
Tentu saja mendengar kabar kehamilan salsa membuat abra dan mama sinta terkejut,bagaimana nanti status nya sedangkan mereka belum menikah menurut nya.
Mama sinta mau menasehati pun tidak berani,Alva sudah berbeda tidak seperti dulu.
"Ayah mau kemana"tanya alea.
"Ayah mau ke kamar mandi"jawab abra.
Dengan sigap alva membantu abra bangun dan memindahkan ke kursi roda dan membawanya ke kamar mandi.
Abi datang dengan dian setelah mengantar sekolah.
"Ayah dimana?"tanya abi.
"Di kamar mandi"jawab alea.
"Mama juga bawa sarapan?"tanya dian ke sinta.
"Iya tapi mertuamu udah makan bubur dari salsa"jawab mama sinta.
Abra duduk di kursi roda dia tidak mau pindah ke brangkar.
"Ayah apa kabar?"tanya dian mencium takzim tangan abra.
"Ayah udah lebih baik"jawab abra.
Alva kembali berkutat dengan berkas dan laptop dengan kacamata yang menyangkut di hidungnya.
"Zian berangkat dulu mah yah,sayang nanti pulang sama mama ya aku ada meeting ga papa kan"ucap zian.
"Iya kak zi ga papa"ucap alea.
Zian hanya menatap alva karena di sebelahnya ada denis yang pernah memukulnya.
'ceklek...
"Selamat pagi semuanya"sapanya dengan suara yang memecahkan telinga.
"Sebentar ganggu saya minta maaf,saya perlu ada Darren dia pusing saya membuat saya pulang pergi berkas hilang orang"ucapnya panjang lebar.
"Ck alexa nih berkas nya,ga hilang,ga di bawa orang, denis yang bawa kesini udah kelar nih"ucap alva.
"Aahh saya hilang pikir nyawa mati hidup tidak mau"ucapnya.
"Siapa yang bilang mati atau hidup"tanya alva.
"denis"sungut alexa.
Denis pun tak ambil pusing dengan Alexa.
"Kamu pusing saya bikin,berkas mati saya hilang bicara tidak ada,bikin anak bilang saya semua marah kena saya mati"ucap alexa dia percaya diri dengan bahasanya.
"Terserah loe deh mau bikin anak pake bilang²juga terserah,berkas mati kek,tadi malam siapa antar berkas² kerumah?"ucapan Denis bikin semua orang menahan tawa.
"Hajar orang saya mati"ucap alexa.
"Siapa yang di hajar dan siapa yang mati?"alva tertawa melihat dua onar ini.
"Duduk yang manis Alexa kamu harus tau adat istiadat dan sopan santun disini agar kamu dapat jodoh orang sini.pakai rok pendek duduknya ngangkang gitu,pistol loe keliatan tuh nanti yang liat pada kabur lagi."ucap denis.di balik wajah lucu alexa ternyata dia seram juga.
'ceklek...
"Sayang kamu sudah datang"sapa alva melihat salsa datang.terlihat perut yang sudah membesar.
Salsa menyapa abra dan sinta juga dian dan alea yang masih duduk di samping brangkar.
"selamat pagi pak Abra apa kabar?"tanya salsa.
"baik salsa terima kasih"ucap Abra melihat perut salsa yang membuncit.jufa mama Sinta yang memperhatikan perut salsa.
"pagi Tante,kak Dian,alea"setelah menyapa semuanya salsa mendekat ke alva.
"Aaaa baby twins Hernandez junior how are you"sapa alexa mengelus perut salsa.yang berdiri samping alexa.
"baik aunty Alexa"ucap salsa dengan suara seperti anak kecil
"sayang sini duduk jangan berdiri kasihan twins"ucap Alva.
salsa mendekat dan duduk di samping Alva.
Alva mengelus² perut salsa,abi dan abra saling pandang.
__ADS_1
"apa kabar Alvarez junior?"tanya alva
"baik Daddy"jawab salsa.
Kevin duduk di sofa single.
"Maaf mba salsa jangan pakai sandal tinggi"ucap denis dia melihat salsa memakai sandal yang ada hak nya.dia membantu melepas sandal salsa.dan melepas flatshoes punya alexa dan menukarnya.
"ini ga terlalu tinggi bang"ucap salsa tidak enak Denis memperlakukannya begitu di depan keluarga alva.namun Denis tetap memegang kaki salsa dan melepas sandal salsa dan menukarnya dengan sandal Alexa.
"Hei tinggi saya bisa pintu tabrak kepala saya lepas"ucap alexa yang memang dia tinggi.
"Lepas pasang lagi"ucap denis acuh memakaikan sepatu milik alexa ke kaki salsa.
"Terima kasih bang"ucap salsa,ya denis sering seperti itu ke alva pun sama,denis sudah seperti kakak.denis benar² memperhatikan mereka.
Alexa sudah kembali ke kantor dengan membawa berkas² yang sudah di selesaikan.alea dan mama sinta sudah pulang dian pun sudah pulang untuk menjemput juna yang sekolah tk.
Kini tinggal alva denis,kevin dan salsa juga rey.
"sayang kail bagaimana?"tanya Alva.
"dia kan menyusul kesini dengan Axel.
"Kamu capek ga sayang istirahat di sana mau? atau pulang aja?"ucap alva tapi salsa menggeleng.
Salsa mengupaskan buah untuk Abra.
Lalu dia bangkit dari duduknya membawa potongan buah itu ke mertuanya walaupun status nya menantu rahasia.
Alva sendiri sedang membicarakan pekerjaan dengan Kevin.
"Pak abra makan buah biar seger"ucap salsa.
"Makasih salsa"ucap abra.
Salsa duduk di kursi sebelah brangkar.
"kamu hamil berapa bulan salsa"tanya Abra.
"empat bulan pak Abra"jawab salsa.
"Apa arya bersedia menikahi kamu?"tanya abra
"Aku akan memintanya untuk menikahimu"ucap abra.
Alva bangun dari duduknya,dan merenggang kan ototnya.
"Gue mau keluar sebat dulu"ucap alva mengambil bungkus rokok dan koreknya.
"Sayang kalo capek istirahat disitu atau pulang aja aku mau sebat dulu di luar"ucap alva.
Kevin mengikuti alva meninggalkan denis rey dan salsa.
Alva memilih taman dia duduk di kursi taman di bawah pohon duduk berdua dengan kevin.setelah kevin membeli kopi tadi.
Terlihat dari jauh gilang dan bowo berjalan membawa map di tanganya
"Loe tau gue dulu janji ga bakal nikah ataupun punya anak,tapi sekarang gue udah nikah dan ada baby twins di perut salsa"ucap alva terkekeh
"Semoga gue sehat dan waras terus."ucapnya lagi.
"Kev gue berharap loe juga menikah dan mempunyai keluarga"ucap alva.
"Gue tidak akan menikah"ucap Kevin menatap lurus ke depan
"Jangan seperti itu kev loe tau gue aja ga mau nikah, tapi sekarang gue udah nikah"ucap alva.
"Orang yang gue suka udah nikah"ucapnya.
"Cari yang baru masih banyak kaya ga ada yang lain aja"ucap alva pura² tidak tau.
"Sayangnya tidak bisa walaupun dia udah nikah yang penting gue masih berdampingan denganya aku bahagia liat dia bahagia aku akan menghabiskan waktu denganya"ucap kevin.
alva menghela nafasnya Kevin memang keras kepala.setelah menghabiskan beberapa batang rokok dia dan Kevin kembali ke kamar inap
Terlihat bowo dan gilang duduk di sofa dan abra duduk di kursi roda.
di luar Kevin sedang meminta Rey untuk memesan mie pakai telor dan sawi untuk Alva,dia sedang ngidam padahal dia habis makan di suapi Denis.
Alva melepas kaosnya dia mau membersihkan diri karena gerah,setelah ini dia akan bersiap meeting dengan dominic.
__ADS_1
Denis menyiapkan baju untuk alva kemeja dan jas.terlihat salsa sedang tidur karena efek hamil jadi bawaanya pengen tidur terus.
Alva keluar dengan rambut basah, waktu meeting masih sejam lagi menurutnya.dia masih memakai kaos dalam putih.dan berjalan dimana salsa tidur dia mengecup kening salsa dan perutnya yang membuncit itu.
Rey memberitahu bahwa mie pesanannya udah datang Alva pun bergabung dengan yang lain dia mendekat ke meja sebelah karena mie yang di pesan sudah melambai².kevin menyerahkan dua mangkuk mie dan dua gelas es teh ke bowo dan gilang.
"Maaf pak abra anda tidak di ijinkan makan mie"ucap kevin. Abra mengangguk.
Kevin kembali ke meja bergabung bersama alva dan Denis juga rey.mereka makan mie sesekali ngobrol kecil.
"Salsa kenapa ya bawaannya tidur mulu,pagi bangun tidur pindah keruang tengah tidur lagi sebentar² tidur"ucap alva.
"Efek hamil kali bos"ucap rey.
"Kaya di bius cepet banget tidurnya"ucap alva.
"Daripada minta aneh² bos mending tidur"ucap rey.
Setelah selesai makan bowo dan gilang juga abra melanjutkan kerjaanya.kerjaan yang deadline dan urgent menurutnya.
"Isshh"desis abra memegang kepalanya.
"Kenapa pak bos"tanya bowo.
"Kepala gue pusing wo"ucap abra.
"Sebaiknya anda istirahat pak,saya tunggu disini karena ini besok pagi kita sudah harus bahas dengan pt hilma"ucap bowo.
Alva mendekat menarik kursi rodanya.
"Istirahat,biar ga pusing"ucap alva.
"Ayah harus selesaikan ini besok pagi harus di bahas"ucap abra.
"Apalagi ayah ga bisa hadir bowo harus menjelaskan detailnya"ucapnya lagi.
"Ck"alva berdecak.
Dia duduk di kursi single dan mengambil kertas yang di bahas Abra dan Bowo membacanya dengan teliti.
Hanya butuh Lima belas menit untuk alva membaca.
Alva memberikan penjelasan yang sepemikiran dengan bowo tapi masih di pertimbangkan oleh abra.
"Catat bang gilang aku akan berikan rincian alasan juga value dan problemnya kalo melanjutkan berkas yang belum di revisi ini" gilang meletakan hpnya di meja untuk merekam apa yang alva bicarakan.
Alva menjelaskan dengan lugas yang akan jadi problem dan antisipasinya menjelaskan keuntungan dan alasan² lain.abra dan bowo mengangguk.dengan detail alva menjelaskan abra puas dengan penjelasan alva.masih tanya jawab bowo juga gilang.dia bangga hanya butuh berapa menit putranya paham masalahnya.
Denis datang membawa kemeja dan dasi mendekat ke arah alva,alva pun berdiri dengan mulut yang masih menjelaskan ke bowo.
Denis juga memakaikan kemeja alva dan mengancingkan serta memakaikan dasinya,sungguh alva sudah bergantung dengan denis dan kevin.dia juga memakaikan jasnya juga menyisir rambutnya abra memperhatikan anaknya begitu di urus oleh asprinya.
Hanya zoom meeting ngapain pakai celana panjang pikirnya.
"Paham apa yang aku katakan?"tanya alva.
Bowo dan abra mengangguk.alva meninggalkan Abra dan Bowo dia akan memulai meeting nya.
Setelah rapi bagian atas denis menyerahkan laptop ke arah alva.yang sedang menunggu tersambung dengan Dominic.
"Halo boy"sapa dominic.
"Hai dadd how are you?"sapa alva.
Sebelum meeting dominic menghubungi Gabriel.
Mereka ngobrol seperti keluarga harmonis tidak menyinggung pernikahan.sampai meeting di mulai alva dan kevin menatap layar dengan fokus,abra dan bowo hanya mendengarkan.
Alva benar² mendominasi pengetahuan tentang bisnis di luar kepala padahal dulu dia kerjaannya hanya main,mabuk dengan danu dan zian, sekarang jadi orang yang di pertimbangkan dalam dunia bisnis.
Hingga satria bergabung setelah selesai meeting di luar satria mampir ke rumah sakit karena tadi pagi belum datang rasanya ada yang kurang menurutnya.
"okay daddy I hope it goes well and thank you for sending what I asked for to the hospital(oke daddy semoga nanti berjalan lancar dan terima kasih sudah mengirimkan apa yang aku minta untuk rumah sakit)"ucap alva setelah selesai zoom meetingnya.
"You are welcome boy. Bye have a nice day,miss you boy"ucap Dominic di sebrang sana.
"Me too dadd" alva.
"Where are they?"tanya dominic selalu menanyakan asprinya.denis pun menunjukan wajahnya.alva bangkit dari duduknya menghampiri salsa dan memilih tidur di bangsal dia melepaskan jas dan dasinya lalu merebahkan diri dan memeluk salsa dari belakang.
"take care of him for me denis, and take care of my future grandson(jaga dia untukku denis dan jaga calon cucu ku)"ucap dominic.
__ADS_1
"according to your orders sir"jawab denis.