
Jam sepuluh pagi salsa sudah sampai di rumah sakit delta untuk mengantarkan papa Adi bersama Malik di antar seorang supir.
Axel dan Seno ikut serta.
Twins dan kail di rumah bersama Shawn dan Rey.
mobil berhenti depan pintu rumah sakit disana sudah di tunggu satu dokter dan satu suster yang sudah menyiapkan kursi roda untuk papa Adi.
"pagi Bu salsa"sapa dokter tersebut.
"pagi dokter"salsa menyambut tangan dokter tersebut.
Malik mendudukkan papa Adi di kursi roda suster mendorong kursi roda tersebut membawanya ke ruang dokter saraf untuk di periksa.
Semua dokter mengenal salsa,saat Alva koma salsa setiap hari datang.
dokter memberikan pelayanan terbaik pada istri pemilik rumah sakit.
Papa Adi mengikuti beberapa pemeriksaan.hasil pemeriksaan akan keluar besok saat ini mereka sedang menunggu obat.
"Bu salsa..
salsa tersenyum beberapa suster dan dokter menyapanya.
"mereka mengenalmu nak"tanya papa Adi.
"iya..salsa tersenyum.
"papa merasa di layani dengan baik disini"ucap papa Adi.
...----------------...
Langkah salsa dan Malik terhenti melihat wanita paruh baya berdiri menatap tajam ke mereka.
wanita paruh baya itu mendekat ke arah mereka wajah sinis terlihat di wajahnya.
"masih hidup kamu"ucap nya melihat ke arah papa Adi.
"mah.."sela Malik,dia Risma mantan istri dari papa Adi.
"jangan buang waktu muda mu Malik demi mengurusi laki² tua tidak berguna sepertinya,penyakitan dia hanya akan membuatmu repot "ucapnya.
"mah..udah tanggung jawab aku sebagai anak mengurus papa"ucap Malik.
"dia tidak bisa apa² hanya membuat mu repot dan hanya akan menghabiskan uangmu untuk nya berobat"ucap Risma.
"aku tidak peduli mah,aku bukan mama yang meninggalkan papa saat tidak punya apa²"ucap Malik matanya berkaca-kaca.
"mama kasian dengan mu,harusnya kamu menikah mempunyai istri dan anak bukan mengurusi pria tua tak berguna sepertinya"ucapnya.
"cukup mah"ucap Malik dia malu menjadi pusat perhatian di rumah sakit yang setiap hari ramai orang² berobat gratis.
"mama tau kamu ke rumah sakit ini karena kamu sudah ga punya uang kan?apa pacarnya sudah tidak memberinya uang?apa sudah di tinggalkan oleh kekasihnya?"ucap Risma menunjuk ke salsa.
Papa Adi menggelengkan kepalanya.
"cukup Risma"ucap papa Adi.
Dua satpam datang menghampiri mereka.
"ada apa Bu,kenapa ribut²"tanya satpam itu.
"ga usah ikut campur"ucap Risma.
Axel dan Seno masih memantau dari jauh,salsa sudah menjadi istri seorang alvarez,dan istri Alvarez tidak boleh lemah dan tidak diam saja saat di injak².salsa harus mengeluarkan powernya sebagai istri dari alvarez.
"tinggalkan dia bersama anak pungut ini ikutlah dengan mama"ucap Risma.
"aku ga mau ikut mama aku akan mengurus papa"ucap Malik.
"dasar keras kepala,mau jadi apa kamu nanti sama dia?mama malu punya anak tukang ojek"ucapnya lagi.
"ada apa Bu salsa?"dokter Andri mendengar ada kericuhan saat dia dan dokter Wahyu baru saja membicarakan tentang rumah sakit.
Dia juga dokter pribadi keluarga.
"jangan membuat kericuhan disini Bu,yang akan mengganggu kenyamanan pasien dan rumah sakit disini"ucap dokter Andri.
"jika ada masalah silahkan selesaikan masalah nya di luar,jika masih membuat kericuhan satpam akan menarik anda darisini dan nama anda tidak akan di ijinkan masuk di rumah sakit ini"ucap dokter andri.membuat Risma menciut.
Risma pun pergi tanpa berkata² lagi.
"terima kasih dokter andri"dokter Andri tersenyum dan ijin undur diri.
Desas desus terdengar di telinga papa Adi dan malik.salsa sendiri sedang menerima tlp dari twins.
"berani² nya perempuan itu memarahi istri pemilik rumah sakit"ujar salah satu suster.
"Bu salsa juga kenapa diam saja ya di marahi ibu itu,kalo saya sudah saya adukan ke suaminya"ucap suster satu lagi.
__ADS_1
"apa perempuan itu tidak tau siapa Bu salsa"ucap nya lagi.
"gemes sekali pengen aku sumpal itu mulutnya,bukanya apa² kalo sampai orang²nya pak Alva mendengar bisa bahaya"ucapnya.
"dia yang marah² kita yang deg²an"ucapnya lagi
**
"ayo Lik"ajak salsa,Malik mengangguk mendorong kursi roda papa adi yang masih memikirkan ucapan suster² tadi.pun Malik masih belum percaya jika rumah sakit itu milik Alva.
hening di dalam mobil,hingga mobil berhenti di toko buah.supir turun membukakan pintu mobil untuk salsa,dia masuk ke toko buah di ikuti sopir tersebut.
"apa papa ga salah dengar di rumah sakit tadi Lik,yang di bilang suster² itu"tanya papa Adi.
"aku juga ga tau pa"jawab Malik.
Salsa membawa beberapa kantong buah di bantu sopir.setelah selesai dia pun masuk ke mobil.
"papa mau di beliin apa"tanya salsa.
"papa ga pengen apa²"jawab papa Adi.
"makan di rumah ya,chef di rumah udah masak"papa Adi mengangguk.
"nak,papa mau tanya"..
"iya pa ada apa?apa yang mau papa tanyakan?"tanya salsa.
"rumah sakit tadi punya..."
salsa mengangguk paham.
"punya Alvarez pah"ucap salsa tersenyum.
"itu punya Perusahaan delta corp mba"ucap Malik yang mendengar rumah sakit gratis itu dia sempat mencari tau benar atau tidaknya rumah sakit delta gratis,karena dia mau membawa papa Adi berobat saat itu.
"delta punya Alvarez Lik,kalo SN punya ayahnya Alvarez"Malik mengangguk. 'gila kaya bener ipar gue'gumamnya dalam hati.
salsa sudah sampai rumah anak² berada di kamar bermain bersama suster dan bibi Sarah,kail tidak jauh dari mereka sedang membaca buku.
Papa Adi akan menginap di rumah salsa,Malik sedang menyiapkan berkas lamaran kerja.setelah itu mereka akan pindah ke rumah yang di siapkan Denis.
...****************...
Hari ini keberangkatan Alva family's ke jerman.
Pesawat bombardier global 6000 sudah menanti.pesawat pribadi yang di berikan dominic untuk alva melakukan perjalanan bisnis.
"Maaf yah kami telat,biasa ini bocil drama dulu, ayah udah lama?"tanya salsa.
"Iya gapapa Ayah juga baru datang, Kenapa cucu opa hem?"melihat wajah jihan di tekuk sedari tadi di gendongan kevin menyandarkan kepalanya di bahunya.
"Susah di bangunin jadi banyak drama"ucap salsa.sedangkan sky tertidur lagi di pundak ken. pesawat akan berangkat jam setengah enam pagi.alva menggandeng kail.
"Ya udah ayo"ajak alva agar segera masuk ke pesawat.setelah berpamitan pada abi yang mengantar abra mereka menuju pesawat pribadi.
"apa pesawatnya udah datang"tanya Abra.
"pesawatnya stay disini yah"jawab Arvin.
Kini mereka berada dalam pesawat,sky sudah di tidurkan di kamar yang tersedia.jihan terlihat mulai mengantuk di pangkuan kevin botol susunya pun sudah hampir habis.
"Kenapa jihan nempel banget sama loe kev"tanya alva.kevin mengedikan bahunya.
"bos lupa yang nganterin mba salsa ke altar kan bang Kevin"ucap rey.alva mengangguk.
rey tidak tau namanya apa dalam Islam.asal dapat altar udah pikirnya.
'altar?ya tuhan' gumam Abra.
dia hanya ingat menikah dan altar janji suci di hadapan tuhan.
Kevin hanya diam memang kenyataan seperti itu.
"Aku mau menidurkan jihan dulu"ucap kevin.
Kevin berlalu ke kamar menidurkan jihan di samping sky
"anak² manisnya appa"gumamnya tersenyum membelai rambut sky.
Lima belas jam mengudara saat ini pesawat sudah landing di bandara internasional Frankfurt anak² tidak ada yang rewel sedari di pesawat mereka makan,main dan nonton,berbeda dengan salsa yang sudah kelelahan.
"Sayang ayo bersiap"alva membangunkan salsa yang tertidur.
"Umm udah sampai ya"alva mengangguk.salsa pun bangun dan bersiap.jihan sudah di gendongan kevin sedangkan sky sudah menggandeng opa nya.
Kail berjalan di depan dengan Shawn, Denis sedang mencari orangnya Gabriel yang menjemput mereka.
"Apa belum datang?"tanya kevin.
__ADS_1
"Sudah"mata denis melihat ke arah pintu luar.
"Ah itu mereka"denis menunjuk ke arah orang yang alva kenal dia adalah supir dari Gabriel.
"Ayo sayang,ayo yah"ajak alva.
"Hai uncle how are u"sapa alva memeluk supir gabriel.
"I m fine how about you?"tanyanya.
"I m good"ucap alva.
"hai kail, boy hai girl how are you?"sapanya ke jihan dan sky.
"Cekai good ihan good,Abang kail good"jawab sky membuat supir itu tersenyum.
"Oke lets go"ujarnya.
Ada tiga mobil berlambang RR membawa rombongan keluarga alva, dan dua mobil Mercedez adalah orang² dominic.
mobil sudah masuk halaman mansion Gabriel,terlihat banyaknya penjaga dan bodyguard di rumah itu,dan pintu masuk pun di jaga ketat.abra dan salsa yang baru pertama kali datang ke mansion gabriel pun syok melihat pemandangan di depannya.
Saat ini albert dan dominic berada di mansion Gabriel jadi sewajarnya mereka menjaga king mereka.
Alva turun lebih dulu dia menyambut tangan salsa untuk turun dari mobil dan juga kail.di mobil belakangnya turun abra dan sky juga kevin dan jihan.
Jihan dan sky lari ke pintu utama dia sudah tidak sabar bertemu glet dan glenpa nya.
"Jangan lari nanti jatuh"ucap alva.
Pintu terbuka terlihat dominic berjalan menyambut.
"Glenpaaa"teriak twins berlari ke arah dominic.
"twins"dominic berjongkok agar bisa memeluk twins.
"Glenpa how al u?"tanya sky.
"I m very good"jawab dominic
"Glenpa we miss you"ucap jihan.
"Grandpa misses you too"ucap dominic.
"Wel glet?"tanya sky.
"your great-grandfather in the room"jawab dominic.
"kail,i Miss you"ucap Dominic memeluk cucunya.
Albert juga memeluk kail.
"Miss u so much"ucap Albert.
"me too dad"jawab kail.
Alva,salsa dan abra menyapa dominic,abra dan salsa duduk di ruang keluarga.sedangkan twins sedang melihat Billy dan kucing yang baru di beli albert untuk jihan.
"Sayang kamu pasti lelah ayo istirahat di kamar ku"ajak alva.
"Ayah juga pasti capek istirahat aja dulu nanti baru kita ketemu grandpa"alva mengantar abra ke kamar tamu yang cukup luas sedangkan salsa di bawa alva ke kamarnya saat alva tinggal di rumah Gabriel.
"Ini kamar kamu?"tanya salsa.
"Heem ini kamar aku kalo lagi di jerman"ucap alva.
setelah melihat Billy kail mengajak sky dan Jihan untuk melihat Gabriel.
pintu kamar Gabriel terbuka terlihat Gabriel menyandarkan punggungnya di headboard ranjangnya ada dua orang pelayan yang sedang membereskan bekas makanan.
"gleeettt...."suara Jihan membuat pelayan dan Gabriel tersenyum.
"ga usah berteriak adek"ucap kail.
Jihan berlari naik ke ranjang Gabriel.
Gabriel merentangkan satu tangannya.tangan sebelahnya ada infusnya.
"how are you girl?"tanya Gabriel mencium pipi Jihan.
"good glet"jawabnya.
"sky kamu apa kabar boy"tanya Gabriel.
"cekai good glet"jawab Jihan.
"dasal batita cekai yang di tanya dia yang jawab"sungutnya.
Gabriel terkekeh.
__ADS_1
"kail,apa kabar"tanya Gabriel
"baik glet"jawab kail.mereka bercanda di kamar itu membuat Gabriel tergelak oleh ocehan Jihan dan sky.suara mereka membuat Dominic yang lewat depan pintu kamar Gabriel pun penasaran.dia pun masuk kamar Gabriel.