
Mama Sinta mengelus punggung kekar Arya
"bunda tega ninggalin Abang sama adek,Bun bangun,"ucap Arya lirih.abi mendekat memeluk adiknya yang sangat manja dengan bundanya itu.
Tangis arya terdengar menyesakan di pelukan abangnya "kenapa?kenapa?baru ngabarin..kenapa?ngebiarin bunda pergi tanpa menunggu aku pulang,kenapa ga menyuruhku pulang lebih awal kenapa?"ucap arya.
Gilang dan anak markas yang lain ikut menangis lagi.
Dito menatap datar ke salah satu perempuan yang menjadi sebab meninggalnya ibu angkat mereka.dia mengepalkan tangannya.
"sabar nak,tidak baik menangisi yang sudah meninggal,bunda kamu sudah berpulang dari maghrib sudah terlalu lama nak, kasian,harus segera di urus dan di kembalikan ke sang Khaliq"ucap ustadz yang bersiap untuk mensholati.
"bersiaplah nak, berwudhu kita akan melakukan sholat jenazah, ikhlaskan semua yang terjadi sudah menjadi takdir semua yang hidup akan mati"ujarnya lagi.
sebelum jenazah di rapikan Alea mencium wajah sang bunda yang sudah dingin berkali².
arya,Abi dan Ara(Zahra putri pertama Abi berusia tiga tahun) dian,mama Sinta dan Inggrid pun mencium wajah bunda Nilam untuk terakhir kali.
Abi menjadi imam sholat jenazah untuk bundanya.setelah di sholatkan jenazah di bawa ke pemakaman keluarga.bunda di makamkan di samping ayah mertua.
ayah Abra turun ke liang lahat di bagian kaki,Abi di tengah dan Alva di kepala sang bunda.
Air mata mereka terus mengalir di ketiga pria yang sangat mencintai perempuan hebat itu.arya pun mengumandangkan adzan dengan tercekat terputus²,membuat orang² yang menyaksikan pun menangis melihatnya.
__ADS_1
alea jatuh pingsan di pelukan Inggrid.
setelah tanah baru terisi separuh.zian membopong tubuh alea dan mendudukkan di kursi.
"biar alea disini jangan di bawa ke mobil zi"ucap Abra yang berdiri sambil melihat kuburan yang sedang di timbun tanah oleh petugas kuburan.setelah beberapa saat ustad sedikit memberikan tausiyah dan mendoakan almarhumah.arya masih jongkok di pinggir nisan dan foto bundanya.
hingga acara pemakaman sudah selesai orang² juga sudah berlalu pulang tersisa hanya keluarga saja.
"Gilang kalian pulanglah dari semalam kalian begadang kalian pasti capek"ucap ayah Abra
"tapi pak"ucap Gilang.
"pulang aja gapapa kalian istirahat buat nanti malam tahlilan di rumah"ucap ayah Abra.
Alea pun tersadar mama sinta memberikan dia minum dan mengipasi putri sahabatnya itu.
Alea melihat kuburan yang sudah di taburi bunga,dia juga melihat punggung Arya yang bergetar di samping kuburan bundanya,Arya duduk di tanah dengan tangan menopang kepalanya.
"Abang"panggilnya lirih,Arya pun menoleh matanya masih memerah dia merentangkan sebelah tangan nya agar Alea duduk di sebelahnya.
"abang,bunda"ucapnya lirih dia kembali menetes kan air mata.arya menciumi pucuk kepala adiknya berkali² dia merangkul adiknya yang duduk di sebelahnya.
"bunda udah ga sakit lagi,jangan nangis lagi kita saling menguatkan,sekarang kita jagain ayah,kita harus bersama² terus"ucap Arya menguatkan adiknya nyatanya dia tidak bisa menahan airmatanya.
__ADS_1
Zian jongkok di pinggir arya menepuk punggung sahabatnya dan mengajaknya untuk pulang.
"ayo kita pulang pamit dulu sama bunda"ucap Arya
"bunda adek pulang dulu ya nanti adek sering² kesini,bunda jangan khawatir adek bisa jaga diri adek akan jadi anak yang baik nanti adek akan jagain ayah,adek sayang bunda,bunda udah bahagia sekarang ketemu Oma opa,eyang uti eyang Kakung"ujarnya sambil menangis Arya pun mengelus pundak adiknya itu lalu dia bangun dari duduknya dan mengajak sang adek pulang lebih dulu
mendahului yang lain,Arya dan alea pulang bersama zian.
Senyap Abra masih setia di samping kuburan istrinya entah bagaimana hidupnya nanti apalagi dia sudah berjanji untuk menikahi Inggrid.
"ab gue sama Sinta pulang dulu"ucap satria Abra mengangguk.
"thanks sat udah bantuin kita"ucap Abra.
"loe juga harus pulang istirahatlah sebentar,nanti malam loe masih Nerima banyak tamu"nasihat satria yang merasa kasihan Abra belum istirahat dari kemarin.abra mengangguk.setelah satria dan Sinta tak terlihat Inggrid pun pamit.
"mas aku permisi dulu nanti malam aku kerumah"ucapnya.membuat Abra dan Abi terkejut dengan panggilan 'mas' untuk Abra karena sedari dulu baik Sinta satria juga Inggrid hanya memanggil nama saja.
namun Abra mengangguk.
"thanks nge"ucap Abra dengan mata menatap ke arah foto istri tercinta.
Inggrid pun pergi dengan hati kesal berharap Abra mengajaknya pulang bersama, Inggrid sengaja tidak membawa mobil agar pulang bersama Abra namun sepertinya Inggrid harus bersabar.
__ADS_1