
Setelah sampai rumah Arya pun masuk ke dalam kamar ingatanya kembali ke Poto yang di kirim oleh Juan saat itu Abra sedang menjemput inggrid sesuai permintaan istrinya,Abra tidak tau jika bunda nilam sedang membuatnya dekat dengan inggrid sesuai permintaan inggrid.dan juga Poto Abra makan siang dengan inggrid karena Nilam tidak jadi datang padahal Nilam yang mengajak Abra makan siang.
Hari ini Arya melihat secara langsung,sudah di pastikan bundanya tertekan karena permintaan wanita ****** itu untuk mendekatkan suaminya dengan sahabatnya,ya Arya memang tau penyakit bunda nya tidak bisa di sembuhkan. tapi pikiran orang sehatpun kalo banyak pikiran akan sakit,apalagi bunda nilam yang jelas mengidap kanker otak dia pesakitan, orang sakit harus mempunyai suasana hati dan pikiran yang baik dan bahagia itu akan membantu mengurangi rasa sakit.
"brengs3k"Arya menggeram.
Arya bergegas membereskan koper untuk besok penerbangan subuh.
sebelum ayahnya pulang Arya keluar lebih dulu untuk pergi ke bar.disana ada dewa,juan farel dan angel.sedikit, ya hanya sedikit Arya ingin minum dan merokok melepas masalah yang ada di kepalanya.
saat dia keluar gerbang dia melihat mobil ayahnya dari jalan sebelah kiri akan masuk gerbang diapun mengambil arah ke kanan.
"tadi arya yang keluar"tanya ayah Abra ke satpam
"iya pak"jawab satpam itu abra mengangguk.dia masuk kerumah untuk menemui putrinya,namun saat masuk kamar putrinya terdengar suara air di kamar mandi dia pun keluar dan masuk ke kamarnya.
arya kini sedang berada di bar dia masih bisa mengontrol untuk tetap sadar dan tidak minum banyak karena subuh dia harus terbang.
Jam sebelas malam abra menanyakan keberadaan arya ke zian by phone
”Zi,Arya bareng kamu ga”tanya ayah abra
”ga yah,aku di rumah,emang pergi dari kapan” tanya zian
”dari sebelum Maghrib”
”nanti aku tanya anak² tempat kita nongkrong” jawab zian
Tidak ada yang melihat Arya,bahkan di markas juga tidak ada.
jam 2 dinihari Arya baru pulang,setelah membersihkan diri dia bersiap untuk berangkat,satu buah koper udah di depan kamar.lalu dia masuk ke kamar Alea untuk berpamitan.
"adek,,adek,,sayang bangun sebentar"Arya membangunkan Alea.
"emmh bundaa"Alea mengerjapkan matanya.
"Abang"Alea langsung duduk melihat abangnya rapih dengan jaket yang di kenakan.
"Abang mau berangkat pesawat nya bentar lagi adek jaga diri disini ya jaga kesehatan.kuliah yang bener jangan sering main yang ga jelas oke"mata alea langsung berkaca².
"makan yang bener,kabarin Abang kalo ada apa² Abang sayang sama adek jaga diri kalo kesepian cari kegiatan positif"pesan Arya
"Abang cepet pulang biar adek ada temenya"Alea sudah sesenggukan.
"iya Abang usahain biar cepet kelar kuliahnya,nanti kita bareng² lagi"ujar Arya mencium pucuk kepalanya.
"udah nanti Abang ketinggalan pesawat jangan nangis lagi,abang sayang adek jaga ayah jangan buat repot ayah"pesan Arya memperdalam ciuman di kening sang adek dan memeluk erat.
di belakang pintu ayah Abra menyaksikan dan mendengarkan perpisahan Kakak dan adek yang saling menyayangi itu,ia yang berencana mengambil minum sambil menunggu putranya pulang berhenti karena melihat koper di depan kamar Alea.
__ADS_1
"adek ikut anter Abang"ucap Alea.
"sampai depan aja ya pake jaket nanti masuk angin"ucap Arya
"sampe bandara"ucap Alea
"ga sampai depan aja bahaya dini hari sayang"ucap Arya sambil memakaikan jaket ke sang adek.
"Abang ga pamit sama ayah?"tanya alea
"Udah"jawabnya singkat
Arya belum menyadari ada ayahnya karena rumah memang masih gelap remang².
Arya menarik koper sebelah kiri dan menggandeng Alea sebelah kanan.mereka lewat lift karena tangga masih gelap.
ayah Abra hanya memandang dari atas anaknya pergi tanpa berpamitan.
sampe di depan sudah ada mobil yang menunggunya,dia adalah dewa farel dan juan yang emang di minta arya untuk mengawal karena dia tidak mau mengganggu supir rumah.
Alea memeluk erat abangnya dan menangis sesenggukan.abra masih melihat dari jauh.
"udah cepet masuk nanti masuk angin"titah Arya
"Abang hati² di jalan"ucapnya dengan suara yang tertahan.arya menangguk.
"Adek jaga diri jaga kesehatan jaga ayah"pesanya lagi memeluk erat adiknya dan mencium pucuk kepalanya bertubi².
pagi datang Alea sudah di depan meja makan dengan sisa mata yang sembab menunggu sang ayah.
"pagi putri cantik ayah"sapa ayah Abra mencium pucuk kepala anaknya yang sudah rapih abra sendiri sudah rapih dan bersiap untuk ke kantor.
"pagi yah,yah hari ini adek ada kuliah pagi"ucapnya memberi tahu ayahnya.
"iya sayang pergi sama supir ya"ucap ayah Abra.
"iya yah"jawabnya singkat.
"ayah adek kesepian di rumah,adek pulang dari kampus ke butik bunda ya"ucap alea
"apa ga capek"tanya Abra alea menggeleng cepat.
"ya sudah terserah adek yang penting jangan sampai kecapekan"ucap Abra.
"Abang udah berangkat?"tanya Abra pura² tidak mengetahui kepergian anaknya.
"udah,udah pamit sama ayah kan"tanya alea.
"ya Abang udah pamit sama ayah"ucap Abra.
__ADS_1
**
Hari ini tepat Minggu ke dua Arya di Jerman setelah meninggalnya sang bunda.
saat ini arya sedang emosi dan patah hati karena pacarnya Marsha selingkuh dengan mahasiswa warga negara korea yang kuliah di tempat yang sama.
Di depan matanya sendiri dan Marsha pun mengakuinya "loe ga pernah beliin gue barang ataupun hadiah bahkan kita kalo jalan hanya makan makanan cepat saji"ucapnya.
Tidak ada yang tau Arya dari keluarga Pratama,karena Arya sendiri mendapat bea siswa.apartemen yang di sewakan Abra tidak di tempatinnya,dia memilih tempat yang lebih kecil dan dekat dengan teman²nya.
Hubungan yang mereka bangun sembilan bulan pun kandas.bahkan Marsha mengatakan Alva adalah cowok kere dan miskin karena tidak pernah mengajaknya untuk kencan di resto dan memberikan hadiah mahal.arya terima caci-maki dari Marsha walaupun patah hati dan kecewa.
**
Satu minggu setelah putus Arya mendapat kabar kalau sang ayah melangsungkan pernikahan dengan inggrid.ya ayah abra menepati janji untuk menikahi Inggrid,setelah pertemuan di cafe waktu itu untuk membahas pernikahan.ayah Abra mengatakan yang sejujurnya bahwa dia tidak mencintai inggrid dia menikahi inggrid karena amanah.
Tapi berbeda dengan Inggrid yang bahagia akhirnya Abra mau menikahinya,dengan berjalannya waktu Abra akan jatuh cinta padanya.
Abra mengenal Inggrid adalah wanita baik² selain Inge sahabat istrinya,dia tau Inge menyayangi anak²nya.mereka dekat sejak kecil,Abra juga kagum dengan inggrid yang menerima saat rahimnya di angkat,abra tidak tau cerita sebenarnya.
Menikah karena amanah sungguh abra tidak menyangka,abra tidak memikirkan cinta saat ini biarlah berjalan apa adanya,dia merasa sudah tua jadi cinta itu sudah tidak penting lagi.
*
Setelah masalah datang bertubi² inilah yang di alami Arya saat ini
Selalu merasakan cemas dan khawatir yang berlebihan.
Suasana hati buruk atau sedih berkelanjutan.
Mudah marah atau sensitif,
Mudah menangis.bahkan arya melakukan percobaan bunuh diri kalo saja bibi jeni (pemilik tempat Arya menginap) tidak datang mungkin arya hanya tinggal nama.
Sebelumnya bibi jeni dapat pesan dari jack kalo arya tidak kuliah,jack meminta bibi jeni untuk mengantarkan makanan untuk arya.
Saat bibi jeni masuk ke kamar arya,kamar itu terlihat gelap gorden yang masih tertutup, diapun menyalakan lampu kamar padahal jam menunjukan pukul sebelas siang saat lampu menyala kamar dalam keadaan berantakan bahkan gelas pecah dan benda² yang berserakan.
Bibi jeni pun mencari Arya di dalam kamar mandi dan terlihat Arya yang sudah duduk bersandar di dinding kamar mandi dengan busa di mulutnya bibi jeni pun teriak dan menghubungi no tlp darurat.setelah beberapa saat arya di bawa ambulans bibi jeni pun ikut serta dia menghubungi alexa dan jack sahabat kuliah Arya di Jerman.
Arya yang saat ini sudah di tangani medis jack datang bersama kim dan alexa,bibi jeni pun menceritakan kejadian beberapa saat lalu.
Hingga dokter keluar dan mengatakan Arya selamat dan akan di pindahkan ke kamar rawat.
Setelah enam jam Arya akhirnya sadar,semua teman² Arya berada di kamar dimana dia di rawat.
Mereka memberikan support dan menyemangati arya.
Hari² yang di jalani Arya begitu berat hingga alexa mengatakan untuk membawa Arya ke psikolog/psikiater,setelah semua setuju Arya pun di bawa semua di ceritakan Arya dengan airmata yang mengalir bahkan terkadang senyum dan tertawa.
__ADS_1
Teman² Arya yang melihat itu begitu sedih melihat keadaan Arya yang dulu ceria,iseng,tengil bahkan semangat belajar kini berbanding terbalik suka menyendiri menangis dan mudah marah.