BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
EXTRA PART KEVIN GALAU


__ADS_3

Di kamar hotel udara dinginnya AC tidak berlaku bagi dua orang yang tidak ada ikatan suami istri atau sepasang kekasih itu memadu cinta mereka melewati malam itu dengan panas.


kevin menyerang Dea berulang entah apa yang ada di pikiran dua orang itu.


seorang wanita kini berada di bawah kungkunganya,ini hal mustahil bagi Kevin selama ini dia hanya berhasrat pada alva dan membuat nafsunya bergelora, bahkan sekelebat bayang wajah Alva yang di bawahnya,tapi dia mendengar suara perempuan dia tersadar bahwa ada yang salah padanya.


Namun Kevin tidak peduli dia merasakan kenikmatan bahkan menghujamnya berkali² hingga jam tiga pagi dia merebahkan tubuhnya di samping Dea.


"ini gila"satu kata yang keluar dari mulut Kevin hingga dia memejamkan matanya mengarungi mimpi.


Dea pun sudah tertidur pulas karena kelelahan.


hingga jam 9 pagi Dea terbangun.dia melihat sekeliling ruangan itu namun dia tak mengenalinya hingga matanya melihat orang di sebelahnya yang masih terpejam.


Dea melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun dia pun mencoba mengingat kejadian semalam hingga dia mengingat saat di club' hingga ke kamar hotel itu dan menghabiskan malam dengan Kevin.


Dea pun turun dia mengambil baju²nya dan bersiap akan pulang banyak panggilan tak terjawab dari art nya.


dia mengingat anaknya yang sendirian dirumah.


Dea pulang ke rumah meninggalkan Kevin yang masih terlelap.hingga jam sebelas siang Kevin baru terbangun dari tidurnya.dia menyandarkan tubuhnya di headboard.


dia melihat ke samping dan tempat itu sudah kosong,Kevin mengingat kejadian semalam dengan jelas.kevin menggelengkan kepalanya.'apa kelainannya tambah parah'pikirnya


"siapa yang menjebak ku"ucap Kevin.


"tapi Alva juga minum"pikirnya dia tidak tau saja Alva membuangnya di wastafel toilet.


"maafkan aku Dea"gumam Kevin.


"apa ada yang berniat menjebak Alva tapi aku yang kena"pikirnya berkecamuk.


dia turun dari ranjang dan membersihkan diri dan bersiap untuk pulang.


**


"kev darimana"tanya Alva pura² tidak tau, saat ini Alva sedang berlatih menembak dengan anak²nya.


"dari luar,aku mau ke kamar dulu"ucap Kevin.


Alva menarik sudut bibirnya.


"appa,kenapa hari ini kita ga berlatih"tanya Jihan.


"ihan latihan sama appa rey dulu ya"ucap kevin.jihan mengerucutkan bibirnya.


Kevin mendekat ke Jihan dan membawa Jihan ke pangkuannya.


"appa ga enak badan,badan appa sakit semua jadi latihan sama appa rey aja ya, ada appa Shawn juga"ucap Kevin


mendengar appanya sakit Jihan pun mengangguk.


Kevin pun masuk ke kamar dia duduk di ranjang dia menghela nafas panjang.


kejadian semalam sungguh seperti mimpi,dia baru merasakan nikmatnya bercinta.selama ini dia hanya bermain sendiri dan Alva sebagai objeknya.


**


di rumah Dea pun sama dia melamun di kamar putranya yang masih empat tahun itu bermain dengan artnya


hari terus berjalan Dea mengambil cuti tiga hari setelah kejadian itu.hari ini dia masuk kerja.


"Dea kamu baik²saja"tanya Lutfi.


"saya baik² saja pak hanya tidak enak badan kemaren"Lutfi mengangguk ada sedikit rasa bersalah di hatinya sudah menjebak sekertarisnya.


**

__ADS_1


"kamu kenapa kev"tanya Alva.


"gapapa"ucap Kevin.


"bos Rey ga ikut?"tanya Denis.


"dia sedang ke rumah sakit hari ini dia ada janji dengan dokter kandungan"ucap Alva.


"aku sudah mengatakan untuk bayi tabung ga usah mikir biaya aku yang tanggung"ucap Alva.


"kadang memang menikah tu seperti itu bos,apalagi kalo punya mertua tamat riwayat kita"ucap Shawn.


"ya anak itu rejeki ada yang sekali bikin langsung jadi...


'degh..degh..jantung Kevin berdegup'apa iya sekali bikin langsung jadi pikir Kevin rasanya tidak mungkin'pikirnya.


"ada yang nunggu bertahun² tapi belum di kasih juga,kamu tau bang Abi sekali bikin langsung jadi"ucap Alva membuat jantung Kevin berdegup kencang.


"mereka menikah baru sebulan dan bulan ke dua dokter mengatakan mba Dian hamil tokcer toh"ucap Alva terkekeh.


dia melirik Kevin dia bisa melihat wajah pucat Kevin.


'sorry kev gue harus melakukan ini biar loe hidup normal'gumamnya dalam hati.


"apa hari ini kita ada pergi"tanya kevin.alva mengangkat wajahnya melihat ke arah Kevin.


"kenapa?"tanya Alva.


"gue rasa ga ada,kita hari ini di kantor,tidak ada jadwal ke luar"ucap Denis melihat jadwal alva.kevin menyimak apa yang di katakan denis.


"ada apa kev"tanya Alva.


Shawn di sebelahnya nampak menunggu jawaban Kevin.


"aku mau keluar sebentar"ucap Kevin.


"kemana"tanya Alva.


"urgent?"tanya alva.namun Kevin tak menjawab.


"pergilah,jangan terkekang dengan waktuku"ucap alva dia kembali menatap layar laptopnya.


"aku hanya pergi sebentar"ucap Kevin,Alva tak menjawab dia berpura² kesal karena Kevin tidak memberi tahu kepergiannya.


Kevin keluar ruangan Alva dia ingin meminta maaf pada Dea dengan apa yang terjadi di hotel.tujuan utamanya adalah kantor Lutfi.


**


Alva menyunggingkan senyumnya.


"kita tlp Lutfi"ucap Alva dia mengambil hp nya dan menghubungi Lutfi untuk menanyakan dea.setelah berbincang dengan Lutfi Alva menutup hp nya.


"aku ga mau jadi korban selanjutnya"ucap shawn matanya menatap layar ponselnya.


"maksudmu"tanya Denis.


"jebakan itu ga berlaku buatku kan bos"tanya shawn.


"ck loe normal Shawn,loe player loe Casanova loe playboy loe bisa membedakan mana wanita mana pria"ucap Alva.


"gue cuma pesen sama loe,untuk selalu cek kesehatan"ucap Alva.


"tentu bos,tuan Dominic memberikan antivirus dan vaksin untuk penyakit menular.dan aku juga udah melakukan vasektomi"ucap Shawn.


Alva menggelengkan kepalanya.


"bagaimana dengan Nathan dan Ken"tanya Alva.

__ADS_1


"aku tidak tau soal mereka"ucap Shawn.


**


saat ini Kevin sedang di depan gedung sebuah perusahaan media,dia bingung harus masuk atau tidak,jika masuk dengan alasan apa namun jika menunggu itu akan lama.


Kevin pun akhirnya masuk dia ke resepsionis dia menanyakan dea.namun sayang Dea sedang berada di proyek.


Kevin kini kembali ke perusahaan.


dia akan memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti.


**


sudah empat Minggu Kevin tidak dapat bertemu dengan dea.hari ini Alva dan Denis mengadakan meeting lagi dengan Lutfi namun di perusahaan Lutfi.


sebenarnya tidak ada yang penting namun dia tau Kevin belum bertemu dengan Dea.


saat ini Alva,Denis dan Kevin sedang berada di ruangan Lutfi namun Dea tak terlihat.


hanya ada Aspri dari Lutfi.


Alva tidak menanyakan kemana dea.namun Lutfi yang paham pun mengatakan alasan kenapa Dea tidak ada.kevin sedari tadi melihat ke arah pintu seolah menunggu seseorang.


"Jul,kasih tau Dea buat bikinkan kopi untuk pak Alva"ucap Lutfi membuat jantung Kevin berdegup,sungguh dia seperti anak muda yang sedang jatuh cinta.


tapi akhir² ini pikiranya tentang Alva sedikit menghilang dan tergantikan oleh dea.sebelum tidur bahkan sedang makan dia akan ingat Dea.


"maaf pak bos anda lupa tadi Dea ijin untuk pulang"ucap Jul.


"ah sorry saya lupa,minta ob buat bikinkan kopi"ucap Lutfi.


Jul pun keluar dari ruangan.


"apa sekertaris anda sakit pak Lutfi"tanya Denis.


"saya tidak tau empat hari ini kata Jul Dea tidak enak badan sering muntah²...


'degh..


"saya ga tau Dea sakit,tapi baru tadi pagi, pas saya datang pagi dan meminta jadwal dia tiba² lari keluar,aku lihat wajahnya pucat saya suruh dia pulang tapi dia tidak mau tapi akhirnya dia ijin untuk pulang"ucap Lutfi.


"mungkin dia masuk angin"ucap Denis.


"ya saya rasa seperti itu,tidak mungkin dia hamil sedangkan suaminya saja tidak ada"ucap Lutfi.


"kenapa anda berpikir sekertaris anda hamil pak Lutfi anda ini ada² saja"ucap Alva.


"istri saya waktu hamil muda seperti itu dia mengalami morning sickness,dan tidak bisa mencium bau apapun"ucap Lutfi sambil membuka lembaran map di tanganya.


"ya salsa juga seperti itu waktu hamil Xavier,dia juga mengalami morning sickness,aku kasihan melihatnya"ucap Alva.


hati dan pikiran Kevin berkecamuk dia ingin bertemu dengan Dea.


Kevin mengeluarkan hp nya dia menyuruh orangnya untuk mencari tau tentang Dea.


"aku ke toilet sebentar"ucap Kevin dia melihat ada pesan dari orang suruhannya.


"loe keterlaluan Ar"ucap Lutfi.


"hanya ini satu²nya cara agar hidupnya normal"jawab Alva.


"tapi lo mengorbankan seorang perempuan"ucap Lutfi.


"gue yakin dia akan bertanggung jawab"ucap Alva.


"tapi apa benar Dea hamil"tanya Arvin.

__ADS_1


"gue rasa iya,wajahnya pucat dan dia muntah²"ucap Lutfi.


"gue yakin setelah ini dia akan bercerita ke gue dan gue akan paksa dia untuk menikah"ucap Alva.


__ADS_2