BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
KE KANTOR ZIAN


__ADS_3

Setelah mengantar kail alva pergi ke kantor Zian.dia belum mengakhiri masa cuti nya,dia masih ingin jalan².


Saat ini dia sedang berada di depan kantor zian.


"Selamat siang ada yang bisa kami bantu?"tanya resepsionis menatap Alva kagum dia terpesona dengan wajah blesteran itu.'dia sungguh tampan ya tuhan'


"Saya mau bertemu dengan zian"ucap alva.


"Apa sudah ada janji"tanya nya lagi.


"Belum"jawab alva.


"Dengan bapak siapa biar nanti saya infokan ke sekertaris pak zian"ucap resepsionis.


"Arya"panggilnya.alva mengalihkan pandangan ke asal suara.


"Hai sa loe kerja disini"tanya alva mendekat ke arah salsa dan mengecup pipi kanannya dengan merangkul pinggangnya sungguh ini bukan cipika cipiki tapi ini kecupan' pipi salsa merona sungguh dia malu,adegan itu membuatnya ingin terjun bebas ke tebing karena banyak karyawan yang sedang istirahat dan melihat ke arah mereka.


"Y..y..yaa gue kerja disini"jawab salsa salting pipinya merona,Alva senang melihatnya.


Dia menyelipkan anak rambut salsa ke belakang telinga salsa.


"Oh ya,loe mau kemana"tanya alva


"M..m..mauu makan siang"jawab salsa gugup


"Gue juga belum makan siang ayo kita makan siang bersama"ucap alva menggandeng tangan salsa


mereka berdua meninggalkan lobby.


"Loe ada perlu apa disini"tanya salsa.setelah mereka selesai makan.


"Gue mau ketemu zian cuma kata resepsionis nya gue belum bikin janji"ucap alva.


"Loe kan temanya kenapa ga langsung masuk aja"tanya salsa.


"Gue ga tau lantai berapa"jawab alva.


Saat ini mereka sedang makan di restoran depan kantor zian.banyak anak kantor yang sedang makan siang.


"Oh yah apa mantan suami loe masih mengganggu loe"tanya alva,salsa mengangguk "udah biasa sih"jawabnya.


"Tentang tawaran gue gimana?apa loe mau tinggal bareng gue"tanya alva.


"Apa tidak apa²?"tanya salsa.


Alva mengernyitkan keningnya.


"Apa tidak ada yang marah"tanya salsa.


"Gue udah bilang kalo gue free"ucap alva


"Oke gue mau tinggal dengan loe"jawab salsa.alva mengangguk.


Alva mengeluarkan rokoknya mereka makan di tempat terbuka.setelah menyalakan pemantiknya alva menghisap rokok tersebut dalam².


Mereka bertukar no hp,salsa mengambil bungkus rokok di depan Alva.dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkan ke bibirnya dan meraih pemantiknya namun Alva lebih dulu meraih pemantik tersebut dan menyalakannya.


salsa menghisap rokoknya "thanks"ucapnya setelah menghembuskan asap rokok itu.alva mengangguk dia tidak menyangka salsa merokok juga.terlihat sudah pro bukan pemain baru "loe terlihat pro"ucap alva.


"ck hari gini banyak perempuan yang merokok Ar,asal dia tau batasan"ucap salsa.

__ADS_1


"gue kalo pusing kalo suntuk aja lari ke ini,ga kaya dulu di ajakin Tiara ke club padahal disana cuma duduk di pojok liatin Tiara joged²"ucap salsa terkekeh.alva tersenyum mendengar cerita salsa dulu saat belum saling kenal mereka beberapa kali bertemu di club sebagai orang asing.


Mereka saling diam menikmati nikotin yang terkandung dalam rokok itu.


"pak Zian ada di lantai 12 nanti dari lift loe belok kiri di luar ada sekertaris nya loe bisa minta dia buat bawa ketemu pak Zian"ucap salsa.


Sesaat mereka kembali diam hingga salsa melihat jam tangannya.


"jam istirahat udah mau habis,mau masuk bareng"tanya salsa.


"ayok"Alva mematikan batang rokok ya di asbak.


Alva dan salsa sudah kembali ke kantor zian.


"Gue berhenti di lantai 10 nanti loe ke lantai 12 ya nanti belok kiri"ucap salsa.


Pintu lift terbuka salsa keluar lebih dulu.


"Nanti gue hubungi"ucap alva salsa mengangguk.


Terlihat pintu yang bertuliskan ceo seorang wanita duduk di balik meja.alva berjalan mendekat.


"Ehem"alva berdehem membuat wanita itu mengangkat kepalanya.terlihat laki² tampan blesteran tubuhnya terlihat kekar dan berjambang 'omo' gumamnya dalam hati.matanya berkedip dengan cepat saat melihat Alva.


"A a ada yang bisa saya bantu pak"tanya wanita itu yang tak lain adalah sekertaris zian.


"Saya mau bertemu zian"ucapnya datar


"Ah pak zian ya sebentar ya pak,ah em dengan bapak siapa?"tanya sekertaris itu gugup dengan tatapan Alva.


"Arya"sekertaris itu mengangkat gagang telepon menghubungi zian.setelah beberapa saat.pintu ceo terbuka zian nampak terkejut melihat kedatangan alva.


"Ada apa nih"tanya zian


"Ga ada cuma mau main aja"ucap alva.


Zian menghubungi sekertaris untuk membawakan minum ke ruanganya. dua cangkir kopi dan dua botol air mineral tersedia di meja dimana alva duduk.


"hei Kamu"ucap alva ke office boy.


"Iya pak" ob tersebut kembali menghadap ke arah alva,zian menunggu apa yang akan di katakan alva ke ob tersebut.


"Tolong Belikan minuman kaleng merk xx di depan"ucapnya alva mengeluarkan uang dari dompetnya.ob tersebut menerima uang yang di berikan alva dan keluar untuk membelikan minuman yang di minta tamu bosnya.


"Kapan kalian menikah"tanya alva.


"Loe mau kasih gue kado apa"tanya zian matanya menatap laptop.


"Gue pengangguran,kalo tiket nonton di bioskop mau?"tanya alva.


"ck,tiket nonton?yang bener aja,gue sama alea udah bosen nonton di bioskop.Gue tau loe pengangguran,tapi rek loe mungkin terus terisi,ayah ga mungkin lepas tanggung jawab"ucap zian.


"Ck mana ada duit masuk kalo mereka taunya gue udah mati"jawab alva.


"Terus loe kemana aja selama ini"tanya zian penasaran.


"Ck gue kesini mau nanya loe kapan nikah? bukan tentang gue"ucap alva.


"Tapi gue penasaran loe ngapain dan dimana selama tujuh tahun ini"tanya zian kekeh.


"Gue tanya kapan loe nikah,karena gue mau mastiin sesuatu agar bisa hadir di acara nikahan adek gue"ucap alva.

__ADS_1


"gue pikir loe mau beliin kita paket tiket honeymoon"ucap zian.


"anj1ng loe,Modal loe kalo mau honeymoon,jangan nyari gratisan tau gitu gue ga ijinin loe buat nikahin alea"ucap alva


"pelit.emang dasar kenapa ga kerja di kantor ayah aja bukanya emang loe bakal kerja di sana juga"ucap zian.


"Males enak jadi pengangguran"ucap alva matanya fokus ke hp membuka email tentang perusahaan Dominic.


"Cih pengangguran koq enak"ucap zian.


Tok..tok


Ob masuk membawa plastik berisikan minuman kaleng yang alva pesan.


"Ini pak"ob menyerahkan plastik dan kembalian uang nya.


"Thanks ya,kembalianya buat kamu"ucap alva memberikan satu lembar lagi uang dari dompetnya.ia lalu membuka kaleng minuman tersebut.


"Terima kasih pak"alva mengangguk dan ob berlalu pergi.


"Jadi sampai kapan loe jadi pengangguran?loe kuliah di luar negeri dan pulang cuma jadi pengangguran"tanya zian.


"Hidup itu di nikmati zi,tidur bangun siang,clubing,jajan perawan di madam amber ga berkutat di balik meja dengan kertas² yang.."ucap alva.


"Tunggu jajan perawan di madam amber?"alva mengangguk.


"Bangs4t loe sejak kapan loe jajan begituan"tanya Zian dengan mata melotot ke alva.


"Enak tau pantes danu ga bisa pensiun,gue lagi pesen yang masih segel ke madam amber"ucap alva acuh.


"Anj1ng,bangs4t loe baj1ngan tengik"umpat zian melempar benda apa saja yang ada di atas meja.umpatan terdengar saat pintu terbuka.


"ada apa ini"suara satria mengalihkan pandangan mereka berdua.


"Pah..ah gapapa ini si bangs4t"ucap zian satria mengalihkan pandangan ke orang yang di umpat dan di katain bangs4t oleh anaknya.


"A..a..arya"lirihnya.


Alva bangun dari duduknya menghampiri satria


"Apa kabar pa"alva mengulurkan tanganya.


"Ini beneran kamu nak,ya tuhan arya"satria memeluk alva matanya memanas setetes airmata keluar dari matanya dia mengabaikan tangan alva yang menggantung.


"Syukurlah kamu kembali nak"ucapnya lagi.


Satria melepaskan pelukannya dia menatap alva memperhatikan wajah yang benar² sudah berubah tubuhnya makin berotot dan kekar.


Satria duduk di sofa dengan alva dan sandi di sofa single sedangkan zian masih di kursi kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.satria terus memandangi wajah anak sahabatnya itu.


"Kamu sudah pulang nak?sudah bertemu ayahmu?"tanya satria.alva hanya tersenyum.


"Dia pasti terkejut melihat mu pulang"satria tersenyum membayangkan wajah abra.tanpa satria ketahui jika abra bahkan sudah tau lebih lama.


Dua puluh menit mereka mengobrol zian sendiri sudah duduk di sofa suara ketukan pintu terdengar masuk aspri zian yang bernama bram.


"Pak zian ada tamu"ucap bramantyo


"Hari ini saya tidak membuat janji dengan siapapun"ujarnya.


"tapi pak...

__ADS_1


__ADS_2