
Pagi menjelang di kediaman Alva para pekerja sudah sibuk dengan kesibukannya masing² hari ini mereka akan masak besar karena akan kedatangan orang tua Zian dan anak² Abra juga danu.
Salsa sudah selesai memandikan twin dia membawa twins ke ruang tengah dimana Abra berada.
Abra sendiri sedang duduk sambil membaca majalah bisnis yang terdapat di meja itu nampak wajah Alva sebagai cover beberapa Majalah bisnis tersebut.
"twins,sudah mandi hem"sapa Abra.
"sudah opa"jawab salsa suaranya di buat seperti anak kecil.
abra memangku Jihan,dan menciumi pipinya.
Sedangkan sky di tidurkan di ranjang.
Kail keluar dari kamarnya menuju kamar Alva di lihat daddynya masih tidur,namun dia tak melihat salsa.ia pun naik ke ranjangnya dan masuk ke dalam selimut meringsut ke tubuh daddynya.
Alva memiringkan tubuhnya melihat kail meringsut dia memeluk tubuh kecil kail mencium pucuk kepala kail.
"jam berapa sekarang?ayo kita berlatih"ucap Alva dengan suara seraknya.kail tak menjawab di memeluk erat daddynya.
Setelah beberapa saat Alva turun dengan menggendong kail.
"kamu udah sarapan sayang"suara Alva terdengar di telinga Abra dan salsa.
"udah tadi sama ayah."Alva mengangguk.dia membawa kail yang berada dalam gendongannya ke dapur.
Alva meminum air putih dan sedikit makan salad dia pagi ini akan nge-gym dan latihan bersama kail.
"ayo habiskan susumu"ucap alva.
"mau di buatkan roti atau sarapan yang lain"tanya salsa yang ikut bergabung dengan Alva dan kail.
"nanti aja sayang aku dan kail mau latihan"salsa mengangguk.
setelah selesai sarapan Alva dan kail jalan berdampingan menuju tempat latihan.
" Kevin udah pulang"tanya Alva pada Rey yang sedang menggantikan baju kail.
"belum bos"jawab Rey.
"kamu tau kemana dia pergi Rey"tanya Alva.
"maaf bos saya ga tau"jawab Rey.
Setelah melakukan stretching kail dan Rey mereka bersiap berlatih di atas matras untuk latihan karate.
Alva sendiri memilih angkat berat karena Kevin tidak ada,dia di temani Ken sebagai instrukturnya.
**
Alea,Zian,Abi dan keluarga,mama Sinta dan papa satria sudah berada di rumah Alva setelah kemarin mereka berencana untuk makan bersama di rumah Alva. salsa juga mengundang Daffa dan Dilla.
"Alva mana"tanya Abi yang sudah mengganti panggilanya
"lagi nge-gym bang"jawab salsa.
"kail"tanyanya lagi.
"kail juga lagi latihan"jawabnya.
"pap ayo kita lihat kail latihan"ajak Juna.
"ayo sama uncle"ucap zian.mereka pun pergi ke tempat latihan.
Zian dan Juna berdiri melihat kail dengan menggunakan karate gi sedang berlatih menyerang Rey.
"dia hebat kan uncle"ucap Juna.
"kamu juga harusnya ikut berlatih laki² harus bisa berkelahi"ucap Zian.
"kamu minta sama papa buat ikut berlatih dengan kail"bujuk Zian karena Zian dan Alva dulu saat sekolah ikut latihan taekwondo.
"aku akan minta pap buat ijinin Juna ikut berlatih dengan kail"ucapnya.
"mau apa"tanya abi.yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"mau latihan karate seperti kail pap,laki² harus bisa berkelahi"ucap Juna.
"papa cuma takut kamu nanti kesakitan"ucap Abi
"papap berkelahi adalah menunjukkan bahwa dia pria sejati benarkah uncle"Zian mengacungkan jempolnya.
Alva melihat keberadaan Zian dan abangnya yang berdiri melihat kail latihan.
Zian pun berjalan mengexplor tempat latihan itu.
Sedangkan Juna masih menatap kail dengan kagum.dia juga ingin seperti kail.namun karena abi terlalu menyayangi putranya dia tidak mau putranya terluka.itu pemikiran yang salah menurut zian.lebih baik sakit sekarang daripada nanti sudah besar tidak bisa menjaga diri atau menjaga adik dan ibunya jika ada orang jahat.
Zian melihat tubuh alva yang sudah berkeringat.dia mendekati Alva dan melihat lebih dekat terlihat tatto nama bundanya dan tulisan cina di tulang punggungnya kebawah.dan ada tatto tulisan dan angka Romawi yang baru di bikinya saat di Jerman kemaren.
yang terlihat jelas adalah tatto kepala singa mengaum di punggung sebelah kirinya.
Alva menghentikan gerakannya.
"loe udah dateng"ucap Alva.
"badan loe makin gede ar,gue juga mau deh kaya gitu"ucap Zian.
"percuma kalo makanannya aja ga di jaga"jawab Alva dia mengambil handuk dan mengusap wajahnya yang berkeringat.
"makan banyak,terus bakar lemak kan itu wajar lah"ucap Zian.
"sama aja bohong"cibir Alva.
"calon mertua nya Gladys makin keren aja nih"ucap Danu yang baru datang.
"maksud loe apa"sungut Alva
"iya gue ngelamar baby boy buat Gladys anak gue biar kita besanan"ucap Danu.
"ogah"ucap Alva.
"sama anaknya Zian aja tuh"ucap Alva.
"anak Zian lebih muda nanti bro biar Gladys sama sky"kekeh Danu.
**
Alva mengangguk
"yeee kak Juna boleh kata Daddy"ucap kail berlari ke tempat Dimana Juna dan Abi sedang duduk.
"ayo ikut kail"ajak kail dia menarik tangan Juna memasuki tempat latihan menembak.
disana ada Jose, Shawn dan Arga juga Nathan.
"kail kenapa disini"tanya shawn.
"kail mau mengajari abang juna latihan menembak juga agar dia bisa menang saat bermain game"ucap kail.
Shawn dan Arga melongo mendengar jawaban kail.
"ayo bang"ajak kail dia mengambil alat²nya sendiri dia sudah tidak sabar mengajari Juna menembak agar tidak kalah saat bermain game pikirnya.
Setelah mengganti karate gi dengan baju khusus untuk latihan menembak"bang juna tunggu disini sebentar"ucap kail dia berlari ke tempat gym dimana daddynya berada.
"Daddy sepatu kail dimana?"tanya kail.
Alva yang melihat kail mengganti bajunya dengan baju khusus latihan mengerutkan keningnya.
"kamu latihan menembak"tanya Alva.
"apa menembak"ucap Abi memicingkan matanya saat sedang mencoba alat² gym Alva.
"iya Daddy kail mau mengajari bang Juna buat latihan menembak agar tidak kalah saat bermain game"ucap kail dengan bibir mungilnya yang basah.
"bukan seperti itu caranya"sergah Abi, menembak tidak itu menakutkan bayangan Alva menembak orang di depannya terlintas.
"tanya bibi Sarah,mungkin bibi Sarah mencucinya"ucap Alva kail pun langsung berlari ke dalam rumah mencari bibi Sarah.
"bahaya ini anak gue di ajarin menembak"sungut Abi.zian dan Danu tertawa.sedangkan Alva menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
**
"bibi...
"kail ada apa nyari bibi"tanya salsa yang berada di sofa bersama keluarga suaminya.
"mommy lihat sepatu kail"tanya kail.
"sepatu?"..
"ada apa kail"tanya bibi Sarah yang sudah datang.
"bibi lihat sepatu kail untuk latihan menembak"ucapnya.
"ada, sebentar bibi ambil"ucap bibi Sarah.
Selang beberapa saat bibi Sarah datang membawa sepatu kail dan membantu memakaikannya.setelah selesai kail berlari menuju tempat latihan menembak.menembak sebenarnya tidak ada pakaian khusus,namun kail dari awal latihan sudah memakai pengaman dan itu membuatnya terbiasa.
kail berlari di ikuti Abra dan satria mereka penasaran dengan aksi kail yang menyebut dirinya sniper
kail sudah bersiap dia sudah memakai alat penutup telinga dan kacamata.
"bang Juna sini lihat"ucap kail Juna pun mendekat dan memperhatikan kail.
Abra dan satria berdiri tidak jauh dari mereka.
kail memfokuskan pandangannya ke target dia membidik target dan "dor..dor .dor.. tiga tembakan dia lepaskan di angka 9,8 dan 9.
Abra dan satria bertepuk tangan.
"kamu hebat boy"ucap Abra.
"karena aku sniper opa"jawab kail.
"ya opa percaya"ucap Abra.
"luar biasa kail,Juna bisa ikut berlatih dengan kail"ucap satria.
"boleh opa"tanya Juna.
"jangan"sergah Abi
"papaaaaap"sungut Juna.
"biarkan dia berlatih dengan kail"ucap Abra.
"itu akan membahayakan dia yah"sergah Abi.
"kita bisa memberitahu kan dan menasehati dia nanti"ucap Abra.
Abi pun pasrah dengan putusan ayahnya.
"thank you opa"ucap Juna senang.
"kita akan berlatih bersama kan bang Juna"Juna mengangguk.
"anakmu bergaul dengan anak ku dia akan pintar dan pandai"ucap Alva melenggang pergi meninggalkan mereka semua.
"ck justru anakku jadi minta yang aneh²"Abi berdecak.alva memilih masuk ke kamar untuk membersihkan diri.
"ayo kail bersihkan diri mandi"ucap Abra.
"iya opa"kail melepaskan baju nya dan meletakkan perlengkapan menembak ke tempatnya.abra menggandeng kail menuju rumah utama.
**
"kamu sudah mandi boy"tanya Alva saat melihat kail keluar dari kamarnya bersama bibi Sarah.
"sudah Daddy"Alva menggandeng tangan kail untuk turun ke bawah.
"apa kabar Kamu nak"tanya mama Sinta.
"baik ma"..
"halo boy apa kabar"mereka semua menyapa kail dan Alva.
__ADS_1
**
"bos"suara Shawn mengalihkan perhatian Alva dari hp nya,dia sedang mengecek keberadaan Kevin namun masih belum terbaca.hilang tanpa kabar.