
"berani sekali anda mengatakan dia pria gila tuan Abimana? Dimana hati nurani anda sebagai Abang?anda tau dua kata yang menjadi momok menakutkan dan menjadi mimpi buruk untuknya namun anda sebutkan dengan begitu jelas dari mulut abangnya sendiri.dimana perasaan anda sebagai Abang hah?! Anda tau ini akan terus menghantuinya,anda menyerang mentalnya yang sudah kami jaga bertahun² tuan,anda gagal menjadi Abang!pergilah dia tidak membutuhkan kalian,dia sudah bahagia dengan keluarganya sekarang,pergilah jangan ganggu bos saya lagi,sudah cukup Kalian menyakitinya selama ini."ucap Rey dengan mata yang berkaca².
Dia begitu menyayangi bosnya,Alva memperlakukannya mereka sama seperti teman,seperti sahabat, seperti saudara.Berbeda dengan Albert dia begitu dingin bahkan tidak ada yang berani berbicara dengannya ataupun menatap wajahnya.
Kesadaran Alva pun sudah menurun mereka membawa Alva ke kamar meninggalkan keluarga Abraham.suasana hatinya memang buruk sejak dia memasuki ballroom,dia hanya mencoba untuk tetap waras.namun Abi malah memancing emosinya,Alva masih sadar betul jika yang di hadapannya adalah abangnya,ayahnya keluarganya dia tidak akan berani melukainya,dia tidak berani membalas dia membiarkan tubuhnya berkali² disakiti.
jika bukan abangnya mungkin dia akan menembaknya di tempat
"jika anda menyayangi anak anda tinggalkan istri anda Mr Abraham, dan anda bisa menemuinya setelah itu"bisik Jack.
"Kalian pulanglah ayah akan menginap disini"ucap abra.
"Ayah kita bisa menemuinya lain waktu,ayah dengar sendiri kita bisa bicara dengannya secara perlahan"bujuk abi yang kasihan melihat ayahnya dia juga merasa bersalah lagi² tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Ayah khawatir dengan keadaanya,pulanglah"ujarnya lagi.
"Stop yah dia sudah ada teman²nya banyak yang mengurusnya,ayo kita pulang"abi meninggikan suaranya.membuat dian dan alea terkejut.
"Abang"...
"Maaf yah,abang ga bermaksud kurang ajar sama ayah"ucap abi menyesal karena sudah berani meninggikan suaranya di depan abra.
Abra mengangguk paham akan sikap anaknya ia pun ikut pulang setelah satria dan sinta juga alea memaksanya.
...----------------...
Saat ini kail sedang di lobby bersama bibi Sarah dan Shawn juga boby,dia sedang menunggu pesanan nya,Dominic mengatakan jika pesanannya nanti akan di antar ke kamar namun dia memaksa untuk keluar dan mengambilnya sendiri.
Bibi Sarah pun akhirnya menemaninya.
"bibi,kapan mereka akan sampai"tanya kail.dia mendapatkan hadiah yang di inginkannya dari Dominic.
Dominic menjanjikan akan membawakan anak Momo.dengan antusias dan tidak sabar dia ingin cepat melihatnya.
"mungkin sebentar lagi"jawab bibi sarah.
Shawn dan boby berdiri mengawasi kail,anak kecil itu sangat aktif,dia duduk di sofa dan kembali berlari² mengintip ke pintu lobby untuk melihat seseorang membawakan anak Momonya.
"jangan lari² nanti jatuh"ucap bibi Sarah
"bruk.. Baru saja bibi Sarah menutup mulutnya kail sudah terjatuh,dia menabrak kaki seseorang.
"Sorry I did not mean it"ucap kail tangan kecilnya terus mengusap lututnya yang berbalut celana tidur yang bergambar kartun karakter McQueen dan memakai kaos panjang warna biru polos karena atasan baju itu ketumpahan susu.
Shawn dan bibi Sarah sigap membantu kail yang masih mengusap lututnya.
"ayo kita duduk saja di sofa sambil nunggu orangnya datang"ajak bibi sarah namun kail masih mengusap kedua tangannya ke bajunya.
"it's okay. is it sick?"tanyanya.
"no im okey"jawabnya tersenyum mengangkat wajahnya.
"kail,kamu tidak apa²"tanya Abra.
"aku ga papa opa"ucapnya tersenyum.
"Kamu sedang apa disini"Abra mengangkat kail ke gendongannya.
"kail sedang menunggu baby nya Momo"ucap kail.
"kail kamu sama siapa?"tanya alea.
kail menunjuk boby dan Shawn juga bibi Sarah.
"kalian pulanglah ayah masih ingin disini"ucap Abra.
"tapi yah"..
"ayah nanti pulang naik taksi,Bowo pulanglah"satria mama Sinta dan Bowo pun pulang,Dian juga Inggrid ikut pulang bersama Bowo.
Abi,alea dan Zian menemani abra.mereka takut terjadi sesuatu melihat begitu banyak orang-orang Alva walaupun mereka tau Alva tidak akan menyakiti ayahnya.
Mereka duduk di sofa yang tersedia di lobby,lima menit kemudian seseorang datang mengantar kotak.kail begitu antusias.
"apa itu baby momo"tanya Abra.kail mengangguk.
dia membuka kotak tersebut terlihat kandang di dalamnya ada ular kecil yang sedang tidur melingkar.
__ADS_1
"ya Tuhan"
"o my God"mereka semua terkejut melihat ular di dalamnya.
"apa kamu ga takut"tanya Abi.
"ga,ini baby momo. kalo Momo di bawa kesini Daddy akan ketakutan"ucapnya terkekeh.
"ya Daddy mu takut ular"ucap Abra.
"ya tapi Daddy tidak takut dengan Moca dan mili"ucapnya.
"apa itu moca dan mili"tanya alea.
"leopard and lion"jawabnya bibir mungilnya begitu menggemaskan.
Namun jawaban kail membuat Zian dan Abi menelan Salivanya.
"oh ya"Abra sangat penasaran dengan kehidupan putranya.
"ya..bahkan moca dan mili sering tidur bersama dengan Daddy"ucapnya lagi
"hihihi tapi Daddy takut dengan Momo yang tidak ada giginya,tidak punya tangan dan kaki"ucapnya lagi terkekeh.
Abra dan alea terkekeh mendengarnya.
"kail,let's go kita kembali ke kamar nanti tuan besar dan Daddy mencarimu"ajak bibi Sarah.
"bibi kail masih ingin bermain dengan opa"ucap kail membuat Abra tersenyum lebar.
"ini sudah malam kail lihat jam berapa sekarang kamu harus segera tidur"bujuk bibi sarah.kail melihat pergelangan tangannya jam yang sudah di modif dan terpasang GPS ia kenakan terus.
"sudah jam 1 ya? "ucap kail.sarah mengangguk.
"apa opa tinggal disini?"tanya kail.
"kenapa?"Abra penasaran.
"bisakah kita tidur bersama"tanyanya.
"sure"jawab Abra dia begitu senang.
setelah berdebat kecil dan memberikan beberapa syarat akhirnya Dominic mengijinkan.
"bang"abra pun meminta Abi untuk memesan kamar.
Abi memesan dua kamar satu untuk alea dan Zian sedangkan satu lagi untuk ayahnya dan dia akan pulang setelah ini.
Zian pun senang akhirnya dia bisa honeymoon tipis² pikirnya.mereka pun ke kamar yang di pesankan abi.karena waktu sudah larut malam.
Abra membawa kail ke kamar hotel.shawn tidur di sofa kamar Abra dia akan menjaga anak bosnya itu.
di dalam kamar masih terdengar celotehan kail.wajar anak seusianya akan banyak bertanya.yang membuatnya terkejut dia menceritakan Ariana Huffington,James Dyson,Jeff Bezos anak itu mengetahuinya.
"siapa nama ibumu"tanya Abra.
"mommy Ivana"jawab kail sambil memindahkan baby momo ke tangan satu ke tangan lainya bahkan menarik ekornya.dia saat ini sedang duduk di ranjang sedangkan Abra merebahkan tubuhnya di samping kail.
"apa yang kamu ketahui tentang mommy mu"tanya Abra mencoba mengorek informasi.
kail nampak berpikir, 'jangan pernah menyebut Daddy Al' itu perjanjiannya dengan Alva dan dominic.abra mengerutkan keningnya.
"mommy sudah di surga dan Daddy mengatakan mommy terlihat cantik dengan sayapnya dia menjadi peri"ujarnya.kata² itu ia dapat dari Albert.
"Daddy dan mommy berteman mereka bersekolah bersama" kata² ini ia dapat dari Alva nyatanya Ivana adalah teman kuliah Alva.
"lalu kail ada di perut mommy,kail tidak tau apa yang terjadi pada mommy,jika kail tau kail akan lindungi mommy"jawabnya.
"apa yang terjadi pada mommy?"tanya Abra penasaran.
"mommy terluka,disini ada luka tembak"kail menunjuk dada abra.jawaban kail membuat Abra terkejut.
"kail tau darimana"tanya Abra penasaran.
"Daddy memberikan videonya,kata Daddy agar kail tidak menanyakan mommy karena kail masih segini"ucap kail dia menggambarkan dengan tanganya yang kecil itu kalo saat itu dia masih bayi.
"kata Daddy kail lahir terlalu cepat"ucapnya.
__ADS_1
"kenapa?"tanya Abra.
"kata Daddy harusnya kail ulang tahun bulan Agustus sama seperti daddy tapi Daddy meminta dokter mengeluarkan kail dari perut mommy bulan July karena mommy sudah pergi"ucapnya lirih.
Abra tau cucunya sedih dan merindukan ibunya,dia menarik kail dalam pelukannya mengusap punggung anak itu dan menciuminya.
"jadi birthday kail sudah lewat?"tanya Abra mengalihkan kesedihan kail.
kail mengangguk.
"kail ulang tahun ini di Luxembourg kail juga mengikuti lomba karate tapi.."ucap kail.
"tapi apa"Abra terlalu senang bisa tidur dengan cucunya mendengarkan cucunya bercerita tentang kehidupannya hingga melupakan bahwa waktu sudah menjelang pagi.
"tapi Daddy tidak menemaniku saat aku ikut lomba karate karena Daddy ada pekerjaan"kail mencebikan bibirnya membuat Abra terkekeh.
"tapi setelah itu kita bertemu di Belgia dan Daddy memberikan kail hadiah,saat Daddy ada pertemuan bisnis dengan uncle James lalu kita kesini ke tempat istirahat grandma kail senang berada disini"ucapnya tersenyum.
"grandma?"Abra mengerutkan keningnya.kail mengangguk.
"grandma Nilam"ucap kail.
"aku ingin cepat besar opa agar kail membantu Daddy di perusahaan,Daddy bekerja cukup keras hingga lupa untuk tidur,tapi saat Daddy tidur dia akan bangun dan berteriak memanggil grandma ,grandma Nilam kan sudah menjadi peri juga seperti mommy ivana"ucapnya Abra memeluk kail dan menciuminnya lagi hatinya sakit mendengar putranya terus bermimpi ibunya.
"apa kamu punya Poto Daddy dan mommy menikah?"tanya Abra mengalihkan pembicaraan nya.
"mommy dan Daddy tidak menikah mereka tinggal bersama,seperti aunty salsa tinggal bersama Daddy"ucap kail Abra mengusap wajahnya kasar itu berarti Alva sudah dua kali kumpul kebo hingga mempunyai anak.
Albert dan Ivana mereka tinggal bersama status Albert yang putra dari Dominic masih rahasia.yang musuh² tau Albert adalah pengawal Dominic dimanapun Dominic berada Albert akan berdiri di belakangnya.mereka menargetkan Albert bodyguard yang di anggapnya tangguh dengan menembak ivana kekasihnya.
"tidurlah ini sudah larut"ucap Abra menepuk pantat kail, seperti yang Alva lakukan padanya hingga kail terlelap
**
Alva kini sudah tenang dan kembali,salsa menggantikan pakaiannya.lalu dia merebahkan tubuhnya di samping alva matanya memandang alva yang kini terlelap wajah polosnya yang seperti tanpa beban masalah.
"kamu begitu tampan kenapa tuhan memberikan cobaan sampai kamu depresi seperti ini sebesar apa masalahmu hingga kamu mengalami gangguan mental seperti ini.aku akan selalu ada di samping mu Al walaupun tanpa pernikahan aku tidak akan meninggalkan mu aku janji"gumamnya.
Pagi hari di dalam kamar hotel.
"Mmhhh ..."
alva bangun dari tidurnya,di lihatnya salsa yang masih terlelap di sampingnya.
Alva memandangi wajah salsa yang cantik natural tanpa make up-nya dia menyelipkan rambut yang menutup sebagian wajah salsa"andai aku berani menikahimu,tapi aku tidak mau membawamu terlalu jauh dalam masalahku biarkan begini"gumamnya setelah puas memandangi salsa.
Alva turun dari ranjangnya untuk membersihkan diri setelah 20menit dia keluar.mendengar suara pintu kamar mandi salsa menyenderkan tubuhnya di headboard ranjangnya.
"Kamu sudah bangun?"tanya alva.
"Bersiaplah kita akan sarapan sama yang lain"ucap alva,salsa pun segera ke kamar mandi setelah dua puluh menit dia bersiap.
"Bolehkah aku minta sesuatu"tanya alva.
Salsa mengarahkan pandangannya ke alva.
"Aku ingin kamu resign dari kantor zian"pintanya.
"Kenapa"tanya salsa.
"Ga papa hanya saja aku mampu menghidupi mu dan agar kail ada temanya di rumah"ucap alva.
"Aku akan melakukan apa jika nanti udah ga kerja"tanya salsa.
"Mengurusku dan kail"ucap Alva.
"Apa kamu mau aku jadi baby sitter mu?"tanya salsa
"Bisa jadi"ucap alva.
"akan aku pikirkan,tapi pikirkan berapa gaji yang akan kamu berikan"jawab salsa terkekeh.
"itu gampang babe aku bisa membayar sepuluh kali lipat dari gajimu di kantor Zian"ucap Alva mereka pun keluar untuk sarapan bersama yang lain.
Alva sudah mendengar kabar dari bibi Sarah bahwa kail bersama Abra dia juga sudah mengetahui bahwa Dominic dan Gabriel pagi² sekali harus pergi ke Rusia.
Sebelum pergi Dominic dan Gabriel menyambangi kamar Alva,Kevin sudah menceritakan kejadian semalam.
__ADS_1
"jaga dia untuku ku kev"pesan yang selalu Dominic sampaikan.
Dominic juga menyambangi kail yang tidur dengan Abra.