
Setelah baby sky di ambil salsa,Alva pun merebahkan kepalanya di paha abra membuat abra terkejut namun senang dia terharu anaknya terlihat kembali manja padanya.
Abra membelai rambut anaknya itu alva memejamkan matanya menikmati sensasi yang sudah lama sekali ia rindukan terakhir mungkin SD,karena saat SMP dia tinggal dengan opa Pratama,dan SMA dia asik dengan dunianya.
Abi pun tercengang melihat sikap alva dia merasa senang adiknya sudah kembali seperti dulu,kail mendekati Alva.
"tidur samping Daddy"alva memeluk kail dengan lengan sebagai bantalan.
"panggil alvarez nama itu sudah di kenal"ucap Alva
Abra pun mengangguk pasrah.apalah arti nama pikirnya yang penting anaknya kembali.
tapi hatinya menolak nama aryadhika pilihan dia dan Nilam istrinya.
Salsa dian dan alea sedang membicarakan tentang kehamilan Alea juga kelahiran twins.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini"tanya abi.
"Ga ada sih semua sudah di handle oleh orang²ku"jawab alva.
"Entah aku masih bingung mau bangun sekolah dulu atau klinik di pelosok"ucap alva.
"Kamu membutuhkan bantuanku?"tanya abi.
"Untuk saat ini belum mereka masih bisa di andalkan"jawab alva.
"Oh ya aku mau di sn nanti ada donor darah karyawan,buat rumah sakit delta medika apa boleh?soalnya itu kan rumah sakit gratis kalo kekurangan darah dan mereka harus ke pmi akan ada biaya kasian"ucap alva.
"Lakukan nak,beri bonus bagi yang sudah donor"ucap abra.
"Ya itu pasti di perusahaan ku juga aku kasih bonus bagi yang sudah donor"ucap alva.
"rumah sakit mu makin ramai"ucap Abi.
Alva mengangguk.
"menurut data dari Raka yang datang dari luar kota lebih banyak"ucap Alva.
"aku akan minta resto bunda atau kak Dian untuk mensuplai makanan untuk rumah sakit"ucap Alva.
"tenang saja kak delta menanggung biayanya"ucap Alva.
"apa ga lebih baik di rumah sakit ada catering"tanya Abi.
"ya itulah makanya aku minta satu resto untuk rumah sakit,karena aku ga mau masak² di rumah sakit"ucap Alva.
"lakukan yang terbaik nak,jangan tanggung² untuk membantu orang"ucap Abra.
"tentu aku ga mau tanggung² aku sudah memulai ini"ucap Alva dia mengecup pucuk kepala kail yang berada di sampingnya.
"bos"panggil shawn.
"hem "Alva berdehem dan membuka matanya sebenarnya Shawn tidak enak mengganggu waktu Alva bersama keluarganya.
abi dan Abra melihat ke arah Shawn.
"ada apa shawn"tanya Alva.
"bang Nathan dan bang Ken ada di depan bersama Romi"Alva mengangguk.
"aku akan menyusul"ucap Alva dengan wajah datarnya.
"boy,Daddy ada urusan sebentar kamu disini sama opa ya"ucap alva.
"Daddy lama"tanya kail.
"Daddy hanya membersihkan tikus "ucap Alva kail mengangguk paham.
Alvaa pun bangun dan akan menyusul Shawn.
"mau kemana"tanya Abra.
"mau nemuin Nathan"ucap Alva dia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.saat Alva berjalan di taman menuju belakang Zian baru turun dari mobil dia akan menjemput alea.
"Arya kan"gumamnya.dia pun berjalan mengikuti Alva dan masuk ke pintu.
"pak Zian"Rey melihat Zian berjalan ke belakang area terlarang untuk para tamu.
"eh..
"pak Zian sedang apa"tanya Rey.
"tadi Arya bukan sih"tanya Zian.
"Arya?"Rey pura² tidak tau.karena alva mengubah nama dan panggilan menjadi alva.
ck Zian berdecak dan meninggalkan Rey dan kembali ke rumah utama.
"assalamualaikum...
"waalaikum salam..jawabnya serentak.
"yah"Zian mencium takzim tangan Abra.
"pada ngumpul disini"ucap Zian dia duduk di samping alea mengelus perut istrinya itu.
__ADS_1
"makan malam disini pak zi"ucap salsa.
"masih aja manggilnya pak"ucap Zian.
salsa tersenyum malu.
"baby nya bobo nih"ucap Zian yang duduknya lebih dekat dengan ranjang.
"iya jam segini bobo nanti malam tinggal begadang deh"jawab salsa.
"halo boy apa kabar Kamu"tanya Zian ke kail.
"baik uncle"jawab kail.mereka pun ngobrol hingga terdengar suara adzan.
**
Suara adzan Maghrib terdengar,Abra mengajak semua untuk sholat berjamaah.
"Alva kemana"tanya Abra ke salsa dia akan membiasakan diri memanggil alva
"aku ga tau yah"jawab salsa.dia meminta bibi Sarah untuk menyiapkan tempat sholat.
"kail...panggil Abi dia mengajak kail untuk sholat berjamaah.
salsa pun bingung harus jawab apa.pasalnya kail sama seperti Kevin,Rey dan yang lain.
kail pun melihat ke arah salsa.
salsa menggaruk pelipis nya yang tak gatal.
"ayo..ajaknya.
"ayo kail"ajak Abi dia memakaikan sarung pada juna dia berpikir kail merasa canggung setelah mengetahui bahwa mereka keluarganya.mereka lupa kail non muslim.
"ayo boy kita sholat bareng"ajak Zian.
"ayo sayang"ajak Dian.
"maaf kak, kail non muslim"ucap salsa.
"deg..
mereka melupakan itu,mereka lupa satu hal kail non muslim lalu Alva?apa Alva juga?pikirnya.abi dan yang lain pun memiliki pemikiran yang sama dengan Abra.
"lalu Alva? apa dia sholat?"tanya Abra ragu.salsa menggelengkan kepalanya.
"astaghfirullah"...
mereka pun akhirnya sholat meninggalkan kail dan salsa.
"apa Arya pulang"tanya Zian pada alea.alea mengangguk tersenyum.
Zian merasa aneh kenapa alea tersenyum biasanya dia akan sedih atau mengalihkan pembicaraan.
Abi berjalan ke luar lewat pintu kolam di ikuti Zian,Zian yang ingin merokok pun mengikuti Abi mereka duduk di taman.
**
"bugh ..aku sudah memberimu jabatan Romi gaji yang pantas dan tunjangan untuk memenuhi kebutuhan hidupmu,tapi kamu masih saja mengambil hak orang lain Romi ...bugh?"Alva kembali memukul pria yang bernama Romi seorang kacab yang kabur dan akhirnya di temukan oleh orang² Albert, dan di bawa pulang oleh Nathan.
dia memakai uang yayasan untuk mendanai sekolah² gratis dan rumah sakit,dan untuk membayar guru² namun di ambil olehnya untuk main judi.alva pun geram.
Alva menghajar Romi hingga babak belur.
Rey Nathan dan Ken hanya melihat apa yang di lakukan bosnya.
"kamu akan masuk penjara setelah ini dan lihat kehancuran mu"ucap Romi lirih hingga terbatuk².
"o yah? wow aku takut Rey"ucap Alva dengan nada seperti orang ketakutan.
Alva menarik kerah baju Romi "dengar,kau telah mencuri hak² mereka para guru kau gunakan untuk berjudi,lalu aku harus menggantinya begitu?kau pikir kau siapa heh? hukuman apa yang pantas untukmu?melihat kau teman kuliah dulu?"ucap alva.dia mendorong Romi hingga Romi tersungkur.
"hukum potong tangan untuk pencuri?itu terlalu ringan kan rey"Rey mengangguk.
"tapi aku kasian jika harus menghabisinya"Alva mengambil samurai tanpa ba-bi-bu dia langsung menebas tangan Romi "aakh...teriaknya.
Rey dan para bodyguard yang menyaksikan bergidik ngeri walaupun sering melihat namun tetep saja mereka ngilu.
Alva mengarahkan ujung samurai ke dagu mengangkat wajah Romi. "karena kamu di bawah kekuasaan ku di bawah aturanku dan perusahaan jadi aku yang memutuskan hukuman apa untuk mu.."
"sret.....aaakh....kembali Alva memotong yang sebelahnya.
"Trang.. Alva melempar samurai ke asal, berjalan ke arah Rey.dia mengambil pistol di punggung Rey.
"kamu memang psikopat Alvarez"ucap Romi dengan suara menahan sakit.
"ya that true"jawab Alva.
"aku tidak akan memulai jika kalian bekerja dengan baik aku memberimu tanggung jawab aku memberi mu pekerjaan aku mencukupi kebutuhanmu aku memberikan apartemen dan mobil untukmu dan kamu,menikamku dari belakang,kau sadar siapa dirimu dulu hah?"ucap Alva.
"DOR Alva tidak memberi kesempatan pada Romi untuk berfikir dia langsung menarik pelatuk dan menembak di keningnya dari jarak dekat,dia tidak mau membuang waktu.dia menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya.
"buang sampah itu Rey...
Abi dan Zian terkejut mendengar suara letupan saat itu mereka sedang berjalan² melihat 'komplek dalam komplek' di belakang rumah Alva ada beberapa rumah yang berjejer.
__ADS_1
"Suara apa itu bang"ucap Danu.
"aku tidak suka penghianat,aku benci mereka"ucapnya menatap Romi datar yang sudah di banjir darah di wajahnya.alva menyunggingkan senyumnya
"inilah hukuman yang pantas untukmu"ucap Alva mengangkat tangan Romi Yang putus lalu melemparkannya ke tubuh Romi.
Abi dan Zian tercengang saat pintu terbuka oleh pengawal Alva,Alva berjalan membersihkan darah di wajahnya dan tanganya.
Dengan jelas Abi dan Zian melihat seseorang terkapar 'tangan?' Zian mengucek matanya.
Alva berdiri di ambang pintu dia berbalik karena tidak melihat Kevin, biasanya dia akan selalu ada."dimana Kevin"tanya Alva.
"pergi bos"jawab Rey.
Alva membalikan tubuhnya berjalan keluar di lihatnya Abi dan Zian berada disana.
"sedang apa kalian disini"tanya Alva.dia melepas kaosnya dan membersihkan darah dengan kaos itu.
"apa yang kamu lakukan"tanya Abi.
"ini rumahku apa yang aku lakukan terserah aku"ucap Alva dia berjalan meninggalkan Abi dan Zian dan melemparkan kaos itu kedalam tong sampah.dia berhenti di kran air tempat Aldi mencuci mobil atau motor.
Abi dan Zian mengikuti Alva yang kembali kerumah melewati pintu belakang.
"kamu membunuh orang lagi bang"ucap Abi.
Alva menghentikan langkahnya.
"itu hukuman bagi seorang penghianat"ucap Alva.
"tapi tidak dengan menghabisi nyawanya"ucap Abi.
"itu hukuman yang pantas untuknya,jadi Abang ga usah ikut campur"ucap Alva dia kembali melangkahkan kakinya menuju pintu samping.
Abi menghela nafasnya.adiknya berubah menjadi kejam dan menakutkan.
**
Setelah mandi dan ganti pakaian Alva bergabung di ruang keluarga dia menciumi pipi putrinya bersama kail duduk di sampingnya.
"darimana bang"tanya abra.abi dan Zian melihat ke arahnya
"dari belakang"jawab Alva.
waktu sholat isya datang mereka pun sholat berjamaah.
"bang ayo sholat"ajak Abra dia ingin tau Alva ikut sholat atau tidak.
"duluan aja"jawab alva.akhirnya mereka sholat tanpa alva.setelah selesai sholat mereka semua ke meja makan sudah berbagai makanan tersedia.
Di rumah itu memang selalu masak besar,karena makanan untuk semua art dan penjaga dan pengawal.
"kalian masak banyak sekali"tanya Dian.
"ini masak untuk semua kak untuk semua penghuni rumah"makanan itu sudah di bagi dua mereka seperti prasmanan di dapur untuk penjaga dan art pun sama.
Alva memanggil Rey,Shawn,Kevin Dan yang lain untuk makan malam bersama.
Kursi meja makan terisi namun ada yang kurang di matanya dia pun melihat ke arah pintu namun tak kunjung datang.
"Kevin belum datang"tanya alva pada Shawn.
"belum bos"ucap Shawn.
"kemana dia"tanya Alva lagi.
"saya ga tau bos,bang kev ga bilang mau pergi kemana"Alva menganggukkan kepalanya.
Abi dan Dian duduk bersisian begitupun alea dan zian.abra duduk di kursi ujung.sedangkan kail duduk di antara salsa dan Alva.
Kendra,Nathan dan Rey dan shawn pun sudah duduk di tempatnya.
"berdoa dulu boy"ucap Alva dia mengulurkan tangannya untuk mengambil makanan di depanya.kail mengangguk dia mengepalkan tangannya dan memejamkan matanya.
Abra dan yang lain memperhatikan cara berdoa kail.
ya mereka tau kail non muslim,tapi mereka masih belum mau menerima bahwa kail non-muslim.mereka makan malam dengan tenang walaupun Alva sedang memikirkan Kevin yang ntah pergi kemana.
Bahkan GPS hp dan mobilnya tidak aktif di pantauan hpnya.
Kevin sendiri saat ini sedang berada di bar.
Dia mematikan hp dan GPS di mobilnya.jam menunjukkan jam 10 malam, Zian dan alea sudah pulang, begitupun Abi,Dian dan juna,kini menyisakan Abra di rumah Alva. salsa sudah memberikan baju ganti buat ayah mertuanya.
Setelah menemani kail tidur Alva turun ke bawah.salsa dan twins juga sudah tidur.dia masuk ke dapur membuka kulkas dan mengambil dua minuman kaleng.
dia duduk di luar di area taman dengan sebatang rokok yang menyala di bibirnya.
Sesekali melihat hp nya.
"kamu belum tidur bang"ucap Abra datang menghampiri Alva yang sedang duduk sendirian di luar rumah.
"belum ngantuk yah,ayah tidur aja udah malam ini"ucap Alva.
"ayah juga belum ngantuk"ucap Abra melihat ke arah putranya yang sedang menghembuskan asap rokok dari bibirnya.
__ADS_1