
Perut salsa kini semakin membesar.dia sudah mudah lelah dia sudah membatasi diri untuk beraktivitas di dalam rumah.
Saat ini dia sedang duduk di tepi kolam di temani kail dan susi juga bibi sarah.kail sudah tau bahwa daddynya berada di Jerman Alva mengabarinya dan memintanya untuk menjaga mommy sampai Daddy sembuh.kail pun patuh jika dia merindukan daddynya dia akan menghubungi nya.
Alva membiarkan teman² salsa untuk datang kerumah,untuk menemani nya agar tidak kesepian.
flashback.
"dia kesepian,tidak ada teman ngobrol selain bibi Sarah dan Susi juga kail."ucapnya
"biarkan teman²nya datang kerumah agar dia tidak kesepian"ucap Alva pada Nathan.
"pak Abra juga mencari keberadaan rumah ini bos"ucap Nathan.
"biarkan mereka tau rumah ku,agar salsa tidak merasa sendiri"ucap Alva.
Nathan dan Ken pun menyetujui dia melihat salsa lebih banyak diam dan melamun itu tidak baik untuk kehamilannya apalagi ada dua baby di perutnya.
esok harinya Shawn menunggu zoy dan ayu di kantor zian.setelah menunggu ayu dan zoy,Shawn menghampiri mereka dan meminta mereka ikut ke rumah,zoy dan ayu mengenal Shawn dimana saat pernikahan salsa shawn yang menjemput mereka.
Shawn memberitahukan agar mereka mau menemani salsa dengan senang hati zoy dan ayu pun datang ke rumah salsa.
Mereka sampai di rumah mewah modern dengan tiga lantai,pintu gerbang yang menjulang tinggi dan lebar itu terbuka dengan sendirinya.ayu dan zoy menganga menutup mulutnya tak percaya salsa tinggal di rumah seperti ini.lihat banyak penjaga di dalam gerbang mereka memakai seragam, 'wait apa ini kenapa tas nya disita'pikirnya.Nathan menyita tas mereka setiap kali ada yang datang kerumah.
zoy dan ayu di bawa masuk kerumah di dalam sudah di sambut oleh pak hakim seorang kepala pelayan di rumah Alva.
Setelah hari itu zoy dan ayu sering main kerumah salsa agar tidak kesepian.
Hari berlalu zoy dan ayu yang saat itu sedang menunggu taksi di lobby untuk pulang kerja tidak sengaja mereka membicarakan bahwa Minggu ini zoy tidak bisa main kerumah salsa karena ada janji di luar (bertemu sean) Zian yang berada di lobby pun menanyakan alamat rumah salsa, setelah berpikir zoy akhirnya memberikan alamat salsa kepada bosnya itu
flashback off..
Disinilah Abra,Abi dan Zian saat ini di depan gerbang rumah alva.seorang penjaga keluar pagar
"ada yang bisa saya bantu pak"tanyanya.
"apa benar ini rumah pak Alvarez pak"tanya Zian.
"darimana dan ada keperluan apa"tanyanya tanpa menjawab pertanyaan pertanyaan Zian.
"saya ingin bertemu dengan Alva atau salsa"ucap Zian.
"boleh saya cek kartu identitas anda pak"tanya nya.
"untuk apa"tanya Zian.
"untuk kami cek"jawabnya.
"gimana zi"tanya Abi yang duduk di samping kursi kemudi.
"ini bang dia minta tunjukkin kartu identitas"ucap Zian.
"punya ku aja zi"ucap Abi mengeluarkan kartu ID nya.
Zian mengambil dan menyerahkannya ke penjaga rumah.
Orang tersebut menempelkannya ke alat yang tersedia di depan pintu pagar dan pintu gerbang pun terbuka.orang Alva mempersilahkan mobil Abi masuk.
Zian di buat melongo untuk membuka gerbang saja harus menggunakan ID oh God..
Zian pun duduk di balik kemudi dan membawa mobil itu masuk halaman yang luas.ternyata di dalam banyak bodyguard pikirnya.
Setelah melakukan pemeriksaan di depan oleh bodyguard Alva kini mereka di teras rumah.
Nathan dan Ken mengawasi dari cctv.
Setelah sekian lama mencari rumah alva dan selalu gagal karena nathan selalu menutup celah sekarang dia membiarkan abra mengetahui rumah bosnya.
Terdengar suara pak hakim yang mengatakan jika ada tamu.
"Tamu siapa"tanya salsa dia tidak ada janji dengan teman²nya pikirnya.
"tiga orang laki² mba salsa" jawab pak hakim.salsa pun berjalan keluar rumah menggandeng kail dengan perut besarnya di ikuti bibi Sarah.
"Pak abra,pak abi,pak zian"ucap salsa terkejut melihat mereka datang.salsa pun gugup karena tidak ada Rey atau Seno bahkan shawn.apakah dia akan membiarkan mertuanya masuk dan melihat Poto pernikahan nya,atau dia akan membiarkan nya di luar.
"opaa"panggil kail.
__ADS_1
"cucu opa apa kabar?"tanya Abra dia mengangkat kail ke dalam gendongannya.
"baik opa"jawab kail.
"kenapa tidak main ke rumah opa"tanya Abra.
"kail menjaga mommy"ucap kail.
"kamu tidak sekolah"tanya Abra.
"kail home schooling"ucap kail Abra mengangguk.
"kami tidak di suruh masuk salsa"tanya Zian.
Salsa pun mengedarkan pandangannya mencari Shawn atau Rey namun hanya penjaga di pintu gerbang ada enam orang yang memakai seragam hitam.
"si.. silahkan masuk pak"ucap salsa.
salsa berjalan di belakang.
mata Abra dan Abi juga Zian mengedar melihat rumah mewah alva.mata mereka terpaku pada Poto besar yang ada di dinding terlihat Alva memakai jas pengantin warna putih juga salsa yang memakai gaun pengantin.
Dan juga Poto keluarga ada Dominic Gabriel dan Albert dan kail juga Alva,ada foto nilam dengan Poto besar terpajang di ruang tamu.
Abra menatap salsa dengan tatapan tak terbaca.
"Apa kalian sudah menikah?"pertanyaan itu keluar dari mulut abra saat melihat poto pernikahan mereka.abi dan Zian pun menunggu jawaban salsa.
"Maaf pak"salsa menunduk kata maaf keluar dari mulut salsa.untuk apa minta maaf sebenarnya tapi hanya kata itu yang terucap.
Abra memperhatikan lagi poto tersebut salsa dan alva nampak tersenyum bahagia dan poto bersama Bridesmaid dan bridesman, dominic dan Gabriel pun terlihat, jas yang di gunakan alva berbeda dan salsa memakai gaun putih dengan Tiara di kepalanya dan membawa seikat bunga walaupun terlihat perut membuncit nya.
"Jadi kamu menantuku"tanya abra lagi.
Salsa masih menunduk.
"Maaf..maafkan ayah,ayah tidak tau kalo kalian sudah menikah"ucap abra, walaupun dia sedih tidak bisa menyaksikan pernikahan putranya.
Salsa menggeleng"bukan salah anda pak abra,alva hanya tidak ingin orang² jahat mengincarku kalo mereka mengetahui kita sudah menikah"ucap salsa
"Ayah nak bukan kah kamu menantuku"ucap abra.
"mommy apa mereka menyakitimu"tanya kail dia terlihat khawatir jika salsa dan Alva menangis dia akan curiga pada orang² itu dia akan selalu waspada.
"ga sayang"jawab salsa,Abra pun melepaskan pelukannya.
"Apa alva udah ada kabar"tanya abi.
Salsa menggeleng.
"Kamu tinggal sendirian disini tinggalah di rumah ayah bersama kail juga"ucap abi.
"Aku tidak sendiri banyak orang disini ada mereka dan di depan juga banyak orang yang menjagaku,aku baik² saja,aku akan menunggunya disini dia pasti kembali"jawab salsa tersenyum mencoba meyakinkan diri kalo alva akan kembali.
salsa membawa Abra, Abi dan Zian ke ruang tengah.
"pak hakim tolong minta buatkan minuman"pak hakim mengangguk dan mengundurkan diri.
"Kalo butuh bantuan kabari kami salsa"ucap abi.
"terima kasih pak Abi"ucap salsa
"Abang bukankah aku iparmu"ucap abi salsa mengangguk tersenyum.
Mata Zian dan Abi menelisik ruang tengah itu dia juga memperhatikan beberapa Poto dan lukisan bahkan hiasan.
Boleh aku melihat² rumah ini salsa"tanya Abi.
"silahkan pak eh mm bang"ucap salsa dia belum terbiasa dengan panggilan Abang,Abi tersenyum lalu berdiri mengelilingi ruangan itu di ikuti zian
rumah yang begitu nyaman,abi juga keluar ke kolam.dia melihat ada bangunan seperti paviliun dan terlihat seperti rumah tingkat ' ada komplek dalam komplek' gumamnya dan taman yang luas terlihat tempat gym rumah idaman,pinter nih bocah rumah senyaman ini gumamnya.
"Kapan kamu menikah?"tanya abra yang berada di ruang tengah.
"Semenjak kehamilan usia empat bulan "jawab salsa,kail terlihat tidak mau jauh dari salsa dia terus menyandarkan tubuhnya di lengan salsa dengan rubik di tangannya.
"Kalo melahirkan?"
__ADS_1
"Perkiraan dua minggu lagi yah"jawab salsa.
"Apa perlu biijah menemani kamu disini?"tanya abra.
"Terima kasih yah tapi tidak usah disini banyak orang"jawab salsa.
"Kabari ayah kalo kamu melahirkan dan kalo alva pulang"ucap abra.
salsa mengangguk.
"rumah ini sangat nyaman kita sering melewati rumah ini tapi kenapa tidak terpikir kalo rumah ini milik Arya"ucap Abi.
salsa hanya tersenyum.
"bahkan orang² kita tidak dapat menemukan tempat tinggal kalian"ucap Abi lagi.
"rumah ini ga ke ditek bang apa hp kalian ada sinyal"Abi dan Zian mengeluarkan hpnya.
"ya ga ada sinyal"ucap Zian.
"no kalian baru jadi langsung kebaca disini dan itu langsung memutuskan dengan lingkungan luar,nanti kalo sudah lama dan sering kesini paling ke sadap"ucap salsa.
"gila keren"ucap Zian.
"awalnya punya ku juga gitu,ga ada sinyal tapi sudah disini hp paling kesadap"ucap salsa.
"canggih Arya"ucap Zian.
setelah berbincang Abra dan Abi juga Zian memutuskan untuk pulang.
Kini mereka keluar ke teras salsa mengantarkan mereka yang akan pulang.
"Kabari kami kalo melahirkan"ucap abi
Setelah mereka pulang salsa menggandeng kail masuk ke dalam rumah.dia hanya berharap semoga alva segera pulang sebelum dia melahirkan.
**
Setiap pulang kerja abra akan mampir ke rumah salsa dia selalu menanyakan ingin di bawakan apa dan mau makan apa perhatian dari ayah mertuanya membuatnya terharu,abra menggantikan posisi Alva.walaupun ada Denis,rey dan yang lain.
Hari terus berjalan namun belum dua minggu hpl salsa sudah merasakan perutnya sebentar² sakit.susi dan kail mengikuti kemanapun salsa pergi bahkan tidurpun dia tidak jauh dari salsa.semenjak Alva pergi kail tidur bersama salsa.
"Mbak..panggil salsa saat ini jam menunjukan satu malam dia merasakan perutnya melilit.susi yang tertidur tidak mendengar panggilanya.
"Iiissh.mba susi panggilnya lirih.
Salsa pun turun dari ranjang nya dia seperti ingin buang air besar.
Saat turun terlihat air mengalir di kakinya.
"Mbaakk"panggilnya susi dan kail pun terbangun dan melihat salsa yang terduduk di pinggir ranjang.
"mommy"panggil kail.dia takut melihat salsa kesakitan.
"Mba salsa mau melahirkan"susi melihat wajah pucat salsa.dia menekan tombol yang tersambung dengan rumah tempat rey dan seno juga Shawn Nathan dan Ken.
Susi membuka pintunya saat mendengar ketukan dan terlihat rey dan denis berdiri di depan pintu.
"Mba salsa mau melahirkan cepat angkat bang"ucap Susi Rey langsung menggendong salsa ala bridal style.
Susi sendiri mengambil tas keperluan bayi dan salsa yang sudah di siapkan jauh² hari dia berlari mengikuti shawn dan rey sedangkan seno sudah menyiapkan mobil.
"kail ikut uncle"Denis menggandeng kail untuk cepat.
Mobil melaju dengan cepat susi duduk di sebelah salsa yang meremas tangan susi.
Rey sendiri menghubungi rumah sakit untuk menyiapkan ruang bersalin.
"Emhh..sakit..
"sabar mba salsa"susi mengelus punggung salsa sepengetahuan dia kalo orang hamil itu punggungnya di elus² pikirnya kadang saat malam susah tidur juga susi mengelus punggungnya dan salsa baru bisa tertidur.
"mommy pegang tangan kail"ucap kail dia mengelus tangan salsa.
Sampai di rumah sakit Rey langsung mengangkat salsa ke brangkar yang langsung di bawa ke ruang bersalin rumah sakit delta medika dokter Silvia sudah menunggunya.
mereka seperti papa² siaga,mereka juga yang memenuhi ngidam salsa bahkan mengidam ingin melihat mereka balapan berenang pun mereka lakukan ataupun merias wajah mereka.
__ADS_1
Bahkan salsa ngidam masakan Shawn padahal Shawn tidak pernah memasak,bahkan dia tidak tau nama² bumbu walaupun hasilnya aneh tapi salsa tetap memakannya.