BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
PINDAH


__ADS_3

Di kediaman Abraham sudah ada mama Sinta dan papa satria yang baru pulang lari pagi dan mampir ke pasar tradisional membeli ikan segar.


Mereka membawa ikan itu ke rumah Abraham karena anak menantunya saat weekend akan menginap di rumah Abra.


Abi dan istrinya dian juga anaknya kini pindah ke rumah ayahnya setelah alea menikah.mereka menemani Abra agar tidak kesepian walaupun ada Inggrid.


Sekitar satu jam lebih Abra Zian dan Alea pun sampai rumah setelah membersihkan diri dan mengganti baju rumahan mereka saat ini sedang berada di ruang keluarga.


"gimana bisa anak itu tidur sama loe"tanya satria penasaran karena Abi menceritakan kejadian saat di lobby hotel semalam


"cucu gue"jawab Abra.


"ya gue tau,semudah itu di ijinkan gitu, bukankah semalam...?"satria menghentikan pertanyaannya.


"kail meminta ijin sama grandpa nya"ucap abra.satria mengangguk.


"kami menghabiskan waktu bercerita anak itu terlalu pintar, bercerita tentang orang² terkenal dan hebat dia tau banyak hal"ucap Abra dia terus menceritakan saat bersama kail.


"ya anak itu sangat pintar"ucap mama Sinta.


Dian mengangguk membenarkan.


Dian pun menceritakan pertemuan pertamanya dengan kail di mall


"dia begitu mendengarkan Daddy nya,apa yang Arya katakan dia akan menjawab oke dadd,yes dadd"Abra terus tersenyum.


"hari ini dia mengajakku ke tempat latihan menembak,tapi Arya tidak mengijinkan.dia mau menunjukan padaku bahwa dia seorang sniper"ucapnya lagi terkekeh.


"apa kamu ga bisa membawanya pulang ab?"tanya mama Sinta, Abra menggelengkan kepalanya.


"aku akan mendekatinya secara perlahan"ucap Abra.


"ya itu bagus"satria mengangguk.


"berarti Arya sudah menikah?"tanya Inggrid.


"belum"jawab Abra.


"lalu anak...


"dia lahir dari perbuatan Arya"Jawab abra.membuat mama Sinta tercengang.


"hal apa yang kamu lakukan dulu ab hingga Arya menghamili anak orang"ucap mama sinta.abra mengusap wajahnya kasar.


"sayang kamu tidak ingat apa yang Abra lakukan hingga Nilam koma"ucap satria yang terus mengungkit kejadian masalalu.mama Sinta mengangguk.


"darimana kamu mendapatkan info ini"tanya papa satria


"kail yang menceritakan,dan tadi pagi mereka mengobrol dan aku mendengarnya"Abra menghela nafas.


"kail mengatakan Daddy tidak menikah karena mommy sudah pergi ke surga,mereka tidur bersama makan bersama di rumah kecil di Jerman hingga kail berada di perut mommy nya seperti sekarang Arya tinggal bersama dengan salsa"ucap Abra.


"ya Tuhan Arya tinggal bersama dengan salsa"mama Sinta.


"iya,Zian yang mengatakan ini.dan aku sudah menemui salsa agar mereka menikah,tapi Arya tidak ingin menikah dia tidak akan menikah"ucap Abra lagi dia benar² di buat frustasi.


"lalu bagaimana kalo salsa hamil yah"tanya Abi.


"apa maksudmu pa"tanya Dian


"mereka tinggal bersama sayang,mereka juga di hotel....Arya pria dewasa,bahkan dia bisa punya kail"ucap Abi.


"aku akan mencoba membujuknya"ucap mama Sinta.


"ya kita akan membujuknya Arya tidak boleh mengulangi hal yang sama"ucap Inggrid.

__ADS_1


"Inge,aku minta padamu agar tidak mendekati Arya"pinta Abra


"kenapa mas,bukankah kita bisa memperbaiki hubungan kita dengan Arya"tanya Inggrid.


"Inge jangan pernah mendekati Arya"tegas Abra.


"tapi kenapa,kalo aku memang ada salah padanya biar aku minta maaf padanya,aku ingin tau kesalahan ku hingga dia membenci ku"ucapnya.


"biarkan dia mengakrabkan dirinya lagi seperti dulu ab"ujar mama sinta.


Abra hanya bisa pasrah.


"Mas kalo bang ar tidak mau pulang karena ada aku disini,aku gapapa tinggal di rumah ku"ucap inggrid lirih


"Tidak inggrid dia hanya butuh waktu"ucap abra.


"Kalo memang aku asal muasal masalahnya dariku biarkan aku tinggal di rumah ku,kamu bisa datang setiap hari"ucap inggrid lagi.


dia akan menarik simpati orang² di ruangan itu


"Ga semudah itu bun"ucap abi.


"Apa kalian akan pisah rumah begitu? kalo alva tinggal disini?"tanya abi lagi satria hanya mendengarkan sedangkan Nilam mengelus pundak Inggrid.


"biarkan saja dia,Beri dia waktu apalagi psikisnya terganggu"ucap abi.


"Abi adikmu tidak gila"sergah abra.


"Aku ga mengatakan Arya gila yah"ucap abi


"Kamu bilang psikis nya terganggu itu sama aja mengatakan bahwa adikmu gila,adikmu hanya terguncang mentalnya"ucap abra.abi mengangguk


"maaf"hanya itu yang terucap.


Saat ini Alva dalam perjalanan pulang ke rumah barunya


"kita akan pindah hari ini"ucap alva.


"Sekarang?"tanya salsa


"Hem kail sudah menanyakan kapan kita akan ke rumah baru rumah kita lebih dekat dengan kantorku dan kantor mu"ucap alva.


"Aku akan ikut kemana pun kamu pergi"ucap salsa.


"Terima kasih sayang aku akan panggil orang untuk membawa barang kita,kamu sudah membereskan barang² mu"ucap alva.salsa mengangguk.


"Jangan ada yang ketinggalan sayang,kosongkan semuanya karena kunci apartemen akan di kembalikan ke pak Abraham"ucap alva membuat salsa melihat ke arahnya.alva mengabaikan tatapan salsa


"Besok pagi akan ada yang membersihkan apartemen mumpung sekarang weekend kita bisa pindah hari ini"ucapnya.


kini mereka sudah sampai rumah.


Salsa menganga melihat rumah baru mereka.


"Kamu suka"tanya alva yang saat ini masih dalam mobil.


"Suka,mmm disini banyak yang jaga"ucap salsa.


"Ya kamu harus terbiasa rumah kita banyak penjaganya mereka semua akan tinggal dengan kita ayo turun"ajak alva.


Pintu utama terbuka terlihat ada 7pelayan yang menunggu.


"Kail dimana?"tanya alva.


"Di kamar pak bos"jawab bibi sarah.

__ADS_1


"Ayo sayang"ajak alva membawa salsa ke kamar kail di lantai tiga.


Ceklek...


"Daddy.."kail berlari menghampiri alva.


Alva mengangkat kail ke gendongan nya.


"kenapa ga tidur siang?"tanya Alva.


"Kail menunggu daddy"ucap kail.alva membawa kail ke ranjangnya.kamar dengan nuansa biru putih dan abu² dengan dinding dan langit-langit kamar bergambar luar angkasa.


"Daddy dan aunty akan menemani mu sampai tidur,karena mulai hari ini kita akan tinggal bersama"ucap alva.


"Benar daddy?"alva mengangguk.


"Aunty tidurlah di samping kail"kail menepuk di sebelah nya yang kosong.


Salsa pun membaringkan tubuhnya samping kail.


"Kita seperti family's daddy ada daddy ada mommy ada kail"ucap kail tersenyum.


"We are family boy"ucap alva.


"Really,kalo begitu bolehkah kail memanggil aunty salsa mommy?"tanya kail.


"Apa kail menginginkan nya?"kail mengangguk


"Tanya aunty boleh atau tidak?"ucap alva.


"Aunty.."salsa mengangguk dan memeluk kail.


"Boleh sayang"ucap salsa.


"Yeyy kail punya daddy dan mommy"ucapnya dengan wajah yang sumringah.


"Tidurlah"kail mengangguk.


Alva melihat pemandangan indah dimana kail yang sebenarnya menginginkan seorang ibu.


Namun anak itu terlalu dewasa untuk mengungkapkan keinginannya yang tidak mungkin terpenuhi.setelah beberapa saat kail tertidur.alva dan salsa bangun dengan perlahan


Agar tidak membangunkan kail.


Alva membawa salsa ke kamar utama.


"Ini sangat bagus al"ucap salsa melihat kamar yang luas dan mewah.


"Ini kamar kita apa kamu menyukainya"tanya alva salsa mengangguk.


"Terima kasih sudah menerima kail,dan memberi kesempatan untuk kail memanggilmu mommy"ucap alva merengkuh pinggang salsa.


"Aku menyayanginya,aku menyukainya dia sangat pintar"ucap salsa.


"Terima kasih sayang"ucap alva mencium bibir salsa.


"Ayo kita mulai mengeksplor tempat ini dengan berbagai gaya di hari pertama kita"ucap alva dia membawa salsa ke ranjang besar


dia mulai mencium salsa dan adegan panas itu tak terelakkan dan berulang.berbagai gaya di sofa di ranjang bahkan di meja rias.hingga salsa lelah.


"Alvarez ...


"Sebentar lagi sayang"alva mempercepat gerakannya hingga cairan hangat itu tumpah di dalam. "salsaa"desisnya


"Terima kasih sayang"ucap alva menjatuhkan dirinya di sebelah salsa hingga mereka berdua terlelap.

__ADS_1


__ADS_2