BROKEN #Mental Attack

BROKEN #Mental Attack
JANGAN MEMBUATKU MARAH KEV


__ADS_3

Walaupun jalanya sedikit sempoyongan setelah minum di bar tadi,Kevin bisa menghajar empat orang tersebut yang ternyata hanya preman kampung sampai lemas.


Dia pun menanyakan keadaan wanita itu "loe baik² saja" tanya kevin.


perempuan itu mengangguk,namun salah seorang dari mereka bangun dan menusuk Kevin.


Terlihat darah merembes di bajunya.


Kevin mendesis,dan menendang pria itu hingga pingsan.


perempuan itu syok melihat penusukan di depannya.


"heh,loe udah gue tolong, sekarang loe bawa gue ke RS"ucap Kevin menahan sakit di perutnya.


wanita itu gemetar namun dia membawa Kevin ke rumah sakit dengan mobil kevin.


Setelah beberapa saat Kevin dan wanita itu sampai di rumah sakit dan dokter langsung menanganinya, wanita itu duduk menunggui Kevin.


"ya Tuhan semoga dia baik² saja"doanya.dokter pun keluar setelah selesai menangani Kevin.


"gimana keadaannya dok"tanyanya.


"lukanya tidak terlalu dalam kami sudah menjahitnya pasien akan di pindahkan ke ruang inap"wanita itu mengangguk.


Kevin keluar dia di bawa ke kamar inap wanita itu terus mendampinginya.


setelah suster keluar dia pun menghampiri Kevin.


"bagaimana keadaanmu"tanyanya.


"lebih baik"jawab Kevin datar


"mm thanks udah bantuin aku dari begal² itu,sampai kamu terluka seperti ini"ucapnya dengan rasa bersalah.


"ya gue juga terima kasih udah bawa gue kesini"ucap Kevin.


"lagian Loe tengah malam gini pake kelayapan ga baik perempuan keluar malam² kecuali kerjaan nya malam",ucap Kevin.


"maksud loe apa,gue wanita malam gitu,dasar kepiting kalo ngomong ga pake otak"sungutnya dia geram dengan ucapan kevin.


Kevin mengedikan bahunya.


"gue baru pulang dari Singapore dan kemaleman karena pesawat delay tiga jam"ucapnya dia tidak terima di bilang wanita malam.kevin nampak acuh.


"gue mau tidur kalo loe mau pulang² aja sana"ucap Kevin.


"dasar ya kamu menyuruhku pulang jam tiga ini loh aku bisa di begal lagi"sungutnya.


"ya udah loe tidur tuh di sofa"ucap Kevin.


"iya gue tau ga mungkin juga gue tidur seranjang sama loe"ucapnya dia berjalan menuju sofa.dia memejamkan matanya dan tak menunggu lama wanita itu tertidur.


**


setelah sarapan Alva mengantar kail ke gereja sesuai janjinya dia akan menunggu di mobil kail akan masuk dengan Rey dan Shawn.


sedangkan di rumah sakit wanita yang di tolong Kevin sudah pulang satu jam yang lalu,karena Kevin menyuruhnya untuk pulang.


Kevin melepas infus nya,lalu dia ke kamar mandi untuk mencuci muka dia pun memakai jaket yang semalam,namun masih ada noda darah di jaket tersebut.


Setelah mengecek administrasi yang sudah di bayarkan.kevin berjalan menuju mobilnya yang akan membawanya kembali ke rumah.


namun dia berhenti lebih dulu untuk membeli kaos ganti untuknya dan celana yang sudah banyak darahnya.


*


Mobil Kevin memasuki pekarangan rumah Alva, dia turun dari mobilnya dia tidak melihat mobil Alva.dia pun melangkahkan kakinya menuju tempat tinggalnya.dia merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan matanya yang mengantuk.


**


"itu mobil bang kev bos"ucap Shawn.mobilnya baru saja masuk halaman mereka sudah kembali dari gereja.


"panggil dia aku tunggu di ring,dia sudah membuatku marah aku akan memberinya hukuman"ucap Alva. shawn dan Rey menelan ludahnya kasar.


Alva dan kail pun masuk rumah terlihat salsa sedang tidur karena malamnya dia akan begadang,Alva menyelimutinya dan mengecup kening salsa dan pergi ke tempat latihan.sedangkan kail dia kembali tidur meringsut masuk ke pelukan salsa.


**


"bang..bang..bang kev"suara Rey membuat mata yang terpejam itu terbuka.


"kenapa Rey"tanya Kevin,biasanya tidak ada yang berani mengganggu tidurnya.

__ADS_1


"bang loe darimana"tanya rey.


"loe kalo bangunin gue cuma buat nanyain itu tunda dulu deh gue ngantuk"ucap Kevin memejamkan kembali matanya.


"ada yang kangen tuh sama loe,di tunggu bos di ring,dari kemaren bos nanyain Mulu"sungut Rey.kevin juga merindukannya sudah dua malam dia tidak bertemu.selama ini mereka selalu berdua.


Kevin berdecak dia menyandarkan tubuhnya di headboard ranjangnya.


"dia benar² marah bang"ucap Rey.


"terus mau apa"tanya Kevin.


"di tunggu di ring di bilangin"ucap Rey.


"cepet bang jangan buat dia menunggu nanti dia tambah marah lagi"ucap Rey.


"udah sana loe keluar dulu"ucap Kevin. Rey pun keluar dia akan menunggu kevin di ruang tamu.namun Kevin masih dengan posisi yang sama dia tersenyum mengingat ucapan Rey yang mengatakan bahwa Alva terus saja menanyakannya.


Dia pun turun dari ranjang dan mencuci mukanya rasa bahagia melupakan rasa sakitnya.


Kevin berjalan menuju tempat latihan di ikuti Rey dan Shawn.


di sana sudah ada Nathan dan Ken juga Alva yang memakai celana kolor dan kaos bodypres.


Alva menatap tajam ke arah Kevin.


"darimana?"tanya alva dengan suara dinginnya.


"menenangkan diri"jawab Kevin.


"jadi menurutmu disini tidak tenang?"tanya Alva,Kevin berdecak.


"aku menyuruhmu berlibur tapi kamu tidak mau lalu sekarang dua hari kamu ga pulang"ucapnya dengan suara sedikit naik intonasinya.


"jadi sekarang maunya gimana"ucap Kevin.


"kamu membuatku marah kev"ucap Alva,Kevin nampak tak menjawab.


"hadapi aku sekarang jika kamu menang terserah kamu mau ikut Albert pun terserah"ucap Alva dia naik ke ring dia melingkarkan kain untuk melindungi punggung tangannya.


tentu saja Alva memberikan pilihan itu karena Kevin tidak akan berani melawannya dan Kevin juga tidak bisa jauh dari Alva.


"ayo serang kev balas pukulan gue"ucap Alva.


namun Kevin tidak membalas di hanya menghindar


karena geram Alva menyerang Kevin berkali².


Tendangan kaki Alva mengena ke perut Kevin yang terluka.


mukanya memerah menahan sakit mulutnya mendesis."sshht"


"ayo lawan kev jangan jadi banci loe"ucap Alva dengan nada provokasi namun Kevin tetap diam.


Alva kembali menyerang hingga Kevin terjatuh.kevin memejamkan matanya giginya saling beradu menahan sakit.


"heh segitu saja kemampuan mu?"Alva pergi dari tempat latihan meninggalkan Kevin yang masih di atas ring dengan posisi terlentang.


"bang loe gapapa"tanya rey.


namun Kevin tak menjawab dia memejamkan matanya.


Shawn melihat darah di perut Kevin pun setengah berteriak "darah" celetuknya membuat Nathan dan Ken pun mendekat dia membuka kaos Kevin.


terlihat jahitan tadi malam terlepas dan mengeluarkan banyak darah.


"loe terluka bang"ucap Rey.


"panggil dokter andri"ucap Nathan.


Ken dan Nathan membawa Kevin ke rumah yang di tinggali Kevin.


Rey pun menghubungi dr Andri.


setelah setengah jam dr Andri pun tiba,dia langsung menangani kevin.dia menjahit ulang luka itu dia juga memberikan obat nyeri.


"aku lihat lukanya masih baru"ucap dr Andri.


"siapa yang melakukan itu kira²"ucap Nathan.


"ini obatnya jangan lupa kasihkan biar lukanya cepat mengering"ucap dr Andri.

__ADS_1


Rey mengantar dr Andri ke depan.


"dr Andri sedang apa disini"tanya Alva yang sedang membiarkan anjing²nya bermain.


"habis mengobati lukanya pak Kevin"jawab dr Andri.


"Kevin terluka"ucap Alva terkejut pasalnya mereka berkelahi dan tidak menggunakan full tenaganya.


dokter Andri mengangguk.


"apa lukanya parah"tanya Alva dia khawatir dengan keadaan Kevin.


"jahitan lukanya terbuka"jawabnya.


"jahitan?apa parah,luka tembak atau luka apa"tanya alva.


"luka tusuk"jawabnya.


"terima kasih dr Andri"dr Andri pun pamit meninggalkan rumah Alva.


"kamu tau apa yang terjadi dengan Kevin Rey"tanya Alva.


"saya tidak tau pak bos,saya juga baru pulang bersama anda kan"ucap Rey.


setelah tidak menanyakan apapun lagi Rey meninggalkan Alva bersama piaraannya.


**


Alva memutuskan untuk melihat keadaan Kevin,karena tadi dia tidak ikut makan siang.


di lihatnya Kevin memejamkan matanya,alva berdiri di ambang pintu kamar Kevin dia mendekat untuk melihat lukanya.dia mengangkat kaos Kevin terlihat perban yang masih merah karena darah di perutnya.


Kevin membuka matanya merasa ada yang mengusik tidurnya.


"ada apa"tanya kevin.alva mengalihkan pandangannya.


"siapa yang melakukan ini"tanya Alva.


"hanya preman kampung"jawab Kevin dia menyandarkan punggungnya di headboard.


"lalu kemana kamu dua malam ini"tanya Alva lagi.


"di hotel"jawabnya.alva menghela nafasnya.


"maaf"ucapnya.


"buat?"...Kevin mengerutkan keningnya.


"buat yang terjadi"jawabnya.


"aku hanya sedang menyiapkan diri jika kamu memintaku pergi dan sudah tidak membutuhkan ku lagi"ucap Kevin.


"aku tidak mau kamu pergi,tetap disini temani aku dan anak²"pinta Alva.


Kevin tak menjawab.


"aku hanya meminta kalian berlibur aku tau kalian pasti jenuh dengan pekerjaan tidak menyuruh mu untuk pergi"ucap Alva.


"aku tidak akan membiarkan orang² yang sudah berada di sampingku pergi dariku"ucapnya lagi.


"aku rasa kamu memintaku pergi karena masalahmu sudah selesai,kamu sudah berkumpul dan bahagia dengan anak istrimu dan keluargamu ayahmu,jadi ya aku memutuskan dan menyiapkan diri untuk pergi,kalo aku kan tidak mempunyai keluarga kalopun terjadi sesuatu saat dengan Albert tidak ada yang menghawatirkan aku apalagi mencariku"jawab Kevin dia senang membuat Alva marah.


"jangan sekalipun berpikir untuk pergi,sebelum kamu pergi aku sendiri yang akan menghabisi mu"ucapnya dia menatap tajam Kevin.


"baiklah kalo itu permintaan mu dan perintah darimu"ucap Kevin tersenyum.


"bagus kalo kamu paham"ucapnya datar.


"kamu sudah makan"tanya Alva.


"aku baru bangun bagaimana aku sudah makan"sungut Kevin.


"aku akan minta Desi untuk antar makanan kesini agar kamu bisa minum obat dan beristirahat"ucap Alva.


Kevin mengangguk.alva mengeluarkan hp nya meminta kepala asisten rumah tangga untuk menyiapkan makanan untuk Kevin dan di antarkan ke rumah satu lagi tempat mereka tinggal.


"istirahatlah besok aku akan pergi ke kantor dengan yang lain"Kevin mengangguk.alva menarik selimut untuk menyelimuti kaki Kevin.


Alva keluar dari kamar Kevin dia kembali ke rumah utama.


Kevin tersenyum lebar dan pipi yang memerah karena bahagia,dia mendapat perhatian dari Alva sungguh dia merasa jantungnya berdegup.

__ADS_1


__ADS_2