
Tidak ada yang salah karena Nyatanya saat kail masih berlumur darah dokter menyerahkan kail pada alva,dialah orang yang pertama kali menggendong dan memeluk kail.albert saat itu sedang memburu orang yang menembak kekasihnya ivanna ibu dari kail yang membuat kail harus di lahirkan saat usia kandungan masih 8bulan.
"Bang ar selamat ya sukses terus"suara bowo datang menghampiri menyadarkan alva dari lamunan.
"Terima kasih pak bowo"ucap alva.
"Selamat bang sukses terus"ucap dian.
"Terima kasih nyonya abimana"jawab alva singkat.mengganti panggilan yang selama ini di sematkan untuk keluarganya,membuat Dian terkejut dengan panggilan baru dari Alva.
"Daddy"panggil kail abra mendekatkan diri ke anaknya saat ini kail masih dalam gendongan abra"ya boy,turunlah kamu sudah besar sudah berat"ucap alva.kail pun minta di turunkan.
"terima kasih grandpa"ucapnya ke Abra yang menatap sendu.abra mengangguk
Alea diam tidak mengucapkan selamat ataupun membuka suaranya tatapan matanya penuh kecewa.alva paham biarlah seperti ini alva merasa mulai sekarang dia punya banyak musuh.musuh bisnis,musuh gabriel juga ingin mencelakai nya,walaupun gabriel menjaga alva dan keluarganya tapi akan tetap aman dengan tidak mengakui mereka.
"Selamat ar semoga ingat pulang"sarkas nya zian menatap tajam ke alva,tapi yang di tatap terkekeh.
"Ckck ALVAREZ sure gue tahu kemana gue harus pulang"ucap alva menekankan nama alvarez dengan jelas pada kata²nya.
"Gue kecewa sama loe"ucap zian.
"Gue ga pernah bikin salah oh apa kerja samanya kurang memuaskan?"ucap alva.
"Loe ga ngakuin ayah loe bangsat"zian menekan suaranya agar tidak terdengar kail.
"Ck, daddy"panggil alva ke dominic yang sedang sibuk dengan hp nya.
"Yes son"dominic melihat ke arah alva.
"What happened"tanya dominic.
"No its oke dad just call you" ucap alva tersenyum.dan melihat ke arah zian.dia mengangkat sudut bibirnya.
"He is My father"ucap alva.
Abi langsung menarik jas alva dan mencengkeram nya erat "semudah itu kamu melupakan keluargamu? kami masih hidup,ayah kita masih ada.Apa kami bukan keluarga mu lagi?apa sudah melupakan kami setelah kamu sukses?Padi saja semakin menunduk.Laki² tua yang kamu sebut ini adalah ayahmu arya!Ayah kandungmu mengalir darahnya dalam tubuhmu tidak pantas kamu membanggakan orang lain yang baru kamu kenal sebagai ayahmu!"abi yang sudah menahan emosi sejak tadi dia menarik alva hingga tubuh mereka menempel.
Alva menaikan sebelah alisnya
"ow ow wow santai bro saya tidak ada hubungan dengannya namaku Alvarez bukan Arya aku sudah melepas bahkan namapun saya lepas"ucapnya senyum sinis terukir di bibir alva.
"Lepaskan tangan anda tuan abimana"ucap kevin dengan suara tegas.
"Jangan ikut campur"ucap abi ke kevin yang berdiri di samping alva.
"Santai kev"ucap alva.
"kamu bisa mengganti namamu kamu bisa saja membohongi orang dia bukan ayahmu dan tidak mengakui nya,tapi tidak dengan darahmu"ucap Abi.
"kalo begitu ambil darahku"ucap Alva.
"Daddy apa dia menyakitimu"tanya kail menatap tajam ke arah Abi dia melihat ke arah dua orang yang lebih tinggi darinya.
"Gak kail,kau tau Khabib dan gaethje mereka akan seperti ini sebagai tanda perkenalan sekarang Kembalilah ke kamar kail"titah alva matanya berdekatan dengan mata Abi nafasnya pun terasa di wajah masing² namun kail menggeleng kan kepalanya menurutnya daddynya sedang dalam bahaya."aku tau Daddy tapi setelah itu mereka akan bergulat"ucapnya membuat Danu,Lutfi dan Bayu tercengang.
"lepaskan Daddy ku jangan menyakitinya"ucap kail menatap tajam ke arah Abi yang masih menatap Alva.
"Mas lepaskan arya ada anak kecil"ucap dian.
"Abang"seru alea semua bereaksi.
__ADS_1
Abi mendorong alva hingga terhuyung untung saja Kevin di belakangnya.
"Kenapa uncle menyakiti daddy ku?"tanya kail matanya menajam menatap abi.
"Ini urusan orang dewasa kail pergilah ke kamar dan tidur agar cepat besar"ucap alva.mengalihkan pertanyaan kail pada abi.dia masih menatap datar pada Abi.
"Kail pria dewasa daddy"ucap kail menatap ayahnya.
"ayo uncle lawan kail,jangan berani menyakiti Daddy ku"satria tersenyum dia bangga dengan keberanian kail untuk menjaga daddynya.abi menelan ludahnya kasar 'mana berani melawan anak kecil' pikirnya.
Lutfi dan Bayu tersenyum "boleh ga gue karungin ni anak"bisik Bayu ke Danu dan Lutfi.
"Oke baik,ini urusan orang tinggi,dan kail masih segini"alva mengukur kepala kail dengan tubuhnya.kail mencebikan bibirnya.
Membuat alva gemas dan mengangkat ke dalam gendongannya.
"Pergilah tidur dan minum susumu agar tubuhmu lebih cepat panjang dan tinggi seperti daddy,biar kamu mengerti masalah orang tinggi jika kamu sudah tinggi maka kamu bisa menyelesaikan masalah Daddy,Daddy akan minta bantuan mu untuk menyelesaikan masalah daddy"ucap alva.danu dan Lutfi tidak percaya dengan ucapan Alva.
Kail menatap ayahnya "oke kail akan rajin minum susu agar cepat tinggi tapi sebagai pria dewasa kita harus buat kesepakatan"alva mengangguk.kail tidak mau menyia²kan kesempatan dia akan selalu mengambil ke untungan.
"Tunggu daddy di kamar kita buat kesepakatan sebagai pria dewasa"ucap alva.
"Di kamar tidak ada grandpa yang akan menjadi saksi kesepakatan kita. tunggu,turunkan kail"alva menurunkan kail yang langsung berlari ke arah dominic dan menariknya.
"tunggu"kail mendekat ke Danu dia ingat bahwa adalah seorang pengacara.dia menarik tangan dnu agar mendekat ke alva dan Dominic.
"what happened"tanya Dominic.
"Grandpa,uncle Danu, kail dan daddy akan membuat kesepakatan dan grandpa dan uncle sebagai lawyer harus menjadi saksi dan hakim yang adil karena daddy takut dengan grandpa"ucap kail.
"Oke grandpa akan jadi hakim yang adil"ucap dominic mengelus kepala cucunya.kail melihat ke arah Danu.
"y..ya tentu uncle sudah di sumpah sebagai lawyer harus adil dan memberi hukuman pada yang salah"ucap Danu.kail mengangguk.
"Momo?siapa Momo?"tanya Danu.
"ular kail"jawab kail,Danu tau Alva takut ular pun tersenyum.
"ya tentu harus kalo ingkar harus ada jaminan"ucap Danu tersenyum melihat ke arah Alva.
"Deal"jawab alva setelah sekian lama terdiam karena dia anti dengan momo.
Membuat axel dan rey menahan tawa.
"What happen boy?"tanya dominic pura² tidak mengetahui masalah alva.
"Nothing dadd its ok"jawab alva.
"oh ya daddy introduced this mr abimana,mr satria and mr abraham"ucap alva memperkenalkan ke Dominic dengan sudut bibir terangkat sebelah.
"And this my daddy Dominic Steven Hernandez"ucap alva
"Oh hallo im dominic Hernandez senang bertemu dengan kalian"ucap dominic mengulurkan tanganya ke satria dan yang lain.
"oke kalo gitu ayo kita kembali ke kamar kail,oke nak daddy pergi dulu,nath kev jaga anakku"ucap dominic mengacak rambut alva.
Kail memeluk leher dominic menyandarkan kepalanya di pundak Dominic.yang sudah berjalan memunggunginya.
"Jangan menyakiti daddy ku dan jangan membuat daddy ku pergi menyusul mommyku yang sudah menjadi peri"ucap kail.membuat semua orang gemas.setelah kail dan dominic di susul gabriel pergi,abi melayangkan pukulan ke pipi alva membuatnya terhuyung namun kevin menangkapnya.
"Biarkan aku memukulnya biar anak tidak tau diri ini sadar"ucap abi menggebu.karena tubuhnya di tahan oleh satria dan bowo.
__ADS_1
"hentikan bang"ucap satria.alea dan Dian menutup mulutnya.rey juga nathan mendekati bosnya di perlakukan seperti itu mereka sigap untuk melindungi.
"Lepaskan tangan anda dari bos Alvarez tuan abimana"ucap nathan dengan suara tegas.
"Jangan ikut campur"ucap abi
"Kami anak buahnya tidak akan kami biarkan bos kami terluka" ucap nathan.
"Aku berhak menyakiti nya aku berhak memberikan pelajaran padanya"ucap abi.
"Anda pikir anda siapa"tanya nathan menantang abi
"Aku abangnya dan dia ayahnya"ucap abi menunjuk ke abra
"Ck kami tidak mengenal anda semua bahkan dalam kehidupan bos alva tidak ada kalian semua,mungkin ada pada aryadhika,tapi aryadhika sudah tidak ada" ucap nathan.
Membuat abi dan abra mencelos.
Seolah mengerti apa yang di pikirkan abi.
"Laki² itu memang bukan ayahku Nathan. bukan?saat kalian memutuskan sesuatu yang penting tanpa melibatkan ku,aku melepas diri dari kalian,bahkan saat aku tau foto ku dan bundaku berada di gudang aku memastikan tidak ada kesalahan dengan melepas diri dari kalian karena kalian memang benar tidak mengharapkan aku,saat dia menamparku sebagai sambutan kedatangan ku ke rumah itu namaku sudah Alvarez darren Hernandez.dan aku sudah mengatakanya saat dia menamparku aku berlepas dari nama Pratama Bahkan aku sudah meninggalkan namaku di rumah kalian.aku alvarez Darren Hernandez anda ingat tuan Abraham saya berlepas diri dari keluarga Pratama kita hanya orang asing sejak itu"ucap alva dengan mata berkaca-kaca ucapan alva membuat abi semakin kencang menarik alva,rey dan axel mendekat berdiri di belakang alva. namun alva mengisyaratkan dengan tangannya.
"Kalo dia ayahku,dia akan menunggu untuk menikah lagi hingga rasa berduka itu hilang.jika dia ayahku dia akan meminta pendapat ku juga untuk menikah lagi tidak memutuskan menikah begitu saja tanpa memberitahu ku.jika dia ayahku kabulkan permintaan ku tinggalkan wanita ****** itu"ucap alva,abi pun tersulut emosi mendengar ibun di sebut wanita ****** memberikan bogem mentah ke wajah Alva.
'bugh..bugh..bugh..Abi memukul rahang alva hingga berdarah tangan satunya masih memegang kemeja alva.darah keluar dari sudut bibirnya.suasana tegang di ballroom Alva sudah mengatakan agar anak delta tidak ada yang ikut campur dia sengaja membiarkan Abi memukulnya dan ada saat hari itu tiba tentu akan membuat Abi menyesal.
"klek..klek..klek...
suara pistol mengarah ke Abi dari Rey Axel dan seno.membuat Dian takut.
"Abi lepas"ucap satria.
"Lepaskan bang"ucap abra.
"Biarkan aku memukulnya lagi biar anak tidak tau diri ini sadar"ucap abi menggebu.kevin dan rey juga nathan mendekati bosnya di perlakukan seperti itu mereka sigap untuk melindungi.
"Lepaskan tangan anda dari bos Alvarez tuan abimana"ucap nathan dengan suara yang lebih lantang.
"nathan"ucap alva tegas namun matanya menatap abi datar.Abi melepaskan alva dengan mendorongnya hingga terhuyung.nathan dan kevin sigap menahan tubuh alva.
"turunkan senjata kalian"ucap alva.rey dan yang lain pun menurunkan senjatanya
Kim,Jack dan Raka juga Sam tidak ikut campur urusan keluarga alva,Alva sudah memberi warning.
"Ayo yah kita pulang"ajak abi.
Tapi abra enggan beranjak,
"Ayo yah kita pulang"ajaknya lagi abra menggeleng kan kepalanya.
"Mau ngapain lagi ayah disini"ucap abi kesal.
"Ayah hanya ingin berbicara dengan alva"ucap abra.
"Denis"panggil alva,denis datang dengan membawa tas.
"Berikan berkasnya agar cepat selesai jika kurang berikan sinar jaya padanya"ucap alva.
Denis memberikan berkas kepada abra namun abi yang menerimanya dan memeriksanya.
"Apa ini bangsat"tanya abi berang.berkas itu di ambil alih satria Bowo dan Zian ikut melihat.
__ADS_1
"Sudah ku katakan itu kompensasi dan sebagai ganti biaya hidup ku selama ini jika kurang katakan"ucap alva,abra menggeleng keras.