ini pak zian"bram masuk membawa map.


"Papa yakin bakal di acc"tanya zian.


"Kita coba aja"tanya satria.


"Apa itu"tanya abra.


"Ini yah,papa mau ngajuin kerja sama dengan delta,tapi aku ragu bakal di acc"ucap zian,alva hanya mendengarkan.


"Ya lebih baik kamu coba dulu,perusahaan itu berkembang pesat sahamnya terus naik"ucap abra.


"Tapi aku malas pah kalo buat pulang pergi sehari doang buat ke luar negeri"ucapnya


"Mereka akan memindahkan pusat nya kesini"ucap sandi sekertaris satria.


"Perusahaan besar namun berani memindahkan pusat nya disini"ucap zian masih membaca lembaran² yang akan di ajukan ke delta.


"Mereka belum mempunyai induk,namun anaknya sudah banyak papa dengar karya gemilang dan berlian indah sudah di akuisisi oleh perusahaan tersebut"ucap satria.


"Oke bram segera kirimkan"ucap zian menandatangani berkas itu.


Alva hanya diam mendengarkan sesekali minum minuman kaleng yang di belikan ob,tangan dan matanya tetap fokus di hp.


"Yang bekerjasama dengan mereka berjalan dengan baik,karena direktur nya memantau langsung bukan hanya menerima laporan,kalo ada kesalahan atau kurang berjalan mereka akan segera menangani mereka tidak mau membuat kecewa rekan bisnis yang bekerjasama dengan delta"ucap satria.


"Papa yakin banget"ucap zian.


"Papa yakin PT samudera salah satunya itu punya teman papa sudah membuktikan dan dia bertemu langsung dengan petinggi delta"ucap satria.


"Ya semoga saja pah,biasanya kalo sedang naik daun seperti itu mereka akan pilih²"ucap zian.


"Mereka mengambil kerja sama dengan perusahaan yang tidak bermasalah,kalo bermasalah mereka tidak akan mengambil,papa dengar mereka punya tim khusus untuk menyelidiki itu sebelum deal"ucap satria.


Abra hanya memperhatikan alva yang sedang memainkan hpnya.alva mengeluarkan rokok dari saku kemeja nya dan menyalakan apinya.


"Anj1r emang woy sebat di ruang ber ac"sungut zian


"tinggal matiin ac nya"ucap alva.tanpa mengalihkan pandangannya dari hp.


Malas berdebat apalagi depan orang tua zian mengacuhkan alva biarlah dia melakukan sesuka hati pikirnya.


"Ayah kata mama mau ngadain pengajian di rumah"tanya zian.


"Iya rencana nya gitu"ucap abra.


"Kata ibun..


'krek..suara kaleng mengalihkan pandangan bowo dan abra


"Kata ibun nanti ada acara siraman,apa perlu di rumah juga kita mengadakannya pah"tanya zian.


"Memang seharusnya seperti itu"ucap satria.


"Apa tanggalnya sudah ada biar saya mengatur jadwal untuk pak bos"ucap bowo.


"Rencana nya tanggal 22 om"ucap zian


"Itu tiga minggu lagi,apa kalian sudah siap?apa alea sudah tau,biar inge ikut mengurusnya"ucap abra membuat alva semakin meremas kaleng minumanya.

__ADS_1


Seketika orang di dalam ruangan zian mengalihkan pandangan ke arah alva.


'sebegitunya heh sampai begitu mempercayai perempuan j4lang itu dan melibatkan nya dalam urusan keluarga berani² nya menggeser posisi bunda'pikir alva rahangnya mengeras ia memejamkan matanya menarik nafas dalam


"ar what happened"tanya zian.namun alva diam tak menjawab.mencoba menetralisir perasaannya mencoba menahan emosinya


" its okey"setelah lama zian menunggu jawaban alva.


Zian mengangguk.mungkin di hp nya sedang ada masalah pikirnya.


"sesuai adat jawa"ucap abra melanjutkan pembicaraan nya.


Kring..kring..


Suara hp alva berbunyi tertera nama denis tapi alva memanggil nama lain yang membuat Denis kesal.


"hem..


".....


"Virg1n right? aku ga mau bekas pake..


".....


"Aku akan transfer dan kirim ke hotel biasa,pastikan dia v1rgin dan penampilan nya oke,seperti biasa biarkan dia belajar lewat video dulu aku ga mau kerja sendiri. kalo tidak anda harus mengembalikan dua kali lipat madam.


"......


"Pastikan v1rgin madam amber jangan salah kirim seperti waktu lalu, mm Kirimkan ke apartemen saya saja ga usah ke hotel"ucap alva.


Di sebrang sana denis sedang mengumpat bosnya.


dia menelepon Alva untuk memberi tahu kedatangan alexa dan kim untuk membahas kepindahan pusat malah ngomongin bisnis esek² ujarnya membuat sean dan Raka yang di sebelahnya tertawa.


Alva bangkit dari duduknya dia memasukan rokok dan korek ke saku kemejanya.


"Mau kemana ar"tanya zian.


"Cabut ada yang nungguin"jawab alva.


"Kita lagi ngomongin pernikahan gue ar"ucap zian.menahan Alva agar tidak pergi.


"Ck Loe yang mau nikah urus sendiri ngapain gue ngurusin loe"ucap alva.


"Loe abangnya,loe di langkahin bro ada tradisi nya"ucap zian menahan alva agar tidak pergi,terdengar jelas alva menyebut nama amber Zian akan menahan Alva sebisa mungkin.


"Ga usah pake acara langkah²an gue juga ga mau"ucap alva kekeh mau keluar dari obrolan yang akan membuatnya tambah emosi mendengar nama inggrid di sebut².


"Please lah ar jangan pergi gue mau sharing ma loe"ucapnya lagi.


"Gue ada janji"ucap alva.


"Janji?janji sama orangnya madam amber?penting banget kayaknya dari pada adek loe"ucap Zian


"Pentinglah buat gue"ucap alva.


"Gue cabut,sayang di sia²in masih kinyis²"ucap alva.


"B4ngke emang loe anj1ng,mentingin diri sendiri"umpat zian.


"Bodo"alva melangkahkan kakinya.


"Mari semua saya permisi"ucap alva meraih handle pintu dan keluar dari ruangan tersebut..


"Siapa madam amber?"tanya satria.


Zian bingung harus menjawab apa jujur atau bagaimana.


"Zi siapa madam amber"tanya papa satria.


"I..i..tu pah emm i..itu"zian tergagap.tatapan mata papa satria mengintimidasi.


"Zi...panggilnya.


"Mucik4ri pa"jawab zian cepat.


"Muc1kari?"tanya satria meyakinkan pendengaran nya zian mengangguk.


"Ada hubungan apa dengan arya?"tanya satria.


"Arya minta pada madam amber untuk di carikan gadis yang masih segel pah yang masih virg1n"ucap zian membuat satria syok.


"Ya tuhan apa yang terjadi dengan anak itu"ucap satria mengalihkan pandangannya ke abra.


"What happened ab?loe tau sesuatu ab? kenapa arya juga ga nyapa loe tadi?ada apa ab?"tanya satria.

__ADS_1


Abra hanya diam ntah apa yang di pikirkan.


*Sedangkan alva saat ini sebenarnya sedang berada di kantor delta.


Baru saja membuka pintu suara denis terdengar dari belakang kevin.


"Bos bisa²nya saya di panggil madam,transaksi esek² lagi"ujarnya membuat alva terkekeh.


"Sorry bro"ucap alva masuk ke ruangannya.


"Kalian tau apa yang bos bilang 'pastikan v1rgin kalo tidak ganti dua kali lipat kirim ke apartemen' anjim ga tuh"ucap denis membuat rey Raka dan shawn tergelak.senyum terlihat di bibir Kevin.


"Sorry bro,soalnya loe tlp di waktu yang tepat"ucap alva duduk di kursi kebesaran nya.


"Mana yang harus gue urus lebih dulu nis"tanya alva.denis memberikan berkas ke alva.


"kenapa sih manggilnya nis lagi"ucapnya,alva terkekeh geli.sedangkan sean Rey dan Raka sudah tertawa.


"Akan ada berkas pengajuan kerja sama dari dnd loe urus deh nis biar cepet di periksa sama sean"ucap alva,denis mengangguk.


"Alexa dan kim akan segera datang"ucap denis alva mengangguk menatap lembaran di mejanya.


"Daddy" suara merdu putranya terdengar di telinga alva saat pintu terbuka.terlihat kail dan axel.


"Hi boy"sapa alva melihat ke arah putranya yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Daddy"panggilnya lagi saat ini kail duduk di pangkuan alva.'hemm alva berdehem.


"Kail ingin membeli perlengkapan untuk berenang"ucap kail.


"Ucapkan sekali lagi"pinta alva memastikan tidak ada yang salah dengan pendengarannya.


"Kail mau membeli perlengkapan untuk berenang"ucap kail lagi.


"Oh my goodness kamu bisa ngomong R dan bahasa mu sudah lancar"ucap alva terharu melihat perkembangan anak asuhnya.


"kail tidak capek kita baru dari mall membeli perlengkapan sekolah"ucap Alva.


"buat kapan perlengkapan itu?"tanya Alva.


"kail mencari tau tentang sekolah itu dan disana di adakan lomba berenang Daddy"ucap kail.


"jadi lomba berenang itu belum pasti"tanya alva.kail mengangguk.


"kita akan membelinya saat lomba berenang itu sudah pasti dan kamu terdaftar oke"ucap alva.kail mengangguk.


"good boy ayo kita tlp grandpa dan Daddy Al kita ceritakan kalo kail sudah akan masuk sekolah"ucap alva


"Apa kamu suka sekolahnya boy"tanya alva kail mengangguk.


"lusa kamu mulai sekolah daddy akan mengantarkan mu,sekolah disana di mulai jam delapan kamu harus rajin belajar agar kamu bisa mengalahkan daddy juga daddy al di bidang akademik,dan kamu harus rajin berlatih agar bisa melindungi daddy dan melindungi orang² tersayang kamu nanti"ucap alva.


Kail mengangguk semangat.


"Kail akan membuat daddy dan daddy al bangga dan kalian bisa mengandalkan kail"ucap kail.


"Good boy kita akan tlp daddy al" ucap alva membuat senyum di bibir kail makin lebar.


Setelah beberapa saat dia menghubungi albert dan Dominic kail bercerita banyak anak itu sangat ceria semenjak tinggal di negara alva.


"Daddy kail pulang"ucap kail menggendong tas nya.setelah ngobrol via vc dengan Dominic, Gabriel dan Albert.


"Hati² boy,jangan merepotkan bibi sarah siapkan perlengkapan sekolah mu sendiri"pesan alva.


"Oke daddy"ucap kail.alva mencium puncak kepala kail.


"Dia begitu menyayangi mu bos,bahkan dia lebih bahagia disini"ucap denis.


"Karena dia putraku"ucap alva,denis tersenyum.keadaan alva jauh lebih baik semenjak kelahiran kail.dan saat pertama kali kail memanggilnya daddy.


"Rey,kev kalian mulai besok cari unit baru"ucap Alva.


"kenapa bos"tanya Rey.


"gue akan tinggal bareng salsa"ucapnya.


"apa anda yakin bos"tanya Rey.


"kenapa kamu cerewet sekali Rey"sungut Alva.


"sorry bos"ucap Rey dia melihat ke arah Kevin yang hanya diam memainkan hp nya.cemburu tentu namun dia bisa apa nyatanya Alva memang normal,dia harus bisa menekan lagi perasaannya,dia pikir setelah ciuman tempo hari Alva akan membuka hatinya namun nyatanya tidak berarti apa² pikirnya.


setelah menyelesaikan pekerjaannya waktu menunjukan pukul tujuh malam mereka pun segera pulang.alva,Rey dan Kevin berhenti di sebuah resto untuk makan malam.


namun ada perbedaaan dengan Kevin yang lebih banyak diam. Alva dan Rey tau perasaan Kevin dia pasti cemburu dan tidak suka Alva tinggal dengan salsa.namun Alva pura² tidak mengetahui perasaan kevin.

__ADS_1


Dia ingin menyadarkan Kevin bahwa perasaannya salah.saat ini mereka sedang menunggu makanan tidak ada ruang vip di resto itu.


"Arya nak ya tuhan kamu apa kabar?"seorang wanita paruh baya tiba² dari arah belakang memeluk Alva.


__ADS_2