
"aku mencintaimu"ucap Kevin lirih.
"aku bahagia melihatmu bahagia"ucapnya lagi Kevin meraih tangan Alva.
namun baru memegang jari Alva,Kevin tak sadarkan diri.
Alva membawa Kevin ke ranjang dan merebahkannya,dia juga melepaskan sepatu dan kaos kaki Kevin serta ikat pinggangnya.
"cintamu sangat besar kev aku merasakan itu,tapi kamu harus tau aku normal untuk masalah hati kev, aku juga sudah menganggap mu seperti abangku,terima kasih telah membiarkan ku bahagia.maaf aku sangat menyayangimu"ucap Alva di menyelimuti Kevin dan meninggalkan Kevin di kamar.
**
tepat seminggu pernikahan Alva dan salsa saat ini mereka sedang berada di Jepang bersama kail juga bibi Sarah tentu mereka rombongan.
**
Di kediaman Abra.
Setelah selesai makan malam dan membersihkan diri kini abra ada di ruang kerjanya, abi menghampiri ayahnya.
"Yah"panggil abi yang berdiri di ambang pintu.
"Masuk bang"ucap abra.
Abi membicarakan masalah pekerjaan di luar kota dengan ayahnya.
"jika Ardi bisa menggantikan mu lebih baik kamu disini"ucap Abra,Abi mengangguk.mereka terdiam hingga suara Abi memecah keheningan.
"Abi mau minta maaf dulu pernah meminta ayah untuk cepat menikah dengan ibun"ucap abi
"Ini bukan salah kamu nak semua sudah terjadi"ucap abra.
"Lalu apa yang akan ayah lakukan,ayah sudah pisah kamar lama dengan ibun"tanya abi.
"alva sudah menderita selama ini,ayah akan menceraikan Inggrid"ucap abra pasti.
"Bukankah ayah sudah mencintai ibun?"ucap abi.abra terdiam lebih dari 7tahun bersama mungkinkah benih² cinta tidak tumbuh?
"ayah tidak tau"jawab abra.
"Ayah hanya ingin hidup bahagia dengan anak dan cucu ayah"ucapnya lagi.
"Karena inikah alva selalu emosi dan marah melihat ibun"tanya abi.
"Dia memendam nya sendirian,dia depresi menghadapi masalah ini sendirian tapi ayah bersenang² di atas lukanya.ini hukuman yang pantas untuk ayah dengan alva tidak mengakui ayah lagi m,karena lukanya yang dalam karena ayah penyebabnya"ucap abra meneteskan air matanya.
"Luka yang masih menganga di tinggal bundanya malah ayah siram dengan pernikahan,tanpa mengabarinya tanpa meminta izin darinya,ayah melupakan dia bagian dari keluarga kita,kita sudah mengabaikan nya"ucap ayah abra menangis pilu abi pun mendekap ayahnya dan menitikan air mata.
Zian dan alea yang berdiri di depan pintu kerja ruangan abra saling memeluk,mereka akan ijin untuk pulang tapi mendengar suara abra dan abi mereka tidak jadi mengetuk pintu.
__ADS_1
"Ayah kehilangan anak ayah dia sudah membenci ayah"ucapnya lagi.
"Tidak dia pasti akan memaafkan kita"ucap abi.
Ceklek...
"Yah"terdengar suara serak dari bibir alea mendekati abi dan abra mereka saling memeluk menangis bersama,zian hanya diam,dia bingung harus bagaimana.
"Maaf "hanya itu kata yang lolos dari mulutnya.
Abra dan abi melepaskan pelukannya dia melihat ke arah zian.
"Maaf sudah membuat kericuhan di rumah ini"ucap zian.
"Aku hanya ingin keluarga kita berkumpul dan baik² saja"ucapnya lagi
"Maaf sudah membuat kekacauan ini maaf sudah membuat alva tertekan"ucap zian.
"Tidak nak ini bukan salahmu,darisini kita tau biarpun sedikit kenapa alva membenci kita,bantu ayah menyelidiki ini semua"ucap abra.
"Aku akan bantu sebisa ku yah"ucap zian.
Di sudut kota terjadi kebakaran di sebuah pabrik kosmetik.tidak ada yang tersisa semua barang di gudang pun habis di lalap si jago merah.tidak ada yang menyadari.bahkan berkali² sang asisten menghubungi tidak ada jawaban.
Bahkan Berita kebakaran sudah tayang di tv di medsos kebakaran pabrik itu viral.
Denis, seno, rey, kendra,axel, antonio dan yang lain hanya menatap datar berita di tv.tidak ada ekspresi apapun di wajah mereka ntah apa yang mereka pikirkan.hanya seringai dari bibir nathan dan kevin.
**
"Daddy nya kail adiknya papa,dia uncle arya yang ada di poto keluarga sama oma"ucap dian.menjelaskan pertanyaan Juna yang ingin tau tentang adik papanya.
"Dia adik pap,tapi kenapa dia seperti orang asing?"tanya ara.
"Kalo itu mama ga tau,itu urusan orang dewasa"jawab dian.
"Apa uncle pernah tinggal disini?"tanya ara makin penasaran dengan alva.
"Dulu iya tapi udah ga lagi"jawab dian.
"Apa karena uncle ga punya kamar mam"tanya juna.
"Semua punya kamar, kamar uncle yang di pojok sana dekat kamar aunty"ucap dian menceritakan tentang alva agar tau kalau papanya masih mempunyai seorang adik dan mengetahui tentang keluarga nya.
"Mam berarti aku,juna dan kail bersaudara?"tanya ara.
"Mmm kalian kaka adik kail sepupu kalian yang artinya sama seperti adik kalian"ucap dian membuat juna tersenyum senang dia bersaudara dengan kail.
"Mam juna mau pake jam tangan nya,ini sama seperti punya kail mau kasih liat pap"ucap juna mengulurkan tangannya agar di pakaikan jam nya.
__ADS_1
"Besok aja sekarang tidur sudah malam"ucap dian.
"Sekarang mam"rengeknya.
"Kenapa manggilnya mam sih,mama dong"ucap dian gemas sama anak²nya dari kecil di ajarin mama malah manggil mam doang.
"Mam tolong pakai in jam tangannya"rengeknya dian memakaikan jam tangan ke juna dan berlari ke ruang kerja opanya.
'ceklek...
"Pap....panggilnya.
"Papa"sungut abi anaknya susah di bilangin memanggil orang tuanya tidak sesuai dengan yang di ajarkan tapi juna acuh atas peringatan papanya.
"Pap liat juna pakai jam tangan dari kail ini samaan bagus kan?"ujarnya menunjukan jam tanganya yang ia kenakan
"Coba sini opa liat"panggil abra ke cucunya itu.
"Jelek ini sih bagusnya buat opa"ucap abra.
"Ga ini buat juna ini jam tangan anak² opa"ucap juna.
"Yah,mas..."suara dian tersengal-sengal.
"Kenapa sayang ada apa?"tanya abi.
"Buka hp atau tv"ucapnya lagi.
Abi dan alea pun membuka hp dan melihat hot news.
"Yah,pabrik kosmetik ibun kebakaran"ucap abi.
"Bangunkan Inggrid"ucap Abra dia melihat Inggrid tidur di kamarnya saat abra mengambil barangnya.abi dan alea hanya diam tidak bergerak
Beda dengan abra 'apakah ini ulahmu nak tapi kamu sedang sakit' gumam abra dalam hati pikiran dia langsung ke alva.dia masih mengingat kata² alva,mereka belum tau keadaan Alva sudah sehat kembali.
Memang Bunda yang memintanya tapi dalam tekanan! Perempuan tidak tau diri itu terus menekan bunda untuk menyerahkan suaminya.setelah urusan ku selesai aku sendiri yang akan menghabisinya, tidak,tapi kupastikan dia menderita terlebih dahulu,terlalu indah kalo dia langsung mati tanpa mendapat kan penderitaan seperti yang ku alami dan ku pastikan tidak ada yang lolos dari tangan ku dan nyawa pun di bayar dengan nyawa"ucapan alva penuh dengan tekanan dia berbicara dengan mengeratkan giginya dengan mata merah dan berkaca², lalu sekian detik alva tersenyum devil.
"ya aku sendiri yang akan menghabisinya,aku sendiri yang akan menjadi mimpi buruk untuknya dan aku yang akan menjadi malaikat maut untuknya.
Ucapan alva terngiang²,apa pelakunya alva.abra memejamkan matanya semoga bukan pikirnya.
Abra bangkit dari kursi kerja nya meninggalkan anak²nya untuk membangun kan Inggrid.
Abra memercikkan air di wajah Inggrid sampai Inggrid membuka matanya.
"Mas kamu apa²an sih"ucapnya kesal tidur nya terganggu.
"Kamu ga lihat ini jam berapa hp kamu bunyi terus dari tadi"ucap abra tanpa memberitahu apa yang terjadi.
__ADS_1
"Aku tidur berapa lama?"tanya Inggrid.
"Sekarang jawab tlp mu siapa tau penting"titah abra.