
Rey dan Axel mengikuti Inggrid menggunakan motor.hingga dekat rumah Abra terdengar
"braaakkkk....mobil itu terguling dan menabrak pembatas.setelah mobil tersebut menabrak beberapa pedagang kaki lima dan pengendara yang lain.
Orang² berkerumun mendekat melihat tidak ada yang berani membantu.hingga satu jam ambulance datang dan membawa para korban.
Abra sendiri sudah tiga Minggu pulang dari rumah sakit.dokter menyuruhnya untuk terapi.
tring....
suara tlp rumah Abra berdering salah satu asisten rumah tangganya mengangkat tlp tersebut.
Setelah berbicara art tersebut memanggil Dian dan memberitahukan bahwa ada tlp dari kepolisian.
Polisi tersebut memberitahukan bahwa Inggrid mengalami kecelakaan.dian pun syok mendengar berita tersebut.dia segera pergi untuk memberitahukan berita itu ke Abi dan Abra.
"yah"panggilnya.
"ya"Abra sendiri sedang berkutat dengan laptopnya.banyak pekerjaan yang sudah ia tinggalkan.dia mengangkat wajahnya melihat ke arah Dian.
"ada kabar,mm ada tlp dari kepolisian"ucap Dian Abra mengerutkan keningnya jantungnya berdegup mengingat alva.
"a ada apa"tanya nya.
"ibun kecelakaan dan sekarang di rumah sakit xx" deg' Abra terdiam dia masih syok dengan apa yang di dengar polisi 'kecelakaan'?.
"minta mang idan buat antar ayah ke rumah sakit"ucap Abra.
Dian pun meminta mang idan untuk mengantar Abra ke rumah sakit dia juga menghubungi suaminya Abi.
setelah satu setengah jam Abra sampai di rumah sakit dengan mang idan,Abi sudah menunggunya di lobby RS.
Abi mendorong kursi roda ayahnya disana polisi sudah menunggunya.
"siang pak saya Abraham"ucap Abra mengenalkan diri.
"siang pak Abra"sapa dua polisi yang menunggunya.
"begini pak Abra,apa anda suami dari ibu inggrid?"tanya polisi itu.
"begini pak,menurut agama saya sudah bukan suaminya lagi,Karena saya sudah menjatuhkan talak sebulan yang lalu pada Inggrid,saya sudah mengajukan perceraian dan surat panggilan dari pengadilan pun sudah saya terima"ucap Abra.
Polisi itu mengangguk."begini pak Abra Karena no TLP anda terdaftar sebagai no darurat di hp ibu inggrid jadi kami menghubungi anda"ucap polisi itu.
"tidak apa² pak"ucap abra.
"apa yang terjadi padanya pak"tanya Abra
"begini pak Abra,status hukum kalian belum sah bercerai walaupun dalam agama kalian sudah sah bercerai.jadi kami menghubungi anda,untuk menginformasikan bahwa ibu inggrid mengalami kecelakaan mobil ya terguling dan menabrak pembatas"jelas polisi itu.
"lalu bagaimana keadaanya"tanya Abra syok.
"maaf pak Abra ibu inggrid tewas di tempat,hasil pemeriksaan istri anda overd0sis dan kami juga mendapatkan sample istri anda pemakai"ucap nya.
Abi dan Abra begitu syok dia bingung harus jawab apa.
"kami juga menemukan barang bukti di dalam mobil itu dan terdapat sidik jari istri anda"terangnya.
"kami juga sedang mencari siapa yang mensuplai barang untuk istri anda,namun menurut panggilan dan pesan yang terdapat di hp istri anda,istri anda mendapatkan barangnya dari seorang simpanannya,dan ini"polisi itu memberikan hp pada Abra.
__ADS_1
Abra membuka hp itu dia menemukan beberapa chat mesra dengan para gigolo nya,banyak chat dengan nama berbeda.dia juga melihat video panas Inggrid di galery nya dan foto mesra di atas ranjang.abra mengetat rahangnya dia begitu marah pernikahan nya di nodai dengan perselingkuhan yang di sengaja.
Abi pun melihatnya karena Abi masih berdiri di belakang kursi roda ayahnya.
masalah kecelakaan Abra serahkan ke polisi.
namun Abra masih berbaik hati untuk mengurus pemakaman Inggrid.
Berita tentang istri dari abraham yang meninggal karena od sempat naik,namun Alva menekan media untuk tidak memblow up berita itu dia meminta media untuk mentake down berita yang sudah naik.
Bowo pun bingung berita itu tiba² hilang. dia tidak tau siapa yang melakukan itu.
**
Di kediaman Abraham sudah ramai pelayat yang datang.
Abra duduk menerima tamu yang datang,juga ada Abi satria Bowo juga Zian.
mama Sinta terlihat sedih airmatanya menetes bagaimanapun Inggrid adalah sahabatnya.
Alva dan salsa datang dengan baju hitamnya.alva memakai kacamata hitam di ikuti Kevin dan Denis.
"saya turut berduka cita pak Abra"ucap salsa.
Abra tersenyum "terima kasih".
Alva pun mengulurkan tangannya.
"saya turut berduka cita pak Abra,saya tidak menyesal melakukan ini"ucap Alva pelan namun masih terdengar di telinga Abra dan Abi.
Alva tersenyum miring melihat wajah tegang Abra.
'deg..deg..deg..
wajah Abra pucat dia takut dengan pemikirannya Abra menggelengkan kepalanya.namun Alva tersenyum.
"yeah I'm the one who did it" Alva berjalan meninggalkan Abra dia melihat dengan tatapan datar jenazah Inggrid Namun Alva menarik sudut bibirnya.
"ayo sayang kita pulang,aku ada meeting hari ini"ajak Alva.
"Al bisakah kita pulang..
"sayang aku ga suka di bantah"ucapnya tegas.salsa mengangguk dia bangun di bantu Alva untuk berdiri karena perutnya yang semakin membesar.
alva belum pernah menemani salsa ke dokter selama salsa hamil.
setelah berpamitan Alva dan salsa pun pergi dari rumah Abra
"kapan kamu periksa kandungan sayang,aku usahakan untuk menemani mu"ucap Alva saat ini mereka sedang di mobil yang mengantarkannya kembali ke rumah.
"lusa"Alva mengangguk,salsa senang akhirnya Alva mau menemaninya ke dokter kandungan.
"Minggu depan aku ada pekerjaan ke Jerman"ucap Alva.
salsa mengangguk dia sudah terbiasa di tinggal oleh Alva keluar kota atau keluar negri namun Alva hanya melakukan perjalanan bisnis yang dekat saja ke Singapura atau ke Malaysia.
"kamu akan lama?"tanya salsa sedih karena ini di tinggal paling jauh.
"mungkin lima hari atau seminggu"ucapnya.
__ADS_1
"apa kail akan ikut?"tanya salsa.
"dia sekolah sayang"ucap alva.
**
Abra saat ini sedang berada di ruang kerjanya setelah selesai pemakaman dia memilih masuk ke ruang kerjanya.
pikirannya ribut dengan ucapan Alva saat datang melayat tadi.
(tugas saya sudah selesai mengantarkan dia untuk menemui bunda,yeah I'm the one who did it) ucapan Alva terngiang di telinga Abra.
cemas,takut, khawatir menjadi satu dia takut anaknya akan di tangkap polisi.
tapi polisi menemukan bukti chat dan obat itu di mobil inggrid,apa yang alva lakukan?"ya tuhan...
"pak bos"panggil Bowo.
"kamu mengagetkan ku Bowo"ucap Abra.
Bowo tersenyum kikuk.
"maaf pak bos saya sedari mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban saya khawatir terjadi sesuatu"ucap Bowo.
Abra mengangguk"masuklah Bowo"Bowo pun masuk dan menutup pintu.
"ada apa"tanya abra.
"berita tentang kematian ibu inggrid hilang pak bos, sebelumnya berita itu ramai bahkan Gilang memberitahukan karena berita itu harga saham merosot"ucap Bowo.
"lalu bagaimana?"tanya Abra.
"berita itu tiba² hilang,dan muncul berita ini.."Bowo menyerahkan tab di tangannya.
tagline berita itu terlihat jelas.
'istri pengusaha ternama selingkuh dengan berondong'
'istri dari pengusaha berinisial Ap meninggal kecelakaan karena od setelah berkencan dengan selingkuhannya'
'hamil anak gigolo saat muda rahim istri dari pengusaha sn group di angkat'
Abra membaca berita yang rahim inggrid di angkat,di berita itu menyebutkan inggrid hamil saat belum menikah dengan suami pertamanya,karena hamil dengan gigolonya yang mana dia pun memilih menggugurkannya hingga terjadi infeksi karena dia mendatangi klinik abal² hingga mengharuskan rahimnya di angkat.
Abra mengusap wajahnya kasar.tentang rahim inggrid dia baru mengetahuinya namun benar atau tidaknya dia masih belum yakin.
"bagaimana dengan perusahaan"tanya Abra dia tidak mau memikirkan tentang inggrid.
"stabil pak bos, Perusahaan yang bang Ar berikan pada anda menarik perhatian investor karena perusahaan itu berada dalam naungan delta corp"ucap Bowo.
"apa maksudmu? perusahaan mana?"tanya Abra dia menolak surat² yang di berikan Alva saat malam pesta itu.
"gemilang jaya pak bos,dan sertifikat villa juga resort di Bali"ucap Bowo.
"gemilang jaya?itu perusahaan pak Rizal"ucap Abra.
"ya tapi perusahaan itu sudah di akui oleh bang Ar sudah dua tahun yang lalu,dan sekarang sudah berganti nama menjadi milik anda saham itu sebesar 80persen"ucap bowo
"aku tidak mau Bowo,.
__ADS_1