BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
KEMBALI MENGAMUK


__ADS_3

Satria menggelengkan kepalanya dia tidak percaya dengan berkas yang ia pegang.


"Jangan khawatir semua yang ku miliki halal dan 100persen atas kerja kerasku"ucap alva menatap sinis ke Abi.


Abra menggeleng "ayah tidak butuh semua itu nak,ayah hanya menginginkan anak ayah kita kembali seperti dulu"ucap abra.


"Oke tapi ceraikan perempuan ****** itu"ucap alva sinis


"Mas" panggil inggrid yang sedari tadi diam dia tidak terima Alva meminta abra menceraikan dirinya.


"Kenapa bang?apa salah ibun nak? bukankah dulu kamu menyayangi ibun?aku bisa menjadi ibumu sama seperti nilam,aku menyayangimu aku menyayangi kalian,kenapa kamu membenci ibun,pulanglah nak kasihan ayahmu kita bisa menjadi keluarga yang bahagia"ucap inggrid dengan suara yang terdengar begitu sedih.


"Cih,wanita ular seperti mu tidak pantas menjadi ibu ku"ucap alva.


"kenapa kamu berubah nak,kematian bundamu sudah menjadi takdir dan bundamu memberi amanah pada ibun untuk menggantikannya merawat kalian"ucap Inggrid,Alva tidak terima dengan pernyataan Inggrid pun membentaknya dan hampir melayangkan tangannya ke wajah Inggrid.


namun sebelum itu terjadi Abi sudah menahan tangan Alva lebih dulu.


"Kamu benar² keterlaluan"ucap abi geram.


"Anda memang rubah betina nyonya Munawar"ucap Kevin dia benar² sudah tidak tahan dengan perempuan di hadapan nya.munawar adalah nama suami Inggrid yang tewas saat kecelakaan.


Inggrid terkejut mendengar panggilan dari Kevin orang asing yang mengetahui nama suaminya itu.


"Anda bahkan melupakan satu nama yang membuat anda seperti ini sekarang"ucapnya lagi ambigu.


"kevin"Kevin pun diam setelah mendengar suara interupsi dari Alva "Sudahlah aku sudah katakan kalian akan menyesal suatu hari nanti dan sebelum terlambat ceraikan dia,talak dia sekarang jika kalian ingin Arya kembali"pintanya tersenyum miris.namun Abra hanya diam.tidak mungkin mentalak Inggrid sedangkan Inggrid Tidak mempunyai kesalahan.selama bersama mereka baik² saja.


"kenapa? tidak bisa ya?"Alva tersenyum remeh.


"aku udah kasih kalian kesempatan bukan? tapi kalian tidak mau,dan dalam kamusku tidak ada kesempatan kedua"ucap alva.


Abi yang sedari tadi menahan emosi pun tersulut dan memukul rahang alva kembali "bugh" berkali² hingga mengeluarkan darah disudut bibirnya,Alva tak membalas dia menikmati itu sudah cukup dan jelas keluarganya'lebih memilih perempuan itu (apa salahnya membuka kejahatan inggrid tapi belum saatnya Albert masih belum berkuasa masalahnya akan bertambah).


Dan dengan refleks secepat kilat rey dan axel seno juga nathan dan Denis yang berada di belakang mengangkat pistol mereka 'klek' mereka langsung menarik pelatuk dan mengarahkan ke abi.


"Abaang sudah hentikan"teriak sinta dan alea juga inggrid.


"Mas"suara dian tercekat.


Abra mendekati abi agar tidak memancing emosi mereka.


"jangan seperti ini nak dia adikmu"ucap Abra


"dia bukan adiku,adiku tidak seperti ini dia orang yang baik dan penurut,dia hanya pria gila yang sedang berada di atas kesuksesan nya hingga melupakan keluarganya"ucap abi


"Darah bos kami sangat mahal tuan abimana yang terhormat,kami tidak perduli ada ikatan apa di antara kalian selagi anda berani menyentuh bos kami"ucap rey.


"Saya tidak akan membiarkan anda lolos tuan abimana saya masih bersabar menunggu perintah bos saya"ucap nathan memandang tajam ke abi.

__ADS_1


"Sudah cukup penderitaan yang kalian semua berikan ke bos kami"ucap Denis.


Alva mengusap darah di sudut bibirnya dengan punggung tangannya.dia tertawa sumbang sebutan 'gila' dari orang lain adalah hal yang menakutkan,walaupun dia berkali² mengatakan dirinya gila.


'tersinggung' mungkin dia mengatakan rahangnya


dan mendorong kursi ke arah asal,kecewa marah sedih itu yang dia rasakan pada abangnya begitu membela perempuan itu dan mengatainya gila.


Salsa sedari tadi diam dia hanya melihat,karena ini adalah masalah keluarga alva


"simpan senjata kalian"titah alva.


"bos"Rey dan Denis menolak.


"turunkan aku bilang!"ucap Alva dengan suara lantang.


"Denis rey turunkan senjata kalian"ucap alva tegas.


"tidak bisakah kau menyuruhku untuk menembaknya bos?aku sudah muak dengannya"ucap rey 'DOR..DOR..rey mengarahkan pistol ke arah lain dan menembakkan ke arah botol yang ada di meja dua kali.


Alea dan mama sinta menutup telinganya dengan dua tanganya dan matanya terpejam,air matanya mengalir di pipinya


"anda lolos tuan abimana"ucapnya dia begitu kesal dengan Abi karena sudah memancing emosi bos nya.


Tatapan alva menatap abra dengan tajam matanya berkaca telinganya terngiang 'pria gila' sejatinya di lubuk hatinya paling dalam dia tidak tega melihat mata ayahnya sudah berkaca².


"dua laki² ini memukulku dan menamparku hingga berdarah padahal baru tadi dia mengatakan darahnya mengalir di tubuhku.demi membela ****** yang baru berapa tahun bersama.tapi giliran malah tidak boleh menganggap orang lain sebagai ayahku heh. mereka memukulku,pembelaan yang luar biasa"Alva bertepuk tangan.


"ayah ingin memeluk anak ayah"ucap Abra sungguh tentang keluarga dia begitu rapuh apalagi yang dia punya hanya anak²nya.yang dia takutkan saat dia mati keadaan masih seperti ini,dia hanya berharap agar anaknya hidup rukun.


"ayah sudahlah"ucap Abi kesal.


"ayah boleh memelukmu?"tanya nya abra tidak peduli situasi seperti apa,yang ia yakini alva tidak akan melukai keluarganya dia tidak menyerah,dia takut kehilangan anaknya yang kini sudah di akui oleh orang lain dia tidak terima itu.


alva mengelap sudut bibirnya yang masih mengeluarkan darah.salsa mendekat ke alva untuk melihat lukanya.


"Duduklah sayang aku tidak apa²"ucap alva.axel menarik kursi agar salsa duduk.


"Nak.. panggil abra


"Peluk lah ab dia anakmu"ucap satria.


Abra pun bergerak maju menghampiri alva yang hanya diam di tempat.


Abra memeluk erat anak yang menjauhinya yang tak menganggap nya lagi.


"Maaf...maaf..maafkan ayah"ucap abra dengan posisi berpelukan.


"Ayah hanya mempunyai kalian,pria tua ini berharap belas kasih dari anak²nya.maafkan ayah maaf"ucapnya dengan airmata yang mengalir.

__ADS_1


Bowo yang menjadi saksi selama ini mendampingi abra mengetahui betapa sedihnya,hancur dan kacaunya saat anaknya di nyatakan hilang bagaimana terpuruk nya dan bahagianya saat mendengar alva masih hidup dan kembali pun bowo mengusap pipinya yang basah.


"Maaf..maafkan pria tua ini yang tidak bisa menjadi ayah seperti yang kamu inginkan dan sudah membuat mu kecewa"alva diam tanpa membalas pelukan abra,pandangan matanya tajam saat matanya menatap Inggrid yang berdiri di belakang abra samping sinta rahangnya mengeras.


Sinta pun memperhatikan pandangan benci alva ke arah inggid.'kenapa arya menatapnya seperti itu sebenarnya ada masalah apa'


Kenapa dia menatapku seperti itu?apa karena saat menikah dia tidak ada ya dia pasti kecewa karena itu gumamnya dalam hati.


Hanya abra dan bowo yang tau masalah alva saat pertemuan dengan jack waktu itu.


Sakit, itu yang di rasakan abra,saat anaknya tidak membalas pelukanya mungkin benar dia tidak ingin menjadi bagian dari keluarga Pratama lagi.


"lepas tuan abraham"ucap Alva.


abra melepaskan pelukannya merasakan tubuh alva bergetar dan nafas yang memburu.


"ayo yah kita pulang biarkan orang gila ini bersama keluarga barunya"ucap Abi lagi menyebut Alva gila


"Abi"Abra tidak suka dengan apa yang di ucapkan Abi itu menyakiti hatinya.


Tangan alva mengepal hingga kuku²nya memutih rahangnya mengeras,salsa bangkit dari duduknya mengelus pundak alva dan membisikan agar alva mengatur nafasnya.


"Inhale exhale..al calm down"ucap salsa.alva pun memejamkan matanya namun tidak berpengaruh tangannya Tremor ingin sekali melempar atau memukul."orang gila..orang gila..orang gila..'ucapan Abi terngiang di telinganya dia meremas kepalanya


Dia berbalik memunggungi abra tiba² alva membalikan meja hingga piring botol minuman dan juga gelas pun terbalik dan pecah.


'praang..


Dia juga mengambil botol di meja sebelahnya dan membantingnya.


"Alva"..


"Alvarez" suara mereka terkejut dengan apa yang alva lakukan.


"Braak...alva menjambak rambutnya dan memukul meja lain tiga meja menjadi korban.


"Cepat lakukan sesuatu sebelum dia menyakiti diri sendiri"ucap raka.


Kevin menahan tubuh alva yang terus meronta.


'aahh brengsek..bajingan..


Rey axel dan denis membantu kevin.


Alexa menyerahkan obat ke salsa.


"Minumkan"ucap alexa.


Raka memegang kepala alva agar obat itu masuk.setelah beberapa kali di coba obat itu masuk salsa menangis sesenggukan 'kasihan sekali kamu al'gumamnya.alea mama sinta juga abra pun menangis melihat keadaan anaknya yang kacau dan abangnya.

__ADS_1


"Kami susah payah untuk membuatnya percaya diri keluar dari keterpurukan tapi kalian semua begitu mudahnya membuat nya down dan dengan bangga memamerkan kebahagiaan kalian yang tidak di dapatkannya"ucap kevin.


"Kami membuka tangan kami lebar bahkan kami mencarinya selama ini.dia bukan kami buang bukan kami asingkan kebahagiaan kami juga kebahagiaan nya,tapi dia sendiri yang menghindar memilih menjauh dari kami"ucap abi tidak terima dengan pernyataan kevin.


__ADS_2