
"saya ayahnya"ucap Abra.
"kalian tidak lupa apa yang telah kalian lakukan padanya"ucap Rey.
"orang gila,orang tidak waras sebutan apalagi yang ingin kalian sebutkan sekarang,pasien rumah sakit jiwa begitu"Abra menggelengkan kepalanya.
"pergilah dia tidak membutuhkan kalian,melihat kalian hanya akan membuatnya tambah sakit"ucap rey.
"maaf bapak² waktu kunjungan sudah habis"ucap suster itu yang tiba² datang.abra mengalihkan pandangannya ke seorang suster yang berdiri tidak jauh darinya.
"saya minta waktu lima menit lagi sus,sebentar saja"ucap Abra.
suster itu mengangguk.
Abra membalikan badannya untuk melihat putranya yang berada di dalam.
Airmatanya kembali menetes "maafkan ayah"ucap Abra dia dan Abi terus memperhatikan Alva dia masih di posisi yang sama tidak bergerak sedikitpun.tidak tega melihat Alva seperti itu mereka pun pergi.
Rey tersenyum miris melihat keluarga bosnya,bahkan di saat anaknya sakit mereka mengabaikan.
hingga suara hp menyadarkannya.
"halo"...
"urus barang²nya dia akan pulang hari ini"ucapnya di sebrang sana.
"oke bang"...
"sudah pulang mereka?"tanya Jo.
"ya berkat suster yang loe suruh"jawab Rey.
"ayo kita bereskan barang²nya bos akan pulang hari ini"ucap Rey.
Kevin sendiri sedang mengurus kepulangan alva.axel dan kail lebih dulu ke ruangan dimana Alva berada.
"Daddy, Daddy akan pulang hari ini kita bisa tidur bersama nanti"ucap kail mengajak Alva berbicara.
Kevin menggantikan baju alva.senyum kail tak lepas dia begitu senang daddynya nya akan pulang dia akan tidur kembali dengan Daddy pikirnya.
sesekali dia mencium pipi Alva.
"kail senang Daddy pulang"tanya Kevin mengancing kemeja Alva
"kail sangat senang uncle"ucap kail.tangan mungilnya meraba dan menarik wajah Alva agar melihat ke arah kail.
"Daddy kita akan pulang,Daddy senang?"tanyanya.dia kembali mengecup pipi Alva.
"kail janji tidak akan nakal"ucapnya walaupun bibirnya tersenyum namun matanya tidak bisa di bohongi.
kail menatap mata Alva.
mata indah kail menarik perhatian Alva dia mengangkat tangannya dan meraba pipi kail,senang tentu kail senang daddynya merespon nya.
dia tersenyum melihatkan gigi² kecil yang berbaris rapih.
Matanya berkedip indah membuat Alva meneteskan airmatanya.kevin senang Alva merespon keberadaan kail dia membiarkan kail mengajak bicara Alva.
dokter yang melihatnya pun terharu dengan kedekatan ayah dan anak tersebut.
"don't cry Daddy"tangan kecil itu mengusap air mata daddynya.
"sudah kail lets go kita pulang"ajak Kevin Rey dan axel pun terharu melihat kail anak itu begitu menyayangi daddynya.rey membawa barang².jo mendorong kursi roda,tatapan itu kosong tidak ada kehidupan disana
kail menggandeng tangan Alva yang berada di kursi roda.
...----------------...
Alva saat ini sudah berada di rumahnya kail terus menggandeng daddynya dia membawanya ke gazebo.
__ADS_1
Gabriel sendiri sedang di ruang kerja alva untuk membantu perusahaan alva.banyak penjaga di rumahnya bahkan lebih ketat.
"Daddy,kail membuatkan puding kesukaan Daddy bersama bibi Sarah"ucap kail melihat bibi Sarah membawa nampan berisi dua piring puding.
Dia mengambil satu piring dan menyuapinya.
"ayo Daddy buka mulutnya,ini lezat iya kan bibi Sarah"ucap kail,bibi Sarah berdiri tidak jauh dari mereka.bibi Sarah mengangguk
"sangat lezat, delicious"ucap bibi Sarah tersenyum dengan mengacungkan jempolnya.
Kail menarik bibir bawah Alva dia berusaha memasukan sendoknya.
"enak kan daddy,kata grandpa kail tidak boleh banyak makan manis² nanti giginya habis,kenapa hanya kail yang giginya habis tapi Daddy gak?"tanya kail.dia mengusap bibir Alva yang belepotan karena suapan nya,bibi Sarah memberikan tisue pada kail.
"Daddy kail akan mengikuti lomba karate kids,Daddy bisakah Daddy datang dan menemani kail"tanya nya sendu.
"Daddy kenapa Daddy sakitnya lama,kail sedih "ucapnya matanya berkaca-kaca hidungnya sudah merah.dia terus mengajak daddynya berbicara,dia berharap Alva akan menjawabnya.bibi Sarah yang berdiri tidak jauh dari mereka pun sudah menangis.
**
Setelah mendapati Alva sudah pulang,abra meminta informasi tentang Alvarez termasuk alamat rumah.namun dokter maupun suster tidak memberikan informasi apapun,mereka lebih takut ke Kevin daripada Abra,karena salah satu suster dan dokter sudah mengetahui bagaimana rumah Alva di jaga banyaknya bodyguard dan begitu ketat,mereka tidak mau berurusan dengan Kevin.
Sudah seminggu semenjak kepulangan Alva dari RSJ hari ini kail akan mengikuti lomba karate kids tingkat nasional acara itu di siarkan langsung di tv.dia di temani Shawn,Rey dan bibi Sarah.
Anak itu sangat bersemangat mengikuti lomba mengumpulkan piala.
karate kids sendiri ramai di perbincangkan bahkan di sosial media.
Para peserta sudah menunjukan kebolehannya.
kail akan menghadapi orang yang usianya 3tahun di atasnya.
*di kediaman Abraham.
Juna sejak tadi sudah standby depan tv.
dia ingin melihat teman sekolahnya ikut di karate kids.
hubungan Abra dengan Inggrid sudah semakin jauh Abra sudah tidak menempati kamarnya bahkan tidak pernah sarapan atau makan malam bersama.
Dian membawakan teh dan cemilan
untuk mereka.
"oke sudah siap rasanya sudah tidak sabar ingin melihat pertandingan ini, ini pertemuan pertama ya,dia imut sekali masih berusia 6tahun"ucap komentator nya.
*
"mam emang boleh ya masih kecil ikut karate"tanya Juna.
"boleh aja"jawab Dian.
Abi melihat ke arah tv "siapa yang main boy"tanya Abi.
"venus pap temen sekolah Juna"jawab Juna
"tapi lawannya masih kecil nanti kalo kepukul nangis deh"cibir Juna.
"dia udah terlatih,jadi ga bakal nangis"ucap Abi
**
"kita lihat dari perawakan ini anak bongsor sih tinggi ya"kata komentator.
"ya aku dengar dia juga pandai taekwondo dan Muay Thai"ucap komentator lainya.
"dia anak berbakat"ucap satunya lagi.
"sepertinya sudah akan di mulai"ucapnya.
__ADS_1
-venus Permadi vs Mikhail Aiden filbert Hernandez
-terdengar di seluruh penjuru penonton bertepuk tangan.
bahkan di rumah Abra pun terdengar jelas nama kail di sebut,Abra dengan cepat mengalihkan perhatiannya melihat ke arah tv.
Kail sendiri belum memakai pelindung wajahnya saat tersorot kamera.
Wajah Rey pun ikut tersorot kamera karena dia sedang memakaikan pelindung wajah ke kail.setelah beberapa saat kail berlari ke tengah lapangan dia membungkukkan tubuhnya.
"dia begitu manis"ucap komentator.
"ya lihat dia seperti pria dewasa"ucap yang lain.
**
"itu kail"ucap Dian.
"iya itu kail mam"ucap Juna.
wajah kail di sorot karena dia peserta termuda.
Axel berdiri di belakangnya Rey dan bibi Sarah memberinya semangat.
Di rumah mama Sinta pun sedang menonton karate kids mama dan papa satria nampak fokus dengan tv nya.
"siapa yang main mah"tanya Zian datang dengan alea membawa cemilan.
"kail"jawab mama Sinta.
**
"kail mommy merindukanmu boy"ucap nya saat ini salsa Bekerja di toko kue tidak jauh dari tempat tinggalnya.
dia melihat tv yang berada di toko kue itu matanya berkaca².
**
Pertandingan di mulai hanya dengan beberapa kali serangan venus di nyatakan kalah.dian dan Abi begitu takjub melihat keponakannya yang begitu lincah ternyata benar dia ahli karate dan bela diri,mungkin sniper juga bukan omong belaka.
*
"selamat ya kamu menang"ucap sang presenter yang mewawancarai kail.
"terima kasih aunty"ucapnya pipinya yang merah,kulit putih dan pipi chubby yang memerah dan mata bulat itu terlihat menggemaskan.
"ayahmu pasti bangga,sudah berapa lama kamu berlatih"tanya nya lagi.
"kail berlatih dari kecil"jawabnya.
"oh iya sekarang sudah besar ya"kail mengangguk.
"untuk siapa pialanya"tanyanya lagi.
"buat Daddy"jawab kail.
"dimana daddy mu"tanya
"Daddy tidak ikut karena Dady sedang sakit"ucap kail dia menunduk hidung merahnya terlihat.
"semoga Daddy kamu cepat sembuh ya,dia pasti bangga dan sedang menonton mu,katakan sesuatu pada Daddy dan mommy mu"ucap sang presenter.
"Daddy cepat sembuh dan kita bisa bermain dan berlatih bersama lagi,aku menyayangimu"ucap kail setitik air mata menetes.
"lalu untuk mommy mu"kail menggeleng.
"mommy sudah di surga"jawab kail.
"mommy mu juga pasti melihat mu disana"ucap sang presenter.
__ADS_1
Kail teringat dengan salsa 'apa mommy menonton televisi'pikirnya
"kail ingin mengatakan sesuatu...