
Alva meletakan pist0l revolver di meja di depanya, Raka mengeluarkan bungkus rokok dari sakunya."al ada kail tidak baik merokok depan anak,ayo kail pindah ke kursi situ kita makan disana"kail pun turun dari kursi dan duduk di kursi kosong salsa terus menyuapi kail dan duduk bersama bibi sarah.
raka, alva dan jack mengambil satu batang dan memulai aktivitas yang menurut mereka menenangkan.
"Hai kail"sapa dian
Kail mengingat orang yang menyapanya.
"Apa kamu lupa sama aunty?ah sayang sekali sedih aunty sudah di lupain"ucap dian.
"Aunty yang kail bantu dimall membereskan belanjaan"ucap dian karena dian full makeup wajar kail tidak mengenalnya.
Kail mengangguk "aunty apa kabar?apa daddy juga mengundang aunty?"tanya kail dian mengangguk.
"Aunty baik,senang bisa bertemu dengan kail lagi"ucap dian mengelus pundak kail.
"hai"sapa Dian ke salsa mereka pun berkenalan.
**
"Selamat bro jadi selama ini kita di bohongi anjing,bilangnya pengangguran gue bakal perkarain dengan pasal penipuan,biar apa coba? tinggal bilang kalo mau di traktir,gue bayarin anjing bangsat emang punya temen ga ada akhlak,dasar kikir"umpat danu yang membuat alva terkekeh dia tidak ingin ikut campur masalah keluarga alva mungkin nanti dia akan bicara dengan zian dan Lutfi untuk membuat Alva kembali.
"gue emang pengangguran bro selama ini gue ga pernah ngantor loe tau gue sibuk ngadon"ucap alva.
"Anjing emang,itu anak loe"tanya danu menunjuk ke kail,alva mengangguk.
"Ternyata kita kalah zian baru nikah,gue juga baru mau nah loe udah punya anak"ucap danu terkekeh.
"Rajin ngadon doang ga jadi² payah"cibir alva.
"******"umpat danu.
"Kail come here boy"kail menghampiri alva.
Dan mengenalkan pada danu.
Alva mengangkat kail dan menggendongnya.
"Kenalkan ini teman daddy,uncle Danu,uncle Lutfi dan uncle bayu.kamu tau uncle Danu dia seorang lawyer"ucap alva.membuat kail semangat berkenalan karena dia harus banyak mengetahui tentang hukum agar nanti tidak terkena hukum pikirnya.
"Hai uncle aku kail"ucap kail memperkenalkan diri.
"Hai boy panggil aku uncle danu,kamu sangat pintar terlihat siapa yang mencetaknya"ucap danu.
"Anak loe pinter banget"puji danu.
"gue pikir loe belum nikah"ucap Bayu
"ya gue belum nikah,gue cuma rajin ngadon dia ini aja,gue masih single koq"ucap alva membuat Lutfi menggelengkan kepalanya.
"anak loe ganteng pinter lagi,apa benar kamu sniper boy?"tanya Bayu kail mengangguk.
"kamu keren"Bayu mengacungkan dua jempol
"Siapa dulu daddy nya"ucap alva sombong.
"apa nanti kail bisa menanyakan banyak hal uncle danu"tanya kail.wajahnya sangat imut dan menggemaskan.
__ADS_1
"sure,apa yang ingin kamu tanyakan?"tanya Danu gemas pada putra sahabatnya itu.
"tentang hukum"jawab kail membuat alva tersenyum.namun danu dan Lutfi di buat terkejut oleh jawaban kail.
"ya kita bisa mengobrol nanti"jawab Danu.
"ini uncle Lutfi punya stasiun televisi dan uncle Bayu punya taman bermain"ucap Alva.
"kail tidak suka taman bermain"ucap kail.
"hei boy di tempat bermain banyak wahana kamu bisa bermain disana"ucap Bayu.
"di taman bermain tempat anak kecil"ucap kail.
"kamu juga anak kecil"ucap Bayu.
"aku sudah dewasa,aku tidak suka bermain"ucapnya bibir mungilnya membuat siapa saja gemas melihatnya.alva tersenyum dengan jawaban putranya.
"menggemaskan sekali"ucap Lutfi.
"Selamat bang moga makin bersinar"ucap mama sinta,kecewa dengan Alva karena tidak mengakui keluarganya,tapi dia tidak bisa berbuat apa².
"Terima kasih"ucap alva tanpa memeluk atau mencium pipi sinta dia tidak berani melihat tatapan yang berbeda.
"Dia anakmu?"tanya mama sinta melihat kail di gendongan alva dia pun mengangguk
"Dia sangat tampan juga pintar"gumam mama sinta.
"Terima kasih"ucap alva.
"Oma?"ucap kail belum mengerti panggilan oma.
"Oma like grandma"terang alva.
"tapi grandma kail di kubur dalam tanah yang kita datangi" ucap kail
"ya itu grandma Nilam"ucap alva
Kail mengangguk "hai oma namaku kail"ucap kail menyodorkan tangan kecilnya ke mama sinta.
"Biasakan tradisi disini boy,pria dewasa mencium tangan orang yang lebih tua"titah alva.bayu Danu dan Lutfi tersenyum.sebutan pria dewasa menggelitik mereka.
"Oke daddy"kail mencium tangan mama sinta dan tersenyum manis.memang tidak ada kemiripan selain mata alva yang memang mirip dengan albert, mereka berpikir wajah kail mirip dengan ibunya.
Yang meyakinkan adalah kecerdasan dan sikap tengil dan manja seperti alva yang sedari bayi sudah mencontoh sifat alva
Bentuk mata dan bola mata yang memang mirip karena alva menurun dari sang oma.itu yang membuat mereka yakin kail adalah anak alva.
Mama sinta mencium pipi gembul kail matanya berkaca² dalam hati dia bergumam nilam arya sudah mempunyai seorang putra yang pintar.
"Selamat nak semoga berjaya papa bangga sama kamu"ucap satria.
"Terima kasih pa"ucap alva di peluk satria karena satria menarik tangan alva saat berjabat tangan bersama kail dalam pelukan.
"selamat tuan Hernandez semoga sukses"ucap salah satu tamu yang akan pulang.
"terima kasih atas kedatangannya"ucap Alva.
__ADS_1
"selamat tuan Alvarez"ucap salah satu tamu lagi mereka berpamitan.
"Hai boy"sapa satria.kail menatap wajah² asing menurutnya.
"Dia opa satria,opa like grandpa"ucap alva seolah mengerti anaknya belum mengenal siapa pun.
"Hai Opa"anak yang murah senyum pikir satria.
"bolehkah opa menggendongmu"tanya satria ke kail,kail melihat ke arah alva meminta persetujuan,alva mengangguk.
Satria merentangkan tangannya dan mengambil kail dari gendongan alvaa.
"Kau berat sekali"ucap satria mengangkat kail dalam gendongannya.
"Itu karena kail sudah besar dan dewasa"jawaban kail membuat satria dan mama sinta terkekeh.
"kamu juga tampan dan pintar"ucap satria.
"itu karena kail anak Daddy Alvarez"ucap kail.
"siapa nama Daddy mu"tanya papa satria.
"Alvarez Darren Hernandez"jawab kail,satria mengangguk.satria mendengar bagaimana Arya melepaskan namanya.
"Apa loe ga mau liat cucumu ab,lihat dia sangat pintar dia bilang sudah besar dan dewasa"ucap satria mendekatkan kail ke abra.
"Dia cucuku dia sudah pasti pintar"wajah polos kail menatap bingung orang² di sekitarnya, abra menitikkan airmata nya.
"Dia sangat menggemaskan"ucap alea yang sedari tadi diam.dian mengangguk "dia memang sangat pintar dan manis"
"Bolehkah aunty menciummu"pinta alea.
"Kail pria dewasa aunty,kata daddy yang boleh mencium ku hanya keluarga ku dan kekasihku"jawab kail.
Alea,dian Abi abra,satria bahkan bowo tersenyum mendengar jawaban kail.
"Kita juga keluargamu dia auntymu adik daddy mu dan dia opa abra dia daddy dari daddy arya"ucap satria mengenalkan abra.
Kail mengerutkan keningnya bingung.
"Daddy arya?siapa?nama daddy kail itu Alvarez Darren Hernandez,dan Daddy Alvarez anak dari grandpa dominic"ucap kail.
"Daddy Alvarez?"abra mengerutkan keningnya dia lupa kim menyebut alva dengan Alvarez.
Kail menunjuk alva "dia daddy Alvarez darren Hernandez dan itu grandpa dominic dia daddy dari daddy alvarez"ucap kail menunjuk dengan jari kecilnya menjelaskan bahwa Alvarez anak dominic.
'deg...tidak ada abra dalam hati anak dan cucunya.bagaimana menjelaskan ke kail bahwa abra adalah ayah arya.tidak ada yang dia bantah hanya kata "bolehkah opa memeluk mu"pinta abra.satria menyerahkan kail dalam gendongannya ke abra.
Abra memeluk erat cucunya menciuminya berkali² dan meneteskan airmata.alva menatap datar putra asuhnya yang sedang di gendong ayahnya,dia tidak merasa bersalah membohongi semua orang bahwa kail sebenarnya bukan anaknya.
baginya kail adalah anaknya putranya dia daddynya.kecuali Albert.
Alea menciumi tangan kecil kail dia begitu gemas pipi gembul yang merah tomat kulit yang lembut dan halus membuatnya gemas dan ingin membawanya pulang.
"Kamu begitu tampan"ucap Dian lagi
"terima kasih aunty"jawabnya.
__ADS_1